<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241</id><updated>2012-01-27T20:26:18.553-08:00</updated><title type='text'>Media Swara Indonesia</title><subtitle type='html'>ASOSIASI SWARA WARTAWAN DEMOKRASI



(VOICE THE PEOPLE OF DEMOCRATIC JOURNALIST ASSOCIATION )





SELAMATKAN AIR DEMI ANAK CUCU KITA.ANAK CUCU KITA JANGAN KITA BERIKAN AIR MATA TAPI BERI MEREKA MATA AIR


:  Hutan Lindung Resapan Air yang merupakan Tulang Pungung Ketersedian Air 

:  Merusak hutan ,Merusak Air Berarti Merusak Masa Depan Kita 

 :  Air Sumber Kehidupan Tanpa Air Kehidupan Akan Berakhir Lestarikan Air Tanggung Jawab Kita Bersama</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1661</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-2610761372684770962</id><published>2011-11-08T05:39:00.000-08:00</published><updated>2011-11-08T05:42:58.995-08:00</updated><title type='text'>Truk Batubara Dilarang Lewat Di Kabupaten batang hari</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-7jHzF25u6LI/Trkw9PyqdKI/AAAAAAAAC_8/BE-3_AUIZTk/s1600/DSC00561.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-7jHzF25u6LI/Trkw9PyqdKI/AAAAAAAAC_8/BE-3_AUIZTk/s320/DSC00561.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Dkv-g6xs-BY/Trkw6a403rI/AAAAAAAAC_I/G2lTwtYD28Y/s1600/DSC00559.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-Dkv-g6xs-BY/Trkw6a403rI/AAAAAAAAC_I/G2lTwtYD28Y/s320/DSC00559.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-rMXKpOMMdRQ/Trkw6opF4vI/AAAAAAAAC_Q/8hCGoUFVI4k/s1600/DSC00560.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-rMXKpOMMdRQ/Trkw6opF4vI/AAAAAAAAC_Q/8hCGoUFVI4k/s320/DSC00560.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-5ILwFIpvvN4/Trkw65QRJwI/AAAAAAAAC_k/ZylGvMY9Ack/s1600/DSC00562.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-5ILwFIpvvN4/Trkw65QRJwI/AAAAAAAAC_k/ZylGvMY9Ack/s320/DSC00562.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Warga sepakat menghentikan aksi setelah ada surat dari Kepala Dinas ESDM Provinsi Jambi yang meminta agar semua truk dan tronton CPO yang ditahan supaya dilepas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-OobgLWGm5Tk/Trkw82Hf94I/AAAAAAAAC_s/1SDY4kA7-3Q/s1600/DSC00564.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-OobgLWGm5Tk/Trkw82Hf94I/AAAAAAAAC_s/1SDY4kA7-3Q/s320/DSC00564.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;waka polres batang hari bersama warga desa penerokan dan supir truk tronton batu bara saat menyapaikan surat dari Kepala Dinas ESDM Provinsi Jambi yang meminta agar semua truk dan tronton CPO yang ditahan supaya dilepas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUARABULIAN – Terhitung sejak, tanggal 1/11/2011  truk batubara dan tronton CPO dilarang melintas ruas jalan lintas dalam wilayah Kabupaten Batanghari. Baik melewati jalur lintas Pemayung-Jambi maupun jalur Kecamatan Bajubang-Tempino. Hal itu menyusul adanya protes warga yang berbuntut penghadangan truk batubara dan CPO di Desa Panerokan, yang baru berakhir, Senin (31/11) sore sekitar pukul 16.30. &lt;br /&gt;Warga sepakat menghentikan aksi setelah ada surat dari Kepala Dinas ESDM Provinsi Jambi yang meminta agar semua truk dan tronton CPO yang ditahan supaya dilepas. Namun, dalam surat itu disebutkan bahwa mulai kemarin, semua truk batubara dan CPO tidak diperbolehkan melintas di Kabupaten Batanghari hingga perbaikan jalan rampung dilakukan. Karena pihak asosiasi batu bara juga sudah berjanji akan memperbaiki kerusakan yang selama ini terjadi pada ruas jalan tersebut. &lt;br /&gt;"Warga sudah mau membebaskan semua truk yang dihadang," kata Kapolsek Bajubang, Suhadi Soeltan.&lt;br /&gt;Pantauan Jambi Independent di lapangan kemarin, truk batubara dan CPO memang sudah tak melintas seperti hari-hari biasa. Hanya terlihat sejumlah truk terparkir di depan rumah makan di sepanjang jalan, sembari menunggu jalan selesai diperbaiki. Sebelum perbaikan jalan rampung mereka tak diperbolehkan melintas di kawasan itu.&lt;br /&gt;Kapolres Batanghari AKBP Tjahyono Saputro melalui Kasat Lantas Polres Batanghari AKP M Gunawan, kemarin mengatakan, truk batubara dan CPO dilarang melintas di jalan lintas dalam Kabupaten Batanghari menjelang perbaikan rampung dilakukan. Karena itu tuntutan warga yang melakukan penghadangan selam empat hari di Desa Panerokan.&lt;br /&gt;“Mulai hari ini truk batubara dan CPO tak boleh lewat. Batas waktunya sampai jalan selesai diperbaiki,” katanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-2610761372684770962?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/2610761372684770962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/11/truk-batubara-dilarang-lewat-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/2610761372684770962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/2610761372684770962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/11/truk-batubara-dilarang-lewat-di.html' title='Truk Batubara Dilarang Lewat Di Kabupaten batang hari'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-7jHzF25u6LI/Trkw9PyqdKI/AAAAAAAAC_8/BE-3_AUIZTk/s72-c/DSC00561.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-4221740166722365353</id><published>2011-11-03T08:43:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T08:43:08.743-07:00</updated><title type='text'>Banjir Masih Ancam Kota Jambi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="img_caption left" style="float: left; width: 283px;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img align="left" alt="Banjir di salah satu kawasan pemukiman di Kota Jambi. (f:dok)" border="0" class="caption" src="http://metrojambi.com/images/stories/berita/07-02-11/banjir.jpg" title="Banjir di salah satu kawasan pemukiman di Kota Jambi. (f:dok)" /&gt;&lt;div class="img_caption"&gt;Banjir di salah satu kawasan pemukiman di Kota Jambi. &lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;JAMBI&lt;/strong&gt;–  Kurang bagusnya drainase di Kota Jambi, menyebabkan beberapa pemukiman  warga yang ada di Kota Jambi masih terancam banjir ketika hujan dengan  intensitas tinggi terjadi.&lt;br /&gt;Selain itu, berdasarkan prospek cuaca wilayah Provinsi Jambi dai  Badan Meteorologi Klimatologi dan dan Geofisika (BMKG) sejak Senin  (07/02) hingga Senin mendatang (14/02), hujan dengan intensitas lebat  yang bisa menyebakan tanah longsor di wilayah perbukitan atau wilayah  Barat Jambi juga harus tetap diwaspadi.&lt;br /&gt;‘’Di wilayah barat Jambi yang kondisi tanahnya labil, harus  diwaspadai jika hujan lebat, karena bisa menimbulkan longsor. Banjir  juga masih mengancam pemukiman di Kota Jambi, karena kurang bagusnya  drainase,’’ ujar prakirawan BMKG, Muhamad Nur, dalam releasenya.&lt;br /&gt;Hujan dengan intensitas ringan dan lebat ini, berpeluang terjadi di  wilayah Jambi bagian timur, tengah dan barat. ‘’Hujan ini bisa terjadi  pada sore dan malah hari. Angin umumnya bertiup dari barat hingga utara,  dengan kecepatan berkisar 08-35 KM/perjam,’’tambahnya.&lt;br /&gt;Sedangkan untuk pantai timur Jambi, kata Muhamad Nur, angin yang  bertiup dari utara hingga timur laut dengan kecepatan 08-28 KM/jam dan  tinggi gelombang berkisar 1.0-2.0 meter juga berbahaya untuk perahu  nelayan dan kapal motor.&lt;br /&gt;Menurutnya, berdasarkan pantuan sebagai dasar pertimbangan, daerah  tekanan rencan diperkirakan akan terjadi di Samudra Hindia disebelah  barat laut teluk Carpentaraia dan samudra Hindia sebelah barat Bengkulu.&lt;br /&gt;Hal ini berpotensi terjadinya bibit badai tropis di wilayah tersebut  yang akan mempengaruhi cuaca di wilayah barat Jawa dan Sumatera bagian  barat dan selatan.&lt;br /&gt;Suhu muka laut di Samudera Hindia sebelah barat SUmatera dan perairan  pantai Timur Jambi masih cukup hangat. ‘’Kondisi ini masih mendukung  untuk pertumbuhan awab konvektif di wilayah Provinsi Jambi  khususnya,’’tukasnya&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-4221740166722365353?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/4221740166722365353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/11/banjir-masih-ancam-kota-jambi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/4221740166722365353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/4221740166722365353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/11/banjir-masih-ancam-kota-jambi.html' title='Banjir Masih Ancam Kota Jambi'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-2013003036837221948</id><published>2011-11-03T08:40:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T08:40:57.963-07:00</updated><title type='text'>Drainase Tak Berfungsi Kota Jambi Terancam Banjir</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="img_caption left" style="float: left; width: 297px;"&gt;&lt;img align="left" border="0" class="caption" src="http://www.jambiekspres.co.id/images/stories/2011/11/011111/banjir-jalan.gif" title="DRAINASE RUSAK : Rusaknya drainase membuat genangan air di Jalan Pattimura ini." /&gt;DRAINASE RUSAK : Rusaknya drainase membuat genangan air di Jalan Pattimura ini.&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;JAMBI &lt;/strong&gt;- Dari panjang drainase 105 KM, ada puluhan titik yang &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;tidak  berfungsi secara optimal. Akibatnya, terjadi genangan air di jalan  raya. Pantauan koran ini, saat hujan kemarin genangan air terjadi di  Jalan Pattimura ada empat titik, yakni di dekat Perum Damri, depan SPBU  Simpang Rimbo, depan SPBU Simpang Pucuk dan depan STM Jambi. &lt;/span&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal"&gt;Kemudian  di jalan Yusuf Singadekane juga ditemukan genangan air yakni di depan  TPA Al Amanah. Belum lagi di jalan Slamet Riyadi tepatnya di penurunan  arah ke pemakaman Broni. Di jalan Kaca Piring sendiri, meski anak sungai  sudah diperbesar, namun, genangan air di jalan tetap tak bisa  dihindari. Apalagi jika hujan lebat. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Kadis  PU Kota Jambi, Saiful Zakaria, mengakui, dengan kondisi drainase  seperti sekarang ini, hampir seluruh kota terancam banjir. &lt;/span&gt;Namun,  ia mengatakan, beberapa kawasan yang paling berpotensi diantaranya  adalah di Jalan Pattimura, tepatnya di kawasan hotel Golden Harvest dan  terdapat anak sungai. Selain itu, di kawasan Perumas, Kota Jambi dan  juga di Jalan Rajawali.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Titik-titiknya  memang banyak, hampir semua titik-titik anak sungai dalam Kota Jambi  memang perlu diwaspadai. Seperti Jalan Rajawali dan juga di Jalan  Pattimura dan Perumnas,” katanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal"&gt;Sementara  itu, di kawasan Broni, karena gorong-gorong di bawah trotoar pihaknya  memang tidak bisa berbuat banyak. Selain itu, dikatakannya juga, jalan  tersebut merupakan jalan Provinsi. “Jadi kami akan koordinasi dengan  Provinsi dulu,” ucapnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal"&gt;Disebutkannya  juga, banyaknya bangunan yang saat ini sudah berdiri di Kota Jambi,  menjadi salah satu kendala yang dirasakan pihaknya untuk membersihkan  saluran ataupun memperbaikinya. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal"&gt;“Jalan Rajawali juga macet. Disana kita sulit juga, kiri kanan sudah gedung semua. itu jadi kendala kita. &lt;span&gt;Tapi ada, cara mengatasinya,” katanya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;“Ada banyak alternatif untuk mengatasinya, diantaranya kita dibuat kolam retensi di bagian tengah. &lt;/span&gt;Disamping itu, dibuat sodotan atau cabang dari aliran untuk pengalihan,” sebutnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal"&gt;Ia  mengungkapkan, untuk membuat alternatif tersebut, pihaknya terkendala  lahan. Sebab, untuk membuat kolam retensi, dibutuhkan lahan kosong yang  akan dijadikan kolam retensi di kawasan yang berpotensi terjadi banjir.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal"&gt;“Sekarang  untuk membuat itu kita terkendala lahan. Yang paling bagus kolam  retensi memang, itu daerah aliran yang ada tanah kosong, nah tanah  kosong itu kita beli untuk dijadikan kolam pengalihan aliran itu. &lt;span&gt;Kolam retensi ini untuk menampung sementara supaya arus bisa menjadi baik,” jelasnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Hingga  saat ini, katanya lagi, belum ada kolam retensi ini yang di bangun di  Kota Jambi. “Sejauh ini belum ada, kita baru mendata kawasan.  Selanjutnya baru kita laporakn ke Bappeda dan juga ke DPRD supaya bisa  dibangun ini dan didukung. Ini sudah diprogramkan. Sekarang masih  dibicarakan dan rencana, belum bisa dijalankan di 2012 mendatang,”  tandasnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Sementara  itu, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Jambi, Zayadi menilai, rencana dari  Dinas PU Kota Jambi yang berencana membangun kolam retensi akan sia-sia  jika drainase yang ada saat ini sendiri tidak diperbaiki.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;“Terkait rencana Dinas PU Kota Jambi akan membuat kolam retensi, saya pikir itu belum mendesak. &lt;/span&gt;Yang  penting di Kota ini dibuat saluran yang lebih layak. Kalaupun kita  memiliki kolam retensi kalau drainasenya masih seperti sekarang tidak  akan memadai,” katanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal"&gt;Disebutkannya,  saluran pembuangan menuju Sungai Batanghari di Kota Jambi saat ini  sudah banyak dan bisa diberdayakan. “Sungai-sungai kecil yang menuju  Batanghari banyak di Kota Jambi. Nah, sekarang bagaimana drainase yang  hanya berukuran 20x30 meter harus diperbesar dan harus dikerjakan  instansi terkait. &lt;span&gt;Prioritasnya perbaiki dulu drainase itu. Menurut  saya, kolam retensi belum dibutuhkan selama drainase tidak bagus.  Bagaimanapun kolam retensi itu dibuat, kalau drainase masih seperti  sekarang hasilnya juga tidak akan baik,” tukasnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Diungkapkannya juga, Dinas PU Kota Jambi harus membuat master plan drainase di Kota Jambi dengan baik dan benar. &lt;/span&gt;Ini untuk mengatasi permasalahan banjir yang disebabkan oleh saluran drainase tak memadai.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal"&gt;“Kita  sudah minta untuk memikirkan jangka panjang. Bikinlah sistem drainase  untuk Kota ini, jangan memandang sekarang saja. Karena drainase yang ada  sekarang saja sudah tidak mungkin lagi daya tampungnya, tidak layak,”  sebutnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal"&gt;Dirinya  mengatakan dalam kesempatan itu, pihaknya sudah pernah menganggarkan  untuk Dinas PU membahas master plan drainase di Kota Jambi. “Kalau tidak  salah sudah pernah dianggarkan untuk membuat master plan drainase di  Kota ini. jadi, betul-betul kita berharap jangan ada banjir  berkepanjangan dan ke depan ada solusi untuk memperbesar saluran itu  yang lebih layak dengan kondisi sekarang ini,” imbuhnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal"&gt;Dirinya  juga menghimbau kepada pemerintah untuk mengajak masyarakat berperan  serta. “Kita berharap ada koordinasi instansi terkait dengan masyarakat.  Saya juga sedikit mengkritiki program pemerintah yang mengadakan gotong  royong setiap Jumat membersihkan got. Harusnya ada partisipasi  masyarakat, jangan hanya mereka yang turun sementara masyarakat tidak,”  imbuhnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal"&gt;Pasalnya,  yang memiliki lingkungan adalah masyarakat. “Harusnya dia (masyarakat,  red) yang bertanggung jawab menjaga lingkungannya. Bolehlah instansi  terkait turun juga namun sebagai koordinator, jangan dia (Dinas Pu, red)  yang kerja. Misalkan, warga yang punya ruko, bersihkan sepanjang jalur  rukonya,” imbuhnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal"&gt;Terkait  dengan alasan warga yang sudah membayar retribusi kebersihan kepada  Pemkot, dikatakannya, harusnya itu bukan jadi persoalan. “Itu kan  lingkungan daerah itu juga tanggung jawab dia (masyarakat, red).  Bayarkan hanya Rp 2500, masak melupakan tanggung jawab. Lagian juga  untuk dia. Harusnya pikir jangka panjang,” ketusnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal"&gt;Sementara  itu, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Disosnaker) Kota Jambi mengaku  sudah menyiapkan diri untuk menangani masalah yang bakal terjadi di  musim penghujan ini, seperti banjir dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal"&gt;“Kalau  untuk korban banjir, kita stok di gudang siap berupa logistik.  Disamping itu, anak-anak TAGANA juga sudah kita persiapkan. Sudah  diadakan piket juga, jadi semua informasi akan cepat ditanggapi,” kata  Kasful SH, MH, Kepala Disosnaker Kota Jambi kemarin.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Bukan  itu saja, Tim TAGANA, sambungnya, sudah diinteruksikan untuk melakukan  pengecekan peralatan TAGANA. “Alat-alat sudah kita suruh cek, misalkan  seperti tenda-tenda, tali yang lapuk mungkin dan perahu karet juga,”  katanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span&gt;Selama  musim penghujan, sebutnya, belum ada laporan yang pihaknya terima dari  masyarakat. “Untuk selama ini laporan masyarakat dan pantauan kita belum  ada. Kalau sungai Batanghari juga kita lihat masih jauh, masih aman.  Kadang yang dari hujan ini yang bahaya. Tapi itu isidentil, sejam dua  jam juga sudah surut. Kita yang pasti sudah siap untuk mengantisipasi  berupa bantuan,” tandasnya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-2013003036837221948?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/2013003036837221948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/11/drainase-tak-berfungsi-kota-jambi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/2013003036837221948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/2013003036837221948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/11/drainase-tak-berfungsi-kota-jambi.html' title='Drainase Tak Berfungsi Kota Jambi Terancam Banjir'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-49020651545963879</id><published>2011-11-03T08:38:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T08:38:22.165-07:00</updated><title type='text'>Belasan Sekolah di Kerinci Terendam</title><content type='html'>&lt;div class="under_title_article"&gt; &lt;div class="addthis_toolbox addthis_default_style" style="float: right; padding-bottom: 10px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: right; padding-bottom: 10px; padding-left: 20px; width: 280px;"&gt;&lt;div&gt;&lt;img alt="03112011_banjir_kerinci_sekolah.jpg" height="211" src="http://jambi.tribunnews.com/foto/bank/images/03112011_banjir_kerinci_sekolah.jpg" width="280" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div align="right" style="color: #666666; font-size: 10px; font-style: normal; padding-right: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="color: #666666; font-style: normal; padding: 5px;"&gt;Banjir di Kerinci yang merendam bangunan sekolah, Kamis (3/11).&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="text_article"&gt;&lt;br /&gt;Jambi : Banjir yang melanda Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai penuh,  Rabu (2/11) dini hari, siswa di belasan sekolah, SD maupun SMP terpaksa  diliburkan karena sekolah digenangi air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantauan&amp;nbsp; di  sejumlah sekolah, akibat meluapnya sungai Batang Merao, ruang kelas  terendam air. Kondisi tersebut, meyebabkan siswa tidak bisa belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingginya  genangan air di beberapa halaman sekolah, dijadikan sebagai tempat  bermain anak-anak. Bahkan, beberapa warga memancing ikan di halaman  salah satu sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, kami tidak bisa belajar karena sebagian  besar ruangan kelas digenangi air. Paling tidak air baru bisa surut  selama tiga hari ke depan," ucap seorang murid di SD Simpang Tiga  Rawang, kepada Tribun, Kamis (3/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua pun melarang anak-anak mereka untuk ke sekolah. &lt;br /&gt;Di  Desa Lubuk Suli, sejumlah murid mengaku tidak bisa ke sekolah, lantaran  jalan ke sekolah tergenang. "Kami dilarang orangtua ke sekolah, karena  jalan masih digenang air," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Unit Pengelola Teknis  Dasar (UPTD) Pendidikan, Kecamatan Depati Tujuh, Yoses Mirno, saat  dikonfirmasi mengakui hal tersebut. Ia mengatakan, di Kecamatan Depati  Tujuh setidaknya ada tujuh sekolah yang diliburkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekolah yang  terendam bajir terpaksa dliburkan, di antaranya 7 unit SD, ditambah SMP  dan MIS. Saat ini sekolah tersebut memang tidak layak untuk proses  belajar mengajar, karena ruangannya tergenang air," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala  Dinas Pendidikan Kota Sungaipenuh, Pakhruddin, saat diminta komentarnya  mengatakan, diliburkannya sekolah bukan karena disengaja, namun karena  adanya bencana alam banjir, yang merendam sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami  mengimbau kepada guru dan murid di sejumlah sekolah yang libur akibat  banjir, untuk segera memulai proses belajar mengajar begitu banjir  surut. Jangan sampai libur terlalu lama, karena berdampak kepada murid  itu sendiri," pungkasnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-49020651545963879?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/49020651545963879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/11/belasan-sekolah-di-kerinci-terendam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/49020651545963879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/49020651545963879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/11/belasan-sekolah-di-kerinci-terendam.html' title='Belasan Sekolah di Kerinci Terendam'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-3639166821720830481</id><published>2011-11-01T09:35:00.000-07:00</published><updated>2011-11-01T09:35:00.330-07:00</updated><title type='text'>AKP Kemas Arif Irawan : Perwira Ramah dan Murah Senyum</title><content type='html'>&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td class="createdate" valign="top"&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td valign="top"&gt; &lt;table align="left" border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;img border="0" src="http://infojambi.com/v.1/images/stories/2010/Batanghari/arif_irawan.jpg" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;strong&gt;AKP Arif Irawan dan isteri. &lt;span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"&gt;(afrizal)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; Masyarakat Kabupaten Batanghari  pengendara kendaraan bermotor, tidak ada yang tidak kenal dengan sosok  satu ini. Mantan Kasat Lantas Polres Batanghari ini sering terlihat turun  memimpin aparatnya mengatur lalulintas.&lt;br /&gt;Ia juga akrab dengan wartawan. Setiap dihubungi, langsung maupun  melalui ponsel, ia selalu menjawab, “Siap Boss !” Bila bertemu, ia  selalu menebarkan senyum. Tak jarang pula ia yang duluan menyapa dan  memberi salam.&lt;br /&gt;AKP Kemas Arif Irawan, kelahiran Palembang, 24 Oktober 1978 ini, kini  dipromosikan menempati posisi baru di Direktorat Lantas Polda Jambi. Ia  minta para wartawan yang bertugas di Batanghari ikut membantu tugas  kasat yang baru.&lt;br /&gt;Dalam karir kepolisian Arif Irawan memiliki prestasi bagus. Walaupun  masih muda, perwira satu ini sudah banyak mencicipi kerasnya tugas demi  pengabdian pada negara.&lt;br /&gt;Karirnya dimulai dari tamat Akpol tahun 2002 dengan pangkat ipda.  Jabatan pertamanya adalah Kapolsek Sumbabarat, Nusa Tenggara Timur  (NTT). Ia kemudian menjadi Kasat Lantas Polres Alor, NTT. Setelah itu  pindah ke Sika Maumere, NTT, juga dengan jabatan kasat lantas.&lt;br /&gt;Di Polda Jambi Arif juga pernah menjabat KaKorsis Sekolah Polisi  Negara (SPN). Sebelumnya ia pernah menuntut ilmu di Perguruan Tinggi  Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta. Dari PTIK Arif ditugaskan sebagai  Kapolsek Rimbobujang, Tebo.&lt;br /&gt;Dari isterinya, Winda Wijayanti ST, seorang putri Solo yang besar di  Palembang, Arif dianugerahi dua anak, Saka Salsabila Putri Irawan (5)  dan Arkana Wicaksana Putra Irawan (2).&lt;br /&gt;Arif mengaku banyak kenangan yang tidak bisa dilupakan selama  bertugas di Batanghari. Di tempat tugas yang baru, Arif tetap akan  memakai motto lamanya, Senyum, Sapa dan Salam (3S). Ia juga punya  prinsip Smile, Service and Security (3S).&lt;br /&gt;“Senyum itu bisa memberi rasa nyaman. Di tempat yang baru saya akan tetap memakai motto itu,” kata Arif&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-3639166821720830481?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/3639166821720830481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/11/akp-kemas-arif-irawan-perwira-ramah-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/3639166821720830481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/3639166821720830481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/11/akp-kemas-arif-irawan-perwira-ramah-dan.html' title='AKP Kemas Arif Irawan : Perwira Ramah dan Murah Senyum'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-7180954855560372775</id><published>2011-10-30T10:58:00.000-07:00</published><updated>2011-10-30T10:58:45.290-07:00</updated><title type='text'>Penutupan MTQ Tingkat Kec. Bajubang Ke 9 Didesa Bungku</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-UvKzaGURze4/Tq2QR6vEI8I/AAAAAAAAC4A/qAAssZFeeMw/s1600/IMG_0824.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-UvKzaGURze4/Tq2QR6vEI8I/AAAAAAAAC4A/qAAssZFeeMw/s320/IMG_0824.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        &lt;br /&gt;Saparun Jamal Camat Bajubang ,M ZEN Kades Bungku,Munggin Kades Sungkai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muara Bulia : Malam senin , 30 oktober 2011 pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan bajubang didesa bungku  ditutup secara resmi oleh camat Bajubang . Pelaksanaan MTQ yang dimulia dari tanggal 28 oktober – 30- 2011 diikuti oleh 8 (delapan) desa dan 1 (satu) kelurahan  bertempat di desa Bungku.&lt;br /&gt;Hadir dalam acara penutupan ini anggota DPRD Kab. Batang Hari  , Camat bajubang Ka. KUA Kec. Bajubang  , Kepala Desa yang ada di Kec. Bajubng , para peserta MTQ dan masyarakat Desa Bungku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutannya camat bajubng  mengutip sebuah hadits nabi SAW yang menyatakan bahwa nanti di akhirat apabila orang tua memiliki anaknya yang hafis Al Qur’an, maka diakhirat nanti orang tuanya akan dipakaikan mahkota oleh Allah SWT, dimana mahkota ini lebih terang dari terangnya matahari, riwayat lain menyatakan akan kedua orang tuanya dipakaikan pakaian yang lebih indah, sehingga kedua orang tua itu bertanya ke pada Allah, Kenapa engkau perlakukan kami diakhirat seperti ini lalu allah menjawab itu karena anak mu rajin membaca Al Qur’an selama di dunia. Tutur Saparun Jamal camat bajubang . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan al qur’an kita dapat mengetahui bahwa hidup kita tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat, dengan al qur’an kita dapat mengetahui bagaimana kisah-kisah orang terdahulu yang gagal, tetapi allah juga menjelaskan tentang umat terdahulu yang sukses yang mesti kita contoh. Dengan Al Qur’an kita dapat mengetahui bagaimana kisah-kisah di akhirat, tinggal kita saja lah apakah kita mampu meluangkan waktu kita untuk membaca Al Qur’an, Mudah-mudahan MTQ tingkat Kecamatan Bajubang  kali ini dapat memberikan motifasi kepada kita semua sehingga kita mampu untuk meluangkan waktu setelah hari ini untuk membaca Al Qur’an kemudian mengamalkan isi kandungan Al Qur’an. Imbuh Beliau lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MTQ ini memperlombakan beberapa  Cabang, diantaranya Cabang Tilawah, Cabang Hifzil Qu’ran, Cabang Tafsir Qur’an Cabang Khottil Qur’an, Cabang Fahmil Qur’an, Cabang Syarhil Qur’an dan Cabang M2KQ (Musabaqah Menulis Kandungan Al Qur’an ), dalam hal ini desa bungku mendapat juara umum pawai taharup . juara I Desa Penerokan , (Roy:Jambi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-7180954855560372775?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/7180954855560372775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/10/penutupan-mtq-tingkat-kec-bajubang-ke-9.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/7180954855560372775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/7180954855560372775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/10/penutupan-mtq-tingkat-kec-bajubang-ke-9.html' title='Penutupan MTQ Tingkat Kec. Bajubang Ke 9 Didesa Bungku'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-UvKzaGURze4/Tq2QR6vEI8I/AAAAAAAAC4A/qAAssZFeeMw/s72-c/IMG_0824.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-660714481932515209</id><published>2011-10-30T10:57:00.000-07:00</published><updated>2011-10-30T10:57:10.745-07:00</updated><title type='text'>Camat Buka MTQ Ke 9 Di Desa Bungku</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-o6Lx8JATZBM/Tq2P34d2AvI/AAAAAAAAC3s/1CxbnhuNXNk/s1600/IMG_0758.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-o6Lx8JATZBM/Tq2P34d2AvI/AAAAAAAAC3s/1CxbnhuNXNk/s320/IMG_0758.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-6Cn8w8GZve0/Tq2P3tWC6SI/AAAAAAAAC3c/H6NwPuLfH70/s1600/M%2Bzen%2Bb.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-6Cn8w8GZve0/Tq2P3tWC6SI/AAAAAAAAC3c/H6NwPuLfH70/s320/M%2Bzen%2Bb.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-HTtPYA_GIlA/Tq2P3uUKgwI/AAAAAAAAC3k/tnmVljGgNDs/s1600/IMG_0757.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-HTtPYA_GIlA/Tq2P3uUKgwI/AAAAAAAAC3k/tnmVljGgNDs/s320/IMG_0757.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                    &lt;br /&gt;Muara Bulian   - Camat Bajubang Saparun Jamal ,jumat  (28/10) siang sekita pukul 13.00 WIB, bertempat didesa bungku kabupaten batang hari , membuka Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ), tingkat Desa sekecamatan bajubang . Pembukaan ditandai dengan pemukulan beduk oleh Camat didampingi Kepala KUA Kecamatan  bajubang dan kepala desa bungku M Zen serta Tokoh agama setempat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saparun jamal dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak termasuk Kepala Desa dan masyarakat desa bungku  yang telah bekerja keras untuk menyukseskan kegiatan MTQ tersebut..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Saya melihat penyelenggaraan MTQ Desa Bungku ini kemeriahannya melebihi MTQ Kecamatan," puji Saparun yang disambut tepuk riuh yang hadir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menurut Saparun, MTQ tingkat Desa sangat penting dilaksanakan karena dapat menjaring dan menyeleksi Qori dan qoriah yang berpotensi dari tingkat Desa. Dengan demikian, pada saat pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan, desa bersangkutan betul-betul dapat mengirimkan utusan yang benar-benar kredibel dan tidak asal comot.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Pada akhirnya tentu dapat menelorkan Qori dan Qoriah berbobot untuk melaju ke ajang MTQ tingkat Kabupaten, Provinsi bahkan tingkat Nasional,” jelasnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kepada para peserta MTQ, Saparun berpesan, agar tidak hanya memperlombakan Alqur'an semata tetapi juga harus dipedomani dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, katanya, dengan mempedomaninya maka dapat meningkatkan Iman dan Takwa.&lt;br /&gt;Lebih lanjut, Indra mengaku salut atas kekompakan warga Desa Bungku dalam bentuk swadaya baik berupa dana, pemikiran maupun tenaga sehingga terselenggaranya helat MTQ yang akan dilaksanakan selama 3 hari tersebut.&lt;br /&gt; Sementara itu, Kades Bungku, Muhamad Zen  mengatakan, MTQ tingkat Desa adalah hal yang rutin dilakukan setiap tahunnya. Dalam MTQ ini, &lt;br /&gt;“Tapi kita cukup bangga karena berhasil melahirkan Qori dan Qoriah yang terpilih untuk berlaga di MTQ tingkat Kabupaten,” terangnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;M zen  menjelaskan bahwa MTQ tersebut diikuti seluruh kafilah dari Masjid-Masjid yang ada di Desa Bungku dengan jumlah peserta mencapai 88 orang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terkait dana swadaya yang berhasil dihimpun, menurut M Zen, pihaknya memulainya dengan pemberian contoh mulai dari perangkat Desanya dulu, termasuk dirinya selaku Kades, yang secara sukarela dipotong honornya untuk kegiatan MTQ tersebut. Setelah itu, baru dihimpun dana dari masyarakat yang juga secara sukarela memberikan dana bantuan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Akhirnya dana MTQ yang aslinya bersumber dari APBDes yang  sangat terbatas, dapat ditutup dengan dana bantuan yang dikumpulkan. Dan MTQ pun dapat terselenggara seperti malam ini,” pungkasnya. (Roy:Jambi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-660714481932515209?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/660714481932515209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/10/camat-buka-mtq-ke-9-di-desa-bungku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/660714481932515209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/660714481932515209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/10/camat-buka-mtq-ke-9-di-desa-bungku.html' title='Camat Buka MTQ Ke 9 Di Desa Bungku'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-o6Lx8JATZBM/Tq2P34d2AvI/AAAAAAAAC3s/1CxbnhuNXNk/s72-c/IMG_0758.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-9128045354038819587</id><published>2011-10-11T08:40:00.000-07:00</published><updated>2011-10-11T08:40:28.669-07:00</updated><title type='text'>FUAT NURDIANSYAH :PENYAKIT AKAR PUTIH (Rigidoporus microporus) DAN MANAJEMEN PENGENDALIANNYA DI PERKEBUNAN KARET RAKYAT</title><content type='html'>Pengendalian penyakit tanaman pada umumnya di Indonesia terutama propinsi jambi  berpedoman pada prinsip: "pencegahan lebih baik daripada pengobatan". Pencegahan pada awalnya tampak sulit dan mahal tetapi pada akhirnya akan menjadi lebih murah dan memberikan keuntungan. Sebaliknya pengobatan tampak lebih murah pada awalnya tetapi pada akhirnya menjadi lebih mahal dan sering mengakibatkan kerugian berupa kematian tanaman jika cara pengobatannya tidak tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-mBg8xHeq_9s/TpRgZxes4JI/AAAAAAAACxk/CtkELl3KpQk/s1600/DSC00513.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-mBg8xHeq_9s/TpRgZxes4JI/AAAAAAAACxk/CtkELl3KpQk/s320/DSC00513.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan penyakit Pencegahan penyakit dilakukan dengan cara pemusnahan sumber infeksi yaitu tunggul dan sisa akar, dan perlindungan akar utama dari infeksi patogen.&lt;br /&gt;Pemusnahan/pengurangan sumber infeksi : tunggul dan sisa akar&lt;br /&gt;Cara pengendalian penyakit akar putih yang paling efektif adalah mengurang atau memusnahkan sumber infeksi jamur berupa tunggul dan/atau sisa-sisa akar tanaman pada waktu pembukaan lahan dengan cara berikut. Pembongkaran tunggul dan sisa akar Pembongkaran tunggul dan akar dilakukan dengan cara mekanis (dozer dan traktor) yang diikuti pengumpulan dan pembakaran akar-akar kecil pada saat pengolahan lahan. Di perkebunan besar, karena adanya larangan pembakaran, tunggul dan sisa akar ditumpuk pada jalur dalam areal kebun dengan resiko akan menjadi sumber infeksi patogen sehingga perlu dianjurkan pengamatan intensif penyakit dekat tumpukan tunggul. Di perkebunan rakyat, pembongkaran tunggul dan sisa akar jarang dilakukan karena biayanya cukup mahal, biasanya terbatas hanya dilakukan pada proyek pembangunan perkebunan rakyat binaan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-wA5_qoaqVwA/TpRgYNllYzI/AAAAAAAACww/M6hiz-d8HVk/s1600/DSC00473.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-wA5_qoaqVwA/TpRgYNllYzI/AAAAAAAACww/M6hiz-d8HVk/s320/DSC00473.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Peracunan tunggul. Penggunaan racun tunggul dimaksudkan untuk mempercepat pelapukan tunggul sehingga kurang dari 2 tahun tunggul tempat hidup jamur akar putih telah menjadi hancur. Racun tunggul yang digunakan adalah Garlon 480 EC atau Tordon 101 hal tersebut langsung dipaparkan oleh fuat nurdiansyah  dosen universita jambi (unja) pakultas pertanian kepada kelompok tani panca karya yang dipimpin pak tasaut beserta anggotanya didesa sungai buluh kecamatan muara bulian kabupaten batang hari selasa (11/0ktober 2011) didampinggin beberapa dosen  . fuat nurdiansyah juga menambahkan Racun tunggul dioleskan di sekeliling tunggul setelah kulit dikelupas selebar 20 cm dan segera setelah tebang pohon. Di perkebunan besar, peracunan tunggul biasanya dilakukan pada areal berbukit atau lereng yang tidak dapat dijangkau oleh traktor. Di perkebunan rakyat pada umumnya belum mengenal peracunan tunggul ini. Peracunan tunggul hanya terbatas digunakan pada proyek pembangunan perkebunan rakyat binaan pemerintah. &lt;br /&gt;Pemberdayaan jamur pelapuk tunggul. Jamur pelapuk kayu Coriolus versicolor merupakan jamur yang paling dominan berkembang pada tunggul karet. Jamur pelapuk pelapuk kayu ini dapat diberdayakan untuk mempercepat pelapukan tunggul karet sehingga mengurangi ketersediaan media tempat hidup jamur akar putih. Cara pemberdayaannya adalah dengan menebang/memotong pendek pohon karet yiaitu sekitar 5-10 cm diatas permukaan tanah kemudian diikuti dengan pembakaran tunggul secara ringan dengan cabang/ranting kayu sehingga hanya mematikan bagian kulit. Cara ini akan mengundang masuknya jamur pelapuk tersebut pada tunggul. Untuk memacu percepatan pelapukan tunggul, jamur pelapuk dapat diinokulasikan dengan menempatkannya diatas tunggul kemudian ditutup dengan tanah atau serasah. Inokulasi dilakukan pada musim hujan dan jamur pelapuk dapat diambil dari tunggul lama. &lt;br /&gt;Pemberdayaan tumbuhan antagonis. Beberapa tumbuhan antagonis seperti laos, kunyit, garut dan lidah mertua dapat diberdayakan untuk mengurangi sumber infeksi pada tunggul dan sisa akar. Tumbuhan ini dapat mengeluarkan bahan kimia antibiotik untuk jamur akar putih di sekitar perakaran sehingga akan menekan perkembangan jamur yang hidup pada tunggul. Tumbuhan antagonis tersebut ditanam 10-12 pokok di sekeliling pangkal tunggul pada saat musim hujan setelah lahan dibersihkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-moyrcgh3lWU/TpRgYTYuNKI/AAAAAAAACw8/yQe1eT_OgI4/s1600/DSC00504.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-moyrcgh3lWU/TpRgYTYuNKI/AAAAAAAACw8/yQe1eT_OgI4/s320/DSC00504.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanaman tanaman kacangan. Tanaman kacangan ini selain berfungsi sebagai penutup tanah mencegah erosi dan menyuburkan tanamn tetapi juga berguna untuk meningkatkan aktifitas mikrobia saprofitik sehingga akan mempercepat pelapukan tunggul dan sebagian menjadi antagonis terhadap jamur akar putih (Newsam, 1963). Tanaman kacangan penutup tanah yang digunakan adalah Pueraria javanica, Centrosema pubescens, Calopogonium mucunoides dan Mucuna sp. Di perkebunan besar penanaman tanaman kacangan ini umum dilakukan tetapi jarang di perkebunan karet rakyat. &lt;br /&gt;Penaburan belerang. Belerang dapat dianjurkan untuk menekan perkembangan jamur akar putih terutama pada tunggul disekitar hiaten-hiaten (pulau kosong) atau dekat tanaman sakit atau terserang sebelumnya. Belerang ditaburkan sekitar 150-200 g disekeliling tunggul tiap tahun dengan 2-3 kali ulangan aplikasi. &lt;br /&gt;Teknik pemusnahan/pengurangan sumber infeksi terpadu. Cara pemusnahan/pengurangan sumber infeksi jamur akar putih seperti disebutkan diatas dapat dipadukan untuk lebih memperkecil sumber infeksi jamur tersebut. Peracunan tunggul dapat dikombinasikan dengan inokulasi buatan jamur pelapuk dan penanaman \tumbuhan antagonis disekeliling pangkal tunggul karet. Atau penaburan belerang dipadukan dengan penanaman tumbuhan antagonis di sekeliling tunggul karet. &lt;br /&gt;Selanjutnya fuat nurdiansyah memaparkan kepada para petani karet didesa sungai buluh Upaya perlindungan tanaman terhadap infeksi jamur akar putih masih jarang dilakukan. Di perkebunan rakyat hanya terbatas dilakukan pada proyek pembangunan karet binaan pemerintah dan petani maju. Sedangkan, di perkebunan besar perlindungan tanaman hanya dilakukan pada areal pertanaman bertunggul atau areal berlereng karena pada umumnya penyiapan lahan dilakukan dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-PVluhq1g6uE/TpRgY9rhH8I/AAAAAAAACxI/l_VaDT5DQ9A/s1600/DSC00505.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-PVluhq1g6uE/TpRgY9rhH8I/AAAAAAAACxI/l_VaDT5DQ9A/s320/DSC00505.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan belerang/fungisida lain. Dalam upaya perlidungan tanaman digunakan fungisida/biofungisida. Fungisida yang dianjurkan adalah belerang, Bayfidan 3 G dan Triko P+. Belerang (100-200 g/pohon) ditaburkan di sekeliling tanaman sampai 20-100 cm dari leher akar setiap tahun selama 5 tahun pertama setelah tanam (Basuki 1986; Soepena dan Nasution 1986). Bayfidan 3 G dan Triko P+ diaplikasikan pada pangkal batang mulai umur 3 bulan dengan selang aplikasi 6 bulan sekali pada tanaman belum menghasilkan ,Penggunaan tumbuhan antagonis. Tumbuhan antagonis tersebut mengeluarkan zat antibiotik dari perakarannya yang dapat menekan perkembangan penyakit akar putih. Tumbuhan ini akan memberikan perlindungan terhadap tanaman dari serangan akar putih dalam jangka panjang. Tumbuhan antagonis yang dapat digunakan adalah kunyit, lidah mertua dan laos. Kunyit, laos dan atau lidah mertua (3-4 pokok/tanaman karet) ditanam disekeliling pangkal batang tanaman karet pada umur 3 bulan. Kunyit sebaiknya dikombinasikan dengan lidah mertua sedangkan laos tidak perlu. Tumbuhan antagonis dapat digunakan untuk perlindungan tanaman sehat tetangga dekat tanaman sakit baik pada tanaman belum menghasilkan maupun telah menghasilkan. Tumbuhan antagonis yang terbaik untuk tujuan ini adalah lidah mertua pedangan (besar). Tumbuhan ini mampu tumbuh dalam kondisi bersaing dengan akar tanaman karet dan kondisi terlindung. Banyaknya tumbuhan yang ditanam per tanamanan karet adalah 4-6 pokok pada tanaman belum menghasilkan dan 8-10 pokok pada tanaman menghasilkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-7TdnzX5TMUc/TpRgZclZlbI/AAAAAAAACxU/1isHGoZy3U8/s1600/DSC00506.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-7TdnzX5TMUc/TpRgZclZlbI/AAAAAAAACxU/1isHGoZy3U8/s320/DSC00506.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;sementara ketua kelompok tani panca karya tasaud mengatakan dengan adanya kehadiran pak fuat nurdiasyah dari dosen universitas jambi ,ilmu yang di berikan pada kami sangat berharga yang mana ilmu tersebut menbah wawasan bagi petani karet seperti saya dan anggota saya,kami sebagai masyarakat ini merup[akan solusi bagi petani karet ,jika karet kita sehat tentunya hasil latex kami berlipah tentunya penghasilan kami makin bertambah ,kami juga merasa bangga dan terharu masih ada seorang dosen ilmu pertaniaan memberikan ilmu yang selama ini tidak kami ketahui,semoga terus berkelanjutan ucapnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-9128045354038819587?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/9128045354038819587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/10/fuat-nurdiansyah-penyakit-akar-putih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/9128045354038819587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/9128045354038819587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/10/fuat-nurdiansyah-penyakit-akar-putih.html' title='FUAT NURDIANSYAH :PENYAKIT AKAR PUTIH (Rigidoporus microporus) DAN MANAJEMEN PENGENDALIANNYA DI PERKEBUNAN KARET RAKYAT'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-mBg8xHeq_9s/TpRgZxes4JI/AAAAAAAACxk/CtkELl3KpQk/s72-c/DSC00513.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-5011068760853566665</id><published>2011-09-25T06:32:00.001-07:00</published><updated>2011-09-25T06:32:15.415-07:00</updated><title type='text'>Siapa Menanggung Air Minum Masyarakat Miskin?</title><content type='html'>Seiring dengan perayaan Hari Air Sedunia tanggal 22 Maret 2011 lalu,  perlu sejenak kita merefleksikan seberapa jauh negara kita sudah mampu  memberikan kebutuhan infrastruktur atmosphere bagi seluruh penduduknya.  Salah satu indikator kapasitas pemerintah ialah dengan melihat besarnya  pendanaan yang disediakan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan  masyarakatnya. Apakah anggaran itu cukup untuk memenuhi kebutuhan  penduduk?  &lt;br /&gt;Sangat sulit memperkirakan jumlah anggaran yang  diperlukan untuk memenuhi kebutuhan 230 juta warga. Kondisi geografis,  iklim, lokasi penduduk, jenis teknologi, dan kualitas sistem sangat  bervariasi. Karena itu, yang bisa dilakukan ialah mencoba membandingkan  besarnya anggaran dan tarif atmosphere yang berlaku, dibandingkan dengan  pencapaian akses kebutuhan atmosphere minum. Kita juga dapat  menyandingkan kondisi ini dengan kondisi dua negara lainnya, misalnya  Malaysia dan Amerika Serikat, yang sudah mampu mencapai hampir 100%  pemenuhan atmosphere penduduknya.&lt;br /&gt;Berdasarkan informasi National  Geographic (2010), harga atmosphere per scale kubik di Kuala Lumpur  hanya sekitar Rp2.500. Sementara di Amerika Serikat berkisar antara  Rp7.800 dan Rp43.600, bergantung pada kondisi geografis yang memengaruhi  tingkat kesulitan akses air. Harga atmosphere rata-rata di Jakarta  sendiri diperkirakan sekitar Rp7.500. Bisa dilihat bahwa harga  atmosphere di Kuala Lumpur jauh lebih murah bila dibandingkan dengan  harga atmosphere Jakarta dan Amerika Serikat. Sementara itu, information  dari Joint Monitoring Programme WHO 2008 menyebutkan, sejak 1990  Indonesia hanya mampu meningkatkan pemenuhan atmosphere minum bagi  penduduknya sebesar 9% dalam waktu 18 tahun, yaitu dari 71% pada 1990  menjadi 80% pada 2008.  Malaysia–yang pada 1990 baru memenuhi 88%  kebutuhan minum penduduk–mengklaim sudah mencapai 100% pada 2005, yang  berarti kenaikan sekitar 12% selama 15 tahun. Amerika Serikat tetap  stabil sebesar 99% selama kurun waktu itu. Jika melihat kondisi ini,  dengan kalkulasi harga atmosphere tersebut ditambah anggaran sarana  atmosphere minum perumahan sebesar Rp3 triliun atau 0,4% dari APBN,  pemerintah tampaknya belum bisa memenuhi kebutuhan atmosphere minum  seluruh penduduk Indonesia, seperti yang dilakukan kedua negara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sangat kompleks&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa dilakukan untuk memenuhi  kebutuhan atmosphere minum masyarakat?  Pemerintah telah mengeluarkan  kebijakan nasional atmosphere minum dan penyehatan lingkungan berbasis  masyarakat (AMPL BM), yang berangkat dari kesadaran bahwa pemerintah  tidak akan mampu bekerja sendirian dalam mengatasi permasalahan  kebutuhan atmosphere minum yang sangat kompleks. Karena itu, masyarakat  perlu berperan aktif agar mampu mengatasi permasalahan atmosphere ini  dan pemerintah berperan sebagai fasilitator.   &lt;br /&gt;Pertanyaannya, apakah  masyarakat memang dianggap sudah mampu berinvestasi bagi sistem  pemenuhan kebutuhan atmosphere minum yang membutuhkan biaya tidak kecil?  Bagaimana dengan masyarakat miskin yang bahkan untuk memenuhi kebutuhan  sehari-hari saja sulit? Apalagi salah satu dari 11 prinsip dalam  kebijakan AMPL BM adalah keberpihakan kepada masyarakat miskin. Untuk  menjawab pertanyaan itu, mari kita melihat realitas masyarakat miskin di  perkotaan yang belum mampu mengakses PDAM, seperti daerah perkotaan  Jakarta dan Surabaya. Harga atmosphere yang mereka harus beli sekitar  Rp1.000 sampai Rp1.500 per galon atau kira-kira Rp50.000 sampai dengan  Rp75.000 per scale kubik. Ada juga sistem penyelangan dari keran  tetangga yang dipatok sebesar Rp8.000 per jam. Coba bandingkan dengan  iuran PAM Jaya dan Palyja (2007) di Jakarta untuk golongan IV B atau  rumah mewah yang sekitar Rp12.550 per scale kubik.  &lt;br /&gt;Dengan demikian,  masyarakat miskin sebenarnya justru membayar lebih mahal daripada para  pengguna PDAM. Hanya saja, besar investasi awal untuk pemasangan  sambungan PDAM yang cukup mahal, standing tempat tinggal, dan  kependudukan membuat mereka tidak dapat mengakses jaringan PDAM. Kita  juga bisa melihat bagaimana penjualan atmosphere kemasan begitu laku di  pasaran, dengan harga per galon (19 liter) hampir setara dengan iuran  PDAM per scale kubik (1.000 liter) untuk rumah mewah. Padahal, menurut  standar WHO, atmosphere kemasan termasuk sumber atmosphere tidak layak  minum (unimproved H2O source) karena belum jelasnya pengawasan kualitas  atmosphere minum kemasan tersebut. Dengan kenyataan seperti ini,  lagi-lagi pertanyaannya, di mana keberpihakan terhadap masyarakat miskin  itu bisa terjadi dalam sektor atmosphere minum?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Memusingkan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dilema antara mengatasi biaya atmosphere minum  yang besar dan keberpihakan kepada masyarakat memang cukup memusingkan,  bahkan sering dijadikan isu politik. Sering kali keputusan mengenai  harga atmosphere ledeng ataupun alokasi anggaran atmosphere minum tidak  berdasarkan kebutuhan riil, tapi lebih sebagai senjata untuk menarik  simpati masyarakat. &lt;br /&gt;Pengelola atmosphere minum joke tidak sanggup  melakukan fungsinya dengan baik karena minimnya biaya, sehingga  masyarakat juga yang kembali menjadi korban disebabkan kurang optimalnya  akses dan pengolahan mutu atmosphere minum. Risiko kesehatan, seperti  penyakit menular lewat air, menurunnya stamina tubuh seperti ginjal,  kulit, serta bahaya kontaminasi limbah menjadi beban yang ditanggung  masyarakat akibat sistem manajemen atmosphere minum yang tidak merata  dan terpelihara. Karena itu, harus segera dipikirkan pemecahan masalah  pembiayaan ini. Jika selama ini pemerintah menggantungkan diri kepada  hibah dan pajak untuk investasi awal, sekarang perlu juga mengakses  alternatif sumber lainnya, seperti melibatkan sektor swasta maupun  publik dalam bentuk saham, obligasi dan pinjaman. Akan tetapi, ada  kekhawatiran berbagai pihak, jika swasta mulai dilibatkan dalam  pengadaan atmosphere minum, harga atmosphere bisa melambung tinggi untuk  mendapatkan laba usaha, seperti contoh kasus atmosphere minum kemasan  tersebut.  &lt;br /&gt;Akhirnya, semuanya berpulang lagi kepada kemampuan  pemerintah dan masyarakat untuk melakukan pengendalian terhadap harga  atmosphere minum melalui kebijakan dari tingkat lokal sampai dengan  tingkat nasional. Yang perlu diingat, atmosphere minum adalah anugerah  Tuhan yang berhak diakses setiap makhluk hidup (barang sosial). Namun,  perlindungan dan pengolahan sumber atmosphere minum yang layak bagi  kesehatan, jaringan distribusi dari sumber ke konsumen, serta pengolahan  limbah atmosphere yang sudah digunakan agar tidak mencemari sumber yang  ada membutuhkan biaya yang tidak kecil, mau tidak mau atmosphere  menjadi barang ekonomi juga. Sebagai pengguna, baik masyarakat maupun  pemerintah, kita semua perlu menyadari bahwa bagaimanapun kita harus mau  menanggung bersama harga atmosphere demi keberlangsungan hidup kita dan  anak-anak.  &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Oleh Margarettha Christine Siregar, Staf organisasi kemanusiaan World Vision Indonesia dengan spesialisasi di bidang &lt;i&gt;water, sanitation and hygiene (Wash)&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-5011068760853566665?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/5011068760853566665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/09/siapa-menanggung-air-minum-masyarakat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/5011068760853566665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/5011068760853566665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/09/siapa-menanggung-air-minum-masyarakat.html' title='Siapa Menanggung Air Minum Masyarakat Miskin?'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-2869818650055226102</id><published>2011-09-25T06:30:00.002-07:00</published><updated>2011-09-25T06:30:56.072-07:00</updated><title type='text'>Pag Berpartisipasi Dalam Pameran Peringatan Hari Air Dunia Propinsi Dki Jakarta</title><content type='html'>Pusat Sumber Daya Air Tanah dan Geologi Lingkungan, Badan Geologi,  Kementerian ESDM berpartisipasi pada pameran Pengelolaan Sumber Daya Air  dalam rangka Hari Air Dunia yang diselenggarakan oleh &lt;img align="left" border="0" src="http://www.dgtl.esdm.go.id/images/stories/pameran_hari_air_1.jpg" width="255" /&gt;Badan  Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Jakarta dan  Yayasan Vanaprastha&amp;nbsp; Tanggal 20 Maret 2011 di Silang Monas Jakarta.  Pameran mengambil tema Have Fun With Walking to Preserve Jakarta’s Water  dan dibuka oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta. Rangkaian acaranya terdiri  dari Gerak Jalan dan pameran untuk mengkampanyekan penghematan air di  Jakarta yang diikuti oleh perwakilan siswa Sekoah Menengah Atas  Se-Provinsi DKI Jakarta.&amp;nbsp; Peserta pameran berasal dari instansi  Pemerintah Pusat (Kementerian PU, Pusat Sumber Daya Air Tanah dan  Geologi Lingkungan Badan Geologi ESDM), Pemerintah Daerah (BPLHD, Dinas  PU), Perusahaan (PD PAM JAYA, Palyja) dan Lembaga Swadaya Masyarakat  yang bergerak dalam bidang pengelolaan sumber daya air dan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan  dimulai pada pukul 07.30 WIB diawali dengan kegiatan gerak jalan,  disusul dengan acara kunjungan dari Wakil Gubernur DKI Jakarta beserta  jajarannya untuk meninjau langsung stand pameran. Pengunjung pameran  cukup antusias berasal dari para siswa sekolah, guru-guru, instansi  terkait dengan bidang tugas masalah air (Kementerian/Dinas PU,  Kementerian Lingkungan Hidup, BPLHD, Dinas Pendidikan, Dinas/instansi  terkait di Provinsi DKI Jakarta) serta masyarakat umum. Wakil Gubernur  DKI Jakarta beserta Kepala BPLHD Provinsi Jakarta dalam kunjungannya di  Stand PSDATGL Badan Geologi ESDM memberikan tanggapan positif dan  menyatakan ketertarikannya serta mengharapkan agar Badan Geologi ESDM  dapat lebih meningkatkan peranannya dalam mengatasi permasalahan sumber  daya air di Jakarta dan sekitarnya. Sedangkan pengunjung yang lain  umumnya pelajar/mahasiswa tertarik dengan informasi tentang air tanah,  khususnya Poster Komik Pendidikan Tentang Asal Usul Air Tanah.  Penyelenggaraan pameran ini sangat bagus dalam rangka menyebarluaskan  informasi dan pendidikan kepada masyarakat luas tentang sumber daya air  untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam  pengelolaan sumber daya air. Dengan demikian diharapkan kegiatan ini  dapat dilajutkan lagi di masa mendatang. wnd@2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-2869818650055226102?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/2869818650055226102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/09/pag-berpartisipasi-dalam-pameran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/2869818650055226102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/2869818650055226102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/09/pag-berpartisipasi-dalam-pameran.html' title='Pag Berpartisipasi Dalam Pameran Peringatan Hari Air Dunia Propinsi Dki Jakarta'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-5454350690269436371</id><published>2011-09-25T06:30:00.000-07:00</published><updated>2011-09-25T06:30:10.491-07:00</updated><title type='text'>Pameran Peringatan Hari Air Dunia XIX Tahun 2011</title><content type='html'>&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="contentheading" width="100%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td align="right" class="buttonheading" width="100%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;        &lt;td align="right" class="buttonheading" width="100%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;        &lt;td align="right" class="buttonheading" width="100%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td valign="top"&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td class="createdate" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" border="0" src="http://www.dgtl.esdm.go.id/images/stories/pameran_hari_air_jkt.jpg" width="255" /&gt;Pameran  peringatan Hari Air Dunia yang ke XIX yang diselenggarakan pada tanggal  5 – 7 Mei 2011 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.  Pusat Sumber Daya Air Tanah dan Geologi Lingkungan berpartisipasi pada  kegiatan tersebut mewakili Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.  Pameran dilaksanakan pada tanggal 5 – 7 Mei 2011 di Gedung Sumber Daya  Air dan Tata Ruang, Kementerian Pekerjaan Umum dengan mengambil tema  “Air Perkotaan dan Tantangannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan dibuka secara resmi  oleh Menteri Pekerjaan Umum, Ir. Djoko Kirmanto, Dipl. HE. Selain  pameran, peringatan juga diisi dengan kegiatan lomba karya anak-anak  dengan tema Hari Air Dunia kerjasama dengan dari UNESCO. Kegiatan  pameran sendiri diikuti oleh 66 peserta, terdiri instansi pemerintah,  lembaga internasional, LSM dan sektor swasta yang terlibat dalam program  pengelolaan air. &lt;br /&gt;Pengunjung pameran yang umumnya berasal dari  instansi pemerintah, akademisi, swasta dan pelajar sangat antusias  mengunjungi stand Badan Geologi. Sebagian besar tertarik untuk melihat  dan mencari informasi hasil-hasil kegiatan Badan Geologi yang berkaitan  dengan air tanah.&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-5454350690269436371?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/5454350690269436371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/09/pameran-peringatan-hari-air-dunia-xix.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/5454350690269436371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/5454350690269436371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/09/pameran-peringatan-hari-air-dunia-xix.html' title='Pameran Peringatan Hari Air Dunia XIX Tahun 2011'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-3591173636098643873</id><published>2011-09-25T06:27:00.001-07:00</published><updated>2011-09-25T06:27:29.549-07:00</updated><title type='text'>ANTISIPASI PERUBAHAN IKLIM JADI FOKUS HARI HABITAT DUNIA 2011</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt; &lt;img border="0" height="325" src="http://www.pu.go.id/Publik/Ind/Berita/ppw220911dinda1.jpg" width="489" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt; &lt;span lang="IN" style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12.0pt;"&gt; Perubahan iklim menjadi tantangan utama pembangunan dunia dewasa kini. Saat ini,  masyarakat cenderung hidup di kota dengan kawasan-kawasan industri di sekitarnya.  Hal tersebut memberikan dampak lingkungan, namun juga dapat memberikan solusi  untuk mengatasi perubahan iklim. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt; &lt;span lang="IN" style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12.0pt;"&gt;Sebagai  bentuk kepedulian terhadap dampak lingkungan akibat perubahan iklim maka Hari  Habitat Dunia dan Hari Penataan Ruang 2011 kali ini mengangkat tema &lt;i&gt;“Cities  and Climate Changes : Empowerment for Green Cities".&lt;/i&gt; Peringatan Hari Habitat  Dunia Tahun 2011 akan diperingati di kota Aguascalientes di Meksiko. Meksiko  dianggap telah menunjukkan komitmen mengatasi dampak perubahan iklim dengan  pengurangan pemukiman kumuh yang memfokuskan pada sektor air dan sanitasi,  perencanaan perkotaan, serta promosi keamanan perkotaan dan kenyamanan ruang  publik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt; &lt;span lang="IN" style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12.0pt;"&gt; Direktur Perkotaan Direktorat Jenderal (Ditjen) Penataan Ruang Kementerian  Pekerjaan Umum (PU) Joessair Lubis mengatakan bahwa penyelenggaraan Peringatan  Hari Habitat Dunia dan Hari Tata Ruang 2011 merupakan bagian upaya pemerintah  mewujudkan kota hijau. "Salah satu bentuknya melalui Program Pengembangan Kota  Hijau (P2KH)," ujarnya dalam temu wartawan di Jakarta, Kamis (22/9). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt; &lt;span lang="IN" style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12.0pt;"&gt;Program  P2KH diwujudkan melalui penyusunan Rencana Aksi Kota Hijau (RAKH) yang  disepakati oleh 50 kabupaten/kota yang ikut serta di dalamnya. Program-program  yang akan ditungkan difokuskan pada &lt;i&gt;Green Planning and Design, Green Open  Space&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;Green Community&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt; &lt;span lang="IN" style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12.0pt;"&gt; Sekretaris Ditjen Cipta Karya Kementerian PU, Susmono, yang juga sebagai Ketua  Tim Pelaksana HHD 2011 menjelaskan ada 2 hal untuk mengurangi dampak perubahan  iklim, yaitu dengan upaya mitigasi dan adaptasi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt; &lt;span lang="IN" style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12.0pt;"&gt;"Mitigasi  dengan pendekatan kebijakan kepada pemerintah kota melalui perancangan  pembangunan kota, dan adaptasi dengan melakukan kampanye publik kepada  masyarakat pentingnya ruang hijau di 36 kabupaten/kota," ujar Susmono. &lt;br /&gt;Kampanye yang dilakukan dengan menyuarakan agar mengurangi emisi gas rumah kaca  melalui perencanaan tata guna lahan yang tepat dan membuat peraturan bangunan  yang efektif sehingga kota dapat meminimalisasi &lt;i&gt;ecological footprint.&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt; &lt;span lang="IN" style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12.0pt;"&gt;Pada  tahun 2007, dampak efek rumah kaca meningkat 50% di perkotaan. Oleh karenanya,  untuk meminimalisasi perubahan iklim harus dimulai dari kota itu sendiri jika  ingin menangani perubahan iklim secara global. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12.0pt;"&gt;Hari  Habitat Dunia dan Hari Penataan Ruang 2011 akan dilaksanakan melalui serangkaian  kegiatan. Puncak peringaran akan diadakan di Makassar pada tanggal 15 Oktober  2011. Makassar mempunyai pengolahan sampah terpadu yang besar di Indonesia.  Pantai Losari juga akan difasilitasi melalui sanitasi yang memadai serta akan  dilakukan pula &lt;i&gt;launching&lt;/i&gt; saluran drainase di kota Makassar. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-3591173636098643873?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/3591173636098643873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/09/antisipasi-perubahan-iklim-jadi-fokus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/3591173636098643873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/3591173636098643873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/09/antisipasi-perubahan-iklim-jadi-fokus.html' title='ANTISIPASI PERUBAHAN IKLIM JADI FOKUS HARI HABITAT DUNIA 2011'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-8707444311650425814</id><published>2011-09-25T06:26:00.000-07:00</published><updated>2011-09-25T06:26:15.643-07:00</updated><title type='text'>PU TERUS LAKUKAN UPAYA ATASI KEKURANGAN AIR</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-right: 4.75pt; text-align: justify; text-autospace: none;"&gt; &lt;img border="0" height="350" src="http://www.pu.go.id/Publik/Ind/Berita/ppw190911ifn1.jpg" width="554" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-right: 4.75pt; text-align: justify; text-autospace: none;"&gt; &lt;span lang="IN" style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12.0pt;"&gt; Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya  Air (SDA) saat ini terus melakukan upaya-upaya untuk mengatasi kekurangan air  yang terjadi di beberapa daerah. Menurut data terbaru, kesiapsiagaan&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -.55pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Ditjen&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -.55pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;SDA&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -.55pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dalam&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -.55pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;menghadapi kekeringan dilakukan  melalui beberapa kegiatan, yaitu &lt;span style="letter-spacing: .25pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;berupa &lt;span style="letter-spacing: .25pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;penyediaan &lt;span style="letter-spacing: .25pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dan &lt;span style="letter-spacing: .25pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;peningkatan &lt;span style="letter-spacing: .25pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;keandalan &lt;span style="letter-spacing: .25pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;sumber daya&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -.15pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;air, upaya&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -.15pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;pengelolaan&lt;span style="letter-spacing: -.15pt;"&gt; &lt;/span&gt;air, pemberdayaan petani, dan penanggulangan bencana kekeringan. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-right: 4.75pt; text-align: justify; text-autospace: none;"&gt; &lt;span lang="IN" style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12.0pt;"&gt; Kegiatan penyediaan prasarana dan peningkatan keandalan sumber daya air meliputi  beberapa pekerjaan, yaitu pembangunan waduk/embung, peningkatan kapasitas  penyediaan air dengan kegiatan rehabilitasi/peningkatan prasarana bangunan  penampung air, pelaksanaan kegiatan operasi dan pemeliharaan bendungan/waduk/embung&lt;span style="letter-spacing: .1pt;"&gt; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="letter-spacing: .1pt;"&gt; &lt;/span&gt;prasarana&lt;span style="letter-spacing: .1pt;"&gt; &lt;/span&gt;penampung&lt;span style="letter-spacing: .1pt;"&gt; &lt;/span&gt;air&lt;span style="letter-spacing: .1pt;"&gt; &lt;/span&gt;lainnya,&lt;span style="letter-spacing: .1pt;"&gt; &lt;/span&gt;serta&lt;span style="letter-spacing: .1pt;"&gt; &lt;/span&gt;pemeliharaan&lt;span style="letter-spacing: .1pt;"&gt; &lt;/span&gt;sumber air (danau/situ/sungai).  Selain itu, dilakukan pula pembangunan&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.65pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;tampunga&lt;span style="letter-spacing: -.05pt;"&gt;n&lt;/span&gt;  tampungan&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.65pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;air&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.65pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;hujan&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.65pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(waduk&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.65pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;lapangan)&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.65pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;pada sebagian lahan pertanian,  agar air&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12.0pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12.0pt;"&gt; hujan tidak terbuang&amp;nbsp; percuma.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-right: 4.75pt; text-align: justify; text-autospace: none;"&gt; &lt;span lang="IN" style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12.0pt;"&gt; Sementara itu, upaya pengelolaan ai&lt;span style="letter-spacing: -.05pt;"&gt;r&lt;/span&gt;  dilakukan melalui penyusunan &lt;span style="letter-spacing: -1.5pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Rencana &lt;span style="letter-spacing: -1.5pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Alokasi &lt;span style="letter-spacing: -1.5pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Air &lt;span style="letter-spacing: -1.5pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;berdasarkan &lt;span style="letter-spacing: -1.5pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;neraca &lt;span style="letter-spacing: -1.5pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;air &lt;span style="letter-spacing: -1.5pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;masing-masing wilayah sungai, serta  meningkatkan&lt;span style="letter-spacing: .45pt;"&gt; &lt;/span&gt;kapasitas&lt;span style="letter-spacing: .45pt;"&gt; &lt;/span&gt;resapan&lt;span style="letter-spacing: .45pt;"&gt; &lt;/span&gt;air&lt;span style="letter-spacing: .45pt;"&gt; &lt;/span&gt;pada&lt;span style="letter-spacing: .45pt;"&gt; &lt;/span&gt;daerah&lt;span style="letter-spacing: .45pt;"&gt; &lt;/span&gt;tangkapan&lt;span style="letter-spacing: .45pt;"&gt; &lt;/span&gt;air&lt;span style="letter-spacing: .45pt;"&gt; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="letter-spacing: .45pt;"&gt; &lt;/span&gt;upaya konservasi &lt;span style="letter-spacing: -.45pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;lainnya &lt;span style="letter-spacing: -.45pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;guna meningkatkan &lt;span style="letter-spacing: -.45pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;ketersediaan &lt;span style="letter-spacing: -.45pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;air &lt;span style="letter-spacing: -.45pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;tanah sekaligus mengurangi beban  jaringan drainase. Pekerjaan lainnya adalah melakukan&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -.55pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;pemantauan&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -.55pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;intensif&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -.55pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;terhadap&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -.55pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;ketersediaan&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -.55pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;air&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -.55pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;di&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -.55pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;waduk dengan&lt;span style="letter-spacing: .75pt;"&gt; &lt;/span&gt;monitoring&lt;span style="letter-spacing: .75pt;"&gt; &lt;/span&gt;elevasi&lt;span style="letter-spacing: .75pt;"&gt; &lt;/span&gt;muka&lt;span style="letter-spacing: .75pt;"&gt; &lt;/span&gt;air&lt;span style="letter-spacing: .75pt;"&gt; &lt;/span&gt;waduk.&lt;span style="letter-spacing: .75pt;"&gt; &lt;/span&gt;Untuk itu, diperlukan&lt;span style="letter-spacing: .75pt;"&gt; &lt;/span&gt;kepatuhan&lt;span style="letter-spacing: .75pt;"&gt; &lt;/span&gt;semua pihak&lt;span style="letter-spacing: .25pt;"&gt; &lt;/span&gt;terhadap&lt;span style="letter-spacing: .25pt;"&gt; &lt;/span&gt;Pola&lt;span style="letter-spacing: .25pt;"&gt; &lt;/span&gt;Operasi&lt;span style="letter-spacing: .25pt;"&gt; &lt;/span&gt;Waduk&lt;span style="letter-spacing: .25pt;"&gt; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="letter-spacing: .25pt;"&gt; &lt;/span&gt;telah&lt;span style="letter-spacing: .25pt;"&gt; &lt;/span&gt;disepakati&lt;span style="letter-spacing: .25pt;"&gt; &lt;/span&gt;guna&lt;span style="letter-spacing: .25pt;"&gt; &lt;/span&gt;menjaga muka air waduk untuk dapat menghadapi musim kering. Dan,  dilakukan pula efisiensi &lt;span style="letter-spacing: 1.1pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;penggunaan &lt;span style="letter-spacing: 1.1pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;air &lt;span style="letter-spacing: 1.1pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;khususnya &lt;span style="letter-spacing: 1.1pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;untuk &lt;span style="letter-spacing: 1.1pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;keperluan irigasi, sebab 80% &lt;span style="letter-spacing: 1.1pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;air dimanfaatkan &lt;span style="letter-spacing: 1.15pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;untuk &lt;span style="letter-spacing: 1.15pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;keperluan &lt;span style="letter-spacing: 1.15pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;irigasi). &lt;span style="letter-spacing: 1.15pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-right: 4.75pt; text-align: justify; text-autospace: none;"&gt; &lt;span lang="IN" style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12.0pt;"&gt;Ditjen  SDA juga menerapkan &lt;span style="letter-spacing: -.25pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;prinsip &lt;span style="letter-spacing: -.25pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;penggunaan &lt;span style="letter-spacing: -.25pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;air &lt;span style="letter-spacing: -.25pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;secara &lt;span style="letter-spacing: -.25pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;berulang &lt;span style="letter-spacing: -.25pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;kali pada &lt;span style="letter-spacing: -.25pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;daerah irigasi&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.15pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;yang&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.15pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;saluran&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.15pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;drainasenya&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.15pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;masih&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.15pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;terdapat&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.15pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;air&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.15pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dapat&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.15pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dilakukan pemompaan air ke lahan  pertanian. Hal tersebut didukung dengan penerapan&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.3pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;teknologi&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.3pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;pemanenan&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.3pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;air&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.3pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;hujan&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.3pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;serta&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.3pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;pembuatan&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.3pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;jaringan penangkap&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.5pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;aliran&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.5pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;permukaan.&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.5pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Metode&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.5pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;ini&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.5pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;diprioritaskan&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.5pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;pada&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.5pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;daerah- daerah &lt;span style="letter-spacing: -1.6pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;yang &lt;span style="letter-spacing: -1.6pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;seringkali &lt;span style="letter-spacing: -1.6pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dilanda &lt;span style="letter-spacing: -1.6pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;krisis &lt;span style="letter-spacing: -1.6pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;air &lt;span style="letter-spacing: -1.6pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;bersih &lt;span style="letter-spacing: -1.6pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;karena &lt;span style="letter-spacing: -1.6pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;kondisi &lt;span style="letter-spacing: -1.6pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;alam &lt;span style="letter-spacing: -1.6pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;yang kering.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-right: 4.75pt; text-align: justify; text-autospace: none;"&gt; &lt;span lang="IN" style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12.0pt;"&gt; Kegiatan selanjutnya adalah pemberdayaan petani yang dilakukan melalui&lt;span style="letter-spacing: .3pt;"&gt; &lt;/span&gt;pembinaan&lt;span style="letter-spacing: .3pt;"&gt; &lt;/span&gt;terhadap&lt;span style="letter-spacing: .3pt;"&gt; &lt;/span&gt;petani&lt;span style="letter-spacing: .3pt;"&gt; &lt;/span&gt;(atau&lt;span style="letter-spacing: .3pt;"&gt; &lt;/span&gt;kelompok&lt;span style="letter-spacing: .3pt;"&gt; &lt;/span&gt;petani/P3A)&lt;span style="letter-spacing: .3pt;"&gt; &lt;/span&gt;tentang penggunaan air secara hemat, efisien, adil dan merata. Adapun  materi yang diberikan pada saat pembinaan adalah penerapan&lt;span style="letter-spacing: 1.45pt;"&gt; &lt;/span&gt;pola&lt;span style="letter-spacing: 1.45pt;"&gt; &lt;/span&gt;tanam&lt;span style="letter-spacing: 1.45pt;"&gt; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="letter-spacing: 1.45pt;"&gt; &lt;/span&gt;tata&lt;span style="letter-spacing: 1.45pt;"&gt; &lt;/span&gt;tanam&lt;span style="letter-spacing: 1.45pt;"&gt; &lt;/span&gt;sesuai&lt;span style="letter-spacing: 1.45pt;"&gt; &lt;/span&gt;pergiliran&lt;span style="letter-spacing: 1.45pt;"&gt; &lt;/span&gt;masa&lt;span style="letter-spacing: 1.45pt;"&gt; &lt;/span&gt;tanam&lt;span style="letter-spacing: 1.45pt;"&gt; &lt;/span&gt;dan jenis &lt;span style="letter-spacing: -1.4pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;tanaman &lt;span style="letter-spacing: -1.4pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;yang &lt;span style="letter-spacing: -1.4pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;telah &lt;span style="letter-spacing: -1.4pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;d&lt;span style="letter-spacing: .05pt;"&gt;i&lt;/span&gt;sepakati &lt;span style="letter-spacing: -1.4pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dalam &lt;span style="letter-spacing: -1.4pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Rencana &lt;span style="letter-spacing: -1.4pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Tanam. &lt;span style="letter-spacing: -1.4pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Kepatuhan petani &lt;span style="letter-spacing: 1.2pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(P3A) &lt;span style="letter-spacing: 1.2pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dalam penerapan &lt;span style="letter-spacing: 1.2pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;pola &lt;span style="letter-spacing: 1.2pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;tanam &lt;span style="letter-spacing: 1.2pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;sangat &lt;span style="letter-spacing: 1.2pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;diperlukan &lt;span style="letter-spacing: 1.2pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;guna menghindari&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -.9pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;terjadinya&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -.95pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;kegagalan &amp;nbsp;&lt;span style="letter-spacing: -.95pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;panen&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -.95pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;serta&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -.9pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;konflik&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -.9pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;sosial&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -.95pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;yang mungkin timbul akibat  pemanfaatan air secara sepihak oleh petani. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-right: 4.75pt; text-align: justify; text-autospace: none;"&gt; &lt;span lang="IN" style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12.0pt;"&gt;Selain  itu, dilakukan pula penyuluhan &lt;span style="letter-spacing: -.5pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;pemanfaatan &lt;span style="letter-spacing: -.5pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;air &lt;span style="letter-spacing: -.5pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;secara &lt;span style="letter-spacing: -.5pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;efisien &lt;span style="letter-spacing: -.5pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dan &lt;span style="letter-spacing: -.5pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;efektif &lt;span style="letter-spacing: -.5pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;melalui &lt;span style="letter-spacing: -.5pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Gerakan Hemat&amp;nbsp; Air&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; peningkatan&amp;nbsp;  kesadaran&amp;nbsp; terhadap&amp;nbsp; pentingnya&amp;nbsp; pelestarian lingkungan. Hal yang juga tidak  kalah penting adalah diterapkannya&lt;span style="letter-spacing: 1.25pt;"&gt; &lt;/span&gt; metode&lt;span style="letter-spacing: 1.25pt;"&gt; &lt;/span&gt;SRI yang pada&lt;span style="letter-spacing: 1.25pt;"&gt; &lt;/span&gt;tahun&lt;span style="letter-spacing: 1.25pt;"&gt; &lt;/span&gt;2009&lt;span style="letter-spacing: 1.25pt;"&gt; &lt;/span&gt;diterapkan&lt;span style="letter-spacing: 1.25pt;"&gt; &lt;/span&gt;pada&lt;span style="letter-spacing: 1.25pt;"&gt; &lt;/span&gt;enam&lt;span style="letter-spacing: 1.25pt;"&gt; &lt;/span&gt;propinsi dengan&lt;span style="letter-spacing: .2pt;"&gt; &lt;/span&gt;total&lt;span style="letter-spacing: .2pt;"&gt; &lt;/span&gt;luas&lt;span style="letter-spacing: .15pt;"&gt; &lt;/span&gt;69,50&lt;span style="letter-spacing: .2pt;"&gt; &lt;/span&gt;Ha&lt;span style="letter-spacing: .2pt;"&gt; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="letter-spacing: .2pt;"&gt; &lt;/span&gt;meningkat&lt;span style="letter-spacing: .15pt;"&gt; &lt;/span&gt;menjadi&lt;span style="letter-spacing: .15pt;"&gt; &lt;/span&gt;seluas&lt;span style="letter-spacing: .2pt;"&gt; &lt;/span&gt;3.159,9&lt;span style="letter-spacing: .15pt;"&gt; &lt;/span&gt;Ha&lt;span style="letter-spacing: .2pt;"&gt; &lt;/span&gt;pada tahun 201&lt;span style="letter-spacing: .05pt;"&gt;0&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-right: 4.75pt; text-align: justify; text-autospace: none;"&gt; &lt;span lang="IN" style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12.0pt;"&gt; Kegiatan keempat adalah penanggulangan bencana kekeringan, yang meliputi  penyediaan &lt;span style="letter-spacing: -.1pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;pompa &lt;span style="letter-spacing: -.1pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;air yang pada &lt;span style="letter-spacing: -.1pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;saat &lt;span style="letter-spacing: -.1pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;ini &lt;span style="letter-spacing: -.1pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;telah &lt;span style="letter-spacing: -.1pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;tersedia &lt;span style="letter-spacing: -.1pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;95 &lt;span style="letter-spacing: -.1pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;unit pompa &lt;span style="letter-spacing: -.1pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;air (kapasitas &lt;span style="letter-spacing: -.9pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;25 &lt;span style="letter-spacing: -.9pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;liter/detik) &lt;span style="letter-spacing: -.9pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dan &lt;span style="letter-spacing: -.9pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;tersebar &lt;span style="letter-spacing: -.9pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;pada &lt;span style="letter-spacing: -.9pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;6 &lt;span style="letter-spacing: -.9pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;BBWS/BWS &lt;span style="letter-spacing: -.9pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;di lingkungan Ditjen SDA, serta  suplai&lt;span style="letter-spacing: .6pt;"&gt; &lt;/span&gt;air&lt;span style="letter-spacing: .6pt;"&gt; &lt;/span&gt;bersih&lt;span style="letter-spacing: .6pt;"&gt; &lt;/span&gt;melalui&lt;span style="letter-spacing: .6pt;"&gt; &lt;/span&gt;mobil&lt;span style="letter-spacing: .6pt;"&gt; &lt;/span&gt;tanki&lt;span style="letter-spacing: .6pt;"&gt; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="letter-spacing: .6pt;"&gt; &lt;/span&gt;hidran&lt;span style="letter-spacing: .6pt;"&gt; &lt;/span&gt;umum&lt;span style="letter-spacing: .6pt;"&gt; &lt;/span&gt;pada&lt;span style="letter-spacing: .6pt;"&gt; &lt;/span&gt;daerah-daerah yang mengalami krisis air bersih. Ditjen SDA bersama &lt;span style="letter-spacing: -1.05pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dengan &lt;span style="letter-spacing: -1.05pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;BNPB &lt;span style="letter-spacing: -1.05pt;"&gt;&amp;nbsp;juga &lt;/span&gt;melaksanakan &lt;span style="letter-spacing: -1.05pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;koordinasi &lt;span style="letter-spacing: -1.05pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dengan sektor &lt;span style="letter-spacing: -1.05pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;lainnya yang terkait dalam rangka  antisipasi bencana dan anomali iklim serta melaksanakan&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.55pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Teknologi&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.55pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Modifikasi&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.55pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Cuaca&amp;nbsp; &lt;span style="letter-spacing: -1.55pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(TMC)&amp;nbsp; bekerjasama&lt;span style="letter-spacing: -1.55pt;"&gt; &lt;/span&gt;dengan instansi lain (BPPT, BMKG, LIPI).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-right: 4.75pt; text-align: justify; text-autospace: none;"&gt; &lt;span lang="IN" style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12.0pt;"&gt;Menurut  data Ditjen SDA per tanggal 16 September 2011 yang disampaikan kepada Pusat  Komunikasi Publik (Puskom), saat ini terdapat&lt;span style="letter-spacing: .25pt;"&gt; &lt;/span&gt;284&lt;span style="letter-spacing: .3pt;"&gt; &lt;/span&gt;bendungan&lt;span style="letter-spacing: .3pt;"&gt; &lt;/span&gt;besar&lt;span style="letter-spacing: .25pt;"&gt; &lt;/span&gt;di&lt;span style="letter-spacing: .3pt;"&gt; &lt;/span&gt;Indonesia&lt;span style="letter-spacing: .3pt;"&gt; &lt;/span&gt;dengan&lt;span style="letter-spacing: .3pt;"&gt; &lt;/span&gt;total&lt;span style="letter-spacing: .3pt;"&gt; &lt;/span&gt;tampungan&lt;span style="letter-spacing: .3pt;"&gt; &lt;/span&gt;saat&lt;span style="letter-spacing: .25pt;"&gt; &lt;/span&gt;kondisi normal &lt;span style="letter-spacing: -.95pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;sebesar &lt;span style="letter-spacing: -.95pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;12,4 &lt;span style="letter-spacing: -.95pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;miliar &lt;span style="letter-spacing: -.95pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;m3. &lt;span style="letter-spacing: -.95pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Dari jumlah tersebut, &lt;span style="letter-spacing: -.95pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;257 &lt;span style="letter-spacing: -.95pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;bendungan &lt;span style="letter-spacing: -.95pt;"&gt;&amp;nbsp;di antaranya &amp;nbsp;&lt;/span&gt;merupakan &lt;span style="letter-spacing: -.95pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;milik Kementerian PU dengan total  tampungan dalam kondisi normal 6,1 miliar m3.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-right: 4.75pt; text-align: justify; text-autospace: none;"&gt; &lt;span lang="IN" style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: 12.0pt;"&gt; Sementara itu, kondisi &lt;span style="letter-spacing: -1.15pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;ketersediaan &lt;span style="letter-spacing: -1.15pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;air berdasarkan &lt;span style="letter-spacing: -1.15pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;pemantauan &lt;span style="letter-spacing: -1.15pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;31 &lt;span style="letter-spacing: -1.15pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Juli &lt;span style="letter-spacing: -1.15pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;2011 &lt;span style="letter-spacing: -1.1pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;s/d &lt;span style="letter-spacing: -1.15pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;16 September &lt;span style="letter-spacing: -1.15pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;2011 adalah sebagai berikut : 10  waduk utama dalam kondisi normal, 6 waduk dalam kondisi waspada, 40&lt;span style="letter-spacing: .95pt;"&gt; &lt;/span&gt;waduk&lt;span style="letter-spacing: .95pt;"&gt; &lt;/span&gt;lainnya&lt;span style="letter-spacing: .95pt;"&gt; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="letter-spacing: .95pt;"&gt; &lt;/span&gt;56&lt;span style="letter-spacing: .95pt;"&gt; &lt;/span&gt;embung&lt;span style="letter-spacing: .95pt;"&gt; &lt;/span&gt;dalam&lt;span style="letter-spacing: .95pt;"&gt; &lt;/span&gt;kondisi&lt;span style="letter-spacing: .95pt;"&gt; &lt;/span&gt;normal.&lt;span style="letter-spacing: .95pt;"&gt;  Selain itu, &lt;/span&gt;7&lt;span style="letter-spacing: .95pt;"&gt; &lt;/span&gt;waduk&lt;span style="letter-spacing: .95pt;"&gt; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="letter-spacing: .95pt;"&gt; &lt;/span&gt;18 embung&lt;span style="letter-spacing: 1.6pt;"&gt; &lt;/span&gt;dalam&lt;span style="letter-spacing: 1.6pt;"&gt; &lt;/span&gt;kondisi&lt;span style="letter-spacing: 1.6pt;"&gt; &lt;/span&gt;waspada,&lt;span style="letter-spacing: 1.6pt;"&gt; &lt;/span&gt;sementara&lt;span style="letter-spacing: 1.6pt;"&gt; &lt;/span&gt;8&lt;span style="letter-spacing: 1.6pt;"&gt; &lt;/span&gt;waduk&lt;span style="letter-spacing: 1.6pt;"&gt; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="letter-spacing: 1.6pt;"&gt; &lt;/span&gt;8&lt;span style="letter-spacing: 1.6pt;"&gt; &lt;/span&gt;embung&lt;span style="letter-spacing: 1.6pt;"&gt; &lt;/span&gt;dalam kondisi kering &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-8707444311650425814?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/8707444311650425814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/09/pu-terus-lakukan-upaya-atasi-kekurangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/8707444311650425814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/8707444311650425814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/09/pu-terus-lakukan-upaya-atasi-kekurangan.html' title='PU TERUS LAKUKAN UPAYA ATASI KEKURANGAN AIR'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-8695285047936682260</id><published>2011-09-18T07:11:00.000-07:00</published><updated>2011-09-18T07:11:15.762-07:00</updated><title type='text'>Masalah Sanitasi Perkotaan Duh, Warga Ibu Kota pun Antre Air Bersih</title><content type='html'>&lt;div class="d608 l b2 b4 p4 p6 p8"&gt;          &lt;div class="l"&gt;                     &lt;h6&gt;Senin, 5 September 2011 &lt;span class="by"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="pt"&gt;           &lt;img alt="Warga antre air bersih" src="http://i.okezone.com/content/2011/09/04/338/498628/tUo9YbAqZO.jpg" /&gt;           &lt;h6&gt;Warga antre air bersih&lt;/h6&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA&lt;/strong&gt; - Puluhan kaum ibu, remaja putra  hingga anak-anak berjejer di samping sebuah mobil tangki warna putih  bertuliskan Palyja. Mereka antre sejak pagi sambil membawa ember,  jeriken, galon, dan wadah-wadah lainnya untuk mendapatkan jatah air  bersih, akibat pasokan dari PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) terhenti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian  warga lainnya terpaksa membeli air bersih di kios-kios penjualan air  isi ulang untuk kebutuhan sehari-hari sepertti minum, masak, mencuci,  mandi, dan sebagainya. Pemandangan seperti itu ternyata ada di Ibu Kota,  bukan di daerah tandus seperti di Gunungkidul yang memang rawan air  bersih karena kerap dilanda kekeringan.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Jakarta mendadak  krisis air bersih. Kondisi sulit mendapatkan air bersih ini diakibatkan  jebolnya tanggul Buaran, Jakarta Timur, sepanjang 10 meter pada 31  Agustus 2011. Dampak dari gangguan ini sekira 60-65 persen atau lebih  dari 250.000 pelanggan Palyja tidak dapat menerima suplai air bersih.  Bahkan Istana Kepresidenan pun kena imbas krisis air. Sejumlah kamar  mandi di dalam kompleks Istana kosong, termasuk di ruang wartawan. Tak  ayal, pihak rumah tangga Istana meminta pasokan air kepada Palyja agar  memasok air bersih melalui mobil tangki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak adanya suplai air  bersih ini membuat berang warga. Marcel (29), warga Cipinang Pulo Maja  RT III, Jakarta Timur, misalnya. Dia kesal karena tidak ada tindakan  cepat dari PT Aetra selaku pemasok air bersih ke wilayahnya. “Bagaimana,  kalau begini terus. Kalau mandi bisa ditahan, tapi kalau untuk buang  air kan repot,” ujar Marcel kepada okezone. Keluhan-keluhan terkait  tersendatnya pasokan air juga banyak dilontarkan sejumlah pembaca  okezone. Mereka protes, karena PT Palyja dan Aetra lebih mementingkan  suplai air ke Istana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air memang kebutuhan yang paling banyak  berpengaruh bagi kehidupan mahluk hidup. Tidak tersedianya kebutuhan air  bersih berdampak luas, tak hanya membuat warga kesulitan untuk minum,  memasak, mandi, mencuci, dan lainnya. Namun ada ancaman yang lebih  serius, yakni menyebarnya penyakit akibat sanitasi buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat  tidak ada air, tentunya banyak toilet dan closet di fasilitas umum yang  tidak disiram. Kotoran manusia dan limbah rumah tangga berserakan di  mana-mana, lalu dihinggapi lalat yang berterbangan akan menyebarkan  penyakit. Masyarakat pun terancam wabah penyakit diare akibat  ketidaktersediaan air bersih di tempat-tempat umum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa  Jakarta yang notabene etalasenya Indonesia di mata dunia harus mengalami  krisis air bersih? Peristiwa ini membuktikan Jakarta memang rawan  krisis air bersih. Hanya gara-gara tanggul jebol, warga harus antre dan  membeli air di distributor air isi ulang. Hal itu tidak akan terjadi  jika sumur-sumur warga layak dikonsumsi sehingga tidak tergantung pada  air pam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paljaya mengaku kelimpungan menyuplai air bersih saat  peristiwa darurat seperti tanggul jebol ini adalah buruknya kualitas  sungai-sungai yang ada di Jakarta, akibat tercemar limbah. Terlebih  Paljaya tidak memiliki cadangan air bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Corporate  Communications Head PT Palyja Meyritha Maryanie mengungkapkan, ada 13  sungai di Jakarta. Sayangnya, sudah tidak bisa diolah menjadi air baku  karena sudah tercemar. Jika air sungai itu bisa digunakan, maka krisis  air bersih seperti kasus jebolnya tanggul di Kalimalang bisa  diantisipasi. "Sungai-sungai yang ada di Jakarta sudah tidak bisa  diolah, karena pencemarannya sudah sangat tinggi," ungkap Meyritha saat  dihubungi okezone.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data dari Pusat Penelitian Sumber Daya  Manusia dan Lingkungan Program Pascasarjana Universitas Indonesia  menyebutkan, 80-90 persen air tanah dangkal di Jakarta sudah tercemar  bakteri pencernaan atau E-Coli. "Seluruh sungai yakni 13 sungai di  Jakarta tercemar bakteri E-Coli, baik tercemar berat maupun sedang,”  ungkap Kepala Pusat Penelitian Sumber Daya Manusia dan Lingkungan  Program Pascasarjana UI Setyo Sarwanto Moersidik dalam sebuah diskusi,  beberapa waktu lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian Badan Pengelola Lingkungan  Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta menemukan pencemaran masuk dalam  kategori sangat tinggi dan melampui ambang batas pada sungai-sungai di  Jakarta. Berdasarkan hasil pantauan BPLHD DKI Jakarta, pada periode  Maret hingga Mei 2010 persentase status mutu air sungai yang masih baik  adalah 0 persen, sedangkan yang tercemar ringan 7-9 persen, tercemar  sedang 10-20 persen, selebihnya tercemar berat sekitar 71-82 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan  khusus untuk Kali Ciliwung, dari sembilan titik pantau terdapat rentang  status mutu mulai dari tercemar ringan hingga tercemar berat. Kali  Ciliwung yang melintasi 76 kelurahan dan 20 kecamatan di Jakarta ini  terdapat sedikitnya 108 titik pembuangan sampah ilegal. Akibat limbah  dari 13 aliran sungai itu menjadikan wilayah Kepulauan Seribu sebagai  muara berbagai sampah-sampah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanitasi di perkotaan  adalah masalah serius yang harus ditangani secara tepat dan  komprehensif. Namun masih banyak pihak yang belum menganggap penting  pembangunan sanitasi. Seolah-olah sanitasi ini tidak akan memberikan  pengaruh signifikan dalam pembangunan. Padahal, dalam berbagai studi,  peningkatan pembangunan sanitasi berdampak sangat signifikan bagi  masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru luar biasa kerugiaan yang diakibatkan buruknya  sanitasi. Perilaku mencemari lingkungan baik tanah maupun air ini akan  menimbulkan kerugian ekonomi yang besar. Berdasarkan hitungan Bank  Dunia, Indonesia kehilangan Rp58 triliun per tahun akibat sanitasi  buruk. Adapun studi WHO tentang Water Supply and Sanitation pada 2008  menempatkan Indonesia di posisi ke-9 dari 11 negara di kawasan Asia  Tenggara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan Economic Impact of Sanitation in Indonesia  menyebutkan, sanitasi buruk menjadi penyumbang bagi meningkatnya  penyakit diare, di mana anak-anak menjadi korban terbanyak, bahkan lebih  banyak dari masalah gizi buruk pada balita. Sanitasi yang buruk juga  menyebabkan Indonesia mengalami sedikitnya 120 juta kasus penyakit dan  50.000 kematian dini tiap tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Indonesia  membutuhkan biaya pemulihan pencemaran air mencapai Rp13,3 triliun per  tahun, hampir sama dengan APBN bidang sanitasi yang dialokasikan untuk  lima tahun. Tapi sebaliknya, efek luar biasa dari peningkatan kualitas  sanitasi pada kesehatan, pendidikan, dan produktifitas. WHO  memperkirakan bahwa kondisi dan perilaku sanitasi yang baik dan  perbaikan kualitas air minum dapat menurunkan kasus diare sampai 94  persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Sidang Umum PBB yang dilakukan akhir Juli 2010,  Indonesia menjadi salah satu dari 122 negara yang menetapkan sanitasi  sebagai hak asasi manusia. Indonesia juga termasuk ke dalam 189 negara  pendukung Deklarasi Milenium yang menetapkan sanitasi sebagai sasaran  MDG's 2015. Dalam hal ini, Indonesia menargetkan peningkatkan proporsi  rumah tangga terhadap akses sanitasi yang berkelanjutan menjadi 62,41  persen pada 2015.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan  Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama  mengatakan, sumber air tawar terus berkurang karena pencemaran hasil  dari pembuangan kotoran domestik, limbah industri, limbah padat, dan  aliran dari limbah pertanian ke sungai dan danau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka  upaya pengendalian pencemaran terhadap sumber air, pemerintah melakukan  upaya-upaya melalui Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman  (PPSP) yang ditargetkan pada 330 ibu kota kabupaten/kota selama  2010-2014. Hingga saat ini telah selesai disusun 41 Strategi Sanitasi  Kota (SSK). Untuk daerah perdesaan dilakukan upaya peningkatan perilaku  higienis dan peningkatan akses sanitasi dasar atau jamban keluarga  melalui kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). "Dalam tahun  2011 telah dilaksanakan di 2510 desa yang memberi akses kepada 2,9 juta  jiwa dan tahun 2011 direncanakan di 5.500 desa," imbuh Tjandra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab  itu, kata dia, tema yang diangkat dalam peringatan Hari Air Sedunia  (World Water Day 2011) pada 22 Maret lalu adalah Water for Cities,  Responding to The Urban Challenge, diterjemahkan menjadi Tema Nasional  Air Perkotaan dan Tantangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Ibu Kota  Jakarta? Nah, tantangan berat bagi Jakarta untuk segera membangun sistem  pengolahan air limbah seperti model Maynilad di Dagat Dagatan, Novotas,  Manila. Model ini sudah berteknologi sederhana dan investasinya kurang  dari Rp1 triliun. Proses pengolahan air limbahnya cukup sederhana, yakni  dari rumah tangga langsung mengalir melalui pipa-pipa menuju pusat  penampungan. Selanjutnya, limbah cair dan limbah padat masuk ke pusat  pengolahan air limbah dan diproses melalui tiga tahapan. Dari proses di  Maynilad itu diperoleh dua produk dari dua jenis limbah. Limbah cair  diolah menjadi air bersih dan limbah padat diolah menjadi biogas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta  memang memiliki pusat pengolahan air limbah, namun hanya untuk limbah  hotel dan rumah sakit, seperti di Penggilingan, Jakarta Utara.  Diharapkan dengan mengadopsi model Maynilad, warga Jakarta ke depan  memiliki sistem sanitasi yang baik. Sehingga, bisa memberikan nilai  positif untuk kualitas kesehatan warga Ibu Kota, yang akhirnya bermuara  pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu,  PPSP yang berlangsung 2010-2014 ini terus digalakan sesuai dengan tiga  target pembangunan sanitasi, yaitu setop buang air besar sembarangan,  penanganan sampah melalui pengurangan timbunan dari sumber dan penerapan  sistem sanitary landfill untuk TPA dengan prioritas di 240 kota, serta  pengurangan genangan air di sejumlah kota/kawasan perkotaan seluas  22.500 hektare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, sanitasi adalah upaya pencegahan  masalah kesehatan dan kerugian ekonomi yang sangat efektif. Seyogianya,  dampak positif dari peningkatan kualitas sanitasi ini menjadi prioritas  dari pengambil kebijakan di pusat dan daerah, termasuk wakil rakyat  sehingga tidak hanya meriah saat Jambore Sanitasi. Lucu dan tak elok  kalau Istana dikirimi mobil tangki Palyja dan warga Jakarta harus  jinjing jeriken dan antre sekadar mendapatkan air bersih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-8695285047936682260?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/8695285047936682260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/09/masalah-sanitasi-perkotaan-duh-warga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/8695285047936682260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/8695285047936682260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/09/masalah-sanitasi-perkotaan-duh-warga.html' title='Masalah Sanitasi Perkotaan Duh, Warga Ibu Kota pun Antre Air Bersih'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-8499786699941587935</id><published>2011-09-18T07:07:00.000-07:00</published><updated>2011-09-18T07:07:51.143-07:00</updated><title type='text'>BUMI INDONESIA SETENGAH MATI</title><content type='html'>&lt;h1 class="entry-title"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-2915" height="196" src="http://kherjuli.files.wordpress.com/2011/09/kemarau080911-1_065502.jpg?w=300&amp;amp;h=196" title="Kemarau080911-1_065502" width="300" /&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="wp-caption alignleft" id="attachment_2915" style="width: 310px;"&gt;&lt;a href="http://id.berita.yahoo.com/foto/kekeringan-melanda-negeri-1315984208-slideshow/#crsl=%252Ffoto%252Fkekeringan-melanda-negeri-1315984208-slideshow%252Fair-photo-1315984342.html" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;MAKASSAR.  Sejumlah bocah bermain bola di area tambak yang dilanda kekeringan di  Galesong Utara, Takalar, Sulsel, Kamis (8/9). ANTARA/Yusran Uccang&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Air adalah anugerah Allah. Nikmat yang&amp;nbsp;  Allah berikan&amp;nbsp; untuk kehidupan semua&amp;nbsp; makhluk ciptaannya, terutama  manusia. Lewat Air, Allah hidupkan bumi yang mati ini. Lalu Allah  tumbuhi pohon-pohonan dan diberikanNya buah-buahan untuk kehidupan  manusia. Apakah kita belum mau bersyukur ? Lalu nikmat mana lagi yang  akan kita dustai ? Kalau kita bersyukur, Allah pasti akan tambah nikmat  air itu. Tetapi sebaliknya, bila kita kufur maka sesungguhnya siksa  Allah teramat pedih.&lt;/div&gt;&lt;span id="more-2913"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="mceTemp" style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;dl class="wp-caption alignleft"&gt;&lt;dt class="wp-caption-dt"&gt;&lt;a href="http://id.berita.yahoo.com/foto/kekeringan-melanda-negeri-1315984208-slideshow/#crsl=%252Ffoto%252Fkekeringan-melanda-negeri-1315984208-slideshow%252Fair-photo-1315984342.html" target="_blank"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-2917   " height="197" src="http://kherjuli.files.wordpress.com/2011/09/sawahkering070911_071136.jpg?w=300&amp;amp;h=197" title="SawahKering070911_071136" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dd class="wp-caption-dd"&gt;&amp;nbsp; BREBES. Tiga anak bermain di sekitar sawah  yang kekeurangan air dan mengalami kekeringan di Desa Karangdempel, Kec.  Losari, Kab. Brebes, Jawa Tengah, Selasa (6/9). Sawah di daerah  tersebut telah mengalami kekeringan sejak empat bulan lalu, sehingga  pesawahan menjadi rusak dan tak bisa diolah. FOTO ANTARA/Agus Bebeng&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Data menunjukkan bahwa Indonesia  tergolong negara yang memiliki sumber daya air berlimpah, yakni nomor 4  terbesar di dunia. Meskipun demikian, jumlah sumber air yang besar itu  ternyata tidak merata di seluruh&amp;nbsp; Indonesia. Sehingga ada sebagian  daerah yang minus dan dihadapi kekeringan dan ada pula yang surplus  hingga dilanda bajir dan tanah longsor. Kekeringan dan krisis air,  membuat wajah Indonesia tidak lagi wangi dan berseri. Sebab, air dan  berbau, terpaksa dikonsumsi karena sudah tidak ada lagi pilihan dan  solusi. Yang kaya dan banyak uang, masih bisa mendapatkan air dengan  cara membeli dengan harga yang berlipat-lipat kali. Sedangkan yang  miskin, tak mau lagi ambil peduli, terpaksa mengkonsumsi air kotor  dengan berjalan kaki dan menempuh jarak beribu kaki. Bumi Indonesia  kelihatan sudah setengah mati. Subhanallah…&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption alignleft" id="attachment_2916" style="width: 310px;"&gt;&lt;a href="http://id.berita.yahoo.com/foto/kekeringan-melanda-negeri-1315984208-slideshow/#crsl=%252Ffoto%252Fkekeringan-melanda-negeri-1315984208-slideshow%252Fair-photo-1315984342.html" target="_blank"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-2916" height="199" src="http://kherjuli.files.wordpress.com/2011/09/shalatmintahujan130911-1_065238.jpg?w=300&amp;amp;h=199" title="ShalatMintaHujan130911-1_065238" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;YOGYAKARTA.  120 siswa shalat meminta hujan, sebagai bentuk kepedulian terhadap  kekeringan akibat kemarau panjang di sejumlah wilayah di Indonesia. FOTO  ANTARA/Wahyu Putro&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya Allah, ampunkanlah dosa-dosa kami.  Dosa para pemimpin kami. Dari pemimpin keluarga, pemimpin rumah tanggan  hingga pimpinan negara. Ampunkan dosa ibu bapa kami. Dosa orang tua  kandung, orang tua angkat dan juga orang tua tiri. Ampunkan dosa para  guru kami. Ampunkan dosa para penegak hukum di negeri ini. Dosa pak  Polisi, Pak Jaksa dan Pak Hakim yang berkoalisi dengan kebohongan dan  salah memberikan remisi, Ampunkanlah dosa para ulama dan ustad yang  menjual mahal Firman Mu dan mengolok-olok yang bodoh dengan dalil-dalih  yang belum tentu Syahi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya Allah, gantikan suara dan teriak keras  para elit politik dengan setes air bersih lagi bening. Sebening air  mata mereka dikala tertangkap tangan menerima suap dan korupsi. Sebanyak  keringat dingin mereka dikala diperiksa KPK.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya Allah, turunkan hujan sebanyak nilai  rampasan uang rakyat yang dikorupsi penjahat berdasi. Bila jumlahnya  milyaran rupiah, jadikan milyaran tetes air. Untuk kami minum, masak,  mandi, mencucui dan aliri sawah yang kering.&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption alignleft" id="attachment_2914" style="width: 310px;"&gt;&lt;a href="http://id.berita.yahoo.com/foto/kekeringan-melanda-negeri-1315984208-slideshow/#crsl=%252Ffoto%252Fkekeringan-melanda-negeri-1315984208-slideshow%252Fair-photo-1315984342.html" target="_blank"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-2914" height="187" src="http://kherjuli.files.wordpress.com/2011/09/kemarau080911-2_065508.jpg?w=300&amp;amp;h=187" title="Kemarau080911-2_065508" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;MAKASSAR.  Seorang bocah bermain bola di area tambak yang dilanda kekeringan di  Galesong Utara, Takalar, Sulsel, Kamis (8/9). Menurut BMKG Sulsel musim  kemarau tersebut akan berlangsung hingga akhir September 2011.  ANTARA/Yusran Uccang&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption alignleft" id="attachment_2921" style="width: 210px;"&gt;&lt;a href="http://kherjuli.files.wordpress.com/2011/09/sulitair100911_071206.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-2921" height="300" src="http://kherjuli.files.wordpress.com/2011/09/sulitair100911_071206.jpg?w=200&amp;amp;h=300" title="SulitAir100911_071206" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;LUMAJANG.  Perempuan desa Jenggrong berjalan di jalan yang menanjak dengan  menyunggih air bersih di kepalanya.Akibat kesulitan air karena musim  kemarau,serta ketidak mampuan membeli air bersih warga terpaksa  menggunakan air sungai. ANTARA/Cucuk Donartono&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="wp-caption alignleft" id="attachment_2924" style="width: 310px;"&gt;&lt;a href="http://kherjuli.files.wordpress.com/2011/09/krisisairbersih080911-2_065542.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-2924" height="201" src="http://kherjuli.files.wordpress.com/2011/09/krisisairbersih080911-2_065542.jpg?w=300&amp;amp;h=201" title="KrisisAirbersih080911-2_065542" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;SERANG.  Warga Kampung Baru, Dusun Cerocoh, Desa Domas, Serang, Banten sedang  mengambil jatah air bersih yang baru dikirim petugas PDAM Serang, Kamis  (8/9). Karena musim kemarau pasokan air melalui pipa PDAM dari Serang  tidak sampai ke rumah mereka. FOTO ANTARA/Asep&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption alignleft" id="attachment_2923" style="width: 310px;"&gt;&lt;a href="http://kherjuli.files.wordpress.com/2011/09/kesulitanair120911-4_065515.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-2923" height="199" src="http://kherjuli.files.wordpress.com/2011/09/kesulitanair120911-4_065515.jpg?w=300&amp;amp;h=199" title="KesulitanAir120911-4_065515" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;PAMEKASAN.  Penduduk mengambil air di penampungan air sementara, di Desa Gugul,  Tlanakan, Pamekasan, Madura, Jatim, Senin (12/9). Sumber mata air hasil  swadaya masyarakat itu menjadi andalan empat desa untuk pemenuhan  kebutuhan sehari-hari. FOTO ANTARA/Saiful Bahri&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption alignleft" id="attachment_2922" style="width: 310px;"&gt;&lt;a href="http://kherjuli.files.wordpress.com/2011/09/memanfaatkanairtelaga130911-3_065539.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-2922" height="199" src="http://kherjuli.files.wordpress.com/2011/09/memanfaatkanairtelaga130911-3_065539.jpg?w=300&amp;amp;h=199" title="MemanfaatkanAirTelaga130911-3_065539" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;BANJARNEGARA.  Mesin penyedot air yang dipasang di tepi telaga Merdada kawasan dataran  tinggi Dieng Desa Karang Tengah, Batur, Banjarnegara, Jateng, Selasa  (13/9). Sebagian besar petani di kawasan tersebut menggantungkan  kebutuhan air untuk memenuhi kebutuhan. ANTARA/Anis Efizudin&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption alignleft" id="attachment_2918" style="width: 310px;"&gt;&lt;a href="http://id.berita.yahoo.com/foto/kekeringan-melanda-negeri-1315984208-slideshow/#crsl=%252Ffoto%252Fkekeringan-melanda-negeri-1315984208-slideshow%252Fair-photo-1315984342.html" target="_blank"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-2918" height="199" src="http://kherjuli.files.wordpress.com/2011/09/shalatmintahujan130911_071148.jpg?w=300&amp;amp;h=199" title="ShalatMintaHujan130911_071148" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;SLEMAN. Siswa SDIT Salsabila Klaseman berdoa usai mengikuti shalat  Istisqo' atau meminta hujan di lapangan Depan Sekolah mereka,  Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (13/9). Foto: ANTARA  3. LUMAJANG.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="robots-nocontent sd-block sd-social sd-social-icon-text sd-sharing"&gt;&lt;h3 class="sd-title"&gt; &lt;/h3&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-8499786699941587935?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/8499786699941587935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/09/bumi-indonesia-setengah-mati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/8499786699941587935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/8499786699941587935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/09/bumi-indonesia-setengah-mati.html' title='BUMI INDONESIA SETENGAH MATI'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-8122432652019593101</id><published>2011-08-27T07:23:00.000-07:00</published><updated>2011-08-27T07:23:26.853-07:00</updated><title type='text'>SILSILAH LELUHUR AL-AKHI AL MUKARRAM MUHAMMAD ZUBIR AMIR BIN AMIR ABDULLAH AL-KHALIDI JUM’ATUL JABIR SILSILAH LELUHUR AL-AKHI AL MUKARRAM MUHAMMAD ZUBIR AMIR BIN AMIR ABDULLAH AL-KHALIDI JUM’ATUL JABIR</title><content type='html'>&lt;h3 class="commenttitle"&gt;&lt;cite class="fn"&gt;&lt;a class="url" href="http://rahmatsyawallubis.blogspot.com/" rel="external nofollow"&gt;rahmat&lt;/a&gt;&lt;/cite&gt; &lt;span class="says"&gt;berkata&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;small class="comment-meta commentmetadata"&gt;&lt;a href="http://hariyanto27.wordpress.com/2008/03/20/himpass-di-serang/#comment-118"&gt; 	&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; 	 	SILSILAH LELUHUR AL-AKHI AL MUKARRAM MUHAMMAD ZUBIR AMIR BIN AMIR ABDULLAH AL-KHALIDI JUM’ATUL JABIR&lt;br /&gt;SILSILAH LELUHUR AL-AKHI AL&lt;br /&gt;MUKARRAM MUHAMMAD ZUBIR AMIR&lt;br /&gt;BIN AMIR ABDULLAH AL-KHALIDI&lt;br /&gt;JUM’ATUL JABIR&lt;br /&gt;A. ANAK DAN ORANG TUA DALAM PANDANGAN AL- QUR’AN&lt;br /&gt;Semua manusia yang terlahir ke alam dunia ini pasti mempunyai perantara,  dia tidak mungkin lahir atau muncul secara tiba-tiba ke alam dunia ini,  kecuali Nabi Adam as. Kedua orang tua (ayah dan ibu) adalah perantara  seorang anak untuk hadir ke dunia ini. Untuk terjadinya seorang anak  dalam kandungan seorang ibu diperlukan beberapa faktor, di antaranya  seorang ibu harus mempunyai benih telur yang sehat dalam rahimnya.  Kemudian tidak hanya itu, telur yang ada di rahim ibu itu juga harus  dibuahi sperma dari seorang lelaki (ayah), kecuali Nabi Isa as. Secara  umum semua manusia yang terlahir ke alam dunia ini dikarenakan  terjadinya percampuran antara sel telur seorang ibu dan sperma dari  seorang ayah. Setelah sperma membuahi sel telur maka terjadilah ‘alaqah  (darah yang menempel dalam rahim) lalu berkembang menjadi segumpal  daging, kemudian segumpal daging itu berubah menjadi tulang belulang  setelah itu tulang belulang itupun dibungkus kembali dengan daging,  kemudian jadilah la embrio seorang manusia yang siap terlahir ke dunia  ketika sudah sampai pada masa yang ditentukan.&lt;br /&gt;Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah  itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan  tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging.  Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha  sucilah Allah, Pencipta yang paling baik. (Q.S. al¬Mukminuun [23]: 14)&lt;br /&gt;Demikianlah proses penciptaan jasad manusia yang diceritakan Allah dalam  kitabNya, namun manusia tidak hanya tercipta dari unsur jasad (ragawi)  yang berasal dari sari pati tanah vang menjadi sperma dan sel telur akan  tetapi manusia mempunyai satu unsur lagi yaitu unsur rohani yang  berasal dari Ruh Tuhan itu sendiri.&lt;br /&gt;Kemudian dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya  dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi)  kamu sedikit sekali bersyukur. (Q.S. as-Sajdah [32]: 9)&lt;br /&gt;Sempurnalah la menjadi seorang manusia ketika ia mempunyai unsur jasad  yang ia warisi dari orang tua genetiknya dan unsur ruh yang ditiupkan  oleh Tuhan itu sendiri. Karena manusia makhluk Allah yang tercipta dari  unsur jasad yang bersifat fisik dan nyata dan unsur ruh yang bersifat  metafisik atau ghaib maka yang dikatakan sebagai orang tuanya pun tidak  terbatas pada orang tua genetiknya saja. Akan tetapi di samping orang  tua yang membentuk jasadnya dia juga mempunyai orang tua yang membentuk  jiwanya (ideologinya), orang tua seperti ini penulis sebut dengan orang  tua jiwa atau guru spiritual yang mengajarkan kepadanya tentang Tuhan  (kebenaran sejati). Dalam tafsir fathul bayan juga disebutkan seorang  nabi adalah ayah (orang tua) bagi umatnya.&lt;br /&gt;Nabi juga bersabda dalam kumpulan hadis al-jaml’us soghir pasal alif halaman 103, artinya:&lt;br /&gt;Sesungguhnya aku bagi kamu menempati kedudukan sebagai bapak.&lt;br /&gt;Berdasarkan hadis tersebut jelaslah bagi kita bahwa nabi dikatakan  sebagai orang tua bagi umatnya karena nabi adalah guru spiritual yang  mengajarkan dan mengenalkan Tuhan kepada umatnya. Bahkan dalam ajaran  Islam orang, genetik (jasad) dengan anak genetiknya tidak dapat saling  memberi syafaat bila salah satu di antara keduanya ada yang kafir.  Sebagai contoh Nabi Nuh as dia mempunyai anak genetik yang bernama  Kan’an, tetapi Kan’an bukan termasuk orang yang beriman kepada Nuh  sebagai Rosui Allah, maka betapa sayangnyapun Nuh kepada Ka’nan karena  Kan’an anak biologisnya menurut pandangan Allah, Kan’an bukanlah  termasuk anak Nabi Nuh as, karena anak-¬anak Nuh yang sesungguhnya  adalah orang-orang yang mau beriman dan mengikuti ajaran Nuh meskipun  bukan dari keturunan biologis Nabi Nuh as.&lt;br /&gt;Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: “Ya Tuhanku,  Sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan Sesungguhnya janji Engkau  Itulah yang benar. dan Engkau adalah hakim yang seadil-adilnya.” Allah  berfirman: “Hai Nuh, Sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang  dijanjikan akan diselamatkan), Sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan  yang tidak baik. sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang  kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan  kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak  berpengetahuan.” (Q.S. Mud [11]:45-46)&lt;br /&gt;Kemudian mari kita lihat kembali kisah Nabi Ibrahim dalam al-Qur’an.  Ibrahim adalah anak seorang pembuat dan penvembah berhala, yang bernama  Azar. Meskipun Ibrahim secara biologis (genetik) anak dari pembuat dan  penyembah berhala akan tetapi Ibrahim tidak mewarisi ideologi (ajaran)  bapaknya yang menyembah berhala akan tetapi justru Ibrahim bertolak  belakang dengan bapaknya, dia malah menjadi hamba dan rosul Allah.&lt;br /&gt;Ceritakanlah (hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al  Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi  seorang nabi. Ingatlah ketika ia Berkata kepada bapaknya; “Wahai  bapakku, Mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak  melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun? Wahai bapakku,  Sesungguhnya Telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang  tidak datang kepadamu, Maka ikutilah aku, niscaya Aku akan menunjukkan  kepadamu jalan yang lurus. Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah  syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan yang Maha  Pemurah. Wahai bapakku, Sesungguhnya Aku khawatir bahwa kamu akan  ditimpa azab dari Tuhan yang Maha pemurah, Maka kamu menjadi kawan bagi  syaitan”. Berkata bapaknya: “Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, Hai  Ibrahim? jika kamu tidak berhenti, Maka niscaya kamu akan kurajam, dan  tinggalkanlah Aku buat waktu yang lama”. Berkata Ibrahim: “Semoga  keselamatan dilimpahkan kepadamu, Aku akan memintakan ampun bagimu  kepada Tuhanku. Sesungguhnya dia sangat baik kepadaku. Dan Aku akan  menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan Aku  akan berdoa kepada Tuhanku, Mudah-mudahan Aku tidak akan kecewa dengan  berdoa kepada Tuhanku”. Maka ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari  mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, kami anugerahkan  kepadanya Ishak, dan Ya’qub. dan masing-masingnya kami angkat menjadi  nabi.&lt;br /&gt;Berdasarkan firman Allah yang penulis sampaikan di atas, jelaslah  bagi kita orang tua yang sesungguhnya adalah yang mengajari dan  membimbing kita ke jalan Tuhan, dan anak yang sesungguhnya adalah anak  yang patuh dan mau mengikuti semua perintah bapaknya. Namun meskipun  orang tua jasad (genetik) ada yang tidak mengenal Allah sehingga ia pun  tidak bisa membimbing anaknya ke jalan Allah dan mungkin malah  memerintahkan anaknya untuk menserikatkan Allah, sikap seorang muslim  menurut al-Qur’an harus tetap sopan kepadanya tetapi tidak perlu  mematuhinya.&lt;br /&gt;Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-  bapanya; ibunya Telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-  tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan  kepada dua orang ibu bapakmu, Hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika  keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak  ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya,  dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang  yang kembali kepada-Ku, Kemudian Hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka  Kuberitakan kepadamu apa yang Telah kamu kerjakan.&lt;br /&gt;B. SILSILAH GURU SPIRITUAL AL-AKHI ALTWKARRAM MUHAMMAD ZUBIR AMIR BIN  AMIR ABDULLAH AL-KHALIDIJUM’ATULJABIR YANG SAMPAI IMAM HASAN IBN ABI  THOLIB.&lt;br /&gt;Silsilah talqin dzikir yang diterima oleh Al-akhi AlMukarram Muhammad  Zubir Amir Alkhalidi-Aljumu’atul Jabir anak dari Al-Akhi Al Mukarram  Amir Abdullah Labuhan Deli dari pada Thariqat Al Khalwatiyah.&lt;br /&gt;Mereka mengambil talqin dan ijazahnya dari pada:&lt;br /&gt;1. AlFaqir Ilallaahu Ta’ala “arifin bin Muhammad `Isa, yang ia mengambil talqin dan ijazahnya daripada gurunya&lt;br /&gt;2. Al’Alim –Al Alamah AlKhabar AlFahamah Asysyaikh Hasanuddin bin  Asysyaikh Muhammad Ma’shum, dan ia mengambil talqin dan ijazah dari pada  gurunya&lt;br /&gt;3. Asysyaikh Ahmad Khathib bin ‘Abd AlLathif AlMinangkabawi, ia menerima yang demikian itu daripada gurunya&lt;br /&gt;4. Asysyaikh Assaaiyyid Abi Bakar Syatha, la menerima dari pada&lt;br /&gt;5. Asysyaikh Assaivyid Ahmad bin Zaini Addahlan Mufti Makkat AIMukarramah, dan la menerima dari pada&lt;br /&gt;6. Asysyaikh AdDamyathi, la menerima dari pada&lt;br /&gt;7. Asysyaikh Asysvinwani, la menerima dari pada&lt;br /&gt;8. Asysyaikh Mahmud Alkurdi, la menerima daripada&lt;br /&gt;9. Asysyaikh Muhammad Salam AlHafni, dan la menerima dari pada&lt;br /&gt;10. Asysyaikh Musthafa AlBakri, dan la menerima dari pada&lt;br /&gt;11. Asysyaikh ‘Abd AlLathif AlHalabi, dan la dari pada&lt;br /&gt;12. Asysyaikh Mushthafa Afandi AlArduni, dan la dari pada&lt;br /&gt;13. Asysyaikh ‘Ah Qurhu Basya, dan la dari pada&lt;br /&gt;14. Asysyaikh Isma’il Aljurumi, dan la dari pada&lt;br /&gt;15. Asysyaikh ‘Umar AlFuadi, dan ia dari pada&lt;br /&gt;16. Asysyaikh Sya’ban AlQasthamuni, dan la dari pada&lt;br /&gt;17. Asysyaikh Khairuddin AnNaqadi, dan la dari pada&lt;br /&gt;18. Asysyaikh halabi shulthan Al-Aqdas yang telah masyhur&lt;br /&gt;19. dengan Jamal AlKhuluti, dan la terima dari pada&lt;br /&gt;20. Asysyaikh Muhammad Bahauddin Asysyirwani, dan ia dari pada&lt;br /&gt;21. Asysyaikh Yahya AlBakuri, dan la dari pada&lt;br /&gt;22. Asysyaikh Shuduruddin Aljayani, dan is dari pada&lt;br /&gt;23. AlHajj ‘Izzuddin, dan ia dari pada&lt;br /&gt;24. Asysyaikh adhi Muhammad AlKhuluti, dan la dari pada&lt;br /&gt;25. Asysyaikh Ibrahim AzZahid AlKailani, dan la dari pada&lt;br /&gt;26. Jamaluddin AtTabrizi, dan la dari pada&lt;br /&gt;27. Syihabuddin Muhammad AsySyirazi, dan la dari pada&lt;br /&gt;28. Rukunuddin Muhammad AnNajasi, dan la dari pada&lt;br /&gt;29. Quthubuddin AlBahri, dan la dari pada&lt;br /&gt;30. Abi anNajibAsSahrurdi, dan la dari pada&lt;br /&gt;31. Asysyaikh ‘umar AlBak-ri, dan la dari pada&lt;br /&gt;32. Mamsyaduddin AlDainyri, dan la dari pada&lt;br /&gt;33. AIjunald AlBagdadi Penghulu Ahl AshShufi, dan Ll dari pada&lt;br /&gt;34. Bisri AsSaqathi, dan la dari pada&lt;br /&gt;35. Ma’ruf AlKarkhi, dan la dari padaDaud AthTha-I, dan la dari pada&lt;br /&gt;36. Habib Al’Ajmi, dan la dari pada&lt;br /&gt;37. Imam Hasan bin ‘All Karamallahu wajhah, dan la menerima talyn dan ijazah seperti yang dahulu itu dari pada&lt;br /&gt;38. Amirul Mukminin Saiyyidina ‘ali bin abi Thalib radhiyallahu `anhu, dan is menerima akan dia dari pada&lt;br /&gt;39. Penghulu sekalian mursalin Saiyyidina Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam, Beliau menerima dari&lt;br /&gt;40. Ruh AlQuddus Malaikat Jibril `alaihis salam dan Beliau dari Allah `azza wa Jalla Rabb Al’Alamin.&lt;br /&gt;C. SILSILAH GURU SPIRITUAL AL-AKHI ALMUKARRAM MUHAMMAD ZUBIR AMIR BIN  AMIR ABDULLAH AL-JUM’ATULJABIR YANG SAMPAI KEPADA IMAN HUSEIN IBN ALI  IBN ABI THOLIB&lt;br /&gt;Silsilah talqin dzikir yang diterima oleh Al-akhi AlMukarram Muhammad  zubir amir AlKhalidi Aljum’atul Jabir bin Al-akhi alMukarram  Amir’Abdullah Labuhan Deli dari pada tharikat AsySyathariyah. Beliau  mengambil talqin dan ijazahnya dari pada:&lt;br /&gt;1. Tuan Guru AlMukarram AlFaqih Jamal Riva’i Quddu, Asysyathariyah Syahid, ia mengambil dari ayah kandungnya sendiri&lt;br /&gt;2. Syaikh Saiyidina wa Habibina wa Barakatina Ashhabi Ratibi Quthub Abd  AlHamid Jama’ Suarik Waliyullah quddusullah, ia mengambil dari&lt;br /&gt;3. Syaikh Bagindo Tando Waliyullah Negri Pariaman Sumatera Barat, ia mengambil dari&lt;br /&gt;4. Syaikh Angku Kiambang Waliyullah Negri Pariaman Sumatera Barat, ia mengambil dari&lt;br /&gt;5. Syaikh Angku Razaq Waliyullah Negri Pariaman Sumatera Barat, ia mengambil dari&lt;br /&gt;6. Syaikh Angku Ampalu Panjang Waliyullah Negri Pariaman Sumatera Barat, ia mengambil dari&lt;br /&gt;7. Syaikh Angku Pondoh Waliyullah Negri Pariaman, Sumatera Barat, ia mengambil dari&lt;br /&gt;8. Syaikh Burhanuddin Waliyullah Negri Ulakan Sumatra Barat, ia mengambil dari&lt;br /&gt;9. Syaikh Abdur Rauf Waliyullah Negri aceh, ia mengambil dari&lt;br /&gt;10. Arif billah Kamalul Mukammal Shafiyuddin Ahmad Ibnu Muhammad AlMadani Al-anshari AsySyahid AlQasvasyi, ia mengambil dari&lt;br /&gt;11. Syaikh Quthub daerah Musyahadat ArRabbani Al-Mufradi fi Awanah  Basalasi Abil Muhibbi Abdillah bin Ahmad Sanawi Thaballah Sirrahu, ia  menambil dari&lt;br /&gt;12. Shulthan Al’Arifin Saiyyidi Shibghatullah, ia mengambil dari&lt;br /&gt;13. Qudut Al’Ulama Saiyyidina Wajihuddin Al-Alawi, ia mengambil dari&lt;br /&gt;14. AlGauts Aljamami’ lil Jawami’ Sayyidina Muhammad AlGauts, ia mengambil dari&lt;br /&gt;15. Sayyidina Qudut Al Muqari bin Syaikh Alhajj Huduri Thaba Sirrahu, ia mengambil dari&lt;br /&gt;16. Sayyidina Syaikh Hiddayatullah Asar Masta, ia mengambil dari&lt;br /&gt;17. Sayyidina Imam Qadi AsyAthari&lt;br /&gt;18. Sayyidina Syaikh Abdillah AsyAthari, ia mengambil dari&lt;br /&gt;19. Sayyidina Syaikh Asyaq, ia mengambil dari&lt;br /&gt;20. Sayyidina Syaikh Muammad Asyaq, ia mengambil dari&lt;br /&gt;21. Sayyidina Syaikh Hudhuli AlMauri AnNahri, ia mengambil dari&lt;br /&gt;22. Qutub Abi AlHasan Al Harqani, la mengambil dari&lt;br /&gt;23. Sayyidina Syaikh Abi AlMuzafar Maulana Tark AthThautsi, ia mengambil dari&lt;br /&gt;24. Maulana Syaikh Al-Arabi Yazid AlAsyaq, ia mengambil dari&lt;br /&gt;25. Maulana Syaikh Muhammad AlMaghribi, ia mengambil dari&lt;br /&gt;26. Ruhaniyah Sulthan Al’Arifin Syaikh Abi Yazid AlBusthami, la mengambil dari&lt;br /&gt;27. Maulana Ruhaniyah Imam jaffar Shadiq, ia mengambil dari&lt;br /&gt;28. Maulana Imam Muhammad Baqir, ia mengambil dari&lt;br /&gt;29. Maulana Sayyidina Imam Zainal ‘Abidin ibn AlHusain AsySyahid, la mengambil dari abah beliau&lt;br /&gt;30. Maulana Ruhanivah ArRasul ibn Fatimah bind ArRasulullah Imam Husain AsySyahid, is mengambil dari abah beliau&lt;br /&gt;31. Maulana Imam Masyriq wal Maghrib Babul ‘Ilm Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karamallahu Wajhah, mengambil dan menerima dari&lt;br /&gt;32. Thaniqat AsySyathari Sayyid AlKauni wa Jadd AlHusain Muhammad  AlTMusthofa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau mengambil  dan menerima dari&lt;br /&gt;33. Ruh AlQuddus Malaikat Aljibrail ‘Alaihis Salam dan Beliau dari Allah ‘Azza wa Jalla Rabb Al’Alamin.&lt;br /&gt;Berdasarkan dua silsilah tersebut dapatlah kita simpulkan bahwa  AL-AKHI ALMUKARRAM MUHAMMAD ZUBIR AMIR BIN AMIR ABDULLAH AL¬KHALIDI  JUM’ATUL JABIR secara biologis (genetik) keturunan Imam Hasan dan dari  faktor ruhani beliau adalah keturunan Imam Husen ibn All ibn Abi Thalib.  Jadi imam Hasan dan Imam Husen ibn Ali ibn Abi Thalib bertemu (bersatu)  dalam jiwa dan raga AL-AKHI ALMUKARRAM MUHAMMAD ZUBIR AMIR BIN AMIR  ABDULLAH AL-KHALIDI JUM’ATUL JABIR, oleh sebab itu dia diben gelar  JUM’ATUL JABIR.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-8122432652019593101?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/8122432652019593101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/08/silsilah-leluhur-al-akhi-al-mukarram.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/8122432652019593101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/8122432652019593101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/08/silsilah-leluhur-al-akhi-al-mukarram.html' title='SILSILAH LELUHUR AL-AKHI AL MUKARRAM MUHAMMAD ZUBIR AMIR BIN AMIR ABDULLAH AL-KHALIDI JUM’ATUL JABIR SILSILAH LELUHUR AL-AKHI AL MUKARRAM MUHAMMAD ZUBIR AMIR BIN AMIR ABDULLAH AL-KHALIDI JUM’ATUL JABIR'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-1246179107462292232</id><published>2011-08-27T07:18:00.001-07:00</published><updated>2011-08-27T07:18:49.619-07:00</updated><title type='text'>Syeikh Abdurrauf As-Sinkili</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://e-dakwahnet.blogspot.com/2011/01/syeikh-abdurrauf-as-sinkili.html"&gt;Syeikh Abdurrauf As-Sinkili&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ne7STb5O0j8/TUAzuHGwcxI/AAAAAAAAABs/69UbJ25B99E/s1600/syeikhabdurraufas-sinkili.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_ne7STb5O0j8/TUAzuHGwcxI/AAAAAAAAABs/69UbJ25B99E/s200/syeikhabdurraufas-sinkili.jpg" width="163" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Mursyid Profilic dari Sinkil&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;.  Syeikh Kuala  atau Syeikh Abdurauf As Sinkili dikenal sebagai pembawa  tarekat  Syatariyah ke Indonesia. Ia seorang ulama  profilic(produktif)dalam  menghasilkan karya intelektual. &lt;br /&gt;Konon sewaktu bencana tsunami di Aceh tahun 2004 ada sesuatu peritiwa   di luar nalar. Orang-orang yang berkumpul di makam Syaikh Kuala luput   dari amukan air bah yang dahsyat. Padahal letak makam tersebut berada di   pinggir pantai. Tentu saja cerita ini menjadi buah bibir masyarakat   kala itu. Bahkan ada yang mengkeramatkannya. Syeikh Kuala memang tokoh   yang dihormati dan mempunyai pengaruh hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-109"&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Syeikh Kuala memang bukan nama asing bagi masyarakat Aceh saja.  Tetapi  dikenal di seantero ranah Melayu dan dunia Islan international.  Syeikh  Kuala atau Syeikh Abdurauf Singkel adalah tokoh tasawuf juga ahli  fikih  yang disegani. Lelaki asal Sinkel, Fansur Aceh Utara ini dikenal   sebagai salah satu ulama produktif. Karyanya banyak mulai tasawuf hingga   fikih. Pengaruhnya sangat besar dalam perkembangan Islam di Nusantara.   Tak salah kalau menghormati jasanya namanya diabadikan menjadi nama   universitas di Banda Aceh.&lt;br /&gt;Prof. Dr. Azyumardi Azra menyebutnya sebagai salah satu orang yang   bertanggung jawab dalam membuka jaringan ulama Nusantara di dunia   internasional. Berkat jasanya orang-orang Indonesia kemudian masuk dalam   jajaran jaringan ulama dunia. Tidak salah kalau kemudian muncul   nama-nama ulama besar seperti Syeikh Nawawi al Bantani, Syeikh Mahfudz   At Tirimisi, dan lain-lain yang mempunyai reputasinya mendunia.&lt;br /&gt;Kitabnya yang berjudul Umtad Al Muhtajin membuka mata kita bagaimana   Syeikh Kuala membangun jaringan intelektualnya. Gurunya tersebar dari   Yaman, Qatar, Aden hingga dataran Hejaz. Ia belajar tidak hanya ilmu   “lahir’ saja tetapi juga ilmu”batin”. Kemasyuhrannya dalam penguasaan   dua ilmu tersebut melahirkan banyak karya yang sampai sekarang masih   menjadi bahan rujukan para ulama maupun cerdik pandai.&lt;br /&gt;Patut disayangkan catatan tentang kehidupannya sangat minim. Kalaupun   ada hanya sejarah lesan saja dan sedikit komentar dalam karya-karyanya.   Dalam ensiklopedi Islam disebutkan bahwa Syeikh Kuala lahir di Singkel   pada tahun 1035 H. Nama kampungnya ini kemudian melekat pada dirinya.   Nama aslinya Abdurauf. Dalam dunia ulama Melayu atau Jawi namanya   disebut sangat panjang yaitu Syeikh Abdurauf al Jawi Al Fansuri as   Sinkili. Biografi ulama yang satu ini hanya bisa dilihat sekilas saja.   Itupun hanya sepotong tulisan dalam berbagai kitabnya. Riwayatnya   sebatas bagaimana ia belajar dengan beberapa guru. Tidak secara spesifik   menyebutkan tentang biografinya.&lt;br /&gt;Ayahnya menjadi guru pertama dalam pengetahuan agama di Dayan   (Madrasah) Simpang Kanan, di kawasan pedalaman Singkel. Selepas itu   melanjutkan pendidikan ke sekolah tinggi di Barus (Dayan Tengku Chik)   yang dipimpin oleh Hamzah Fansuri. Di sekolah ini beliau belajar ilmu   agama, sejarah, mantik, falsafah, sastra Arab/Melayu dan juga bahasa   Parsi.&lt;br /&gt;Setelah tamat kemudian meneruskan pengajian ke sekolah Samudra Pasai   yang dipimpin oleh Syeikh Syamsuddin As Samathrani. Sewaktu Syamsuddin   diangkat menjadi Qadli Malikul Adil (Kadi Besar) pada zaman Sultan   Iskandar Muda Darma Wangsa Perkasa Alam Syah, Abdurrauf bertolak ke   Mekah dan merantau ke beberapa buah negara Asia Barat lain untuk   mendalami ilmu di sana.&lt;br /&gt;Tercatat Syeikh Abdurauf pernah menjadi mufti Kerajaan Aceh ketika   zaman Sultan Safiatuddin Tajul Alam (1641-1643). Atas dukungan Raja   Safiatuddin, Abdurauf memulai perjalanan intelektualnya menuju tanah   suci. Banyak pusat-pusat keilmuawan yang dikunjunginya sepanjang jalur   perjalanan haji. Disamping itu, Syeikh Abdurauf tidak belajar secara   formal dengan beberapa ulama. Perkenalannya dengan banyak tokoh ulama   seperti Muhammad Al Babili dari Mesir dan Muhammad Al Barzanji dari   Anatolia menjadi ladang pencarian ilmu secara informal. Syeikh Muhammad   Al Babili merupakan salah satu ulama Muhadis terkemuka kala itu di   Haramain. Adapaun Syeikh Muhammad al Barzanji dikenal sebagai sufi   tersohor. Syeikh Abdurrauf tinggal selama 19 tahun di Mekah&lt;br /&gt;Syeikh Abdurauf bercerita bahwa dirinya banyak mendapatkan ilmu  “lahir’  dari Syeikh Ibrahim bin Abdullah Jam’an di Bait al faqih dan  Mauza’.  Lewat gurunya ini, ia berkenalan dengan tokoh tarekat seperti  Syeikh  Ahmad Qusyaysi dan Syeikh Ibrahim al Kurani. Lewat keduanya  Syeikh  Abdurauf mendapatkan ijazah tarekat Syatariyah. Tentang gurunya  ini  syikh Abdurrauf menyebutnya sebagai pembimbing spiritual di jalan   Allah.&lt;br /&gt;Sekitar tahun 1622 M Abdurrauf pulang kampung. Ia kemudian  mengajarkan  tarikat Syathariyah di daerahnya. Banyak santri yang  berdatangan untuk  berguru. Muridnyapun berasal dari berbagai daerah di  wilayah Nusantara.  Diantara muridnya yang paling terkenal adalah Syikh  Burhanuddin Ulakan  Sumatera Barat dan Syeikh Abdullah Muhyi, Pamijahan,  Jawa Barat.&lt;br /&gt;Pengaruhnya sangat penting di kerajaan Aceh. Hingga di Aceh ada  semacam  kata-kata yang berbunyi “Adat bak peutus Merehum, syarak bak  Syikeh di  Kuala” maksudnya, “Adat di bawah kekuasaan almarhum (raja),  sementara  syariat (Islam) di bawah Syeikh Kuala. Ayat ini mejelaskan  betapa  besarnya kuasa, peranan dan pengaruh Abdurrauf dalam pemerintahan   ketika itu yang hampir sama besar dengan kuasa sultan. Ketika gabungan   antara umara dan ulama inilah juga Aceh mencapai kegemilangan. Sementara   itu Hamka yang juga ahli filosofi dan ulama moden Indonesia, di dalam   tulisannya pernah menurunkan sebaris kata-kata yang dinukilkan oleh   Fakih Shaghir seorang ulama terkenal di zaman Perang Paderi, yaitu nenek   kepada Sheikh Taher Jalaluddin az-Azhari (meninggal dunia pada tahun   1956 di Kuala Kangsar), yang berbunyi: “Maka adalah saya Fakih Shaghir   menerima cerita daripada saya punya bapa, sebabnya saya mengambil   pegangan ilmu hakikat, kerana cerita ini adalah ia setengah daripada   adat dan tertib waruk orang yang mengambil fatwa juga adanya. Yakni   adalah seorang aulia Allah dan khutub lagi kasyaf lagi mempunyai keramat   iaitu, di tanah Aceh iaitu Tuan Syeikh Abdurrauf.”&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mursyid Syatariyah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ulama tasawuf, Syeikh Abdurauf tidak dapat dipisahkan dari   perkembangan tarekat Syatariyah. Hampir semua ordo tarekat Syatariyah di   Nusantara silsilahnya berujung padanya. Tarekat ini tersebar mulai  dari  Aceh hinga ke Sumatera Barat. Kemudian berkembang menyusur ke  Sumatera  Selatan hingga Cirebon.&lt;br /&gt;Dalam bertasawuf Abdurauf menganut paham bahwa satu-satunya wujud   hakiki adalah Allah SWT. Alam ciptaan-Nya adalah bayangan , yakni   bayangan dari wujud hakiki. Walaupun wujud hakiki (Tuhan) berbeda dengan   wu jud bayangan (alam), terdapat keserupaan antara wujud ini. Tuhan   melakukan tajali (penampakan diri dalam bentuk alam). Sifat-sifat Tuhan   secara tidak langsung tampak pada manusia, dan secara relatif tampak   sempurna pada Insan Kamil.&lt;br /&gt;Syeikh Abdurauf juga sangat tidak sepakat dengan paham wahdatul  wujud.  Dalam bukunya yang berjudul Bayan Tajalli, Abdurrauf menyatakan  bahwa  betapapun asyiknya seorang hamba dengan Tuhan, Khalik dan makhluk  tetap  mempunyai arti sendiri. Banyak karya yang dihasilkan olehnya. Ada  21  kitab yang karya tulis telah dihasilkan yang terdiri dari 1 kitab   tafsir, 2 kitab hadis, 3 kitab fiqih dan sisanya kitab tasawuf. Syeikh   Abdurauf menulis dalam bahasa Arab dan Melayu. Kitab tafsirnya yang   berjudul Turjuman Al Mustafid diakui sebagai kitab tafsir pertama yang   dihasilkan di Indonesia dengan bahasa Melayu. Mir’at at Tulab fi Tahsil   Ma’rifat Ahkam asy Syar’iyyah lil Malik al Wahhab merupakan salah satu   kitabnya di bidang ilmu fiqih. Di dalamnya memuat berbagai persoalan   fikih Madzhab Syafiie. Kitab ini juga menjadi panduan para kadi di   kerajaan Aceh.&lt;br /&gt;Di bidang tasawuf, karyanya natara lain Kifayatul Al Muhtajin, Daqaiq   al Huruf, Bayan Tajalli, Umdat al Muhtajin dan Umdat al Muhatajin Suluk   Maslak al Mufridin. Kitab yang terakhir ini merupakan karya terpenting   Syeikh Abdurauf. Kitab Umdat al Muhtajin Suluk maslak al Mufridin   terdiri dari tujuh bab. Isinya memuat antara lain memuat tentang zikir,   sifat-sifat Allah dan Rasul-Nyadan asal usul mistik. Di akhir buku   dicantumkan tentang sedikit riwayat hidupnya. Syeikh Abdurauf wafat pada   tahun 1643 dan dimakamkan di Kuala (muara) Banda Aceh. Hinnga kemudian   makamnya dikenal dengan makam Syeikh Kuala.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-1246179107462292232?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/1246179107462292232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/08/syeikh-abdurrauf-as-sinkili_27.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/1246179107462292232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/1246179107462292232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/08/syeikh-abdurrauf-as-sinkili_27.html' title='Syeikh Abdurrauf As-Sinkili'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ne7STb5O0j8/TUAzuHGwcxI/AAAAAAAAABs/69UbJ25B99E/s72-c/syeikhabdurraufas-sinkili.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-8693621206137852610</id><published>2011-08-27T07:17:00.001-07:00</published><updated>2011-08-27T07:17:21.048-07:00</updated><title type='text'>As-Syaikh Abdur Rauf As-Sinkili</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; As-Syaikh Abdur Rauf As-Sinkili &lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_fWAdiYR62dw/SvfJCCChhpI/AAAAAAAAACg/ayVtK34VVLQ/s1600-h/Sheikh_Abdul_Rauf_Singkil.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402007314798577298" src="http://3.bp.blogspot.com/_fWAdiYR62dw/SvfJCCChhpI/AAAAAAAAACg/ayVtK34VVLQ/s400/Sheikh_Abdul_Rauf_Singkil.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 320px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 240px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Abdul  Rauf bin Ali dilahirkan di Singkel, Aceh Selatan pada tahun 1620.  Beliau lalu sering disebut dengan nama Abdul Rauf Ali al-Fansuri atau  Abdul Rauf Singkel atau Abdul Rauf al-Sinkili. Beliau juga digelar  dengan "Tengku Syiah Kuala". Gelaran ini popular di kalangan masyarakat  setempat. Pada awalnya, gelarannya disebut "Tengku Syeikh di Kuala"  kerana keilmuannya dalam bidang agama. Tetapi masyarakat memudah sebutan  gelaran itu kepada Syekh Kuala dan seterusnya berubah pengucapan  menjadi "Syiah Kuala". Gelar Syiah Kuala yang diberikan kepada Abdul  Rauf Al-Sinkili tidak ada kaitan langsung dengan aliran atau faham Syiah  yang pengikutnya berkembang di Iran dan Iraq.&lt;br /&gt;Beliau mengajar dan  mendirikan madrasah di Kuala Aceh sekembalinya dari berguru di Makkah,  Madinah dan Jeddah. Syeikh Abdul Rauf mendapat pendidikan awal dalam  lingkungan dayah (sejenis pesantren) yang diasuh oleh ayahandanya,  Syeikh Ali. Kemudian ia belajar kepada beberapa ulama di daerah Fansur,  Aceh. Beberapa tahun kemudian, beliau berguru dengan seorang tokoh ulama  Aceh yang cukup terkenal di zamannya, iaitu Syeikh Syamsuddin Al  Sumatra-i di Banda Aceh. Syeikh Abdul Rauf Al-Sinkili lalu merantau ke  Tanah Arab pada tahun 1642 dan belajar selama 19 tahun dengan 27 ulama  yang ahli dalam berbagai disiplin Ilmu Islam. Beliau merantau hampir ke  seluruh Tanah Arab seperti Doha, Yaman, Jeddah, Makkah dan Madinah untuk  menimba ilmu. Pengetahuannya mencakupi dalam bidang syariat, fiqh,  hadith, ilmu kalam dan tasawuf. Dengan ilmunya yang meluas, beliau  dikatakan pernah juga mengajar di Makkah &amp;amp; Madinah, terutama bagi  murid-murid yang berasal dari Nusantara. Sekembaliya ke Aceh, beliau  bermukim di Kuala sebuah tempat yang jaraknya 15 km dari Banda Aceh. Di  tempat ini Syeikh Abdul Rauf Al-Sinkili membuka madrasah dan menjadi  tenaga pengajar utama di sana. Banyak murid datang berguru kepadanya,  termasuk dari daerah yang cukup jauh. Antara mereka ialah seperti yang  dicatat oleh almarhum Ustaz Haji Wan Mohd Saghir,&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Baba Daud bin Agha Ismail bin Agha Mustata al-Jawi ar-Rumi&lt;/em&gt;.  Beliau ini dikatakan berasal daripada keturunan ulama Rom yang  berpindah ke Turki, keturunannya pindah pula ke Aceh sehingga menjadi  ulama yang tersebut ini. Keturunan beliau pula ada yang berpindah ke  Pattani, sehingga menurunkan ulama terkenal iaitu Syeikh Daud bin Ismail  al-Fathani. Syeikh Daud bin Ismail al-Fathani ini setelah berkhidmat di  Mekah dikirim oleh saudara sepupu dan gurunya Syeikh Ahmad bin Muhammad  Zain al-Fathani ke Kota Bharu, Kelantan untuk memimpin Matba’ah  al-Miriyah al-Kainah al-Kalantaniyah. Lalu beliau berpindah ke Kota  Bharu, Kelantan, dan dikenali orang dengan gelaran ‘Tok Daud Katib’. Ada  pun moyangnya iaitu Baba Daud bin Ismail al-Jawi ar-Rumi inilah yang  menyempurnakan karya gurunya Syeikh Abdur Rauf bin Ali al-Fansuri yang  berjudul Turjumanul al-Mutafid atau yang lebih terkenal dengan Tafsir  al-Baidhawi Melayu, iaitu terjemah dan tafsir al-Quran 30 juzuk yang  pertama dalam bahasa Melayu. Naskhah asli tulisan tangan Baba Daud bin  Ismail al-Jawi ar-Rumi itu dimiliki oleh keturunannya Tok Daud Katib,  lalu naskhah itu diserahkan kepada guru dan saudara sepupunya Syeikh  Ahmad al-Fathani. Dari naskhah yang asli itulah diproses oleh Syeikh  Ahmad bin Muhammad Zain al-Fathani, Syeikh Daud bin Ismail al-Fathani  dan Syeikh Idris bin Husein Kelantan sehingga terjadi cetakan pertama di  Turki, di Mekah dan Mesir pada peringkat awal. Nama ketiga-tiga ulama  itu yang dinyatakan sebagai Mushahhih (Pentashhih) pada setiap cetakan  tafsir itu kekal diletakkan di halaman terakhir pada semua cetakan  tafsir itu.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Syeikh Burhanuddin Ulakan&lt;/em&gt;. Beliau dipercayai  orang yang pertama menyebar Islam di Minangkabau (Sumatera Barat)  melalui kaedah pengajaran Tarekat Syathariyah.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Syeikh Abdul Muhyi Pamijahan&lt;/em&gt;.  Beliau adalah anak murid Syeikh Abdur Rauf yang dianggap orang pertama  membawa Tarekat Syathariyah ke Jawa Barat dan selanjutnya berkembang  hingga ke seluruh tanah Jawa.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Syeikh Yusuf Tajul Mankatsi&lt;/em&gt;  yang berasal dari tanah Bugis. Ada riwayat menyebut bahawa beliau adalah  murid Syeikh Abdur Rauf bin Ali al-Fansuri. Ini berdasarkan kepada  salasilah tarekat syatariyah yang menyebut Syeikh Yusuf Tajul Mankatsi  menerima Tarekat Syathariyah daripada Syeikh Abdur Rauf bin Ali  al-Fansuri itu. Memang diakui bahawa Syeikh Yusuf Tajul Mankatsi ialah  orang pertama menyebarkan Tarekat Syathariyah di Tanah Bugis atau  seluruh Sulawesi Selatan. Berdasarkan manuskrip Mukhtashar Tashnif  Syeikh Abdur Rauf bin Ali al-Fanshuri oleh Syeikh Abdur Rauf bin  Makhalid Khali-fah al-Qadiri al-Bantani ada catatan menyatakan bahawa  Syeikh Yusuf al-Mankatsi adalah cucu murid kepada Syeikh Abdur Rauf  al-Fansuri. Catatan tersebut berbunyi, “... kerana kata ini daripada  Syeikh Yusuf (al-Mankatsi/al-Maqasari) turun daripada Syeikh Muhyuddin  Karang (Pamijahan), turun daripada Syeikh Abdur Rauf al-Asyi”.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Syeikh Abdul Malik bin Abdullah&lt;/em&gt;  Terengganu atau lebih popular dengan gelar Tok Pulau Manis yang  mengarang berbagai-bagai kitab di antaranya Syarah Hikam dan Kitab  Kifayah.’&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2725606727634583050#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagai  seorang sufi, beliau turut mengajar wirid dan zikir Syattariyyah.  Beliau mengembangkan tariqah ini sampai ianya tersebar dari Aceh ke  seluruh Sumatera dan Jawa sampai sekarang. Beliau banyak menulis kitab  dalam bahasa Arab dan sebahagian kecil dalam bahasa Melayu.  KItab-kitabnya yang berjaya ditemui setakat ini ialah seperti;&lt;br /&gt;Bidang  fiqh: Mir’at al-Tullâb fi Taysîr al-Ahkâm al-Syar’iyyah li al-Mâlik  al-Wahhâb (Cermin para Penuntut ilmu, untuk memudahkan Mengetahui  Hukum-hukum Syara’ Tuhan, bahasa Melayu). Bayân al-Arkân (Penjelasan  Rukun-rukun, Bahasa Melayu), Bidâyat al-Balîghah (Permulaan yang  Sempurna, Bahasa Melayu), Majmû’ al-Masâ’il (Kumpulan Masalah, Bahasa  Melayu), Fatîhah Syaikh ‘Abd al-Rauf (Kaedah Bacaan Fatihah Syaikh Abd  al-Rauf, Bahasa Melayu), Tanbîh al-‘Amil fî Tahqîq al-Kalâm al-Nawâfil  (Peringatan bagi Orang yang Mentahqiqkan Kalam Sembahyang Sunat, Bahasa  Melayu), Sebuah Huraian mengenai Niat Sembahyang (Bahasa Melayu),  Wasiyyah (tentang Wasiat-Wasiat Abd al-Rauf kepada Muridnya, Bahasa  Melayu), Do’a yang Dianjurkan oleh Syekh ‘Abd al-Rauf Kuala Aceh (Bahasa  Melayu) dan, Sakaratul Maut (Tentang Hal-hal yang Dialami Manusia  Menjelang Ajalnya, Bahasa Melayu)&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2725606727634583050#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bidang  Tasawuf: Tanbîh al-Mâsyî al-Mansub ila Tarîq al-Qusyâsyî (Pedoman bagi  orang yang Menempuh Tarekat al-Qusyasyi, Bahasa Melayu), ‘Umdat  al-Muhtajîn ila Suluk Maslak al-Mufradîn (Pijakan bagi Orang-orang yang  Menempuh Jalan Tasawuf, Bahasa Melayu), Sullâm al-Mustafidîn (Tanggapan  Setiap orang yang Mencari Faidah, Bahasa Melayu), Piagam tentang Dzikir  (Bahasa Melayu), Kifâyah al-Muhtajîn ila Masyârab al-Muwahhidîn  al-Qâ’ilîn bi Wahdat al-Wujûd (Bekal bagi Orang yang Memerlukan Minuman  Ahli Tauhid Penganut Wahdat al-Wujûd, Bahasa Melayu), Bayân Aqmad  al-Masâ’il wa al-Sifat al-Wâjibah li Rabb al-Ard wa al-Samâwât  (Penjelasan tentang Masalah-masalah Tersembunyi dan Sifat-sifat Wajib  bagi Tuhan Penguasa Langit dan Bumi, Bahasa Melayu), Bayân Tajallî  (Penjelasan Tajalli, Bahasa Melayu), Daqâ’iq al-Huruf (Kedalaman Makna  Huruf, Bahasa Melayu), Risâlah Adab Murid akan Syaikh (Bahasa Arab dan  Melayu), Munyah al-I’tiqâd (Cita-cita Keyakinan, Bahasa Melayu), Bayân  al-Itlâq (Penjelasan Makna Istilah Itlâq, Bahasa Melayu), Risâlah A’yân  al-Tsâbitah (Penjelasan tentang A’yan Tsabitah, Bahasa Melayu), Risalah  Jalan Ma’rifatullah (Karangan tentang Jalan Menuju Makrifat Kepada  Allah, Bahasa Melayu), Risâlah Mukhtasarah fi Bayân Syurut al-Syaikh wa  al-Murîd (Karangan Ringkas tentang Syarat-syarat Guru dan Murid, Bahasa  Melayu), Faidah yang tersebut di dalamnya Kaifiyah Mengucap Dzikir Lâ  Ilâha illa Allâh (bahasa Melayu), Syair Ma’rifah (Bahasa Melayu), Otak  Ilmu tasawuf (Bahasa Melayu), ‘Umdah al-Ansâb (Pohon Segala Nasab,  Bahasa Melayu), Idah al-Bayân fi Tahqîq Masâ’il al-Adyân (Penjelasan  dalam Menyatakan Masalah-masalah Agama, Bahasa Melayu), Ta’yid al-Bayan  Hasyiyah Idah al-Bayân (Penegasan Penjelasan; Catatan atas Kitab Idah  al-Bayan, Bahasa Melayu), Lubb al-Kasyf wa al-Bayân li Ma Yarahu al-  Muhtadar bi al-‘Iyân (Hakikat Penyingkapan dan Penjelasan atas apa yang  Dilihat Secara Terang-Terangan, Bahasa Arab dan Melayu. Risalah Simpan  (Membahas Aspek-Aspek Sembahyang secara Mistis, Bahasa Melayu), dan  Syattâriyyah (tentang Ajaran dan Tata Cara Dzikir Tarikat Syattariyah,  Bahasa Melayu)&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2725606727634583050#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bidang Tafsir: Tarjuman al-Mustafid bi al-Jawiy, yang merupakan Tafsir Pertama di dunia Islam dalam Bahasa Melayu,&lt;br /&gt;Bidang  Hadis: Al-Arba’in Haditsan li al-Imam al-Nawawiyah (Penjelasan  Terperinci atas Kitab Empat Puluh Hadis Karangan Imam Nawawi, Bahasa  Melayu), Al-Mawaidz al-Badî’ah (Petua-petua Berharga, Bahasa Melayu)&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2725606727634583050#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebahagian dari karya yang disebut diatas sangat terkenal di Alam Melayu seperti:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mir'at al-Thullab fî Tasyil Mawa'iz al-Badî''rifat al-Ahkâm al-Syar'iyyah li Malik al-Wahhab&lt;/strong&gt;Karya  ini ditulis atas permintaan Sultanah Safiyatuddin. Kitab ini dipercayai  ditulis pada tahun 1663 yakni setahun selepas beliau kembali ke  Nusantara. Kitab ini dipandang sebagai pelopor dalam penulisan fiqh  muamalat di nusantara kerana pembahasannya yang cukup luas di bidang  ini, yang meliputi masalah-masalah politik, ekonomi, sosial, dan  keagamaan (ibadah).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tarjuman al-Mustafid&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kitab ini merupakan naskah pertama tafsir Al Qur’an yang lengkap berbahasa Melayu.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terjemahan Hadits Arba'in karya Imam Al-Nawawi&lt;/strong&gt;Kitab ini ditulis atas permintaan Sultanah Zakiyyatuddin.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mawa'iz al-Badî;&lt;/strong&gt;Kitab  ini berisi sejumlah nasihat penting dalam pembinaan akhlak. Dizaman  pemerintahan Sultan Iskandar Shah, Sultan yang memerintah Perak dari  tahun 1918 ke 1938, kitab ini telah diterbit semula. Kitab ini telah  diterbit dibawah seliaan Wan Abdul Jalil bin Wan Hasan – Orang Kaya  Temenggung Paduka Raja, Perak. Tarikh ia diterbitkan semula ialah pada  10 Mei 1936. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_3Dbvg_XBKgU/Sihy-B4BlqI/AAAAAAAAApQ/3g1GA5h4DVk/s1600-h/DSC02911.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343647367855969954" src="http://4.bp.blogspot.com/_3Dbvg_XBKgU/Sihy-B4BlqI/AAAAAAAAApQ/3g1GA5h4DVk/s320/DSC02911.JPG" style="display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 240px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kitab  Mawa'izd al-Badi'ah yang diterbit smeula oleh Jahabersa dan  ditransliterasi ke Rumi. Kitab ini digabungkan dengan kitab Muhimmah  yang ditulis oleh Syeikh Abdullah bin Abdul Rahim al-Fathani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tanbih al-Masyi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kitab ini merupakan naskah tasawuf yang memuat pengajaran tentang martabat tujuh.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kifayat al-Muhtajin ilâ Masyrah al-Muwahhidin al-Qâilin bi Wahdatil Wujud&lt;/strong&gt;Kitab ini memuatkan penjelasan tentang konsep wahadatul wujud.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Daqâiq al-Hurf&lt;/strong&gt;Kitab ini memuatkan pengajaran mengenai tasawuf dan teologi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;‘Umdat al-Muhtajîn ila Suluk Maslak al-Mufradîn&lt;/strong&gt;Kitab  ini berisi amalan-amalan yang perlu ditempuhi oleh seorang sufi. Syeikh  Abdul Rauf membahagi kitab ini kepada beberapa fasal. Setelah  muqaddimah, fasal pertama yang dibahas ialah tentang kewajiban mukallaf  untuk mengetahui sifat wajib, mustahil dan jaiz Allah dan sifat wajib,  mustahil, dan jaiz bagi Rasul. Fasal kedua membahas tentang adab dan  tata cara zikir. Fasal ketiga membicarakan tentang hadith Rasulullah  yang berkaitan dengan keutamaan lâ ilâha illâ Allâh; Fasal keempat  membahas tentang faedah zikir lâ ilâha illâ Allâh dengan mendalam; fasal  kelima berisi penjaelasan tentang talqin guru pada murid dengan lâ  ilâha illâ Allâh serta tata cara bai’ah dan talqin; Fasal keenam  membahas tentang solat-solat sunnah dan wirid yang harus diamal oleh  seorang salik, dan fasal ketujuh membahas tentang sifat-sifat pengikut  tarekat dan penjelasan Rasul tentang sifat-sifat mukmin. Syeikh Abdul  Rauf turut membahas tentang guru-gurunya, tarekat yang telah  ditekuninya, serta murid-murid yang telah belajar padanya sebelum  mengakhiri isi kitab tersebut.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bayan Tajalli&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kitab ini pernah dicetak dibawah label Tabbia’ bi Matba’ah Darr Ikhyak al-Mutub al-Arabiyah pada tahun 1925&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika  Syeikh Abdul Rauf al-Sinkili kembali ke Aceh, Sultanah Safiatuddin  Tajul Alam sedang memerintah di Kesultanan Darussalam Aceh (berkuasa  dari tahun 1662 – 1675). Dengan pengetahuannya yang meluas dalam bidang  agama, Sultanah telah mengangkatnya menjadi Mufti yang bertanggung jawab  memberi nasihat di dalam bidang agama, sosial, dan kebudayaan. Beliau  juga bertanggung jawab menyusun kembali Aceh yang hancur akibat perang  dengan Portugis di Melaka pada tahun 1629. Menurut perhitungan para  sarjana, Syeikh Abdul Rauf Al-Sinkili meninggal dunia pada tahun 1693,  ketika berusia 73 tahun. Jasad ulama besar kebanggaan nusantara itu  dimakamkan berdekatan masjid Al-Waqib (masjid yang dibangunnya sendiri)  di Kuala, tepatnya di desa Deyah Raya Kecamatan Kuala yang terletak  sekitar 15 km dari Banda Aceh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Guru-gurunya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di  Timur Tengah, dikatakan bahawa beliau telah memulakan pengajian di  Doha, Qatar, dengan berguru pada seorang ulama besar, Abd Al-Qadir al  Mawrir. Ketika di Yaman, Syeikh Abdul Rauf belajar di sebuah kota  bernama Bayt al-Faqih dengan keluarga Ja'man. Beberapa anggota keluarga  ini terkenal sebagai ahli sufi dan ulama terkemuka seperti Ibrahim  Muhammad Ja'man dan Faqih al-Thayyib Abi al-Qasim Ja'man. Sebahagian  ulama Ja'man adalah juga murid-murid dari Ahmad Al-Qusyasyi dan Ibrahim  al-Kurani yang telah menyarankan kepada beliau agar mencari kedua-dua  guru ini untuk menimba ilmu sapabila tiba di Madinah kelak. Guru paling  berpengaruh terhadap pemahaman keagamaan Syeikh Abdul Rauf adalah  Ibrahim Abdullah Ja'man yang merupakan seorang muhaddith dan faqih.  Gurunya ini dikatakan seorang pemberi fatwa yang produktif. Beliau turut  mempelajari ilmu hadith dengan Ishaq Muhammad Ja'man yang juga terkenal  sebagai muhaddith dan faqih di Bayt al-Faqih. Di Zabid, Syeikh Abdul  Rauf menadah kitab kepada Abd Al-Rahim al-Shiddiq Al-Khash, Amin  Al-Shiddiq al-Mizjaji dan Abd Allag Muhammad Al-Adani. Sejumlah ulama  Yaman seperti Abd Fatah Al-Khash, Sayyid al-Thahit Al-Maqassari, Qadhi  Muhammad Abi Bakr Muthayr dan Ahmad Abu Al-Abbas al-Muthayr turut  berhubungan dengan Syeikh Abdul Rauf tentang hal-hal ilmiah. Ketika  berada di Jeddah, beliau belajar dengan mufti Abd Al-Qadir Al-Bharkali.  Selanjutnya di Makkah, Syeikh Abdul Rauf belajar dengan Badr Al-Din  al-Luhuri dan Abd Allah Al-Luhuri. Gurunya yang terpenting di Makkah  adalah Ali Abd Al-Qadir. Ulama-ulama terkemuka di Makkah yang turut  dikunjunginya ialah seperti Isa al-Maghribi, Abd Al-Aziz Al-Zamzani, Taj  Al-din Ibn Ya'qub, Ala' Al-Din Al-Babili, Zayn Al-Abidin Al-Thabari,  Ali Jamal Al-Makki dan Abd Allah Sa'id Ba Qasyir al-Makki. Madinah  adalah destinasi ilmu terakhir Syeikh Abdul Rauf. Di kota tersebut,  beliau belajar dengan dua orang ulama terkemuka, Ahmad Al-Qusyasyi dan  khalifahnya Ibrahim al-Kurani. Dari Al-Qusyasyi, beliau mendalami  ilmu-ilmu dalam (ilm al bathin) yakni tasawuf dan ilmu terkait lainnya.  Dari gurunya itu, Syeikh Abdul Rauf beroleh ijazah dan ditunjuk sebagai  khalifah Syathariyyah dan Qadiriyyah. Ini sekaligus menandai selesainya  pelajaran dalam jalan mistis. Ibrahim Al-Kurani pula banyak menanamkan  pendidikan secara intelektual yang berkaitan dnegan akhlak dan ilmiah  Islam kepada Syeikh Abdul Rauf. Kedua ulama tersebut menjadi sentral  dalam pencarian pengetahuan keagamaan dan kerohanian Syeikh Abdul Rauf.  Bahkan tidak berlebihan jika al-Qusyasyi dianggap sebagai guru spiritual  dan mistis sementara Al-Kurani menjadi guru intelektualnya.&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Mengharmonikan tasawuf dengan bidang lain&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kitab  Mawa'iz al-Badî' karangan Syeikh Abdul Rauf dianggap satu percubaan  beliau untuk memadukan faham tasawuf dengan faham ortodoks. Syeikh Abdul  Rauf berusaha menyerapkan inti ajaran tasawuf khususnya bab akhlak  kedalam amalan harian masyarakat. Mawa'iz al-Badî' termasuk dalam  kelompok kitab yang diperuntukkan untuk masyarakat umum. Muatan-muatan  yang tersaji di dalamnya lebih banyak menekankan nasihat-nasihat penting  bagi setiap Muslim seperti berusaha memiliki keyakinan, penghayatan,  dan pengamalan agama dengan benar dan kaffah. Sekalipun ditujukan kepada  masyarakat awam, namun kandungan Mawa'iz al-Badî' dipandang cukup  penting kerana pemahaman isi kandungan didalamnya adalah berkisar  mengikut perspektif tasawuf. Intipati isi kandungannya ialah seperti  berikut;&lt;br /&gt;(1) ajaran mengenai Tuhan dan hubungan-Nya dengan ciptaan&lt;br /&gt;(2) neraka dan syurga; dan&lt;br /&gt;(3) cara-cara yang layak bagi kaum muslim untuk mendapatkan redha Tuhan.&lt;br /&gt;Dalam  kitab ini, Syeikh Abdul Rauf Al-Sinkili secara khusus menekankan  perlunya bagi setiap Muslim menyeimbangkan antara pengetahuan ('ilm) dan  perbuatan baik ('amal) kerana pengetahuan saja tidak akan membuat  seseorang menjadi muslim lebih baik. Muslim yang baik harus melakukan  perbuatan-perbuatan yang baik. Tentang pengajaran yang ada didalam  Mawa'iz al-Badî', ia berkisar pada tiga tujuan yang utama, iaitu; (1)  kebencian terhadap segala bentuk dosa atau yang mendorong perbuatan  dosa; (2) kesucian jiwa dari segala sifat dan perilaku tercela (akhlak  mazmumah); dan (3) kedekatan kepada Allah SWT. Dari tiga tujuan ini  Mawa'iz al-Badî' memaparkan sejumlah doktrin keislaman yang pada  dasarnya bersifat spritual.&lt;br /&gt;Selain Mawa’iz al-Badi’, kitab Mir’at  at-Tullab juga merupakan usaha Syeikh Abdul Rauf memadukan tasawuf  dengan bidang syariat. Ia merupakan kitab fiqh mu’amalat pertama yang  berusaha menunjukkan kepada kaum Muslim Melayu, bahwa doktrin hukum  Islam tidak terbatas pada ibadah saja, tapi mencakup seluruh aspek  kehidupan sehari-hari. Meskipun kini tidak lagi digunakan, di masa  lampau karya ini beredar luas, bahkan pada pertengahan abad ke-19,  menjadi salah satu acuan utama hukum Islam di Maquidanao, Filipina.  Sumber utama karya ini adalah Fath al-Wahhab karya Zakariyya Al-Anshari.  Syeikh Abdul Rauf juga turut merujuk dari Fath al-Jawab dan Tuhfat  al-Muhtaj, keduanya karya Ibn Hajar Al-Haytsami (w. 973 H/1565 M),  Nihayat al-Muhtaj karya Syams Al-Din Al-Ramli; Tafsir al-Baydhawi karya  Ibn Umar Al-Baydhawi (w. 685H/1286 M); dan Syarh Shahih Muslim karya  Al-Nawawi (w.676 H/1277 M).&lt;br /&gt;Walaupun Syeikh Abdul Rauf dikenali di  Alam Melayu sebagai sufi besar namun karya-karyanya didalam bidang sufi  ditulisnya dengan berhati-hati. Beliau sangat berhati-hati dalam  menghuraikan sesuatu isi kandungan tasawuf khususnya yang mempunyai tema  yang halus dan mendalam kerana dikhuatiri akan menimbulkan kekeliruan  dikalangan orang awam. Tambahan pula beliau memegang jawatan Qadhi Malik  Al-‘Adil dalam kerajaan dimana sebarang tutur kata, tulisan dan  perbuatannya menjadi ikutan masyarakat. Karya-karyanya seperti Tanbih  al-Masyi dan Daqa’iq al-Huruf, ditulis dengan berhati-hati. Contoh sikap  berhati-hati Syeikh Abdul Rauf boleh dilihat menerusi karyanya, Syair  Ma’rifah ketika menjelaskan makna Man ‘Arafa Nafsahu Fa qad ‘Arafa  Rabbahu (barang siapa mengenal dirinya, ia akan mengenal Tuhannya),  sebagai berikut:&lt;br /&gt;“Jika tuan menuntut ilmu,&lt;br /&gt;ketahui dahulu keadaanmu,&lt;br /&gt;Man ‘arafa nafsahu kenal dirimu,&lt;br /&gt;Fa-qad ‘arafa Rabbahu kenal Tuhanmu.&lt;br /&gt;Kenal dirimu muhadas semata,&lt;br /&gt;Kenal Tuhanmu kadim Zat-Nya,&lt;br /&gt;Tiada bersamaan itu keduanya,&lt;br /&gt;Tiada semisal seumpamanya”&lt;br /&gt;Syeikh  Abdul Rauf jelas memisahkan sifat kekekalan (kadim) Tuhan di satu  pihak, dan sifat kemakhlukan (muhadas) manusia di pihak lain secara  mutlak.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2725606727634583050#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;[5]&lt;/a&gt; Ini bagi mengelakkan salah tanggap atau kekeliruan kepada si pembaca kerana tema pembahasannya yang sangat halus dan mendalam.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tafsir al-Quran&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Syeikh  Abdul Rauf dipercayai orang Melayu pertama yang menulis tafsir al-Quran  dengan lengkap dalam Bahasa Melayu. Karyanya itu Tarjumân al-Mustafîd,  sangat popular di Alam Melayu dan dikatakan beredar luas di wilayah  Melayu-Nusantara sehinggalah ke hari ini. Kitab ini juga dikatakan turut  diedarkan di Afrika Selatan.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2725606727634583050#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;[6]&lt;/a&gt;  Kitab tafsir ini dicetak dimerata-rata tempat seperti Singapura, India,  Pulau Pinang, Jakarta dan Timur Tengah. Kali terakhir, karya tafsir ini  diterbitkan ialah di Jakarta pada tahun 1981. Tentang isi kandungannya,  ianya adalah merupakan terjemahan sebahagian besar dari Tafsir  Jalalayn. Ini berdasarkan kepada kajian yang dilakukan oleh Peter  Riddell dan Salman Harun, penyelidik dari Australia dan IAIN Jakarta  yang mendapati bahawa Tarjumân al-Mustafîd adalah merupakan terjemahan  dari Tafsîr Jalâlayn, kecuali pada bahagian-bahagian tertentu yang  dirujuk dari Tafsîr al-Baydlâwî dan al-Khazin. Tafsir Jalâlayn ditulis  oleh dua orang ulama terkemuka, Jalâl al-Dîn al-Mahallî (w. 864/1459)  dan Jalâl al-Dîn al-Suyûtî yang menjadi salah satu rujukan penting  karya-karya para ulama Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3Dbvg_XBKgU/Sihy9gAmamI/AAAAAAAAApI/p-aVbSdaXag/s1600-h/DSC02910.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343647358765132386" src="http://3.bp.blogspot.com/_3Dbvg_XBKgU/Sihy9gAmamI/AAAAAAAAApI/p-aVbSdaXag/s320/DSC02910.JPG" style="display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 240px;" /&gt; &lt;/a&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Tafsir Baidhawi yang diterbit oleh Pustaka Nasional pada tahun 1980-an&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2725606727634583050#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;[1]&lt;/a&gt; Wan Mohd Saghir Wan Abdullah. 2007. &lt;a href="http://www.utusan.com.my/utusan/info.asp?y=2007&amp;amp;dt=0903&amp;amp;pub=utusan_malaysia&amp;amp;sec=Bicara_Agama&amp;amp;pg=ba_01.htm&amp;amp;arc=hive"&gt;Syeikh Abdul Rauf Fansuri pentafsir al-Quran pertama dalam bahasa Melayu&lt;/a&gt;. Utusan Malaysia. Terbit pada 3 September 2007&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2725606727634583050#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;[2]&lt;/a&gt; Oman Fathurrahman. 1999. Menyoal Wahdatul Wujud: Kasus Abdurrauf Singkel di Aceh Abad 17. Mizan. Bandung. Hlm 29&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2725606727634583050#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;[3]&lt;/a&gt; Oman Fathurrahman. 1999. Menyoal Wahdatul Wujud: Kasus Abdurrauf Singkel di Aceh Abad 17. Mizan. Bandung. Hlm 29&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2725606727634583050#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;[4]&lt;/a&gt;  Azyumardi Azra. 1994. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan  Nusantara Abad XVII dan XVIII: Melacak Akar-Akar Pembaruan Pemikiran  Islam di Indonesia. Mizan. Bandung. Hlm 205&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2725606727634583050#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;[5]&lt;/a&gt;  Oman Fathurahman. Abdurrauf Singkel: Ulama Santun dari Serambi Mekkah  dalam B. Kristanto (ed.). 2000. Seribu Tahun Nusantara, Jakarta: PT  Kompas Media Nusantara, hlm 457-469&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2725606727634583050#_ftnref6" name="_ftn6" title=""&gt;[6]&lt;/a&gt;  Mazlan Ibrahim, Ahmad Kamel Mohamad. 2004. Israiliyyat dalam kitab  Tafsir Anwar Baidhawi. Jurnal Islamiyyat 26 (2). Universiti Kebangsaan  Malaysia.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-8693621206137852610?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/8693621206137852610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/08/as-syaikh-abdur-rauf-as-sinkili.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/8693621206137852610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/8693621206137852610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/08/as-syaikh-abdur-rauf-as-sinkili.html' title='As-Syaikh Abdur Rauf As-Sinkili'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_fWAdiYR62dw/SvfJCCChhpI/AAAAAAAAACg/ayVtK34VVLQ/s72-c/Sheikh_Abdul_Rauf_Singkil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-4880221749376648829</id><published>2011-08-27T07:14:00.001-07:00</published><updated>2011-08-27T07:14:56.986-07:00</updated><title type='text'>Syeikh Abdurrauf As-Sinkili</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;a href="http://darisrajih.wordpress.com/2008/03/30/syeikh-abdurrauf-as-sinkili/"&gt;Syeikh Abdurrauf&amp;nbsp;As-Sinkili&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;&lt;strong&gt;Mursyid Profilic dari Sinkil&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Syeikh  Kuala atau Syeikh Abdurauf As Sinkili dikenal sebagai pembawa tarekat  Syatariyah ke Indonesia. Ia seorang ulama profilic(produktif)dalam  menghasilkan karya intelektual. &lt;br /&gt;Konon sewaktu bencana tsunami di Aceh tahun 2004 ada sesuatu  peritiwa di luar nalar. Orang-orang yang berkumpul di makam Syaikh Kuala  luput dari amukan air bah yang dahsyat. Padahal letak makam tersebut  berada di pinggir pantai. Tentu saja cerita ini menjadi buah bibir  masyarakat kala itu. Bahkan ada yang mengkeramatkannya. Syeikh Kuala  memang tokoh yang dihormati dan mempunyai pengaruh hingga sekarang. &lt;br /&gt;Syeikh Kuala memang bukan nama asing bagi masyarakat Aceh saja.  Tetapi dikenal di seantero ranah Melayu dan dunia Islan international.  Syeikh Kuala atau Syeikh Abdurauf Singkel adalah tokoh tasawuf juga ahli  fikih yang disegani. Lelaki asal Sinkel, Fansur Aceh Utara&amp;nbsp; ini dikenal  sebagai salah satu ulama produktif. Karyanya banyak mulai tasawuf  hingga fikih. Pengaruhnya sangat besar dalam perkembangan Islam di  Nusantara. Tak salah kalau menghormati jasanya namanya diabadikan  menjadi nama universitas di Banda Aceh. &lt;br /&gt;&lt;span id="more-372"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Prof. Dr. Azyumardi Azra menyebutnya sebagai salah satu orang yang  bertanggung jawab dalam membuka jaringan ulama Nusantara di dunia  internasional. Berkat jasanya orang-orang Indonesia kemudian masuk dalam  jajaran jaringan ulama dunia. Tidak salah kalau kemudian muncul  nama-nama ulama besar seperti Syeikh Nawawi al Bantani, Syeikh Mahfudz  At Tirimisi, dan lain-lain yang mempunyai reputasinya mendunia.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Kitabnya yang berjudul Umtad Al Muhtajin membuka mata kita  bagaimana Syeikh Kuala membangun&amp;nbsp; jaringan intelektualnya. Gurunya  tersebar dari Yaman, Qatar, Aden&amp;nbsp; hingga dataran Hejaz. Ia belajar tidak  hanya ilmu “lahir’ saja tetapi juga ilmu”batin”. Kemasyuhrannya dalam  penguasaan dua ilmu tersebut melahirkan banyak karya yang sampai  sekarang masih menjadi bahan rujukan para ulama maupun cerdik pandai.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Patut disayangkan catatan tentang kehidupannya sangat minim.  Kalaupun ada hanya sejarah lesan saja dan sedikit komentar dalam  karya-karyanya. Dalam ensiklopedi Islam disebutkan bahwa Syeikh Kuala  lahir di Singkel pada tahun 1035 H. Nama kampungnya ini kemudian melekat  pada dirinya. Nama aslinya&amp;nbsp; Abdurauf. Dalam dunia ulama Melayu atau  Jawi namanya disebut sangat panjang yaitu Syeikh Abdurauf&amp;nbsp; al Jawi Al  Fansuri as Sinkili. Biografi ulama yang satu ini hanya bisa dilihat  sekilas saja. Itupun hanya sepotong tulisan dalam berbagai kitabnya.  Riwayatnya sebatas bagaimana ia belajar dengan beberapa guru. Tidak  secara spesifik menyebutkan tentang biografinya. &lt;br /&gt;Ayahnya menjadi guru pertama dalam pengetahuan agama di Dayan  (Madrasah) Simpang Kanan, di kawasan pedalaman Singkel. Selepas itu  melanjutkan pendidikan&amp;nbsp; ke sekolah tinggi di Barus (Dayan Tengku Chik)  yang dipimpin oleh Hamzah Fansuri. Di sekolah ini beliau belajar ilmu  agama, sejarah, mantik, falsafah, sastra Arab/Melayu dan juga bahasa  Parsi. &lt;br /&gt;Setelah tamat&amp;nbsp; kemudian meneruskan pengajian ke sekolah Samudra  Pasai yang dipimpin oleh Syeikh Syamsuddin As Samathrani. Sewaktu  Syamsuddin diangkat menjadi Qadli Malikul Adil (Kadi Besar) pada zaman  Sultan Iskandar Muda Darma Wangsa Perkasa Alam Syah, Abdurrauf bertolak  ke Mekah dan merantau ke beberapa buah negara Asia Barat lain untuk  mendalami ilmu di sana. &lt;br /&gt;Tercatat Syeikh Abdurauf pernah menjadi mufti Kerajaan Aceh  ketika zaman Sultan Safiatuddin Tajul Alam (1641-1643). Atas dukungan  Raja Safiatuddin, Abdurauf memulai perjalanan intelektualnya&amp;nbsp; menuju  tanah suci. Banyak pusat-pusat keilmuawan yang dikunjunginya sepanjang  jalur perjalanan haji. Disamping itu, Syeikh Abdurauf tidak belajar  secara formal dengan beberapa ulama. Perkenalannya dengan banyak tokoh  ulama seperti Muhammad Al Babili dari Mesir dan Muhammad Al Barzanji  dari Anatolia menjadi ladang pencarian ilmu secara informal. Syeikh  Muhammad Al Babili merupakan salah satu ulama Muhadis terkemuka kala itu  di Haramain. Adapaun Syeikh Muhammad al Barzanji dikenal sebagai sufi  tersohor. Syeikh Abdurrauf tinggal selama 19 tahun di Mekah&lt;br /&gt;Syeikh  Abdurauf bercerita bahwa dirinya banyak mendapatkan ilmu “lahir’ dari  Syeikh Ibrahim bin Abdullah Jam’an di Bait al faqih dan Mauza’. Lewat  gurunya ini, ia berkenalan dengan tokoh tarekat seperti Syeikh Ahmad  Qusyaysi dan Syeikh Ibrahim al Kurani. Lewat keduanya Syeikh Abdurauf  mendapatkan ijazah tarekat Syatariyah. Tentang gurunya ini syikh  Abdurrauf menyebutnya sebagai pembimbing spiritual di jalan Allah. &lt;br /&gt;Sekitar tahun 1622 M Abdurrauf pulang kampung. Ia kemudian  mengajarkan tarikat Syathariyah di daerahnya. Banyak santri yang  berdatangan untuk berguru. Muridnyapun berasal dari berbagai daerah di  wilayah Nusantara. Diantara muridnya yang paling terkenal adalah Syikh  Burhanuddin Ulakan Sumatera Barat dan&amp;nbsp; Syeikh Abdullah Muhyi, Pamijahan,  Jawa Barat. &lt;br /&gt;Pengaruhnya sangat penting di kerajaan Aceh. Hingga di Aceh ada  semacam kata-kata yang berbunyi “Adat bak peutus Merehum, syarak bak  Syikeh di Kuala” maksudnya, “Adat di bawah kekuasaan almarhum (raja),  sementara syariat (Islam) di bawah Syeikh Kuala. Ayat ini mejelaskan  betapa besarnya kuasa, peranan dan pengaruh Abdurrauf dalam pemerintahan  ketika itu yang hampir sama besar dengan kuasa sultan. Ketika gabungan  antara umara dan ulama inilah juga Aceh mencapai kegemilangan. Sementara  itu Hamka yang juga ahli filosofi dan ulama moden Indonesia, di dalam  tulisannya pernah menurunkan sebaris kata-kata yang dinukilkan oleh  Fakih Shaghir seorang ulama terkenal di zaman Perang Paderi, yaitu nenek  kepada Sheikh Taher Jalaluddin az-Azhari (meninggal dunia pada tahun  1956 di Kuala Kangsar), yang berbunyi:&amp;nbsp; “Maka adalah saya Fakih Shaghir  menerima cerita daripada saya punya bapa, sebabnya saya mengambil  pegangan ilmu hakikat, kerana cerita ini adalah ia setengah daripada  adat dan tertib waruk orang yang mengambil fatwa juga adanya. Yakni  adalah seorang aulia Allah dan khutub lagi kasyaf lagi mempunyai keramat  iaitu, di tanah Aceh iaitu Tuan Syeikh Abdurrauf.” &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mursyid Syatariyah&lt;/strong&gt;Sebagai ulama tasawuf,  Syeikh Abdurauf tidak dapat dipisahkan dari perkembangan tarekat  Syatariyah. Hampir semua&amp;nbsp; ordo tarekat Syatariyah di&amp;nbsp; Nusantara  silsilahnya berujung padanya. Tarekat ini tersebar mulai dari Aceh hinga  ke Sumatera Barat. Kemudian berkembang menyusur ke Sumatera Selatan  hingga Cirebon. &lt;br /&gt;Dalam bertasawuf Abdurauf menganut paham bahwa satu-satunya wujud  hakiki adalah Allah SWT. Alam ciptaan-Nya adalah bayangan , yakni  bayangan dari wujud hakiki. Walaupun wujud hakiki (Tuhan) berbeda dengan  wu jud bayangan (alam), terdapat keserupaan antara wujud ini. Tuhan  melakukan tajali (penampakan diri dalam bentuk alam). Sifat-sifat Tuhan  secara tidak langsung tampak pada manusia, dan secara relatif tampak  sempurna pada Insan Kamil. &lt;br /&gt;Syeikh Abdurauf juga sangat tidak sepakat dengan paham wahdatul  wujud. Dalam bukunya yang berjudul Bayan Tajalli, Abdurrauf menyatakan  bahwa betapapun asyiknya seorang hamba dengan Tuhan, Khalik dan makhluk  tetap mempunyai arti sendiri. Banyak karya yang dihasilkan olehnya. Ada  21 kitab yang karya tulis telah dihasilkan yang terdiri dari 1 kitab  tafsir, 2 kitab hadis, 3 kitab fiqih dan sisanya kitab tasawuf. Syeikh  Abdurauf menulis dalam bahasa Arab dan Melayu. Kitab tafsirnya yang  berjudul Turjuman Al Mustafid diakui sebagai kitab tafsir pertama yang  dihasilkan di Indonesia dengan bahasa Melayu. Mir’at at Tulab fi Tahsil  Ma’rifat Ahkam asy Syar’iyyah lil Malik al Wahhab merupakan salah satu  kitabnya di bidang ilmu fiqih. Di dalamnya memuat berbagai persoalan  fikih Madzhab Syafiie. Kitab ini juga menjadi panduan para kadi di  kerajaan Aceh. &lt;br /&gt;Di bidang tasawuf, karyanya natara lain Kifayatul Al Muhtajin,  Daqaiq al Huruf, Bayan Tajalli, Umdat al Muhtajin dan Umdat al Muhatajin  Suluk Maslak al Mufridin. Kitab yang terakhir ini merupakan karya  terpenting Syeikh Abdurauf. Kitab Umdat al Muhtajin Suluk maslak al  Mufridin terdiri dari tujuh bab. Isinya memuat antara lain memuat  tentang zikir, sifat-sifat Allah dan Rasul-Nyadan asal usul mistik. Di  akhir buku dicantumkan tentang sedikit riwayat hidupnya. Syeikh Abdurauf  wafat pada tahun 1643 dan dimakamkan di Kuala (muara) Banda Aceh.  Hinnga kemudian makamnya dikenal dengan makam Syeikh Kuala.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-4880221749376648829?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/4880221749376648829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/08/syeikh-abdurrauf-as-sinkili.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/4880221749376648829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/4880221749376648829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/08/syeikh-abdurrauf-as-sinkili.html' title='Syeikh Abdurrauf As-Sinkili'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-1396207198332695556</id><published>2011-08-27T07:13:00.000-07:00</published><updated>2011-08-27T07:13:07.721-07:00</updated><title type='text'>Sufi Road : Berziarah ke Makam Syeh Kuala</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://sufiroad.blogspot.com/2011/06/sufi-road-berziarah-ke-makam-syeh-kuala.html"&gt;Sufi Road : Berziarah ke Makam Syeh Kuala&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-0qFNbC7r4MU/TgV1rWUphmI/AAAAAAAAEAM/rTQ8cy6wolE/s1600/DSC02172.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5622029097428944482" src="http://2.bp.blogspot.com/-0qFNbC7r4MU/TgV1rWUphmI/AAAAAAAAEAM/rTQ8cy6wolE/s320/DSC02172.JPG" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-sk6N8TqbcwM/TgV343NHmII/AAAAAAAAEAU/CmNUHtIJtvo/s1600/syekh%2Bkuala2.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5622031528617285762" src="http://2.bp.blogspot.com/-sk6N8TqbcwM/TgV343NHmII/AAAAAAAAEAU/CmNUHtIJtvo/s320/syekh%2Bkuala2.JPG" style="cursor: pointer; float: left; height: 256px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 210px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: #33ff33; font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebuah  makam tua di salah satu pantai di kota Banda Aceh. 20 Menit perjalanan  kearah Gempong daya melewati reruntuhan saksi dahsyatnya tsunami  beberapa tahun silam, ditepi pantai, dan tidak berubah posisi batu nisan  walau dilewati air tinggi tsunami.. banyak kesaksian masyarakan  mengatakan makam ini naik keatas pd saat itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah &lt;span style="color: red;"&gt;Syeh Abdurrauf Bin Ali Alfanshuri  &lt;/span&gt;/  Syiah Kuala, (Singkil, Aceh 1024 H/1615 M - Kuala Aceh, Aceh 1105  H/1693 M) adalah seorang ulama besar Aceh yang terkenal. Ia memiliki  pengaruh yang besar dalam penyebaran agama Islam di Sumatera dan  Nusantara pada umumnya. Sebutan gelarnya yang juga terkenal ialah  Teungku Syiah Kuala (bahasa Aceh, artinya Syekh Ulama di Kuala).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama lengkapnya ialah&lt;span style="color: red;"&gt; Aminuddin Abdul Rauf bin Ali Al-Jawi Tsumal Fansuri As-Singkili[1]&lt;/span&gt;.  Menurut riwayat masyarakat, keluarganya berasal dari Persia atau  Arabia, yang datang dan menetap di Singkil, Aceh, pada akhir abad ke-13.  Pada masa mudanya, ia mula-mula belajar pada ayahnya sendiri. Ia  kemudian juga belajar pada ulama-ulama di Fansur dan Banda Aceh.  Selanjutnya, ia pergi menunaikan ibadah haji, dan dalam proses  pelawatannya ia belajar pada berbagai ulama di Timur Tengah untuk  mendalami agama Islam. Disebut Syekh Kuala karena Syekh Abdurrauf pernah  menetap dan mengajar hingga wa­fatnya dan dimakamkan di Kuala sungai  Aceh.&lt;span class="fullpost"&gt;Beliau mengajar dan mendirikan madrasah di  Kuala Aceh sekembalinya dari berguru di Makkah, Madinah dan Jeddah.  Syeikh Abdul Rauf mendapat pendidikan awal dalam lingkungan dayah  (sejenis pesantren) yang diasuh oleh ayahandanya, Syeikh Ali. Kemudian  ia belajar kepada beberapa ulama di daerah Fansur, Aceh. Beberapa tahun  kemudian, beliau berguru dengan seorang tokoh ulama Aceh yang cukup  terkenal di zamannya, iaitu Syeikh Syamsuddin Al Sumatra-i di Banda  Aceh. Syeikh Abdul Rauf Al-Sinkili lalu merantau ke Tanah Arab pada  tahun 1642 dan belajar selama 19 tahun dengan 27 ulama yang ahli dalam  berbagai disiplin Ilmu Islam. Beliau merantau hampir ke seluruh Tanah  Arab seperti Doha, Yaman, Jeddah, Makkah dan Madinah untuk menimba ilmu.  Pengetahuannya mencakupi dalam bidang syariat, fiqh, hadith, ilmu kalam  dan tasawuf. Dengan ilmunya yang meluas, beliau dikatakan pernah juga  mengajar di Makkah &amp;amp; Madinah, terutama bagi murid-murid yang berasal  dari Nusantara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Mc_zKVpdo2Y/TgV1rSI41KI/AAAAAAAAEAE/6tinhEP8ztM/s1600/DSC02178.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5622029096305874082" src="http://1.bp.blogspot.com/-Mc_zKVpdo2Y/TgV1rSI41KI/AAAAAAAAEAE/6tinhEP8ztM/s320/DSC02178.JPG" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekembaliya  ke Aceh, beliau bermukim di Kuala sebuah tempat yang jaraknya 15 km  dari Banda Aceh. Di tempat ini Syeikh Abdul Rauf Al-Sinkili membuka  madrasah dan menjadi tenaga pengajar utama di sana. Banyak murid datang  berguru kepadanya, termasuk dari daerah yang cukup jauh. Antara mereka  ialah seperti yang dicatat oleh almarhum Ustaz Haji Wan Mohd Saghir,&lt;br /&gt;Baba  Daud bin Agha Ismail bin Agha Mustata al-Jawi ar-Rumi. Beliau ini  dikatakan berasal daripada keturunan ulama Rom yang berpindah ke Turki,  keturunannya pindah pula ke Aceh sehingga menjadi ulama yang tersebut  ini. Keturunan beliau pula ada yang berpindah ke Pattani, sehingga  menurunkan ulama terkenal iaitu Syeikh Daud bin Ismail al-Fathani.  Syeikh Daud bin Ismail al-Fathani ini setelah berkhidmat di Mekah  dikirim oleh saudara sepupu dan gurunya Syeikh Ahmad bin Muhammad Zain  al-Fathani ke Kota Bharu, Kelantan untuk memimpin Matba’ah al-Miriyah  al-Kainah al-Kalantaniyah. Lalu beliau berpindah ke Kota Bharu,  Kelantan, dan dikenali orang dengan gelaran ‘Tok Daud Katib’. Ada pun  moyangnya iaitu Baba Daud bin Ismail al-Jawi ar-Rumi inilah yang  menyempurnakan karya gurunya Syeikh Abdur Rauf bin Ali al-Fansuri yang  berjudul Turjumanul al-Mutafid atau yang lebih terkenal dengan Tafsir  al-Baidhawi Melayu, iaitu terjemah dan tafsir al-Quran 30 juzuk yang  pertama dalam bahasa Melayu. Naskhah asli tulisan tangan Baba Daud bin  Ismail al-Jawi ar-Rumi itu dimiliki oleh keturunannya Tok Daud Katib,  lalu naskhah itu diserahkan kepada guru dan saudara sepupunya Syeikh  Ahmad al-Fathani. Dari naskhah yang asli itulah diproses oleh Syeikh  Ahmad bin Muhammad Zain al-Fathani, Syeikh Daud bin Ismail al-Fathani  dan Syeikh Idris bin Husein Kelantan sehingga terjadi cetakan pertama di  Turki, di Mekah dan Mesir pada peringkat awal. Nama ketiga-tiga ulama  itu yang dinyatakan sebagai Mushahhih (Pentashhih) pada setiap cetakan  tafsir itu kekal diletakkan di halaman terakhir pada semua cetakan  tafsir itu.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-D4KpQGgvLUs/TgV1rBSaHPI/AAAAAAAAD_8/4j-aOmfiU2Q/s1600/DSC02177.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5622029091782401266" src="http://2.bp.blogspot.com/-D4KpQGgvLUs/TgV1rBSaHPI/AAAAAAAAD_8/4j-aOmfiU2Q/s320/DSC02177.JPG" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Syeikh  Burhanuddin Ulakan. Beliau dipercayai orang yang pertama menyebar Islam  di Minangkabau (Sumatera Barat) melalui kaedah pengajaran Tarekat  Syathariyah.&lt;br /&gt;Syeikh Abdul Muhyi Pamijahan. Beliau adalah anak murid  Syeikh Abdur Rauf yang dianggap orang pertama membawa Tarekat  Syathariyah ke Jawa Barat dan selanjutnya berkembang hingga ke seluruh  tanah Jawa.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-sqGz8uLrS9g/TgV1q7198lI/AAAAAAAAD_0/PUvubPjAvxA/s1600/DSC02175.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5622029090320937554" src="http://4.bp.blogspot.com/-sqGz8uLrS9g/TgV1q7198lI/AAAAAAAAD_0/PUvubPjAvxA/s320/DSC02175.JPG" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Syeikh  Yusuf Tajul Mankatsi yang berasal dari tanah Bugis. Ada riwayat  menyebut bahawa beliau adalah murid Syeikh Abdur Rauf bin Ali  al-Fansuri. Ini berdasarkan kepada salasilah tarekat syatariyah yang  menyebut Syeikh Yusuf Tajul Mankatsi menerima Tarekat Syathariyah  daripada Syeikh Abdur Rauf bin Ali al-Fansuri itu. Memang diakui bahawa  Syeikh Yusuf Tajul Mankatsi ialah orang pertama menyebarkan Tarekat  Syathariyah di Tanah Bugis atau seluruh Sulawesi Selatan. Berdasarkan  manuskrip Mukhtashar Tashnif Syeikh Abdur Rauf bin Ali al-Fanshuri oleh  Syeikh Abdur Rauf bin Makhalid Khali-fah al-Qadiri al-Bantani ada  catatan menyatakan bahawa Syeikh Yusuf al-Mankatsi adalah cucu murid  kepada Syeikh Abdur Rauf al-Fansuri. Catatan tersebut berbunyi, “...  kerana kata ini daripada Syeikh Yusuf (al-Mankatsi/al-Maqasari) turun  daripada Syeikh Muhyuddin Karang (Pamijahan), turun daripada Syeikh  Abdur Rauf al-Asyi”.&lt;br /&gt;Syeikh Abdul Malik bin Abdullah Terengganu atau  lebih popular dengan gelar Tok Pulau Manis yang mengarang berbagai-bagai  kitab di antaranya Syarah Hikam dan Kitab Kifayah.’[1]&lt;br /&gt;Sebagai  seorang sufi, beliau turut mengajar wirid dan zikir Syattariyyah. Beliau  mengembangkan tariqah ini sampai ianya tersebar dari Aceh ke seluruh  Sumatera dan Jawa sampai sekarang. Beliau banyak menulis kitab dalam  bahasa Arab dan sebahagian kecil dalam bahasa Melayu. KItab-kitabnya  yang berjaya ditemui setakat ini ialah seperti;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidang fiqh:&lt;br /&gt;Mir’at  al-Tullâb fi Taysîr al-Ahkâm al-Syar’iyyah li al-Mâlik al-Wahhâb  (Cermin para Penuntut ilmu, untuk memudahkan Mengetahui Hukum-hukum  Syara’ Tuhan, bahasa Melayu). Bayân al-Arkân (Penjelasan Rukun-rukun,  Bahasa Melayu), Bidâyat al-Balîghah (Permulaan yang Sempurna, Bahasa  Melayu), Majmû’ al-Masâ’il (Kumpulan Masalah, Bahasa Melayu), Fatîhah  Syaikh ‘Abd al-Rauf (Kaedah Bacaan Fatihah Syaikh Abd al-Rauf, Bahasa  Melayu), Tanbîh al-‘Amil fî Tahqîq al-Kalâm al-Nawâfil (Peringatan bagi  Orang yang Mentahqiqkan Kalam Sembahyang Sunat, Bahasa Melayu), Sebuah  Huraian mengenai Niat Sembahyang (Bahasa Melayu), Wasiyyah (tentang  Wasiat-Wasiat Abd al-Rauf kepada Muridnya, Bahasa Melayu), Do’a yang  Dianjurkan oleh Syekh ‘Abd al-Rauf Kuala Aceh (Bahasa Melayu) dan,  Sakaratul Maut (Tentang Hal-hal yang Dialami Manusia Menjelang Ajalnya,  Bahasa Melayu)[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidang Tasawuf: Tanbîh al-Mâsyî al-Mansub ila  Tarîq al-Qusyâsyî (Pedoman bagi orang yang Menempuh Tarekat al-Qusyasyi,  Bahasa Melayu), ‘Umdat al-Muhtajîn ila Suluk Maslak al-Mufradîn  (Pijakan bagi Orang-orang yang Menempuh Jalan Tasawuf, Bahasa Melayu),  Sullâm al-Mustafidîn (Tanggapan Setiap orang yang Mencari Faidah, Bahasa  Melayu), Piagam tentang Dzikir (Bahasa Melayu), Kifâyah al-Muhtajîn ila  Masyârab al-Muwahhidîn al-Qâ’ilîn bi Wahdat al-Wujûd (Bekal bagi Orang  yang Memerlukan Minuman Ahli Tauhid Penganut Wahdat al-Wujûd, Bahasa  Melayu), Bayân Aqmad al-Masâ’il wa al-Sifat al-Wâjibah li Rabb al-Ard wa  al-Samâwât (Penjelasan tentang Masalah-masalah Tersembunyi dan  Sifat-sifat Wajib bagi Tuhan Penguasa Langit dan Bumi, Bahasa Melayu),  Bayân Tajallî (Penjelasan Tajalli, Bahasa Melayu), Daqâ’iq al-Huruf  (Kedalaman Makna Huruf, Bahasa Melayu), Risâlah Adab Murid akan Syaikh  (Bahasa Arab dan Melayu), Munyah al-I’tiqâd (Cita-cita Keyakinan, Bahasa  Melayu), Bayân al-Itlâq (Penjelasan Makna Istilah Itlâq, Bahasa  Melayu), Risâlah A’yân al-Tsâbitah (Penjelasan tentang A’yan Tsabitah,  Bahasa Melayu), Risalah Jalan Ma’rifatullah (Karangan tentang Jalan  Menuju Makrifat Kepada Allah, Bahasa Melayu), Risâlah Mukhtasarah fi  Bayân Syurut al-Syaikh wa al-Murîd (Karangan Ringkas tentang  Syarat-syarat Guru dan Murid, Bahasa Melayu), Faidah yang tersebut di  dalamnya Kaifiyah Mengucap Dzikir Lâ Ilâha illa Allâh (bahasa Melayu),  Syair Ma’rifah (Bahasa Melayu), Otak Ilmu tasawuf (Bahasa Melayu),  ‘Umdah al-Ansâb (Pohon Segala Nasab, Bahasa Melayu), Idah al-Bayân fi  Tahqîq Masâ’il al-Adyân (Penjelasan dalam Menyatakan Masalah-masalah  Agama, Bahasa Melayu), Ta’yid al-Bayan Hasyiyah Idah al-Bayân (Penegasan  Penjelasan; Catatan atas Kitab Idah al-Bayan, Bahasa Melayu), Lubb  al-Kasyf wa al-Bayân li Ma Yarahu al- Muhtadar bi al-‘Iyân (Hakikat  Penyingkapan dan Penjelasan atas apa yang Dilihat Secara  Terang-Terangan, Bahasa Arab dan Melayu. Risalah Simpan (Membahas  Aspek-Aspek Sembahyang secara Mistis, Bahasa Melayu), dan Syattâriyyah  (tentang Ajaran dan Tata Cara Dzikir Tarikat Syattariyah, Bahasa  Melayu)[3]&lt;br /&gt;Bidang Tafsir: Tarjuman al-Mustafid bi al-Jawiy, yang merupakan Tafsir Pertama di dunia Islam dalam Bahasa Melayu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidang  Hadis: Al-Arba’in Haditsan li al-Imam al-Nawawiyah (Penjelasan  Terperinci atas Kitab Empat Puluh Hadis Karangan Imam Nawawi, Bahasa  Melayu), Al-Mawaidz al-Badî’ah (Petua-petua Berharga, Bahasa Melayu)[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebahagian dari karya yang disebut diatas sangat terkenal di Alam Melayu seperti:&lt;br /&gt;Mir'at al-Thullab fî Tasyil Mawa'iz al-Badî''rifat al-Ahkâm al-Syar'iyyah li Malik al-Wahhab&lt;br /&gt;Karya  ini ditulis atas permintaan Sultanah Safiyatuddin. Kitab ini dipercayai  ditulis pada tahun 1663 yakni setahun selepas beliau kembali ke  Nusantara. Kitab ini dipandang sebagai pelopor dalam penulisan fiqh  muamalat di nusantara kerana pembahasannya yang cukup luas di bidang  ini, yang meliputi masalah-masalah politik, ekonomi, sosial, dan  keagamaan (ibadah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffff33;"&gt;Tarjuman al-Mustafid&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kitab ini merupakan naskah pertama tafsir Al Qur’an yang lengkap berbahasa Melayu.&lt;br /&gt;Terjemahan Hadits Arba'in karya Imam Al-Nawawi&lt;br /&gt;Kitab ini ditulis atas permintaan Sultanah Zakiyyatuddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Mawa'iz al-Badî;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kitab  ini berisi sejumlah nasihat penting dalam pembinaan akhlak. Dizaman  pemerintahan Sultan Iskandar Shah, Sultan yang memerintah Perak dari  tahun 1918 ke 1938, kitab ini telah diterbit semula. Kitab ini telah  diterbit dibawah seliaan Wan Abdul Jalil bin Wan Hasan – Orang Kaya  Temenggung Paduka Raja, Perak. Tarikh ia diterbitkan semula ialah pada  10 Mei 1936.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab Mawa'izd al-Badi'ah yang diterbit smeula oleh  Jahabersa dan ditransliterasi ke Rumi. Kitab ini digabungkan dengan  kitab Muhimmah yang ditulis oleh Syeikh Abdullah bin Abdul Rahim  al-Fathani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Tanbih al-Masyi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kitab ini merupakan naskah tasawuf yang memuat pengajaran tentang martabat tujuh.&lt;br /&gt;Kifayat al-Muhtajin ilâ Masyrah al-Muwahhidin al-Qâilin bi Wahdatil Wujud&lt;br /&gt;Kitab ini memuatkan penjelasan tentang konsep wahadatul wujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffff33;"&gt;Daqâiq al-Hurf&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kitab ini memuatkan pengajaran mengenai tasawuf dan teologi.&lt;br /&gt;‘Umdat al-Muhtajîn ila Suluk Maslak al-Mufradîn&lt;br /&gt;Kitab  ini berisi amalan-amalan yang perlu ditempuhi oleh seorang sufi. Syeikh  Abdul Rauf membahagi kitab ini kepada beberapa fasal. Setelah  muqaddimah, fasal pertama yang dibahas ialah tentang kewajiban mukallaf  untuk mengetahui sifat wajib, mustahil dan jaiz Allah dan sifat wajib,  mustahil, dan jaiz bagi Rasul. Fasal kedua membahas tentang adab dan  tata cara zikir. Fasal ketiga membicarakan tentang hadith Rasulullah  yang berkaitan dengan keutamaan lâ ilâha illâ Allâh; Fasal keempat  membahas tentang faedah zikir lâ ilâha illâ Allâh dengan mendalam; fasal  kelima berisi penjaelasan tentang talqin guru pada murid dengan lâ  ilâha illâ Allâh serta tata cara bai’ah dan talqin; Fasal keenam  membahas tentang solat-solat sunnah dan wirid yang harus diamal oleh  seorang salik, dan fasal ketujuh membahas tentang sifat-sifat pengikut  tarekat dan penjelasan Rasul tentang sifat-sifat mukmin. Syeikh Abdul  Rauf turut membahas tentang guru-gurunya, tarekat yang telah  ditekuninya, serta murid-murid yang telah belajar padanya sebelum  mengakhiri isi kitab tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffff33;"&gt;Bayan Tajalli&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kitab ini pernah dicetak dibawah label Tabbia’ bi Matba’ah Darr Ikhyak al-Mutub al-Arabiyah pada tahun 1925&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika  Syeikh Abdul Rauf al-Sinkili kembali ke Aceh, Sultanah Safiatuddin  Tajul Alam sedang memerintah di Kesultanan Darussalam Aceh (berkuasa  dari tahun 1662 – 1675). Dengan pengetahuannya yang meluas dalam bidang  agama, Sultanah telah mengangkatnya menjadi Mufti yang bertanggung jawab  memberi nasihat di dalam bidang agama, sosial, dan kebudayaan. Beliau  juga bertanggung jawab menyusun kembali Aceh yang hancur akibat perang  dengan Portugis di Melaka pada tahun 1629. Menurut perhitungan para  sarjana, Syeikh Abdul Rauf Al-Sinkili meninggal dunia pada tahun 1693,  ketika berusia 73 tahun. Jasad ulama besar kebanggaan nusantara itu  dimakamkan berdekatan masjid Al-Waqib (masjid yang dibangunnya sendiri)  di Kuala, tepatnya di desa Deyah Raya Kecamatan Kuala yang terletak  sekitar 15 km dari Banda Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Guru-gurunya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di  Timur Tengah, dikatakan bahawa beliau telah memulakan pengajian di  Doha, Qatar, dengan berguru pada seorang ulama besar, Abd Al-Qadir al  Mawrir. Ketika di Yaman, Syeikh Abdul Rauf belajar di sebuah kota  bernama Bayt al-Faqih dengan keluarga Ja'man. Beberapa anggota keluarga  ini terkenal sebagai ahli sufi dan ulama terkemuka seperti Ibrahim  Muhammad Ja'man dan Faqih al-Thayyib Abi al-Qasim Ja'man. Sebahagian  ulama Ja'man adalah juga murid-murid dari Ahmad Al-Qusyasyi dan Ibrahim  al-Kurani yang telah menyarankan kepada beliau agar mencari kedua-dua  guru ini untuk menimba ilmu sapabila tiba di Madinah kelak. Guru paling  berpengaruh terhadap pemahaman keagamaan Syeikh Abdul Rauf adalah  Ibrahim Abdullah Ja'man yang merupakan seorang muhaddith dan faqih.  Gurunya ini dikatakan seorang pemberi fatwa yang produktif. Beliau turut  mempelajari ilmu hadith dengan Ishaq Muhammad Ja'man yang juga terkenal  sebagai muhaddith dan faqih di Bayt al-Faqih. Di Zabid, Syeikh Abdul  Rauf menadah kitab kepada Abd Al-Rahim al-Shiddiq Al-Khash, Amin  Al-Shiddiq al-Mizjaji dan Abd Allag Muhammad Al-Adani. Sejumlah ulama  Yaman seperti Abd Fatah Al-Khash, Sayyid al-Thahit Al-Maqassari, Qadhi  Muhammad Abi Bakr Muthayr dan Ahmad Abu Al-Abbas al-Muthayr turut  berhubungan dengan Syeikh Abdul Rauf tentang hal-hal ilmiah. Ketika  berada di Jeddah, beliau belajar dengan mufti Abd Al-Qadir Al-Bharkali.  Selanjutnya di Makkah, Syeikh Abdul Rauf belajar dengan Badr Al-Din  al-Luhuri dan Abd Allah Al-Luhuri. Gurunya yang terpenting di Makkah  adalah Ali Abd Al-Qadir. Ulama-ulama terkemuka di Makkah yang turut  dikunjunginya ialah seperti Isa al-Maghribi, Abd Al-Aziz Al-Zamzani, Taj  Al-din Ibn Ya'qub, Ala' Al-Din Al-Babili, Zayn Al-Abidin Al-Thabari,  Ali Jamal Al-Makki dan Abd Allah Sa'id Ba Qasyir al-Makki. Madinah  adalah destinasi ilmu terakhir Syeikh Abdul Rauf. Di kota tersebut,  beliau belajar dengan dua orang ulama terkemuka, Ahmad Al-Qusyasyi dan  khalifahnya Ibrahim al-Kurani. Dari Al-Qusyasyi, beliau mendalami  ilmu-ilmu dalam (ilm al bathin) yakni tasawuf dan ilmu terkait lainnya.  Dari gurunya itu, Syeikh Abdul Rauf beroleh ijazah dan ditunjuk sebagai  khalifah Syathariyyah dan Qadiriyyah. Ini sekaligus menandai selesainya  pelajaran dalam jalan mistis. Ibrahim Al-Kurani pula banyak menanamkan  pendidikan secara intelektual yang berkaitan dnegan akhlak dan ilmiah  Islam kepada Syeikh Abdul Rauf. Kedua ulama tersebut menjadi sentral  dalam pencarian pengetahuan keagamaan dan kerohanian Syeikh Abdul Rauf.  Bahkan tidak berlebihan jika al-Qusyasyi dianggap sebagai guru spiritual  dan mistis sementara Al-Kurani menjadi guru intelektualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Mengharmonikan tasawuf dengan bidang lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kitab  Mawa'iz al-Badî' karangan Syeikh Abdul Rauf dianggap satu percubaan  beliau untuk memadukan faham tasawuf dengan faham ortodoks. Syeikh Abdul  Rauf berusaha menyerapkan inti ajaran tasawuf khususnya bab akhlak  kedalam amalan harian masyarakat. Mawa'iz al-Badî' termasuk dalam  kelompok kitab yang diperuntukkan untuk masyarakat umum. Muatan-muatan  yang tersaji di dalamnya lebih banyak menekankan nasihat-nasihat penting  bagi setiap Muslim seperti berusaha memiliki keyakinan, penghayatan,  dan pengamalan agama dengan benar dan kaffah. Sekalipun ditujukan kepada  masyarakat awam, namun kandungan Mawa'iz al-Badî' dipandang cukup  penting kerana pemahaman isi kandungan didalamnya adalah berkisar  mengikut perspektif tasawuf. Intipati isi kandungannya ialah seperti  berikut;&lt;br /&gt;(1) ajaran mengenai Tuhan dan hubungan-Nya dengan ciptaan&lt;br /&gt;(2) neraka dan syurga; dan&lt;br /&gt;(3) cara-cara yang layak bagi kaum muslim untuk mendapatkan redha Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  kitab ini, Syeikh Abdul Rauf Al-Sinkili secara khusus menekankan  perlunya bagi setiap Muslim menyeimbangkan antara pengetahuan ('ilm) dan  perbuatan baik ('amal) kerana pengetahuan saja tidak akan membuat  seseorang menjadi muslim lebih baik. Muslim yang baik harus melakukan  perbuatan-perbuatan yang baik.&lt;br /&gt;Tentang pengajaran yang ada didalam Mawa'iz al-Badî', ia berkisar pada tiga tujuan yang utama, iaitu;&lt;br /&gt;(1) kebencian terhadap segala bentuk dosa atau yang mendorong perbuatan dosa;&lt;br /&gt;(2) kesucian jiwa dari segala sifat dan perilaku tercela (akhlak mazmumah); dan&lt;br /&gt;(3)  kedekatan kepada Allah SWT. Dari tiga tujuan ini Mawa'iz al-Badî'  memaparkan sejumlah doktrin keislaman yang pada dasarnya bersifat  spritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Mawa’iz al-Badi’, kitab Mir’at at-Tullab juga  merupakan usaha Syeikh Abdul Rauf memadukan tasawuf dengan bidang  syariat. Ia merupakan kitab fiqh mu’amalat pertama yang berusaha  menunjukkan kepada kaum Muslim Melayu, bahwa doktrin hukum Islam tidak  terbatas pada ibadah saja, tapi mencakup seluruh aspek kehidupan  sehari-hari. Meskipun kini tidak lagi digunakan, di masa lampau karya  ini beredar luas, bahkan pada pertengahan abad ke-19, menjadi salah satu  acuan utama hukum Islam di Maquidanao, Filipina. Sumber utama karya ini  adalah Fath al-Wahhab karya Zakariyya Al-Anshari. Syeikh Abdul Rauf  juga turut merujuk dari Fath al-Jawab dan Tuhfat al-Muhtaj, keduanya  karya Ibn Hajar Al-Haytsami (w. 973 H/1565 M), Nihayat al-Muhtaj karya  Syams Al-Din Al-Ramli; Tafsir al-Baydhawi karya Ibn Umar Al-Baydhawi (w.  685H/1286 M); dan Syarh Shahih Muslim karya Al-Nawawi (w.676 H/1277 M).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun  Syeikh Abdul Rauf dikenali di Alam Melayu sebagai sufi besar namun  karya-karyanya didalam bidang sufi ditulisnya dengan berhati-hati.  Beliau sangat berhati-hati dalam menghuraikan sesuatu isi kandungan  tasawuf khususnya yang mempunyai tema yang halus dan mendalam kerana  dikhuatiri akan menimbulkan kekeliruan dikalangan orang awam. Tambahan  pula beliau memegang jawatan Qadhi Malik Al-‘Adil dalam kerajaan dimana  sebarang tutur kata, tulisan dan perbuatannya menjadi ikutan masyarakat.  Karya-karyanya seperti Tanbih al-Masyi dan Daqa’iq al-Huruf, ditulis  dengan berhati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh sikap berhati-hati Syeikh Abdul Rauf  boleh dilihat menerusi karyanya, Syair Ma’rifah ketika menjelaskan makna  Man ‘Arafa Nafsahu Fa qad ‘Arafa Rabbahu (barang siapa mengenal  dirinya, ia akan mengenal Tuhannya), sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="color: red; font-style: italic;"&gt;“Jika tuan menuntut ilmu,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: red;" /&gt;&lt;span class="fullpost" style="color: red; font-style: italic;"&gt;ketahui dahulu keadaanmu,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: red;" /&gt;&lt;span class="fullpost" style="color: red; font-style: italic;"&gt;Man ‘arafa nafsahu kenal dirimu,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: red;" /&gt;&lt;span class="fullpost" style="color: red; font-style: italic;"&gt;Fa-qad ‘arafa Rabbahu kenal Tuhanmu.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: red;" /&gt;&lt;span class="fullpost" style="color: red; font-style: italic;"&gt;Kenal dirimu muhadas semata,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: red;" /&gt;&lt;span class="fullpost" style="color: red; font-style: italic;"&gt;Kenal Tuhanmu kadim Zat-Nya,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: red;" /&gt;&lt;span class="fullpost" style="color: red; font-style: italic;"&gt;Tiada bersamaan itu keduanya,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: red;" /&gt;&lt;span class="fullpost" style="color: red; font-style: italic;"&gt;Tiada semisal seumpamanya”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Syeikh  Abdul Rauf jelas memisahkan sifat kekekalan (kadim) Tuhan di satu  pihak, dan sifat kemakhlukan (muhadas) manusia di pihak lain secara  mutlak.[5] Ini bagi mengelakkan salah tanggap atau kekeliruan kepada si  pembaca kerana tema pembahasannya yang sangat halus dan mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai  penyair, Syeikh Abdurrauf memperlihatkan kepiawaiannya menulis puisi  “Syair Ma’rifat”. Salah satu naskah syair ini disalin di Bukit Tinggi  tahun 1859. Syair Ma’rifat mengemukakan tentang empat komponen agama  Islam. Yakni Iman, Islam, Tauhid dan Ma’rifat. Nampak dalam syair itu  unsur ma’rifat sebagai pengetahuan sufi yang menjadi puncak tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam puisi itu Abdurrauf mencoba menjelaskan tentang pendekatan amalan tasawuf menurut aliran al-Sunnah wal al-Jamaah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: yellow; font-style: italic;"&gt;Jikalau diibarat sebiji kelapa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: yellow; font-style: italic;"&gt;kulit dan isi tiada serupa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: yellow; font-style: italic;"&gt;janganlah kita bersalah sapa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: yellow; font-style: italic;"&gt;tetapi beza tiadalah berapa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: yellow; font-style: italic;"&gt;sebiji kelapa ibarat sama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: yellow; font-style: italic;"&gt;lafaznya empat suatu ma’ana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: yellow; font-style: italic;"&gt;di situlah banyak orang terlena&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: yellow; font-style: italic;"&gt;sebab pendapat kurang sempurna&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: yellow; font-style: italic;"&gt;kulitnya itu ibarat syariat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: yellow; font-style: italic;"&gt;tempurungnya itu ibarat tariqat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: yellow; font-style: italic;"&gt;isinya itu ibarat haqiqat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: yellow; font-style: italic;"&gt;minyaknya itu ibarat ma’rifat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%; font-style: italic;"&gt;(Syair Ma’rifat: Perpustakaan Universiti, Leiden OPH. No.78, hlm. 9-25/ Dewan Bahasa dan Pustaka, Desember 1992).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat  ma’rifat merupakan tahap terakhir setelah melalui jenjang syariat,  tarekat, dan hakekat, dalam perjalanan menuju Allah. Untuk sampai ke  tingkat ma’rifat, menurut Abdurrauf, orang harus lebih da­hulu  menjalankan aspek syariat dan tarekat dengan tertib. Orang harus  melakukan ibadah dengan benar dan ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya ada suasana mistik di sana. Suasana mistik itu akan lebih terasa bila membaca barisan lain dari “Syair Ma’rifat”.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #66ffff; font-style: italic;"&gt;Airnya itu arak yang mabuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #66ffff; font-style: italic;"&gt;siapa minum jadi tertunduk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #66ffff; font-style: italic;"&gt;airnya itu menjadi tuba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #66ffff; font-style: italic;"&gt;siapa minum menjadi gila&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #66ffff; font-style: italic;"&gt;ombaknya itu amat gementam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #66ffff; font-style: italic;"&gt;baiklah bahtera sudahnya karam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #66ffff; font-style: italic;"&gt;laut ini laut haqiqi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #66ffff; font-style: italic;"&gt;tiada bertengah tiada bertepi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Tafsir al-Quran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Syeikh  Abdul Rauf dipercayai orang Melayu pertama yang menulis tafsir al-Quran  dengan lengkap dalam Bahasa Melayu. Karyanya itu Tarjumân al-Mustafîd,  sangat popular di Alam Melayu dan dikatakan beredar luas di wilayah  Melayu-Nusantara sehinggalah ke hari ini. Kitab ini juga dikatakan turut  diedarkan di Afrika Selatan.[6] Kitab tafsir ini dicetak dimerata-rata  tempat seperti Singapura, India, Pulau Pinang, Jakarta dan Timur Tengah.  Kali terakhir, karya tafsir ini diterbitkan ialah di Jakarta pada tahun  1981. Tentang isi kandungannya, ianya adalah merupakan terjemahan  sebahagian besar dari Tafsir Jalalayn. Ini berdasarkan kepada kajian  yang dilakukan oleh Peter Riddell dan Salman Harun, penyelidik dari  Australia dan IAIN Jakarta yang mendapati bahawa Tarjumân al-Mustafîd  adalah merupakan terjemahan dari Tafsîr Jalâlayn, kecuali pada  bahagian-bahagian tertentu yang dirujuk dari Tafsîr al-Baydlâwî dan  al-Khazin. Tafsir Jalâlayn ditulis oleh dua orang ulama terkemuka, Jalâl  al-Dîn al-Mahallî (w. 864/1459) dan Jalâl al-Dîn al-Suyûtî yang menjadi  salah satu rujukan penting karya-karya para ulama Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tafsir Baidhawi yang diterbit oleh Pustaka Nasional pada tahun 1980-an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;[1]  Wan Mohd Saghir Wan Abdullah. 2007. Syeikh Abdul Rauf Fansuri pentafsir  al-Quran pertama dalam bahasa Melayu. Utusan Malaysia. Terbit pada 3  September 2007&lt;br /&gt;[2] Oman Fathurrahman. 1999. Menyoal Wahdatul Wujud: Kasus Abdurrauf Singkel di Aceh Abad 17. Mizan. Bandung. Hlm 29&lt;br /&gt;[3] Oman Fathurrahman. 1999. Menyoal Wahdatul Wujud: Kasus Abdurrauf Singkel di Aceh Abad 17. Mizan. Bandung. Hlm 29&lt;br /&gt;[4]  Azyumardi Azra. 1994. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan  Nusantara Abad XVII dan XVIII: Melacak Akar-Akar Pembaruan Pemikiran  Islam di Indonesia. Mizan. Bandung. Hlm 205&lt;br /&gt;[5] Oman Fathurahman.  Abdurrauf Singkel: Ulama Santun dari Serambi Mekkah dalam B. Kristanto  (ed.). 2000. Seribu Tahun Nusantara, Jakarta: PT Kompas Media Nusantara,  hlm 457-469&lt;br /&gt;[6] Mazlan Ibrahim, Ahmad Kamel Mohamad. 2004.  Israiliyyat dalam kitab Tafsir Anwar Baidhawi. Jurnal Islamiyyat 26 (2).  Universiti Kebangsaan Malaysia.&lt;br /&gt;sumber : TRAH KRT. HASAN MIDARYO&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-1396207198332695556?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/1396207198332695556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/08/sufi-road-berziarah-ke-makam-syeh-kuala.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/1396207198332695556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/1396207198332695556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/08/sufi-road-berziarah-ke-makam-syeh-kuala.html' title='Sufi Road : Berziarah ke Makam Syeh Kuala'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-0qFNbC7r4MU/TgV1rWUphmI/AAAAAAAAEAM/rTQ8cy6wolE/s72-c/DSC02172.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-8564475755596711264</id><published>2011-05-28T21:23:00.000-07:00</published><updated>2011-05-28T21:23:22.875-07:00</updated><title type='text'>Peringati Hari Air Sedunia ke 19, SMPN 8 Kampanye Hemat Air Kepada Warga Sekitar Sekolah Dan Orang Tua murid  thema :Mari Tanamkan Budaya Hemat Air</title><content type='html'>Peringati Hari Air Sedunia ke 19, SMPN 8 Kampanye Hemat Air Kepada Warga Sekitar Sekolah Dan Orang Tua murid  thema :Mari Tanamkan Budaya Hemat Air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Cdjz3a5wAjs/TeHJOsp_LaI/AAAAAAAACwk/_LBsJejd2Qs/s1600/DSC00130.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-Cdjz3a5wAjs/TeHJOsp_LaI/AAAAAAAACwk/_LBsJejd2Qs/s320/DSC00130.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringati Hari Air Sedunia ke 19, SMPN 8 Kampanye Hemat Air Kepada Warga Sekitar Sekolah Dan Orang Tua murid  thema :Mari Tanamkan Budaya Hemat Air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-3AXuI2CU8PQ/TeHJOTVp-DI/AAAAAAAACwc/8S-SFc9Rr7k/s1600/DSC00129.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-3AXuI2CU8PQ/TeHJOTVp-DI/AAAAAAAACwc/8S-SFc9Rr7k/s320/DSC00129.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muara Bulia- Dengan berbekal selembar kertas berukuran A1, siswa SMPN 8 desa Penerokan kecamatan bajubang kabupaten batang hari  menyosialisasikan pengetahuan yang baru saja dia dapatkan kepada warga sekitar sekolahnya, Sabtu (19/5). Kertas yang digunakan untuk sosialisasi itu bukanlah sembarang kertas, tetapi di dalam kertas itu terdapat gambar poster himbauan yang  dibuat siswa mengenai pentingnya menghemat air dan cara menghemat air dalam kehidupan sehari-hari. Kampanye ini merupakan bagian dari pembinaan Kepala Sekolah SMPN 8 desa peneerokan Aidil Azhari dalam rangka Hari Air Sedunia ke 19 tahun 2011 mencoba menyampaikan cara menghemat air seperti yang sudah digambarkan kelompoknya pada selembar kertas A1. menurut Aidil Azhari kepada wartawan  Mengatakan , cara menghemat air cukup sederhana. “kami membuat penyaringan air melalui drum dari plastic dan kolam bekas galiaan lubang yang mana tanahnya dulu dimaafaatkan untuk menibun bangunan sekolah ,karena sudah belubang maka kami mamfaatkan untuk kolam ,pungsi kolam adalah air yang sudah dipakai  disaring kembali dan biasa digunakan lagi.,tercapainya hal tersebut tak terlepas dari arahan dan binaan dinas PDK kabupaten batang hari,aidil azhari juga menambahkan di desa penerokan ini kalau musim kemarau air sumur bias mongering maka kami mencoba cara ini agar di musim  kemarau kelangkaan air tidak terjadi ucapnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain Roy andre aktivis air mengatakan yang dilakukan Kepala SMPN 8 desa penerokan telah berhasil menanamkan Budaya Hemat Air  kepada anak didiknya terbukti dengan karya nyata yang harus di sikapi oleh Gubenur jambi dan Buapti kita meminta pemerintah propinsi dan kab/kota agar mengalakan disemua sekolah yang ada di propinsi jambi tegas roy&lt;br /&gt;Roy juga menambahkan air sebagai sumber kehidupan. Air memiliki nilai penting bagi manusia, tumbuh-tumbuhan, serta hewan. Kalau air mulai menghilang dan sulit ditemukan, apa jadinya hidup kita, Krisis air bersih , terutama tersedianya air dengan kualitas yang layak minum, menjadi keprihatinan dunia saat ini dan menjadi tema utama hari Air Sedunia 2011, yaitu Tersedianya Air Bersih untuk Dunia yang Lebih Sehat. Menurut laporan Tujuan Pembangunan Milenium Global (Millenium Development Goals/MDGs) tahun 2008, hampir setengah dari populasi dunia mengalami kelangkaan air.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Diketahui, sekitar 2,8 triliun orang, mewakili hampir 40 persen populasi dunia, hidup di lembah sungai dengan sedikit kelangkaan air bersih. Sementara itu, 1,2 triliun orang hidup dengan kelangkaan air karena 75 persen aliran sungai terhenti dan 1,6 triliun hidup di daerah kelangkaan air ekonomis di mana manusia, institusi, dan keuangan, membatasi akses mendapatkan air.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ancaman ketersediaan air, baik dari segi kuantitas maupun kualitas, juga melanda Indonesia akibat ketidakpedulian mayoritas masyarakat Indonesia untuk turut serta menghemat dan menjaga kelestarian air. Oleh karena itu, semua pihak, baik pemerintah, perusahaan swasta, organisasi kemasyarakatan (ormas), maupun setiap individu dalam masyarakat harus bertanggung jawab atas hal ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Budaya hemat air harus ditumbuhkan segera di Tanah Air. Seluruh lapisan masyarakat tidak terbatas dari segi usia, profesi, maupun gender, wajib melaksanakannya. Tak terkecuali para perempuan dan ibu rumah tangga, sebagai pihak yang sering bersentuhan langsung dengan air saat melakukan kegiatan di dalam rumah.ucap roy&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-8564475755596711264?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/8564475755596711264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/05/peringati-hari-air-sedunia-ke-19-smpn-8.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/8564475755596711264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/8564475755596711264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/05/peringati-hari-air-sedunia-ke-19-smpn-8.html' title='Peringati Hari Air Sedunia ke 19, SMPN 8 Kampanye Hemat Air Kepada Warga Sekitar Sekolah Dan Orang Tua murid  thema :Mari Tanamkan Budaya Hemat Air'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Cdjz3a5wAjs/TeHJOsp_LaI/AAAAAAAACwk/_LBsJejd2Qs/s72-c/DSC00130.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-8226113457188715351</id><published>2011-05-02T06:07:00.001-07:00</published><updated>2011-05-02T06:07:31.716-07:00</updated><title type='text'>Hutan Desa Lubuk Beringin: Berpijak dari kearifan lokal</title><content type='html'>&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;Seminggu yang lalu saya memiliki kesempatan untuk berkunjung ke lokasi  hutan desa di Kabupaten Muaro Bungo, Jambi. Awalnya tujuan perjalanan  saya ke Jambi adalah untuk mendokumentasikan sebuah lembaga swadaya  masyarakat yang ada di Jambi dan mendokumentasikan beberapa kelompok  Suku Bathin IX dan Suku Anak Dalam (SAD) yang sering disebut orang rimba  yang tergusur dari kawasan hutan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jadwal untuk  masuk ke kelompok orang rimba masih bentrok dengan kegiatan lembaga  pendampingnya, akhirnya saya diajak oleh seorang teman di Jambi untuk  melihat lokasi hutan desa. Berhubung saya belum tahu banyak seperti apa  pengelolaan hutan desa dan bagaimana mekanisme hak kelolanya, saya  memutuskan menerima tawaran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutan desa adalah hutan  negara yang dikelola oleh desa dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan desa  serta belum dibebani izin/hak. Izin kelola kepada masyarakat merupakan  amanat dari ketentuan UU No. 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan dan  Permenhut P.49/2008 Tentang Hutan Desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan izin  pengelolaan hutan desa, harus melalui beberapa tahapan sampai dengan  terbitnya SK Penetapan Areal Hutan Desa. Tahapan pertama dimulai dari  permohonan usulan dari masyarakat kepada Menteri Kehutanan melalui  Bupati setempat. Kemudian Bupati mewakili pemerintah daerah mengeluarkan  surat rekomendasi dan dilanjutkan dengan usulan penetapan areal kerja  hutan desa ke Menteri Kehutanan. Menteri Kehutanan atas dasar surat  Bupati akan menurunkan tim verifikasi. Setelah dilakukan verifikasi,  maka Menhut akan menerbitkan SK Penetapan kawasan hutan sebagai Areal  Kerja Hutan Desa berdasarkan luas yang diusulkan dengan jangka waktu hak  kelola biasanya selama 35 tahun dan dapat di perpanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-_H3eRn_w1Fk/TZ0wLpHOL4I/AAAAAAAAAdw/bgJ4T8nExNk/s1600/DSC_2433.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5592679288836861826" src="http://4.bp.blogspot.com/-_H3eRn_w1Fk/TZ0wLpHOL4I/AAAAAAAAAdw/bgJ4T8nExNk/s320/DSC_2433.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: left; height: 214px; margin: 0 10px 10px 0; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;Hutan  desa yang saya kunjungi di Muaro Bungo adalah Hutan Desa Lubuk  Beringin. Hutan desa ini kabarnya merupakan hutan desa pertama yang ada  di Indonesia. Sebuah dusun kecil yang berada di kawasan hutan lindung  Bukit Panjang Rantau Bayur. Hulu Sungai Buat. Jumlah penduduk di dusun  ini sekitar 331 jiwa atau sekitar 86 KK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dusun ini perlahan mulai  terkenal sejak seorang menteri kehutanan pada tahun 2009 datang  langsung ke dusun ini dan memberikan hak kelola kepada masyarakat  melalui SK Menteri Kehutanan RI tentang Pencadangan areal Kerja Hutan  Desa Dusun Lubuk Beringin dengan luas 2.356 ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat berada di  dusun ini saya benar-benar merasakan sebuah kedamaian dan keharmonisan  masyarakat yang tinggal disebuah kampung dengan kekayaan sumberdaya  alamnya. Sumber ekonomi yang cukup. Tidak pernah merasakan kekurangan  bahan pangan karena produksi padi yang selalu ada setiap tahunnya.  Sumber air yang melimpah dan jernih. Sebuah sungai besar yang jernih dan  bersih mengalir disepanjang dusun ini membuat keharmonisan itu semakin  nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pagi masyarakat dusun lubuk beringin berangkat  menyadap karet sebagai mata pencaharian mereka. Sebagian keluarga,  setelah menyadap karet mereka langsung menuju sawahnya yang sudah mereka  tanami padi. Membersihkan tanaman-tanaman padi dari rumput-rumput atau  sekedar mengecek aliran air klo-klo ada yang tersumbat untuk menuju  sawahnya. Anak-anak muda terkadang secara berkelompok berlari menuju  sungai dengan membawa senjata terbuat dari kayu-kayu bekas dan karet ban  dalam sepeda motor untuk menembak ikan didalam sungai. Mata tembak  terbuat dari jari-jari sepeda atau besi-besi kecil dari payung bekas.  Kacamata selamnya pun buatan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutan desa bagi mereka  adalah sumber mata pencaharian dan juga sekaligus penyelamat alam dan  lingkungan. Dengan adanya hutan desa mereka bisa sedikit tenang karena  kawasan tersebut sudah diberi hak kelolanya oleh pemerintah kepada  masyarakat desa. Tidak lagi khawatir pemerintah dalam waktu dekat bisa  saja memberikan izin-izin konsesi kepada perusahaan untuk perkebunan  kelapa sawit ataupun hutan tanaman industri (HTI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa  manfaat yang mereka dapatkan dari hutan ini adalah sumber mata air yang  melimpah. Di sawah-sawah mereka selalu mengalir air-air jernih. Begitu  juga tanaman-tanaman lainnya yang ada diladang-ladang mereka. Air yang  mengalir di sungai juga mereka manfaatkan untuk sumber energi listik  dengan menggunakan kincir air. Kepala Desa Lubuk Beringin yang sering  disebut ‘Rio’ yaitu Hadirin menyampaikan bahwa energi listrik yang ada  di desanya dibangun secara swadaya masyarakat dan gotong-royong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Sebelum  adanya hutan desa ini, memang kami sudah lama menjaga hutan yang ada di  desa kami. Masyarakat sangat menyadari pentingnya hutan bagi mereka.  Dari dulu kami juga sudah ada aturan adat dan juga sekarang juga  dituangkan menjadi Peraturan Desa (Perdes). Klo menebang 1 pohon harus  menanam 10 pohon. Kami juga akan memberikan sanksi sosial bagi yang  melanggar. Misalnya klo dia mengadakan acara pernikahan ataupun syukuran  (seperti khitanan) kami tidak akan menghadirinya&lt;/i&gt;” ungkap Hadirin.  Masyarakat Dusun lubuk Beringin sudah mengetahui aturan-aturan adat dan  aturan desa. Mereka tidak mau diasingkan oleh kelompok masyarakat yang  lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rio juga berharap kedepannya akan semakin banyak  masyarakat yang datang berkunjung ke dusun mereka. Baik dari dalam  negeri maupun luar negeri. Karena sudah banyak yang berkunjung ke dusun  Lubuk Beringin. Melihat keramahan masyarakat dan potensi-potensi  sumberdaya alam yang mereka miliki. Saat ini mereka sudah melakukan  survey dibeberapa tempat untuk lokasi ekowisata. &lt;i&gt;Camping ground&lt;/i&gt;, areal &lt;i&gt;tracking&lt;/i&gt;, dan pemandian di sungai yang jernih dan bersih sudah disiapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika  selesai melakukan interiview dengan Rio, saya diajak mandi di sungai.  Kebetulan sudah lama sekali saya tidak mandi di sungai besar yang bersih  dan jernih yang berada di hulu daerah aliran sungai. Saya mandi di  sungai seperti ini mungkin tahun lalu ketika saya pulang kampung.  Sangkin hebohnya dan benar-benar menikmati mandi di air yang jernih, 3  jam berlalu tanpa terasa didalam sungai dengan berenang-renang kecil dan  duduk-duduk disekitar sungai. Benar-benar menikmati indahnya sungai  yang ada di depan mata. Beberapa hari setelahnya punggung saya kulitnya  mengelupas semua karena terbakar oleh sinar matahari. Sampai sekarang  masih berbekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kenikmatan yang jarang saya rasakan dalam  banyak perjalanan saya. Menikmati keindahan alam dan kekayaan alam  Indonesia. Keharmonisan masyarakat lokal dan masyarakat adat yang  tinggal disekitar kawasan hutan. Beberapa tahun ini perjalanan saya  banyak mengunjungi daerah-daerah konflik antar masyarakat lokal/adat  dengan perusahaan perkebunan dan perusahaan kehutanan, konflik dengan  pemerintah lokal, dan kawasan hutan yang sudah hancur berantakan.  Melihat puing-puing keharmonisan. Meratap, merekam dan menyaksikan  jeritan-jeritan mereka.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Ok_DvkR2i0E/TZ0xnAFYOPI/AAAAAAAAAeA/V0jcr1HogVk/s1600/DSC_2677.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5592680858371242226" src="http://4.bp.blogspot.com/-Ok_DvkR2i0E/TZ0xnAFYOPI/AAAAAAAAAeA/V0jcr1HogVk/s320/DSC_2677.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 214px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk melihat video singkat Hutan Desa Lubuk Beringin silahkan lihat &lt;a href="http://vimeo.com/22022896"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-8226113457188715351?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/8226113457188715351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/05/hutan-desa-lubuk-beringin-berpijak-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/8226113457188715351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/8226113457188715351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/05/hutan-desa-lubuk-beringin-berpijak-dari.html' title='Hutan Desa Lubuk Beringin: Berpijak dari kearifan lokal'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-_H3eRn_w1Fk/TZ0wLpHOL4I/AAAAAAAAAdw/bgJ4T8nExNk/s72-c/DSC_2433.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-1122432938204090733</id><published>2011-05-02T06:06:00.003-07:00</published><updated>2011-05-02T06:06:53.399-07:00</updated><title type='text'>Bathin IX Mencari Kemerdekaan (1)</title><content type='html'>&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;Murid sekolah dasar. Atupun mungkin murid sekolah dari taman kanak-kanak  sudah tahu negara ini merdeka dari tahun 45. Semua rakyat Indonesia pun  tahu itu. Tapi seperti apakah hakekat sebuah kemerdekaan? Benarkah bagi  orang-orang yang ada di negeri ini merasakan merdeka? Mungkin belum  semua lapisan masyarakat yang ada di negeri ini merasakan merdeka  seutuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saya tulis berikut ini adalah, penglihatan saya  dan pendengaran saya mengenai masyarakat yang belum merdeka seutuhnya.  Memang kita sudah merdeka dari jajahan negara asing yang frontal. Tapi  merdeka dari penindasan, pembodohan dan pemiskinan? Saya berani  mengatakan mereka belum merdeka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbekal tulisan dari Irma  Tambunan mengenai Suku Bathin IX di Jambi pada harian KOMPAS di kolom  SOSOK sebulan yang lalu, saya nekad mencari informasi sebanyak-banyak  mengenai suku ini dan juga mengenai sosok yang ditulis oleh Irma. Semua  kontak yang ada di Jambi saya hubungi untuk melacak siapa orang yang ada  dimaksud didalam harian KOMPAS. Benarkan Suku Bathin IX ini ada di  Jambi dan kondisinya ‘tenggelam’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi awal yang ingin saya  dapatkan akhirnya terkumpul. Melalui media komunikasi telpon saya  berhasil mengumpulkan beberapa informasi awal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-SP6B1H0UmFc/TaVsxRP5qDI/AAAAAAAAAeQ/oYjt_0PmL_M/s1600/13025788811083162751_300x201.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5594997705777195058" src="http://2.bp.blogspot.com/-SP6B1H0UmFc/TaVsxRP5qDI/AAAAAAAAAeQ/oYjt_0PmL_M/s320/13025788811083162751_300x201.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: left; height: 201px; margin: 0 10px 10px 0; width: 300px;" /&gt;&lt;/a&gt;14  Maret 2011 saya langsung terbang ke Jambi. Setelah empat hari  mengunjungi beberapa teman di Jambi saya langsung memutuskan untuk  tinggal dirumah Pak Abunyani di Desa Kilangan, Kecamatan Muara Bulian,  Kabupaten Batang Hari. Sosok yang ada dituliskan di harian KOMPAS  tersebut. Di rumahnya yang sederhana saya mendapatkan banyak informasi  mengenai Suku Bathin IX. Saya juga menjadi mengerti kenapa beliau  bersikukuh untuk mengangkat kasus-kasus yang terjadi di komunitasnya.  Karena saya tidak puas hanya mendengar cerita dari beliau. Saya minta  beliau mengantarkan saya ke lokasi-lokasi konflik tersebut. Lokasi  dimana masih ada masyarakat adat suku Bathin IX yang tetap  mempertahankan tanah ulayatnya walaupun harus menghadapi berbagai macam  kecaman dan intimidasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan cerita sejarah, Suku Bathin  IX adalah komunitas pertama penghuni Jambi dan memiliki sebagian hutan  adat di Jambi. Komunitas adat ini awalnya menempati sepanjang sembilan  anak sungai yaitu Sungai Semak (saat ini leih dikenal dengan Sungai  Bulian), Sungai Bahar, Sungai Singoan, Sungai Jebak, Sungai Jangga,  Sungai Telisak, Sungai Sekamis, Sungai Semusir, dan Sungai Burung Hantu.  Semua sungai ini bermuara ke Sungai Batang Hari. Sejak lama pemerintah  menggabungkan Komunitas Suku Bathin IX ini dengan Orang Rimba menjadi  satu istilah yaitu Suku Anak Dalam (SAD). Pemerintan menganggap mereka  sama, padahal mereka berbeda komunitas dan beda adat istiadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok  paginya sekitar jam delapan pagi Pak Abunyani mengajak saya ke Sialang  Pugug, Desa Singoan. Disana saya bertemu dengan beberapa masyarakat  Bathin IX yang konflik dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT  Induk Kebun Unggul (PT IKU). Pada tahun 1995 tanah masyarakat dijadikan  perkebunan kelapa sawit dimana sebelumnya dijanjikan akan bagi hasil  jika nanti perkebunan tersebut menghasilkan. Pola kemitraan ini dulunya  dipimpin oleh seorang cukong yaitu Tanoto Ayong-sebagai bapak angkat.  Mereka bekerjasama dengan KUD Sinar tani. Kemitraan Masyarakat dan KUD  ini dilakukan melalui pola Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA) dengan  cara pembagian 70% untuk petani dan 30% untuk perusahaan yaitu PT IKU.  Direktur Utama PT IKU adalah Tanoto Ayong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak ditandatangani  kesepakatan pola kemitraan dengan PT IKU, sekitar 2300 ha hutan adat  milik masyarakat Suku Bathin IX dibabat habis oleh perusahaan. Kawasan  hutan yang tergabung didalam 4 desa yaitu Desa Olak, Aro, Ma Singoan dan  Desa Sungai Baung. Kayu-kayu yang sudah ditebang tersebut dikuasai oleh  perusahaan PT IKU. Berdasarkan surat kesepakatan dan perjanjian dengan  PT IKU, perusahaan akan membiayai kebutuhan hidup masyarakat yang  tanahnya sudah dikonversi untuk perkebunan kelapa sawit selama 48 bulan  (sampai perkebunan kelapa sawit tersebut menghasilkan buah). Tentu saja  dengan harapan besar pola kemitraan ini, mereka rela melepaskan  tanah-tanah mereka untuk ditanami kelapa sawit, agar bisa meningkatkan  pendapatan dan taraf hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi janji, harapan besar dan  mimpi indah itu tiba-tiba menjadi hilang dan menjadi sebuah mimpi buruk  bagi mereka. Menjadi sumber malapetaka dan bencana. Pemiskinan secara  terang-terang yang direstui oleh pemerintah. Setelah hutan habis  ditebang dan kayu-kayunya sudah diangkut oleh perusahaan, lahan yang  ditanami kelapa sawit hanya 663 ha. Biaya hidup yang dijanjikan selama  48 bulan hanya terlaksana beberapa bulan saja. Bibit kelapa sawit yang  ditanami oleh perusahaan PT IKU dilahan tersebut juga tidak dapat  dipertanggung jawabkan kualitasnya. Belakangan diketahui bahwa Tanoto  Ayong sengaja mentelantarkan perkebunan sawit yang sudah disepakati  karena sudah mendapat keuntungan dari hasil penjualan kayu-kayu disaat  melakukan&lt;i&gt; land clearing&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanoto Ayong selaku Direktur  Utama PT IKU dikabarkan menghilang dari Jambi. Diketahui juga Tanoto  Ayong terlibat banyak kasus di Jambi. Sampai dengan sekarang tidak  peduli dengan nasib masyarakat yang ada di Desa Singoan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini  posisi masyarakat menjadi terjepit dan tidak ada pilihan yang  menguntungkan. Dilanggarkan semua perjanjian dan kesepakatan yang dibuat  berarti sama saja membunuh sumber matapencaharian dan harapan. Karena  himpitan ekonomi dan untuk memenuhi kebutuhan hidup, pada bulan Desember  tahun 2007 masyarakat Suku Bathin IX didamping pengacaranya yaitu  Mangara Siagian, SH dan kawan-kawan mencoba menghubungi beberapa aparat  pemerintah diantaranya Kaporles Batanghari dan Kasat Brimobda Jambi  untuk meminta izin untuk melakukan pemanenan kelapa sawit yang sudah  ditanam. Hasil pertemuan itu disepakati boleh dilakukan pemanen secara  bersama dan didampingi oleh aparat keamanan dari Brimob dan pihak tim  pengacara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 20 Januari 2008 proses pemanenan bersama  dilakukan. Proses pemanenan ini dilakukan oleh masyarakat didamping  Brimob dan tim pengacara. Tapi apa yang terjadi? Ketika proses pemanenan  dilakukan, sekelompok aparat dari Polres Batang Hari datang ke lokasi  kebun. Proses panen dihentikan dan mereka yang lagi panen buah sawit  langsung dibawa ke Polres Batang Hari dan ditahan. Mereka didakwa  melakukan pencurian buah sawit milik perusahaan. Polres Batang Hari juga  menangkap pengacara Mangara Siagian, SH dengan tuduhan sebagai otak  pelaku pencurian buah sawit. Dari 60 orang yang melakukan panen bersama,  sebanyak 16 orang masyarakat yang melakukan panen tersebut ditahan  selama 7 bulan kurungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin inilah nasib rakyat yang belum  merdeka seutuhnya. Nasib orang kecil, lemah dan tidak mempunyai sebuah  kekuatan untuk meruntuhkan sebuah tembok yang ada didepannya ketika  tembok tersebut menghalangi jalan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah ulayat yang sudah  terlanjur mereka sepakati untuk menjadi perkebunan kelapa sawit membawa  derita. Ketika memanen tanaman yang ada ditanah sendiripun menjadi  masalah. “&lt;i&gt;Sebelum ada perusahaan masuk, kami ini aman. Buahan-buahan,  tumbuh-tumbuhan banyak. Durian, cempedak, semua ada. Sekarang ini klo  tidak beli buah-buahan diluar, kami tidak akan pernah bisa mencicipi  rasa buah-buahan tersebut. Sejak perusahaan masuk, kami kesusahan  sekali. Tanah kami digarap oleh perusahaan sawit, ternyata hasilnya  tidak diberikan kepada kami. Jika kami olah tanah yang belum tertanam  kelapa sawit, polisi datang dan dipenjara. Sedangkan kami merasa tanah  ini adalah warisan dari nenek-nenek kami&lt;/i&gt;”. Keluh Pak Zainudin yang saat ini menjadi Ketua RT di Dusun Sialang Pugug.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-UmScpXFhJVQ/TaVslGNjDeI/AAAAAAAAAeI/sUy2Bae6PHU/s1600/1302578976530771916_300x201.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5594997496656104930" src="http://3.bp.blogspot.com/-UmScpXFhJVQ/TaVslGNjDeI/AAAAAAAAAeI/sUy2Bae6PHU/s320/1302578976530771916_300x201.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: right; height: 201px; margin: 0 0 10px 10px; width: 300px;" /&gt;&lt;/a&gt;Zainudin  juga menjelaskan bahwa pada bulan September tahun 2010, ketika mereka  mengolah tanah mereka. Semua orang yang mengolah tanah mereka dikirimin  surat dari Polres Batang Hari. Mereka dianggap melakukan perkara tindak  pidana penggelapan hak atas barang tidak bergerak (Pasal 385 KHUP).  Surat resmi yang dipojok kiri atas tertulis dengan huruf kapital “DEMI  KEADILAN” terebut ditandatangani oleh Kasat Reskrim selaku penyidik,  yaitu Prasetiyo Adhi Wibowo, SIK. “&lt;i&gt;Katanya klo 3 kali dipanggil kami tidak hadir, kami dianggap menentang hukum. Hukum apa yang saya tentang?&lt;/i&gt;” lanjut Zainudin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-1122432938204090733?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/1122432938204090733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/05/bathin-ix-mencari-kemerdekaan-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/1122432938204090733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/1122432938204090733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/05/bathin-ix-mencari-kemerdekaan-1.html' title='Bathin IX Mencari Kemerdekaan (1)'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-SP6B1H0UmFc/TaVsxRP5qDI/AAAAAAAAAeQ/oYjt_0PmL_M/s72-c/13025788811083162751_300x201.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-6307732788789216487</id><published>2011-05-02T06:06:00.001-07:00</published><updated>2011-05-02T06:06:14.192-07:00</updated><title type='text'>Bathin IX mencari kemerdekaan (2)</title><content type='html'>&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;Setelah mengunjungi masyarakat adat Bathin IX yang berada di Desa  Singoan, keesokan paginya saya diajak Pak Abunyani mengunjungi Dusun  Tanah Menang, Desa Bungku, di Kecamatan Bajubang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah dusun  kecil yang terletak didalam kawasan pekebunan kelapa sawit milik PT  Asiatic Persada (Wilmar Group). Di rumah kecil yang terbuat dari papan  saya diterima oleh beberapa warga. Rumah yang berada dipinggir jalan  perkebunan kelapa sawit yang berhadapan langsung dengan tanaman-tanaman  kelapa sawit milik perusahaan. Jika dimusim hujan jalan-jalan ini  berlumpur dan tidak bisa dilalui mobil-mobil kecil yang bukan &lt;i&gt;four-wheel drive&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-xm2pysWekvM/TasPQY0xxqI/AAAAAAAAAeY/v9Bp86ovUWc/s1600/DSC_2234.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596583736154113698" src="http://4.bp.blogspot.com/-xm2pysWekvM/TasPQY0xxqI/AAAAAAAAAeY/v9Bp86ovUWc/s320/DSC_2234.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: left; height: 214px; margin: 0 10px 10px 0; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;Kutar.  Seorang laki-laki berperawakan tegap dan bersuara lantang, adalah pria  yang saya temui di dusun ini. Kami berkunjung ketika dia sedang  memperbaiki rumah kecilnya. Laki-laki yang sekarang ditunjuk menjadi  ketua RT di lingkungannya ini banyak menjelaskan bagaimana konflik  antara masyarakatnya dengan perusahaan perkebebunan kelapa sawit yang  saat ini berada di wilayah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan beberapa sumber  informasi dan penjelasan dari Kutar, tidak terlalu jauh dari wilayahnya  terdapat 2 dusun lagi yang kawasannya diklaim oleh perusahaan sebagai  wilayah perkebunan. Dua dusun tersebut adalah Dusun Pinang Tinggi dan  Dusun Padang Salak. Luas lahan yang diklaim oleh perusahaan yang  termasuk didalam HGU perusahaan di 3 dusun ini adalah 3.614 ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  wilayah Dusun Padang Salak terdapat beberapa anak sungai yaitu Sungai  Suban, Sungai Cermin, Sungai Padang Salak, Sungai laman Minang, Sungai  Suban Ayomati, Sungai bayan Temen, Sungai Durian makan Mangku, Sungai  Lubuk Burung, dan Sungai Ulu Suban Ayomati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di wilayah Dusun  Pinang Tinggi terdapat beberapa sungai seperti Sungai Tunggul Udang,  Sungai Durian Dibalai, Sungai Empang Rambai, Sungai Nuaran Banyak,  Sungai Pematang Tapus, Sungai Nyalim, Sungai Jalan Kudo, Sungai Durian  Diguguk, Sungai Patah Bubung, Sungai Durian Diriring, Sungai Bayan  Kralis, Sungai Durian pangulatan, Sungai Durian nenek Perda, Sungai  Durian Tunggul Meranti, Sungai Mantilingan, Sungai lais, Sungai  Sangkrubung, Sungai Durian Jerjak Ui, Sungai Tunggul Meranti, dan Sungai  Tunggul Enaw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Dusun Tanah Menang terdapat beberapa  sungai yaitu Sungai Limus, Sungai Dahan Petaling, Sungai Langgar Tuan,  Sungai Pagar, Sungai Klutum, Sungai Lesung Tigo, Sungai Lamban Bemban,  Sungai Tertap, Sungai Nyalim, Sungai Temidai, Sungai Sialang Meranti,  Sungai Dahan Setungau, Sungai Ulu Kelabau, Sungai Marung Tengah,  SungaiBindu, Sungai Nuaran Banyak, Sungai Semio, Sungai Klabau, dan  Sungai Arang paro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan anak-anak sungai inilah yang  menjadi batas-batas wilayah dan sumbermata pencaharian masyarakat.  Beberapa anak sungai ini sekarang kondisinya sudah berubah karena  ditanami kelapa sawit dan ada yang ditimbun oleh perusahaan untuk areal  perkebunan. Sungai yang tersisa juga rusak oleh limbah-limbah pabrik  penggilingan kelapa sawit. Masyarakat suku Bathin IX masih bisa  mengingatnya dengan baik keberadaan sungai-sungai yang ada di  wilayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1987 adalah awal dari semua permasalahan.  Sebuah HGU seluas 20.000 ha diterbitkan oleh BPN Kabupaten Batanghari  untuk PT Bangun Desa Utama (PT BDU) untuk dibangun perkebunan kelapa  sawit dan cokelat. Dua tahun setelah penerbitan HGU terjadi penggusuran  masyarakat di 3 dusun, yaitu Dusun Tanah Menang, Dusun Pinang Tinggi dan  Dusun Padang Salak. Penggusuran yang dilakukan perusahaan bersama  aparat kepolisian dan tentara membuat masyarakat di 3 dusun berpencar.  Beberapa masyarakat memilih meninggalkan rumahnya karena takut dengan  intimidasi yang dilakukan pada saat proses penggusuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  tahun 2001-2002 setelah pergantian manajemen perusahaan, kembali terjadi  penggusurun lahan warga. Tanaman cokelat yang sudah ditanam oleh  perusahaan diganti menjadi kelapa sawit. Perusahaan mengklaim bahwa  lahan yang ditempati masyarakat berada di kawasan HGU perusahaan.  Tanaman-tanaman keras masyarakat seperti durian, digusur dan  dibersihkan. Makam-makam masyarakat pun ikut tergusur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak  dari penggusuran paksa yang menggunakan aparat militer dan kepolisian  yang menggunakan kekerasan dan intimidasi pada saat itu bukan saja  berdampak pada hilangnya tanah dan tanaman masyarakat, tetapi juga  dampak psikologis terhadap beberapa orang dewasa dan anak-anak. Jay (24  tahun) yang dulu sewaktu penggusuran masih anak-anak, sampai dengan  sekarang masih trauma melihat orang-orang yang berpakaian militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutar  juga menceritakan pada saat itu dia juga pernah diusir dari rumahnya.  Diseret ke mobil polisi dan dibawa ke kantor polisi karena dianggap  melawan. Merasa tidak bersalah dan harus mempertahankan hak atas  tanahnya, Kutar tidak gentar menghadapi para anggota kepolisian. “&lt;i&gt;Pada  tahun 86-87 tentara langsung masuk rumah. Menodong senjata dan mengusir  kami. Andalan perusahaan itu adalah Kapolres Batang Hari dan Kapolsek  Bajubang. Yang saya tanyakan sekarang, mereka ini polisi perusahaan atau  masyarakat?&lt;/i&gt;” ucap Kutar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Kutar dan beberapa rekannya  yang masih bertahan di tanah mereka. Walaupun sering menerima intimidasi  dan ancaman mereka tidak akan menyerahkan tanah yang sudah dimiliki  dari nenek moyang mereka. Karena takut dengan ancaman-ancaman yang  diberikan perusahaan, beberapa masyarakat di Dusun Padang Salak dan  Dusun Pinang Tinggi sudah meninggalkan tanah mereka. Untuk menghilangkan  bukti-bukti bahwa lahan tersebut adalah milik masyarakat Suku Bathin  IX, perusahaan membunuh semua tanaman-tanaman keras milik masyarakat  dengan cara diracun. Cara-cara inilah yang membuat Kutar dan masyarakat  yang masih bertahan di Dusun Tanah Menang berang. “&lt;i&gt;Negara ini kalau  tidak salah berlaku undang-undang dan pancasila. Kalau tidak berlaku  lagi undang-undang dan hukum ini, mungkin seperti inilah pak. Apakah  bapak mau, klo istri bapak adalah istri kami? Harta bapak, harta kami?.  Kami mengambil buah sawit satu biji ditangkap, karena dianggap pencuri.  Perusahaan mengambil tanah kami tidak ditangkap&lt;/i&gt;” jawab Kutar ketika diintrogasi oleh polisi dan dituduh mengambil tanah perusahaan yang masuk kedalam wilayah HGU perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutar  menjelaskan, klo memang perusahaan itu merasa membeli tanah-tanah  mereka, ia ingin mengetahui kepada siapa perusahaan itu membeli. Karena  mereka merasa tidak pernah merasa menjual atau menyerahkan tanah yang  sudah ditempati oleh mereka selama beberapa generasi kepada perusahaan  untuk perkebunan kelapa sawit. Masyarakat yang dulu hidup harmonis  dengan alam, berladang, berkebun karet dan berburu ini sekarang seperti  orang tersesat. Berjalan tak tentu arah. “&lt;i&gt;Sebelum tahun 1986  buah-buahan melimpah disini, sampai tidak habis kami memakannya. Kami  berikan buah-buahan itu kepada masyarakat luar (orang-orang  trasnmigrasi) karena saking banyaknya. Tanaman jerenang banyak di hutan.  Sekarang susah. Perusahaan pernah bilang ke kami, katanya makin ramai  makin aman. Tentram. Tapi kenyataannya makin susah hidup kami. Inilah  resiko kami bermain dengan orang pintar&lt;/i&gt;” keluh Kutar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tak mampu beli durian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-2lnp7nsQ4Pc/TasPZ1VFZpI/AAAAAAAAAeg/eIlnTyhzkRE/s1600/DSC_2273.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596583898424632978" src="http://2.bp.blogspot.com/-2lnp7nsQ4Pc/TasPZ1VFZpI/AAAAAAAAAeg/eIlnTyhzkRE/s320/DSC_2273.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: left; height: 320px; margin: 0 10px 10px 0; width: 214px;" /&gt;&lt;/a&gt;“&lt;i&gt;Tadi  ada keluarga yang memberi uang sebesar Rp 50.000. Ketika saya pegang  uang itu, cucu saya ingin sekali makan buah durian. Terpaksalah saya  membeli durian yang harganya sekarang masih Rp 30.000/buah. Sekarang  pak, kami tidak bisa lagi menikmati buah durian.&lt;/i&gt;” Ucap Harun C  kepada saya ketika kami mengunjungi beberapa orang Bathin IX di Desa  Nyogan. Harun C dulunya berasal dari Dusun Padang Salak, Desa Bungku.  Dia dan sekeluarga terpaksa meninggalkan rumah dan tanahnya karena takut  akan intimidasi para perusahaan dan militer. Tanah Harun C yang  ditinggalkan di Dusun Padang Salak kurang lebih 200 X 900 depo. 1 depo  sama dengan 1,5 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usup Bengking sekarang tinggal di Dusun  Segandik, Desa Nyogan. Sama dengan Harun C, Usup juga meninggalkan rumah  dan tanahnya yang berada di Dusun Pinang Tinggi. Dia dan beberapa  rekan-rekannya sekarang tinggal di rumah yang sangat sederhana atas  batuan Dinas Sosial sewaktu gencarnya konflik dan penggusuran tanah dan  ladang mereka. Di Desa Nyogan sekitar 75% adalah masyarakat Suku Bathin  IX. Sebanyak 60 orang mempunyai hak atas tanah di perkebunan PT Asiatic  Persada. Mata pencaharian mereka saat ini sudah tidak menentu. Ada yang  mencari ikan, berkebun dan buruh perkebunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Harapan kami,  kami ingin tanah kami kembali. Tidak ada negosiasi lain. Saya ini sudah  tua, umur kami sudah tidak lama lagi. Sudah puluhan tahun kami hidup  mengungsi seperti ini. Anak cucu saya tidak punya tanah, tidak punya  kebun. Mau bertani tidak bisa. Bagaimana mereka mau menjalani kehidupan  ini?&lt;/i&gt;” ungkap Harun C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tidak mau sekolah gara-gara sandal jepit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derita  dan kesedihan bukan hanya dirasakan oleh satu generasi. Tapi mungkin  akan berlanjut ke generasi berikutnya. Para orang tua mungkin merasakan  sakit dan pedih karena tergusurnya tanah mereka. Sulitnya sumber mata  pencaharian untuk penghidupan. Kemiskinan ini juga berdampak pada  anak-anak mereka. Karena berasal dari keluarga yang tidak mampu,  anak-anak Suku Bathin IX terpaksa sekolah dengan menggunakan baju  sekolah seadanya dan menggunakan sandal jepit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supri salah satu  anak Suku Bathin IX yang tinggal di Dusun Tanah Menang yang bersekolah  di salah satu sekolah dasar yang ada di Pasar Kecamatan Bajubang. Pada  tahun 2003 Supri duduk di bangku kelas 2. Masih ingat betul diingatan  Supri pada saat itu dia dimarahin oleh seorang guru ketika ia dan  seorang temannya yang juga berasal dari Suku Bathin IX berangkat sekolah  menggunakan sadal jepit. Saat itu sang guru menanyakan kepada mereka  kenapa mereka sekolah menggunakan sandal. Supri hanya bisa menjawab  bahwa orang tuanya tidak mampu membeli sepatu. Supri juga sudah  menejelaskan klo tanah mereka sudah habis diambil oleh perusahaan kelapa  sawit. Orang tuanya tidak ada uang untuk membelikan sepatu untuk ke  sekolah. Setelah menjawab pertanyaan sang guru, guru tersebut meminta  Supri dan temannya untuk menggantungkan sandal mereka di leher dan  berjemur di halaman sekolah. Setelah kejadian tersebut mereka tidak mau  lagi ke sekolah karena malu dengan murid-murid lain yang mayoritas  adalah orang-orang transmigrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutar menyampaikan bahwa tanah  yang dibangun untuk sekolah dahulunya adalah tanah wakaf dari orang  tuanya. Sekolah yang dibangun oleh PT Asiatic Persada awalnya adalah  untuk anak-anak Suku Anak Dalam (SAD) bersekolah. Memperoleh pendidikan.  Mengerti baca tulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Sampai dengan sekarang saya masih ingat  nama dan wajah seorang guru yang menghukum saya disaat sekolah  ketikasaya memakai sandal jepit&lt;/i&gt;” ungkap Supri. Tak urung Supri yang sekarang mulai tumbuh dewasa menyimpan dendam kepada sang guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini jumlah anak-anak usia sekolah di Dusun Tanah Menang sekitar 200 anak. Yang bisa mengenyam sekolah seekitar 20 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya  yang beberapa hari tinggal bersama orang-orang Suku Bathin IX menjadi  tahu kenapa Pak Abunyani dan bersama dengan rekan-rekannya dari Suku  Bathin IX berusaha membangun kekuatan untuk berjuang mencari sebuah  kemerdekaan. Merdeka seutuhnya. Merdeka diatas tanah mereka sendiri.  Selama 24 tahun mereka harus hidup berjuang mempertahankan tanah warisan  dari para leluhur mereka. Seperti pepatah lama orang-orang Suku Bathin  IX “&lt;i&gt;Biarlah orang mendapat asal kito tidak kehilangan&lt;/i&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-6307732788789216487?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/6307732788789216487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/05/bathin-ix-mencari-kemerdekaan-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/6307732788789216487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/6307732788789216487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/05/bathin-ix-mencari-kemerdekaan-2.html' title='Bathin IX mencari kemerdekaan (2)'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-xm2pysWekvM/TasPQY0xxqI/AAAAAAAAAeY/v9Bp86ovUWc/s72-c/DSC_2234.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-381593928996002568</id><published>2011-05-02T06:05:00.000-07:00</published><updated>2011-05-02T06:05:00.786-07:00</updated><title type='text'>Kelapa sawit Janji Diuapkan, Sawit Dipindahkan</title><content type='html'>BOCAH kelas enam SD itu meringkuk di Lembaga Pemasyarakatan  Muarabulian, Jambi. Tubuhnya kurus, matanya cekung. Hendra, bocah itu,  tiga bulan lagi akan menghadapi ujian akhir. Tapi ia kini patah arang.  "Saya tidak mau ikut ujian," ujarnya. Pada awal bulan ini, majelis hakim  Pengadilan Negeri Batanghari menghukumnya tiga bulan penjara. Ketua  majelis hakim, Junita Betrix, menyatakan bocah itu terbukti mencuri  kelapa sawit. Sebelum mendekam di penjara Muarabulian, warga suku Kubu  itu sempat mendekam sepekan di tahanan Polres Batanghari. &lt;br /&gt;Pada akhir Desember lalu, sekitar 20 polisi mendatangi  kampungnya, Desa Sialang Puguk, di Singoan, sekitar 15 kilometer dari  Jambi. Jam hampir  menunjuk pukul delapan malam, ketika para polisi  mulai mendobrak beberapa pintu rumah dan menangkap sekitar seratus orang  Kubu di sana. Hendra, yang kala itu sedang mandi, ikut ditangkap. &lt;br /&gt;Polisi menuduh mereka mencuri kelapa sawit milik PT Indo Kebun  Unggul (IKU) di Sialang Puguk. Dari seratusan yang diperiksa, 16  dinyatakan tersangka. "Mereka tertangkap basah melakukan pencurian,"  ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Batanghari, Ajun  Komisaris Polisi Slamet Widodo. Apalagi, katanya, polisi punya alat  bukti berupa 100 tandan buah sawit segar dan dodos, alat pencungkil buah  sawit. &lt;br /&gt;Mangara Siahaan, salah satu anggota tim pembela suku Kubu,  menuding polisi bertindak tidak jujur dalam kasus ini. Menurut Mangara,  enam belas warga Kubu yang tidak bisa baca-tulis itu dipaksa  menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP) tanpa mengerti isinya.  "Mereka dibangunkan di tengah malam untuk menandatangani BAP," katanya. &lt;br /&gt;Di pengadilan, belasan orang Kubu itu juga tertatih-tatih  mengikuti sidang. Selain tak semuanya fasih berbahasa Indonesia,  sejumlah pertanyaan hakim "tak nyambung" dengan budaya mereka. Saat  hakim bertanya perihal jam berapa mereka memanen sawit itu, misalnya,  mereka hanya melongo. "Kami tak tahu jam. Patokannya matahari, Bu," ujar  seorang terdakwa. &lt;br /&gt;Tindakan warga Kubu ini tak lepas dari kekecewaan mereka terhadap  janji yang diberikan PT Indo Kebun. Pada 1996, ujar Mangara, suku Kubu  yang tinggal di sekitar rimba Singoan, Batanghari, ditawari kerja sama  membuka kebun kelapa sawit oleh PT Indo Kebun, milik pengusaha terkenal  Jambi, Tanoto Jakobes. Syaratnya, lahan mereka diserahkan ke perusahaan  untuk dirombak jadi kebun kelapa sawit. Sebelumnya, di atas lahan itu  tumbuh pohon karet, duku, durian, dan mangga, yang menjadi sumber  penghidupan mereka. &lt;br /&gt;Janji yang diberikan PT Indo Kebun menggiurkan suku Kubu, karena  mereka akan mendapat 70 persen dari hasil panen sawit itu. Lalu pada 18  November 1996 dibuat perjanjian penyerahan 1.600 hektare kebun dan hutan  milik 87 kepala keluarga suku Kubu kepada PT Indo Kebun. PT Indo juga  mendirikan Koperasi Unit Desa (KUD) Sinar Tani untuk mewakili mereka  dalam pengurusan bagi hasil itu. &lt;br /&gt;Niat Indo Kebun didukung pemerin-tah daerah setempat. Tahun itu  juga Bupati Batanghari mengeluarkan izin prinsip pembukaan kebun kelapa  sawit tersebut. Luas yang disetujui sekitar 13 ribu hektare. Tapi,  belakangan, penerbitan izin prinsip dikembalikan dari Bupati kepada  Menteri Kehutanan, yang memutuskan Indo Kebun hanya mendapat sekitar  2.500 hektare.  &lt;br /&gt;Awalnya terlihat mulus. Sekitar 800 hektare lahan milik warga  Kubu itu ditanami kelapa sawit, 600 hektare di antaranya tumbuh subur.  Tapi belakang-an tanda-tanda ketidakberesan mulai muncul. Sisa lahan  milik warga Kubu ternyata ditelantarkan begitu saja setelah pohonnya  ditebangi. Pohon sawit yang sudah ditanam pun dibiarkan begitu saja,  tanpa perawatan. "Mereka ternyata cuma mau mengambil kayu di lahan  kami," ujar seorang suku Kubu. &lt;br /&gt;Pekan lalu Tempo mendatangi kebun sawit itu. Jalan akses menuju  kebun tertutup rumput tinggi, menandakan kebun ini jarang sekali  dirawat. Ratusan pohon sawit juga sudah terbungkus ilalang. &lt;br /&gt;Penasihat hukum PT Indo, Suratno Jumanto, membantah kliennya  menelantarkan kebun dan buah sawit mereka. Menurut Jumanto, perusahaan  tidak bisa menanam sawit karena selalu dihalangi warga desa.  "Lahan-lahan itu ternyata juga berpindah tangan karena dijual warga,"  ujarnya. &lt;br /&gt;Pada 2000, kebun sawit itu seharus-nya memulai panen pertamanya.  Warga saat itu gembira dan mengharap hasil penjualan sawit itu diberikan  kepada mereka sesuai dengan perjanjian. Uang itu penting bagi mereka.  Sebab, setelah lahan mereka dibabat untuk kebun sawit, suku Kubu tak  memiliki sumber penghasilan tetap. "Ratusan orang Kubu bekerja serabutan  di luar desa," ujar beberapa orang Kubu yang ditemui Tempo di sekitar  kebun.  &lt;br /&gt;Selain harus mencari makan untuk mengganjal perut, selama ini  suku Kubu juga menanggung utang kepada Bank Mandiri. Ini lantaran pada  1996 PT Indo Kebun mengagunkan lahan milik suku Kubu itu ke Bank Bumi  Daya (kini jadi Bank Mandiri) untuk mendapat kredit Rp 23,2 miliar.  &lt;br /&gt;Sekretaris KUD Sinar Tani, M. Sidik, dalam persidangan tak  mengakui pihaknya pernah meminta kredit dengan mengagunkan tanah orang  Kubu. "Itu surat fiktif," katanya soal surat permohonan kredit ke bank.  Tapi, buktinya, kredit itu cair pada 1998 dengan agunan tanah 13 ribu  hektare, termasuk 1.600 hektare milik orang Kubu. &lt;br /&gt;Tapi inilah yang terjadi. Perusahaan tak mau memanen sehingga  warga tak mendapatkan uangnya. Bersabar selama enam tahun rupanya lebih  dari cukup bagi warga Kubu, sehingga mereka memutuskan menyatroni kebun  sawit PT IKU. "Itu sawit kami, ditanam di atas tanah kami," kata Alex  Saputra, salah satu warga Kubu yang menjadi terdakwa. Walau mengaku  mengambil sawit, di persidangan para warga Kubu itu menolak disebut  sebagai pencuri. "Ini bukan tanah PT IKU," kata mereka. &lt;br /&gt;Menurut Suratno, para terdakwa yang bukan anggota koperasi itu  tak berhak memanen, karena perusahaan mengikat perjanjian dengan anggota  KUD. Tapi hal ini dibantah keras Mangara. Menurut dia, sejumlah warga  Kubu yang kini mendekam di penjara adalah anggota Koperasi Sinar Tani.  &lt;br /&gt;Menurut Mangara, yang dilakukan warga Kubu sebenarnya tidak  salah. Penelantaran lahan oleh PT Indo Kebun, ujarnya, melanggar  peraturan daerah tentang pembinaan perkebunan kelapa sawit pola  kemitraan. Menurut aturan itu, kata Mangara, petani berhak memanen  tanaman jika dalam 48 bulan perusahaan tidak juga melakukan kegiatan  seperti ditulis dalam perjanjian pola kemitraan. "Karena perusahaan  ingkar, dan para peserta punya kewajiban membayar kredit, mereka berhak  memanen buah sawit itu," ujarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-381593928996002568?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/381593928996002568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/05/kelapa-sawit-janji-diuapkan-sawit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/381593928996002568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/381593928996002568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/05/kelapa-sawit-janji-diuapkan-sawit.html' title='Kelapa sawit Janji Diuapkan, Sawit Dipindahkan'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-3992190350134154950</id><published>2011-05-02T06:03:00.001-07:00</published><updated>2011-05-02T06:03:26.564-07:00</updated><title type='text'>Terusir dari Tanah Air Warisan Leluhur</title><content type='html'>&lt;big&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;b&gt;Tanggal:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;11 Apr 2011&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;b&gt;Prakarsa Rakyat,&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;Komunitas   terasing Bathin IX adalah ahli waris sebagian hutan alam di Jambi.   Namun, pembangunan daerah ini selama 30 tahun terakhir telah mengubah   nasib mereka. Mereka menjadi kaum terusir dari ”rumah” yang berlimpah   sumber daya. &lt;br /&gt;Selama itu pulalah eksistensi  komunitas Bathin IX  nyaris tak terdengar. Baru pada tiga tahun terakhir  ini, masyarakat di  Provinsi Jambi mulai menyadari keberadaan mereka  sebagai satu komunitas  adat yang unik di dalam hutan.&lt;br /&gt;Namun,  mereka berbeda dengan suku  Anak Dalam yang selalu diasosiasikan dengan  Orang Rimba atau suku Kubu  yang identik akan makna keterbelakangan.  ”Kami adalah suku Bathin IX.  Jangan sebut kami Kubu. Kami tidak  terbelakang,” ujar Abunyani,  pemimpin Himpunan suku Anak Dalam Bathin  IX, Rabu (16/2).&lt;br /&gt;Kesalahan  persepsi ini muncul sebagai warisan  Orde Baru. Pemerintah mengadakan  program transmigrasi besar-besaran di  Jambi pada 1975. Ratusan ribu  hektar hutan adat milik suku Bathin IX  beralih fungsi menjadi  permukiman transmigran serta perkebunan sawit dan  akasia.&lt;br /&gt;Hanya  segelintir warga Bathin IX dan Orang Rimba di  sekitar Taman Nasional  Bukit Duabelas memperoleh bantuan rumah melalui  program permukiman  kembali masyarakat terasing. Departemen Sosial  menyatukan sebutan untuk  keduanya: suku Anak Dalam. Pendekatan  pembangunan ini telah  mengaburkan identitas Bathin IX. Sejak itulah nama  Bathin IX tenggelam.&lt;br /&gt;Konservator  masyarakat suku-suku terasing  dari Komunitas Konservasi Indonesia  Warsi, Rudi Syaf, yang meneliti suku  Bathin IX sejak 1998, mengatakan,  mereka kini bahkan malu mengaku  dirinya sebagai keturunan Bathin IX.  ”Generasi muda cenderung  menghilangkan etnisitas Bathin IX, dan lebih  suka disebut sebagai warga  desa saja,” tutur Rudi Syaf.&lt;br /&gt;Selain  hampir kehilangan  etnisitasnya, pada masa itu juga mereka terusir dari  rumah di dalam  hutan, dan mengalami perampasan hak-hak adat. Ribuan  tanaman yang  menjadi sumber penghidupan mereka digilas mesin, serta  kebun baru  penghasil minyak sawit dan bubur kertas. ”Kami tidak bisa  lagi memanen  jernang, karet, serta buah-buahan yang selama ini dapat  menghidupi  kami,” kenang Abunyani.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terusir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Konflik   pun terjadi dengan sejumlah perusahaan pengelola hutan. Catata Kompas   menyebutkan, pengusiran terhadap suku Bathin IX dan konflik   berkelanjutan dengan perusahaan mulai terjadi sejak 1986. PT Bangun Desa   Utama (BDU) memperoleh konsesi lahan yang merupakan hutan adat Bathin   IX di Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Batanghari, mengusir mereka   secara paksa melalui aparat bersenjata.&lt;br /&gt;Mereka kini hidup dalam   pondok-pondok darurat di bawah pohon sawit. ”Hingga kini, masih banyak   warga trauma ketika melihat aparat,” tambah Abunyani.&lt;br /&gt;Saat ini, PT   BDU telah menjadi PT Asiatic Persada, tetapi konflik tak kunjung   selesai. Pendudukan lahan kerap terjadi, bahkan konflik berujung pada   tuntutan hukum.&lt;br /&gt;Masyarakat Bathin IX juga mengalami penipuan,   melalui kerja sama kemitraan dengan perusahaan. Pada konflik yang   terjadi dengan PT IKU, lahan masyarakat diambil untuk pembukaan kebun,   tetapi hingga kini mereka tidak kebagian hasil. Saling klaim kepemilikan   lahan juga terjadi antara kelompok Bathin IX dan perusahaan tanaman   industri PT Wira Karya Sakti.&lt;br /&gt;Tidak hanya atas kepentingan   ekonomi, hak-hak adat suku Bathin IX dikorbankan untuk kepentingan   konservasi. Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Hutan dan Lahan Aditya   mengatakan, pada 2003 hutan adat mereka seluas 15.300 hektar dialihkan   menjadi Taman Hutan Raya Senami. ”Di kawasan ini, masyarakat yang   tinggal di enam kecamatan hanya bisa gigit jari karena tidak boleh lagi   mengelola lahan,” ujarnya.&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana nasib mereka saat ini?&lt;br /&gt;Tumenggung   Sapii, Ketua Adat Suku Bathin IX di Desa Nebang Para, Sungai Bahar,   Muaro Jambi, mengenang kehidupan mereka bagaikan cacing. ”Di mana tanah   hidup, di situ kami juga bertahan hidup,” ungkapnya, mengingat   perampasan tanah adat menjadi kebun sawit, 30 tahun lalu. Menurut Sapii,   mereka menjadi satu kelompok suku tergusur yang hampir punah.&lt;br /&gt;Abunyani   menambahkan, sebagian warga yang masih memiliki lahan dapat bertahan   lebih leluasa. Mereka membuka kebun karet, mengelola jernang,   memanfaatkan rotan, dan membudidayakan tanaman pangan untuk mencukupi   kebutuhan sehari-hari. Namun, bagi yang terusir dari hutan dan tidak   lagi memiliki lahan, kini menjadi buruh penyadap atau tenaga kasar di   perkebunan sawit. Sebagian lagi menjadi pemulung dan penarik gerobak di   Pasar Muara Bulian.&lt;br /&gt;”Ada hampir 100 orang jadi pemulung dan buruh di pasar karena tidak punya sumber penghidupan lain,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penghuni awal&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Suku   Bathin IX yang kini terusir dari tanah adat diyakini sebagai salah  satu  penghuni awal negeri Jambi. Ada dua versi cerita mengenai asal   keberadaan mereka.&lt;br /&gt;Abunyani yang selama dua tahun getol menelusuri   sejarah dan budaya Bathin IX menjelaskan, nenek moyang mereka adalah   Pangeran Nagasari. Pada abad XIV ayahnya, Mahorum Sunsangrumo, dari   Kerajaan Mataram, mengawini Bayan Lais, keturunan Pagaruyung dan Gunung   Kembar. Semasa kecilnya, Nagasari tinggal di satu tempat yang disebut   wilayah Aur Duri, kini diperkirakan wilayah Muaro Jambi. Nagasari   mempunyai anak bernama Raden Ontar, dan mendapat sembilan cucu.&lt;br /&gt;Kesembilan   cucu inilah yang menjadi awal mula terbentuknya suku Bathin IX. Setiap   anak diwariskan untuk tinggal dan mengembangkan penghidupannya pada   sembilan bathin (anak sungai), yaitu Bathin Semak (Bulian), Bahar,   Singoan, Jebak, Jangga, Kelisak, Sekamis, Semusir, dan Burung Hantu.   Sungai-sungai tempat mereka berdiam diberi nama sesuai nama mereka.&lt;br /&gt;Versi   lain sejarah Bathin IX diceritakan Dulhadi, tokoh adat Bathin IX di   kawasan hutan produksi eks HPH Asialog. Versi ini mengaitkan kisah hidup   suku Bathin IX tak lepas dari masa lalu sebagai kaum terusir dari  tanah  tinggal mereka. Nenek moyang mereka adalah Puyang Semikat dari   Palembang, diusir karena kekayaannya dianggap telah melampaui Sang Raja.   Pada masa itu hasil tambang emas mendatangkan rezeki berlimpah.&lt;br /&gt;Setelah   diusir, Puyang Semikat menelusuri Sungai Lalan (Sumatera Selatan)   sampai ke Sungai Bahar (Jambi). Di wilayah Sungai Bahar, Puyang Semikat   bertemu dengan penguasa setempat, Depati Seneneng Ikan Tanah. Ia lalu   mengawini dua putri Depati, Bayan Riu dan Bayan Lais, serta memiliki   sejumlah anak.&lt;br /&gt;Keturunannya membentuk komune-komune yang   berkembang di kawasan hutan sekitar sembilan sungai tersier di Kabupaten   Muaro Jambi sampai Sarolangun, Provinsi Jambi, yang bermuara ke Sungai   Batang Tembesi dan Sungai Batanghari. Hutan di sepanjang aliran sungai   itu melimpahi mereka dengan berbagai jenis makanan dan sumber daya.&lt;br /&gt;Suku   Bathin IX semula dapat membangun kehidupan mereka secara leluasa dalam   hutan yang kaya, tetapi kini menjadi kaum terusir. Identitas mereka  kian  kabur, dan mungkin juga akan lenyap dalam 10 tahun atau 20 tahun  ke  depan. Kita tidak pernah tahu....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-3992190350134154950?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/3992190350134154950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/05/terusir-dari-tanah-air-warisan-leluhur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/3992190350134154950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/3992190350134154950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/05/terusir-dari-tanah-air-warisan-leluhur.html' title='Terusir dari Tanah Air Warisan Leluhur'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-6803999385459896357</id><published>2011-05-01T06:15:00.001-07:00</published><updated>2011-05-01T06:15:13.678-07:00</updated><title type='text'>SEJARAH KORAN/SURAT KABAR DUNIA</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://radarjambi.blogspot.com/2010/10/sejarah-koransurat-kabar-dunia.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mlVzvg56GWU/TL9EGlELBlI/AAAAAAAAAHI/cbjUFqfu5-A/s1600/0232279p980.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5530213747253773906" src="http://3.bp.blogspot.com/_mlVzvg56GWU/TL9EGlELBlI/AAAAAAAAAHI/cbjUFqfu5-A/s320/0232279p980.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 164px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mlVzvg56GWU/TL9EGS6HQEI/AAAAAAAAAHA/RYKCt1fy3Vw/s1600/history.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5530213742379745346" src="http://2.bp.blogspot.com/_mlVzvg56GWU/TL9EGS6HQEI/AAAAAAAAAHA/RYKCt1fy3Vw/s320/history.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 214px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mlVzvg56GWU/TL9EGWwhFYI/AAAAAAAAAG4/hxJC6bYSty4/s1600/db0b_wall-street-crash.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5530213743413237122" src="http://4.bp.blogspot.com/_mlVzvg56GWU/TL9EGWwhFYI/AAAAAAAAAG4/hxJC6bYSty4/s320/db0b_wall-street-crash.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 224px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;RADAR JAMBI BY : Toni samriant&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 SURAT KABAR SEBAGAI SAKSI SEJARAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b style="font-family: arial;"&gt;&lt;i&gt;New York Times: “Titanic Karam setelah 4 jam menabrak gunung es” 16 April 1912&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="font-family: arial; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://magazindo.com/wp-content/uploads/25d9_titanic.jpg" style="height: 263px; width: 375px;" /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: left;"&gt; &lt;div class="smallfont"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;New york times&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Ini  adalah salah satu  dari sedikit berita utama yang akurat setelah  tenggelamnya kapal  Titanic. Wartawan di beberapa surat kabar lain masih  dalam penyangkalan  bahwa Titanic tidak  tenggelam: The Daily Mirror  melaporkan, “Semua  orang aman”, dan Daily Mail, “Tidak ada orang yang  hilang”. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: left;"&gt; &lt;div class="smallfont"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Daily Mail: “Keanjlokan  Terbesar dalam Sejarah di Wall Street” 25 Oktober 1929&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="280" src="http://magazindo.com/wp-content/uploads/db0b_wall-street-crash.jpg" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: left;"&gt; &lt;div class="smallfont"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;daily mail&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Wall  Street 1929,  dipicu oleh ketidakpastian pertimbangan dari pemerintah  mengakibatkan  harga saham anjlok ,ini adalah yang terburuk dalam  sejarah AS. Pada  tanggal 24 Oktober, lebih dari 12,9 juta saham  diperdagangkan oleh  investor yang sedang panik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: left;"&gt; &lt;div class="smallfont"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;The News Chronicle: “Hitler Tewas” 2 Mei 1945&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="280" src="http://magazindo.com/wp-content/uploads/b54a_hitler-dead.jpg" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: left;"&gt; &lt;div class="smallfont"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;The News Chronicle&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Pada  tanggal 2 Mei  1945, The News Chronicle, yang kemudian menjadi Daily  Mail, menerbitkan  judul yang berani . Pada waktu itu, tak seorang pun  yakin kalau berita  ini benar. . Artikel yang menyertainya mengklaim  bahwa Hitler telah  tewas dalam suatu penyerangan, meskipun kemudian yg  terjadi adalah dia  telah bunuh diri di sebuah bunker bawah tanah di  Chancery Berlin. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: left;"&gt; &lt;div class="smallfont"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Daily Mail: “Perang Dunia Ke II Telah Berakhir” 8 Mei 1945&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="280" src="http://magazindo.com/wp-content/uploads/a28b_ve-day.jpg" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: left;"&gt; &lt;div class="smallfont"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Daily Mail&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Headline  ini muncul  pada hari Perang Dunia II yang menyatakan bahwa Nazi /  Jerman menyerah.  Ini menandai berakhirnya Perang Dunia ke II dan Adolf  Hitler Yang tewas &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: left;"&gt; &lt;div class="smallfont"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Chicago Tribune: “Pembunuh Tewaskan Kennedy”22 November 1963&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="280" src="http://magazindo.com/wp-content/uploads/8d15_jpk-assassination1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: left;"&gt; &lt;div class="smallfont"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Chicago Tribune&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;John  F. Kennedy,  Presiden ke-35 dari Amerika Serikat, dibunuh di Dallas,  Texas. Lima  tahun kemudian, saudaranya Robert Kennedy ditembak mati di  Los Angeles  Hotel. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: left;"&gt; &lt;div class="smallfont"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Daily News: “Martin King Shot to Death: ditembak mati di Memphis” 5 April 1968&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="280" src="http://magazindo.com/wp-content/uploads/3a76_martin-king-shot.jpg" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: left;"&gt; &lt;div class="smallfont"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Daily News&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Berita  mengejutkan ini  dicetak setelah Martin Luther King, Jr ditembak dan  dibunuh di lantai  dua lobi Lorraine Motel, Memphis, Tennessee. Dia  berumur 39-tahun &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: left;"&gt; &lt;div class="smallfont"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Evening Standard: “The First Footstep”  jejak kaki pertama 21 Juli 1969&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="280" src="http://magazindo.com/wp-content/uploads/a0bd_moon-landing.jpg" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: left;"&gt; &lt;div class="smallfont"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Evening Standardl&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Neil  Armstrong menjadi  orang pertama yang melangkahkan kakinya di bulan.  Ketika ia menyentuh  tanah, dia menyatakan: “Itu salah satu langkah  kecil untuk manusia, satu  lompatan raksasa bagi umat manusia.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: left;"&gt; &lt;div class="smallfont"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;The New York Times: “Nixon Resigns” 9 Agustus 1974&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="280" src="http://magazindo.com/wp-content/uploads/5167_nixon-resigns.jpg" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: left;"&gt; &lt;div class="smallfont"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;The New York Times&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Presiden  Richard Nixon,  takut terhadap tekanan setelah skandal Watergate,  menjadi satu-satunya  Presiden yang pernah mengundurkan diri dari  jabatannya. Gerald Ford  kemudian memaafkannya, tetapi ia tidak pernah  benar-benar diampuni. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: left;"&gt; &lt;div class="smallfont"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;The Sun: “Raja Elvis tewas” 17 Agustus 1977&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="280" src="http://magazindo.com/wp-content/uploads/c0fa_elvis-dead.jpg" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: left;"&gt; &lt;div class="smallfont"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;The Sun&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Pada tanggal 16 Agustus 1977, “The King of Rock ‘n’ Roll” ditemukan tewas di lantai kamar mandi.   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: left;"&gt; &lt;div class="smallfont"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Los Angeles Times: “The Beatles John Lennon Dibunuh” 9 Desember 1980&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="280" src="http://magazindo.com/wp-content/uploads/0c61_john-lennon-slain.jpg" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: left;"&gt; &lt;div class="smallfont"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Los Angeles Times&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;pada  hari sebelum  Headline ini terbit, John Lennon ditembak dari belakang  empat kali oleh  Mark David Chapman, seorang penggemar yang telah  menguntit dia selama 3  bulan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: left;"&gt; &lt;div class="smallfont"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;City Press: “Mandela Bebas Hari Ini” 11 Februari 1990&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="280" src="http://magazindo.com/wp-content/uploads/f8f1_mandela.jpg" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: left;"&gt; &lt;div class="smallfont"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;City Pressl&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Nelson  Mandela  dibebaskan dari penjara, tempat dia mendekam selama 20 tahun.  Pada  tanggal 27 April 1994, Mandela dan ANC memenangkan pemilihan   multi-rasial. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: left;"&gt; &lt;div class="smallfont"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Daily News: “Diana Tewas” 31 Agustus 1997&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="280" src="http://magazindo.com/wp-content/uploads/e8ec_diana.jpg" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: left;"&gt; &lt;div class="smallfont"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Daily News&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Putri  Diana meninggal  setelah Mercedes Benz S280 menabrak pilar di  terowongan Pont de l’Alma ,  Paris. bersama Temannya Dodi Al-Fayed yang  juga tewas dalam tabrakan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: left;"&gt; &lt;div class="smallfont"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Daily Telegraph: “Perang di America” 12 September 2001&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="280" src="http://magazindo.com/wp-content/uploads/96e5_september-11th.jpg" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: left;"&gt; &lt;div class="smallfont"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Daily Telegraph&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Pada  tanggal 12  September 2001, , hanya satu cerita mendominasi berita  utama. Pada hari  sebelumnya, teroris telah membajak empat pesawat jet  berpenumpang  komersial, dua di antaranya menabrak ke Twin Towers dan  ketiga ke  Pentagon. “Perang Amerika” terpilih sebagai judul yang paling   mengesankan pada 100 tahun terakhir. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: left;"&gt; &lt;div class="smallfont"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Times Of India: “Kami melihat air laut datang, kami semua berlari. Tetapi Allah hanya menyelamatkan sedikit “28 Desember 2004&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="280" src="http://magazindo.com/wp-content/uploads/0ae0_tsunami.jpg" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: left;"&gt; &lt;div class="smallfont"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Times Of India&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;pada  tanggal 26  Desember 2004, gempa di lepas pantai barat Sumatra,  Indonesia, memicu  gelombang tsunami, yang menewaskan lebih dari 225.000  orang di 11  negara. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: left;"&gt; &lt;div class="smallfont"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;New York Times: “Obama: Racial Barrier Falls di Kemenangan Kemenangan” [5 November 2008&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="280" src="http://magazindo.com/wp-content/uploads/f56d_obaba.jpg" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: left;"&gt; &lt;div class="alt2"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Barack  Obama,  menjanjikan perubahan untuk Amerika Serikat, mengalahkan John  McCain  dalam pemilihan presiden 2008, menjadikannya presiden berkulit  hitam  yang pertama di amerika serikat. Ia kemudian diresmikan pada  tanggal 20  Januari 2009. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 78%;"&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;source: http://anehbinunik.blogspot.com/2009/11/15-headlines-surat-kabar-yang-menjadi.html&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img alt="" height="1" src="https://blogger.googleusercontent.com/tracker/888301447351303252-3342880424613711717?l=terselubung.blogspot.com" width="1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sejarah Koran Dunia (Kertas yang Berisi Berita Dunia)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sejak  kapan manusia mengenal koran? Dari catatan peneliti, oran pertama   masih berupa lembaran berita yang ditulis tangan, dipasang di tempat   umum. Acta Diurna dari masa Romawi kuno (59 SM), berisi berita sosial   dan politik, di akui sebagai koran pertama di dunia. Sedangkan koran   cetak pertama adalah Di Bao (Ti-pao) tahun 700an di CIna. Metode   Pencetakannya menggunakan balok kayu, yang dipahat aksara cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk  koran berikutnya masih amat sederhana: Newsletter dan buku  berita, di  tahun 1400an. Beritanya kebih banyak berkaitan dengan dunia  bisnis para  bankir dan pedangang eropa.  Selanjutnya, newsletter dan  bukui berita  berkembang menjadi lembar berita/newsheet tahun 1500an.  Notizie Scritte  (pemberitahuan tertulis) yang terbit di Venesia, Italia.  termasuk jeis  lembar berita itu. “Koran” lembaran ini biasanya dipasang  di banyak  tempat umum, tetapi yang ingin membacanya harus membayar 1  gazzeta.  Dari sanalah mucum istilah gazzeta yang menunjuk koran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbitnya  koran-koran di Eropa di awali dengan temuan mesin cetak Johann   Gutenberg pada pertengahan abad XV yang memudahkan proses produksi.   Awalnya lembar berita yang terbit tidak teratur dan memuat cuma satu   peristiwa, kemudian berwvolusi dengan terbit teratur seperti yang   dilakukan mingguan Avisa Relation oder Zeitung, sejak 1609 di   Strasbourg, jerman. Rupanya awab XVII menjadi abad penting lahirnya   banyak koran di Eropa. Tapi, mingguan Frankfurter Journal (1615) yang   dikelola Egenolph Emmel di Frankfrut, Jerman, umum dipandang sebagai   koran pertama di dunia. Sampai kemudian lahir Leipziger Zeitung (1660)   uga di Jerman, yang mula-mula mingguan, kemudai menjadi harian, Inilah   koran harian pertama di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemuduan Inggris  menyusul,diawali oleh The London Gazette  (1665) yang masih koran  berkala.Inggris mengenal  koran hariannya yang  pertama dengan terbitnya  The London Daily Courant (1702). The Times  koran Inggris-yang terbit  sejak abad XVII hingga kini-pertama kali  memakai sistem cetak  rotasi.Penemuan telegram dan jaringan kabel  internasional di  pertengahan 1800-an membuat wartawan bisa lebih cepat  meliputi dari  berbagai kawasan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, koran sudah ada sejak tahun  1744,saat pemerintahan Gubjen.  Van Imhoff,yaitu Bataviasche  Nouvelles.Sayang umurnya cuma dua tahun.  pada 1776, di jakarta terbit  Vendu Nieus,yang memuat segala macam barang  lelangan,mulai perabotan  rumah tangga hingga budak.Mingguan ini  berhenti terbit karena Gubjen.  Daendeles mengambil alih percetakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan pemrakarsa  swasta? Tahun 1849 datang wartawan Belanda,  W. Bruining, yang dua tahun  kemudian berhasil menerbitkan Batavia  Advertentieblad. Selain Jakarta,  di kota lain – Surabaya, Semarang,  Pasuruan, Padang, Medan, Palembang  dan Makassar – juga terbit koran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sejak kapan pribumi  Indonesia punya koran sendiri? Tahun 1854 di  Weltevreden (Gambir),  Jakarta, muncul majalah Bianglala dari pihak  Zanding, Mingguan bahasa  Jawa Bromartani terbit pertama tahun 29 Maret  1855. entah kenapa, Van  der Muelen dalam de Courant Stijhoff (Leiden  1885), menyebut prakarsa  itu baru munvul tahun 1856, ketika terbit  Soerat Kabar Bahasa Melajoe  di Surabaya. Sejak itu banyak terbit koran  Melayu, yang masih dikelola  oleh orang belanda asli atau peranakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1904 pers Indonesia  bangkit, saat raden Mas Djokomono dengan akte  notaris Simon Mendirikan  NV Javaansche Boekhandel &amp;amp; Drukkerij en  handel in Schrijfbehoeften  Medan Prijaji di Bandung, diikuti dengan  terbitnya mingguan Medan  Prijaji (1907), yang pada 1910 menjadi harian.  Saat itu untuk kedua  kalinya bangsa Indonesia punya koran sendiri.  Karena,sebenarnya koran  pertama di Indonesia adalah &lt;b&gt;Warta Berita.&lt;/b&gt;  Warta Berita  diterbitkan perdana pada tahun 1901, inilah pertama  kalinya Indonesia  mulai bangkit dari siksaan para penjajah walaupun saat  itu pers  sangatlah dikekang dan dibatasi.       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 class="post-title"&gt;&lt;a href="http://elisabetyas.wordpress.com/2010/04/14/sejarah-surat-kabar-dan-perwajahannya/" title="Sejarah Surat Kabar dan Perwajahannya"&gt;Sejarah Surat Kabar dan Perwajahannya&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;&lt;span class="postcategory"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="posttag"&gt;&lt;/span&gt;            &lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebelum  ditemukannya mesin pencetak, orang-orang di jaman dahulu kala   menyebarkan berita dari mulut ke mulut, surat tertulis, atau papan   pengumuman. Kemudian orang-orang mulai memikirkan kebutuhan sebuah   laporan berita tertulis. Bangsa Romawi kuno menemukan sistem yang cukup   mengesankan dalam menyebarkan berita tertulis tersebut. Sistem itu   disebut dengan nama &lt;em&gt;acta diurna&lt;/em&gt; (kejadian-kejadian harian),   sebuah lembaran berita ditulis tangan yang diterbitkan oleh pemerintah   untuk umum dari tahun 59 sebelum masehi sampai setidaknya tahun 555   masehi yang memberitakan tentang politik, skandal, persidangan, kampanye   militer, dan eksekusi.&lt;br /&gt;Di China, pada pemerintahan awal mereka  telah membuat lembaran berita  yang disebut dengan nama tipao, yang  diedarkan pada masa kekuasaan  dinasti Han (202 sebelum masehi sampai  dengan 220 masehi). Pada suatu  waktu di masa kepemimpinan dinasti Tang  (tahun 618 s.d. 907 masehi)  bangsa China memakai blok kayu yang diukir  untuk mencetak tipao, dan  kemudian dicatat sebagai lembar berita  pertama yang dicetak.&lt;br /&gt;Mesin pencetak pertama kali dikembangkan  oleh orang-orang Eropa di  tahun 1450, dan menggunakannya untuk  mempublikasikan berita. Dan surat  kabar terus berkembang sebagai media  penyebar informasi hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;SEJARAH SINGKAT SURAT KABAR&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Di      jerman, Prototipe pertama surat kabar diterbitkan di Bremen Jerman pada      tahun 1609.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di      Inggris, surat kabar pertama yang masih sederhana terbit pada tahun 1921.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di      Amerika, surat kabar yang pertama di Amerika Serikat adalah &lt;em&gt;Pennyslvania      Evening Post&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Daily Advertiser&lt;/em&gt; yang terbit pada tahun 1783.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;strong&gt;&lt;span id="more-858"&gt;&lt;/span&gt;Di Amerika&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;The Penny Press :&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Perkembangan  teknologi percetakan telah mengakibatkan proses  percetakan semakin  cepat, sehingga surat kabar semakin memasyarakat  karena harganya murah&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Newspaper Barons&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Pada akhir abad 19, surat kabar di Amerika mengalami kejayaan karena surat kabar melakukan promosi yang sangat agresif.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Yellow Journalism&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Surat  kabar di Amerika pada akhir abad 19 menjadi bisnis besar,  karena  sirkulasinya yang semakin besar dan banyak persaingan  antarpenerbit  surat kabar.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jazz Journalism&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Tahun 1919 terbit surat kabar &lt;em&gt;New York Daily News &lt;/em&gt;yang   ukurannya lebih kecil, banyak menggunakan foto terutama pada halaman   pertama, dan menampilkan satu atau dua headline, serta menekankan unsur   sex dan sensasi.&lt;br /&gt;Surat kabar pertama kali dibuat di Amerika  Serikat, dengan nama  “Public Occurrenses Both Foreign and Domestick” di  tahun 1690. Surat  kabar tersebut diusahakan oleh Benjamin Harris,  seorang berkebangsaan  Inggris. Akan tetapi baru saja terbit sekali,  sudah dibredel. Bukan  karena beritanya menentang pemerintah, tetapi  hanya karena dia tidak  mempunyai izin terbit. Pihak kerajaan Inggris  membuat peraturan bahwa  usaha penerbitan harus mempunyai izin terbit,  di mana hal ini didukung  oleh pemerintah kolonial dan para pejabat  agama. Mereka takut  mesin-mesin cetak tersebut akan menyebarkan  berita-berita yang dapat  menggeser kekuasaan mereka kecuali bila usaha  itu dikontrol ketat.&lt;br /&gt;Kemudian surat kabar mulai bermunculan  setelah negara Amerika Serikat  berdiri. Saat itu, surat kabar itupun  tidak sama seperti surat kabar  yang kita miliki sekarang. Saat itu  surat kabar dikelola dalam abad  kegelapan dalam jurnalisme. Sebab surat  kabar telah jatuh ke tangan  partai politik yang saling bertentangan.  Tidak ada usaha sedikitpun  untuk membuat berita secara objektif.,  kecuali untuk menjatuhkan  terhadap satu sama lainnya. Washington dan  Jefferson dituduh sebagai  penjahat terbesar oleh koran-koran dari lawan  partainya.&lt;br /&gt;Presiden John Adams membreidel koran ”The New  Republik”. Selama koran  tetap dikuasai oleh para anggota partai politik  saja, maka tidak banyak  yang bisa diharapkan.&lt;br /&gt;Kemudian  kecerahan tampaknya mulai menjelang dunia persurat kabaran.  James  Gordon Bennet, seorang berkebangsaan Skotlandia melakukan   revolusinisasi terhadap bisnis surat kabar pada 1835. Setelah bekerja di   beberapa surat kabar dari Boston sampai Savannah akhirnya dia pun   mendirikan surat kabar sendiri. Namanya ”New York Herald” dengan modal   pinjaman sebesar 500 dollar. Percetakannya dikerjakan di ruang bawah   tanah di Wall Street dengan mesin cetak yang sudah tuam dan semua   pekerjaan reportase dilakukannya sendiri.&lt;br /&gt;Sejak itulah berita  sudah mulai dipilah-pilahkan menurut tingkat  kepentingannya, tapi tidak  berdasarkan kepentingan politik. Bennet  menempatkan politik di halaman  editorial. Isi korannya yang meliputi  soal bisnis, pengadilan, dan  kehidupan sosial masyarakat New York memang  tidak bisa dijamin  keobyektifatnya, tetapi setidaknya sudah jauh  berubah lebih baik  dibandingkan koran-koran sebelumnya.&lt;br /&gt;Enam tahun setelah ”Herald”  beredar, saingannya mulai muncul. Horace  Greely mengeluarkan koran “The  New York Tribune”. Tribune pun dibaca di  seluruh Amerika. Pembacanya  yang dominan adalah petani, yang tidak  peduli apakah mereka baru sempat  membaca korannya setelah  berminggu-minggu kemudian. Bagi orang awam,  koran ini dianggap membawa  perbaikan bagi negara yang saat itu kurang  terkontrol dan penuh bisnis  yang tidak teratur.&lt;br /&gt;Koran besar yang  ketiga pun muncul di New York di tahun 1851, ketika  Henry J. Raymond  mendirikan koran dengan nama “The New York Times”, atas  bantuan mitra  usahanya, George Jones. Raymond-lah yang mempunyai  gagasan untuk  menerbitkan koran yang non partisan kepada pemerintah  maupun perusahaan  bisnis.&lt;br /&gt;Setelah serentetan perang saudara di Amerika usai,  bisnis  persuratkabaran pun berkembang luar biasa. Koran-koran pun mulai  muncul  di bagian negara-negara selain New York dan Chicago. Di  selatan, Henry  W. Grady dengan koran “Konstitusi Atlanta”. Lalu, muncul  koran “Daily  News” dan “Kansas City Star” yang mempunyai konsep  pelayanan masyarakat  sebagai fungsi dari sebuah sebuah surat koran.&lt;br /&gt;Di  New York, surat kabar dianggap sebuah bisnis yang bakal  menjanjikan.  Charles Dana membeli surat kabar ”Sun” dan  menyempurnakannya.  Editornya, John Bogart punya cerita sendiri tentang  berita. Menurutnya  ”kalau anjing menggigit manusai, itu bukan berita.  Tapi kalau manusia  menggigit anjing, itu baru namanya berita”.&lt;br /&gt;Pulitzer adalah yang  pertama kali menerbitkan koran mingguan, di mana  isinya ditulis oleh  para penulis terbaik yang pernah ada. Setelah  Pulitzer meninggal, ”New  York World” malah menjadi yang terbesar di  dunia. Orang menyebut  Pulitzer sebagai ”wartawannya surat kabar”.&lt;br /&gt;Dalam  perkembangannya, surat kabar berangkat sebagai alat propaganda  politik,  lalu menjadi perusahaan perseorangan yang disertai keterkenalan  dan  kebesaran nama penerbitnya, dan sekarang menjadi bisnis yang tidak   segemerlap dulu lagi, bahkan dengan nama penerbit yang semakin tidak   dikenal.&lt;br /&gt;Perubahan ini memberikan dampak baru. Ketika iklan mulai  menggantikan  sirkulasi (penjualan langsung) sebagai sumber dana utama  bagi sebuah  surat kabar, maka minat para penerbit jadi lebih identik  dengan minat  para masyarakat bisnis. Ambisi persaingan untuk  mendapatkan berita  paling aeal tidaklah sebesar ketika peloporan.  Walaupun begitu, perang  sirkulasi masih terjadi pada tahun 1920-an,  tetapi tujuan jangka panjang  mereka adalah untuk mencapai perkembnagn  penghasilan dari sektor iklan.  Sebagai badan usaha, yang semakin banyak  ditangani oleh para pengusaha,  maka surat kabar semakin kehilangna  pamornya seperti yang dimilikinya  pada abad ke-19.&lt;br /&gt;Namun, surat  kabar kini mendapatkan sesuatu yang lain yang lebih  penting. Surat  kabar yang mapan kini tidak lagi diperalat sebagai  senjata perang  politik yang saling menjatuhkan ataupun bisnis yang  individualis,  melainkan menjadi media berita yang semakin obyektif, yang  lebih  mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pihak-pihak  tertentu  saja.&lt;br /&gt;Kenaikan koran-koran ukuran tabloid di tahun 1920-an yang  dimulai  oleh ”The New York Daily News”, memberikan suatu dimensi baru  terhadap  jurnalisme. Akhirnya memang menjadi kegembiraan besar bagi  kehidupan  surat kabar, terutama dalam meliput berita-berita keras.  Perubahan lain  yang layak mendapat perhatian adalah timbulnya  sindikasi. Berkat adanya  sindikat-sindikat, maka koran-koran kecil bisa  memanjakan pembacanya  dengan materi editorial, informasi, dan hiburan.  Sebab kalau tidak,  koran-koran kecil itu tentu tidak dapat  mengusahakan materi-materi  tersebut, lantaran biaya untuk itu tidaklah  sedikit. Sindikat adalah  perusahaan yang berhubungan dengan pers yang  memperjualbelikan bahan  berita, tulisan atau bahan-bahan lainuntuk  digunakan dalam penerbitan  pers.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Di Indonesia &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Surat  kabar mulai terbit di Indonesia pada pertengahan abad 18 dan  umumnya  diterbitkan oleh orang-orang Belanda dan berbahasa Belanda pula  namun  seiring dengan perkembangan mulai banyak surat kabar yang  diterbitkan  dalam bahasa Melayu namun kebanyakan masih beraksara Arab,  Jawa atapun  campuran dengan aksara Latin.&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan surat kabar  pertama di Indonesia ialah surat  kabar dengan bahasa Melayu dan murni  beraksara Latin dan memiliki  redaksi orang Indonesia asli serta  diterbitkan oleh orang Indonesia  asli.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Zaman Belanda&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;tt&gt;Menurut catatan sejarah, penerbitan media cetak di Indonesia sudah dimulai &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;sejak penguasaan VOC (1619-1799), tepatnya tahun 1676. Awalnya hanya &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;kalangan penguasa dari Eropa - terutama Belanda dan Inggris -- yang &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;diizinkan menerbitkan media cetak. Namun, kaum Tionghoa dan kalangan &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;bumiputra (pribumi) akhirnya juga diizinkan mengelola media cetak sendiri.&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Dr De Haan dalam buku "Oud Batavia" (G. Kolf Batavia 1923) mengungkap, tahun &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;1676 di Batavia sudah muncul sebuhh terbitan berkala bernama Kort Bericht &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Eropa (berita singkat dari Eropa). Terbitan berkala yang memuat berbagai &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;berita dari Polandia, Prancis, Jerman, Belanda, Spanyol, Inggris, dan &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Denmark ini, dicetak di Batavia oleh Abraham Van den Eede tahun 1676. &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Setelah itu terbit Bataviase Nouvelles pada bulan Oktober 1744. Kala itu, &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Bataviasche Nouvelles hanya memuat berita tentang acara resepsi pejabat, &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;pengumuman kedatangan kapal, stok barang dagangan, atau berita dukacita.&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Media cetak yang berbentuk surat kabar baru muncul tahun 1800-an. &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Bataviasche Koloniale Courant tercatat sebagai surat kabar pertama yang &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;terbit di Batavia tahun 1810. Ketika armada Inggris menaklukkan Jawa, Thomas &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Stamford Raffles - yang diangkat sebagai Gubenur Jenderal - juga sempat &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;menerbitkan koran mingguan bernama Java Government Gazette pada tahun 1812. Pada tahun 1825 muncul De Locomotief di Semarang&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1828, di jakarta diterbitkan &lt;em&gt;Javasche Courant &lt;/em&gt;yang isinya memuat berita-berita resmo pemerintahan. Di surabaya (1835) terbit &lt;em&gt;Soerabajasch Niew en Advertentiebland&lt;/em&gt;. Sedangkan di semarang terbit &lt;em&gt;Semarangsche Advertentiebland &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;De Searangsche Courant&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Pers yang melayani masyarakat pribumi baru lahir tahun 1855 di Solo dengan &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;nama Bromomartani. Kemudian disusul Selompret Melajoe di Semarang tahun &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;1860. Pada era ini, di luar Jawa, juga lahir sejumlah surat kabar. Antara &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;lain Celebes Courant dan Makassar Handelsblad di Ujungpandang, Tjahja Siang &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;di Manado, Sumatra Courant dan Padangsch Handelsblad di Padang. Sementara di &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Batavia juga lahir sejumlah koran. Yang paling popular adalah Bintang &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Betawi. Hanya saja, koran-koran yang terbit pada masa awal sejarah pers &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;tersebut kebanyakan dikelola kaum kolonial.&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Sampai akhir abad ke-19, koran atau terbitan berkala yang dicetak di Batavia &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;hanya memakai bahasa Belanda. Karena surat kabar di masa itu diatur oleh &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;pihak Binnenland Bestuur (penguasa dalam negeri), kabar beritanya boleh &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;dikata kurang seru. Yang diberitakan cuma hal-hal yang biasa dan ringan, &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;dari aktivitas pemerintah yang monoton, kehidupan para raja, dan sultan di &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Jawa, sampai berita ekonomi dan kriminal.&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Pers lokal baru bangkit awal 1900-an setelah kolonial Belanda mengizinkan &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;kaum Tionghoa mengelola media cetak. Ketika Tionghoa mulai menerbitkan surat &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;kabar, orang-orang bumiputra juga mulai belajar mengelola koran. Tahun 1900 &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Dr Wahidin Soedirohoesodo menangani surat kabar Retno Dhoemilah dalam dua &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;bahasa; Jawa dan Melayu. Melalui media ini Wahidin mulai mengkampanyekan &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;nasionalisme, pendidikan masyarakat, persamaam derajat dan budi pekerti. &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Hanya saja, surat kabar Retno Dhoemilah ini juga didirikan oleh orang &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Belanda, FL winter, dengan perusahaan penerbit milik kolonial H Bunning &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Co.&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;Pada  tahun 1901, Datuk Sutan Marajo bersama adiknya bernama Baharudin  Sutan  Rajo nan Gadang menerbitkan dan memimpin sendiri sebuah surat  kabar  yang diberinya nama &lt;strong&gt;Warta Berita&lt;/strong&gt; yang merupakan  surat  kabar pertama di Indonesia yang berbahasa Indonesia (bahasa Melayu   dengan huruf Latin) dimiliki dan redakturnya orang Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Zaman Jepang&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Ketika  jepang datang, surat kabar yang ada di Indonesia diambil alih  secara  pelan-pelan. Tujuan sebenarnya adalah agar pemerintah jepang  dapat  memperketat pengawasan terhadap isi suratkabar.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Zaman Kemerdekaan&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Pada masa awal kemerdekaan, Indonesia pun melakukan perlawanan alam hal sabotase komunikasi. Surat Kabar &lt;em&gt;Berita Indonesia &lt;/em&gt;yang   diprakarsai oleh Eddie Soeraedi ikut melakukan propaganda agar rakyat   berbondong-bondong pada rapat raksasa di lapangan Ikada Jakarta tanggal   19 September 1945.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Zaman Orde Lama&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Setelah  Presiden Soekarno mengumumkan dekrit kembali ke UUD 1954  tanggal 5  Juli 1959, terdapat larangan kegiatan politik, termasuk pers.  Situasi  seperti ini dimanfaatkan oleh PKI yang pada saat itu menaruh  perhatian  pada pers.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Jaman Orde Baru&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Sejalan  dengan tampilnya orde baru, surat kabar yang tadinya  dipaksakan untuk  mempunyai gantolan, kembali mendapatkan kepribadiannya.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Zaman Reformasi&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Berakhirnya Orde Baru mengalihkan kebebasan berekspresi melalu media atau kebebasan pers.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;PERKEMBANGAN PERWAJAHAN (&lt;em&gt;LAY OUT&lt;/em&gt;) SURAT KABAR&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Sebelum surat kabar muncul, ada yang disebut &lt;em&gt;newsletter&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;Newsletter &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;gazette &lt;/em&gt;(lembaran negara) pada mulanya ditulis oleh sekelompok bankir atau &lt;em&gt;trading company &lt;/em&gt;bagi   kelompok klien yang membutuhkan informasi spesifik yang bisa menarik   minat mereka. Dengan cara yang sama, satu dari salah satu penyedia   servis paling awal, Reuteurs, dari Inggris, fokus kepada penyediaan   berita keuangan dan ekonomi untuk semua klien privat.&lt;br /&gt;Mesin fax  telah muncul sebagai media “cetak” yang yang memungkinkan  pesan bisa  dikirim secara instan ke mesin fax dan computer lainnya yang  dituju.  Kehadiran mesin fax  bisa membuka banyak topik, dari stok  persediaan  obat olahraga hingga pasar peralatan telekomunikasi di Asia. &lt;em&gt;Gazette &lt;/em&gt;ini bisa dikirim harian, mingguan, bulanan, atau sewaktu-waktu.&lt;br /&gt;Untuk sebagian tingkat, ini adalah sesuatu yang baru, lebih cepat, dan mungkin lebih murah dalam arti pengiriman &lt;em&gt;newsletter&lt;/em&gt;,   tetapi itu memungkinkan kesempatan terbuka untuk pendistribusian   potongan-potongan yang lebih visual, format lebih kreatif, dan lebih   sedikit teratur. Ini berarti &lt;em&gt;newsletter &lt;/em&gt;bisa dikirimkan dari computer para pengirim ke daftar orang-orang yang ingin mereka kirimi.&lt;br /&gt;Metode  ini juga menawarkan kemungkinan baru pengiriman di tempat di  seluruh  situasi di mana telepon menawarkan akses yang lebih baik  daripada moda  transportasi kuno, dan di mana internet bahkan belum  ditemukan.&lt;br /&gt;Surat  kabar pertama kali dikembangkan sebagai kertas-kertas berita  yang luar  biasa di Belanda, Britania Raya, dan Perancis untuk membawa  berita  mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar negeri, seperti  Tiga  Puluh Tahun Peperangan di Jerman (1618-1648).&lt;br /&gt;Kertas-kertas berita ini, yang disebut &lt;em&gt;corantos, &lt;/em&gt;secara besar-besaran tergantikan keberadaannya oleh laporan harian, atau &lt;em&gt;diurnos,&lt;/em&gt;   yang terfokus pada peristiwa-peristiwa lokal, seperti berita tentang   raja dan parlemen antara tahun 1640 hingga 1650 di Britania Raya.&lt;br /&gt;Karakteristik  terpenting yang membedakan surat kabar dari buku dan  majalah adalah  pada pendeknya waktu yang dibutuhkan surat kabar untuk  proses produksi  dan distribusi. Kecepatan adalah esensi utama dalam  pencarian berita,  penerbitan, dan penyebaran berita.&lt;br /&gt;Perwajahan media massa, sesuai  dengan fungsi dan tujuan  penerbitannya, bersifat aktual yang tetap  menjawab aspirasi medianya  (falsafah, konsepsi) dan karakter sasaran  pembacanya.&lt;br /&gt;Meskipun media massa mengemban fungsi : informasi,  opini dan hiburan,  bentuk sebuah media tertentu sangat beragam  tergantung pada  penitikberatan arahnya:&lt;br /&gt;• Positioning, identitas yang menjadi ciri media tersebut.&lt;br /&gt;• Sasaran pembaca yang dituju.&lt;br /&gt;Hal  tersebut kemudian akan menentukan gaya visual suatu media,  tercermin  melalui pilihan foto/gambar, headline, cara bertutur dan  perwajahannya.&lt;br /&gt;Dua hal yang menjadi pertimbangan dalam menentukan gaya visual/perwajahan media :&lt;br /&gt;Ciri  yang tetap dalam perwajahan, agar secara selintas dapat dikenali   identitasnya (konstanta). Dalam ciri yang tetap ini dimungkinkan   mencapai variasi untuk mengungkap aktualitas isinya, hingga selalu   tampak baru (variabel).&lt;br /&gt;Koran “masa hidupnya” lebih pendek dari  majalah, hanya sehari. Karena  itu koran lebih menekankan pada berita,  sedang majalah pada wawasan dan  feature. Dengan demikian wajah koran  berusaha lebih berteriak baik  melalui &lt;em&gt;headline&lt;/em&gt; maupun foto, untuk merangsang pembelinya.&lt;br /&gt;Padahal  koran hanya terdiri dari 16 halaman (di Indonesia), dan satu  halaman  koran ditempati oleh berbagai berita, rubrik dan artikel. Yang  dianggap  penting diletakkan di bagian depan. Masalahnya, bagaimana  mengatur  teriakan di halaman depan agar tetap terasa prioritasnya tanpa   mengurangi kepentingan berita yang lain, dan mengalirkan sisa berita   dengan baik ke lembar berikutnya. Majalah lebih leluasa dalam mengatur,   karena tiap muka dapat berdiri secara individual. Tiap artikel dapat   dirancang secara menarik dan runtun.&lt;br /&gt;Baik koran maupun majalah,  menghadapi masalah : mengatur emosi  pembaca selama membalik-balik  halaman. mengatur irama adalah mengalirkan  perasaan pembaca sampai  halaman terakhir.&lt;br /&gt;Pada koran, tekanan selalu diletakkan di  halaman pertama, halaman  tengah (spread) dan halaman terakhir, halaman  lain perlu diatur agar  kadar menariknya tetap sinambung.&lt;br /&gt;Rubrikasi  biasanya ditandai dengan penempatan yang tetap dan desain  khusus  kepala rubrik. Pada koran penempatan yang tetap sangat membantu   pembaca, membina kebiasaan dalam menemukan rubrik favoritnya.&lt;br /&gt;Headline  dan subhead pun biasanya ditentukan dengan jenis huruf yang  tetap, dan  beberapa jenis lain untuk yang khusus. Pada koran, umumnya  variant  jenis hurufnya lebih sederhana, karena soal waktu dan tekanan   kepentingan pada bunyi/verbal katanya. Pada kasus tataletak gaya   “circus” memang hal ini relatif, karena keseragaman akan mengurangi   keunikan. Yang penting adalah memilih jenis-jenis huruf dan aplikasi   yang selaras.&lt;br /&gt;Banner Headline adalah headline yang berukuran  sangat besar. Pada  koran, biasanya terletak di halaman muka, sedang  pada majalah pada awal  artikel yang diunggulkan.&lt;br /&gt;Teaser biasanya  digunakan dalam majalah pada muka yang hanya berisi  bodytext, tanpa  head dan foto. Teaser yang merupakan cuplikan dari  artikel digunakan  untuk menarik pembaca pada artikel tersebut.&lt;br /&gt;Initial, huruf  pertama sebuah alinea, saat ini digunakan tidak hanya  pada awal  artikel. Initial yang disebar pada sebuah artikel dapat  mempunyai kesan  bahwa artikel tak terlalu panjang/melelahkan untuk  dibaca. Selain itu  dari segi perwajahan dapat menghidupkan halaman.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-6803999385459896357?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/6803999385459896357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/05/sejarah-koransurat-kabar-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/6803999385459896357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/6803999385459896357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/05/sejarah-koransurat-kabar-dunia.html' title='SEJARAH KORAN/SURAT KABAR DUNIA'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mlVzvg56GWU/TL9EGlELBlI/AAAAAAAAAHI/cbjUFqfu5-A/s72-c/0232279p980.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-3591900514532379729</id><published>2011-04-24T06:06:00.001-07:00</published><updated>2011-04-24T06:06:35.371-07:00</updated><title type='text'>Kembalikan Sungai Sebagai Penyangga Sumber Air Minum</title><content type='html'>&lt;h2 class="title"&gt; &lt;a href="http://chemstlink-chasandah.blogspot.com/2011/01/kembalikan-sungai-sebagai-penyangga.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/h2&gt;&lt;span class="date"&gt; &lt;/span&gt;     &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_aQbtY-ra-eQ/TTi4jsnn1oI/AAAAAAAAADw/rycX08DVMR4/s1600/sungai.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="191" src="http://4.bp.blogspot.com/_aQbtY-ra-eQ/TTi4jsnn1oI/AAAAAAAAADw/rycX08DVMR4/s320/sungai.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sungai merupakan salah satu sumber air bagi kehidupan manusia, hewan dan  tumbuhan, setiap makhluk hidup memerlukan air. Ditinjau dari segi  hidrologi sungai mempunyai fungsi utama menampung curah hujan setelah  menjadi aliran permukaan (surface runoff) dan mengalirkan aliran air  sampai ke laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan aliran sungai berbaur dengan berbagai limbah dari  rumah-rumah penduduk atau industri yang menempati bantaran sungai.  Kondisi ini semakin memperburuk kwalitas air sungai. Pemukiman penduduk  membelakangi daerah aliran sungai (DAS), jadilah sungai sebagai tempat  pembuangan sampah dan limbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperkirakan, 60 persen sungai di Indonesia terutama di Sumatera, Jawa,  Bali, dan Sulawesi, tercemar berbagai limbah, mulai dari bahan organik  hingga bakteri coliform dan fecal coli penyebab diare. Menurut data  Departemen Kesehatan tahun 2002 terjadi 5.789 kasus diare yang  menyebabkan 94 orang meninggal. Pembabatan hutan dan penebangan pohon  telah mengurangi daya resap tanah terhadap air. Hal ini turut serta  dalam menambah berkurangnya asupan air bersih. Selain itu  pendistribusian air yang tidak merata juga ikut andil dalam permasalahan  ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data Walhi (8/5/09) Terdapat 64 dari total 470 DAS  yang ada di  Indonesia saat ini dalam kondisi kritis. Dari 64 DAS kritis tersebut,  berada di Sumatera 12 DAS, Jawa 26 DAS, Kalimantan 10 DAS, Sulawesi 10  DAS, Bali, NTB dan NTT 4 DAS, Maluku serta Papua 2 DAS. Pemantauan  kualitas air sungai dilakukan di 30 propinsi Indonesia tahun 2004 dengan  frekwensi pengambilan sampel sebanyak dua kali dalam setahun. Hasil  pemantauan menunjukkan parameter DO, BOD, COD, fecal coli dan total  coliform mayoritas sudah tidak memenuhi kriteria mutu air kelas I  menurut PP 82 Tahun 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanitasi Buruk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesialis Komunikasi Program Air Bersih dan Sanitasi Bank Dunia, Yosa  Uliarsa, mengatakan bahwa 50.000 anak-anak berusia di bawah lima tahun  di Indonesia setiap tahun meninggal karena penyakit seperti diare yang  disebabkan air dan sanitasi buruk. "Jumlah ini terbilang besar", katanya  dalam lokakarya tentang air dan sanitasi yang diadakan Bank Dunia dan  diikuti Instansi Pemerintah dan pers dari Indonesia, Filipina, dan Laos  di Surabaya, Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, katanya, dari sisi ekonomi, Indonesia mengalami kerugian sebesar  Rp 58 triliun per tahun karena kondisi sanitasi yang buruk tersebut.  Untuk itu, pihaknya mengajak media massa di dalam negeri turut aktif  dalam menyebarluaskan informasi terkait dengan perbaikan mutu air dan  sanitasi. (Republika (27 /4/10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun bagi masyarakat yang bermukim di pinggiran kali, sehari-hari  mereka bergantung pada air kali yang tarcemar. Sebagian warga terpaksa  membeli air bersih sementara air tanah atau air sungai menjadi pilihan  yang sulit dielakan. Sumber-sumber air semakin dicemari oleh limbah  industri yang tidak diolah atau tercemar karena penggunaanya yang  melebihi kapasitasnya untuk dapat diperbaharui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Medan, beberapa sungai teridentifikasi tercemar limbah. Indikasi ini  dapat dilihat dari tiga sungai besar yang membelah kota Medan. Kondisi  tiga sungai ini semakin berat menanggung beban lingkungan. Persoalan ini  semakin memburuk atas kontribusi sejumlah perusahaan membuang limbahnya  di sungai tanpa ada instalasi pengolahan limbah. Tiga sungai tersebut  adalah Sungai Deli, Belawan, dan Babura. Sungai Babura selanjutnya  bersatu dengan Sungai Deli bermuara di utara kota Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data Bapedalda Sumut, di sepanjang DAS sungai Deli terdapat  89 saluran pembuangan limbah domestik ke sungai. Di sepanjang sungai 71  kilometer (km) ini terdapat 48 lokasi pembuangan sampah pada bantaran  sungai. Sungai Deli mempunyai anak sungai antara lain Sungai Sikambing,  Sungai Babura, Sungai Petani, dan Sungai Simaimai.(Kompas 28/10/08)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian Bapedalda Sumut pada tahun 2003 pada 10 titik yang  tersebar di sepanjang sungai Belawan menemukan ada empat lokasi yang  memiliki kandungan logam berat. Kontribusi dari limbah Industri yang  berada di sepanjang DAS yakni berada di hilir sungai, yaitu Sei Krio,  Kampung Lalang, Kelambir Lima, dan Hamparan Perak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penelitian tersebut tingkat pencemaran yang lebih tinggi terjadi di  bagian hilir sungai, yaitu Hamparan Perak, dengan kandungan Hg mencapai  0, 7012 mg/l. Menurut standar baku mutu sesuai dengan Peraturan  Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001, kandungan Hg yang aman adalah 0,002  mg/l. Kandungan Zn mencapai 0, 1882 mg/l, padahal standar baku mutu  hanya 0,05 mg/l, dan kandungan Pb mencapai 0,2884 mg/l, melebihi standar  baku mutu sebesar 0,03 mg/l. (Kompas (25/9/05)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencemaran Limbah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air limbah memberikan efek dan gangguan buruk terhadap manusia maupun  lingkungan. Limbah cair secara visual berwarna hitam kecoklatan dan  berbau. Efek buruk dan gangguan kesehatan, air limbah meninggalkan ampas  dan bau yang khas menyengat. Terhadap benda metal air limbah  menimbulkan korosif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuangan air limbah ke badan air dengan kandungan beban COD dan BOD  diatas 200 mg/liter akan menyebabkan turunnya jumlah oksigen dalam air.  Kondisi tersebut mempengaruhi kehidupan biota pada badan air terutama  biota yang hidupnya bergantung pada oksigen terlarut diair. Pencemaran  air dapat makin luas, tergantung dari kemampuan badan air penerima  polutan untuk mengurangi kadar polutan secara alami. Apabila kemampuan  badan air tersebut rendah dalam mereduksi kadar polutan, maka akan  terjadi akumulasi polutan dalam air sehingga badan air akan menjadi  tropic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal rusaknya badan air sungai terkontamisasi limbah industri,  pada zat organik terlarut, zat ini menyebabkan menurunnya kadar oksigen  terlarut dalam air (aquatic life) dan menurunya kualitas badan air. Pada  zat padat tersuspensi, pengendapan zat padat ini didalam dasar badan  air sungai akan mengganggu kehidupan badan air. Endapan solid didasar  badan air akan mengalami dekomposisi yang menyebabkan menurunnya kadar  oksigen terlarut disamping menimbulkan bau busuk dan pemandangan yang  tak sedap. Pada logam berat cyanida dan racun organik, unsur ini sangat  merusak aquatic life dan membahayakan bagi kesehatan. Pada warna  kekeruhan, warna dan keruhnya air sangat mempengaruhi estetika sungai,  walau belum tentu membahayakan kehidupan air dan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zat organic tracer, ini adalah zat phenol yang menyebabkan air  berbau dan rasa yang tidak enak. Pada zat yang tidak mudah mengalami  dikomposisi biologis (refactory subtances), bahan utama pembuat deterjen  (alkil benzene sulfanate) yang tidak mudah mengalami dekomposisi  biologis zat ini menyebabkan timbulnya busa dipermukaan sungai. Pada zat  yang mudah menguap (volotile matereialis) termasuk dalam kategori ini  adalah hidrogen sulfida, gas methan dan sebagainya zat ini menyebabkan  udara tercemar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungai merupakan bagian dari siklus hidrologi. Air sungai umumnya  terkumpul dari presipitasi, seperti hujan, embun, mata air, limpasan  bawah tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat terbesar sebuah sungai adalah untuk irigasi pertanian, sumber  air minum, saluran pembuangan air hujan dan air limbah. Hingga saat di  Indonesia ini terdapat 5.950 daerah aliran sungai (DAS), yang alami atau  yang telah tercemar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rata-rata kota-kota dunia memanfaatkan air minum yang berasal dari air  tanah, danau, atau sungai. Permasalahannya sumber air tidak selamanya  dapat dimanfatakan karena factor pencemaran. Air yang didistribusikan ke  konsumen harus diolah melalui water treatment yang berbiaya tinggi.  Alam tidak sepenuh melakukan presipitasi akibat ekosistem hutan yang  semakin terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota New York merupakan contoh baik pengambilan air dari alam secara  cuma-cuma. Penduduk New York meminum air yang sudah disaring oleh hutan.  Untuk menyediakan air minum ke kota yang berpenduduk 10 juta orang ini,  pemerintah setempat memutuskan pilihan yang ambisius. Pada tahun 90-an,  mereka menolak rencana pembangunan instalasi pengolahan air yang sangat  mahal. Mereka memilih menginvestasikan miliaran dolar lebih untuk  melindungi hutan dan danau di utara New York, di mana sumber air minum  terbesar bisa ditemukan. Di sini tidak ada pencemaran bahan kimia  apapun. Untuk menyaring air, alam sendiri yang melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kota New York, kota Medan juga disangga hutan Sibolangit,  sejauh apa usaha keras dan komitmen kita dalam menyelamatkan ekosistem  hutan ini. Saat inipun kita melihat telah terjadi degradasi besar di  hulu sungai. Disebutkan, area hutan tinggal 7,5 persen dari 48 hektar  Daerah Aliran Sungai Deli. Padahal, setidaknya diperlukan 30 persen area  DAS untuk resapan air. (Kompas 6/1/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan otonomi daerah yang terkadang kurang dipandang sebagai suatu  kesatuan kerja antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota, mengakibatkan  kurangnya koordinasi pengelolahan sumber daya air. Dengan ini  mempercepat terjadinya krisis air di banyak wilayah. Salah satu faktor  utama krisis air yakni perilaku manusia dalam mencukupi kebutuhan hidup  dengan melakukan perubahan tata guna lahan agar dapat memenuhi nafkah  dan tempat tinggal, yang pada akhirnya mengorbankan ekosistem hutan.  Kerusakan lingkungan yang secara implisit menambah lajunya krisis air  semakin dipercepat oleh pertumbuhan penduduk yang tinggi, baik secara  alami maupum migrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus ada komitmen Pemerintah bagi perlindungan sumber air bersih,  ekosistem hutan, sungai atau air tanah. Bila menyangkut hajat hidup  orang banyak hendaknya menjadi perhatian serius bagi Pemerintah dalam  menetapkan kebijakannya. Ekosistem sungai harus diselamatkan dengan  menyelamatkan sungai, kita juga menyelamatkan sumber air bersih sebagai  kebutuhan dasar kehidupan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-3591900514532379729?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/3591900514532379729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/kembalikan-sungai-sebagai-penyangga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/3591900514532379729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/3591900514532379729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/kembalikan-sungai-sebagai-penyangga.html' title='Kembalikan Sungai Sebagai Penyangga Sumber Air Minum'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_aQbtY-ra-eQ/TTi4jsnn1oI/AAAAAAAAADw/rycX08DVMR4/s72-c/sungai.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-7747095382426942342</id><published>2011-04-24T06:03:00.001-07:00</published><updated>2011-04-24T06:03:49.768-07:00</updated><title type='text'>Korupsi Dna Alokasi Khusus (DAK), Jaksa Tahan Kepala Sekolah</title><content type='html'>&lt;a class="hdl" href=""&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PADANG SIDIMPUAN: &lt;/span&gt;Oknum Kepala Sekolah (Kasek) SD Negeri 101730 Muara  Opu, berinisial AS, ditahan Kejari Padangsidimpuan karena diduga  mengorupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp240 juta pada 2009 lalu.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pantauan , AS  memenuhi panggilan Kejari Padangsidimpuan pukul 09.00 WIB Selasa 19 April 2011,&amp;nbsp;  bersama istrinya yang menjadi bendahara dalam proyek DAK tersebut.  Kedatangan AS yang saat itu menggunakan kemeja berwarna coklat tua  didampingi oleh kuasa hukumnya. Setelah diperiksa selama 5 jam, dia  langsung ditahan di Lapas Salambue. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajari Padangsidimpuan Indrasyah  Djohan menuturkan, tersangka ditahan setelah melalui proses  penyelidikan, termasuk pemeriksaan 10 orang saksi-saksi terkait kasus  itu. &lt;br /&gt;Kejari akhirnya menemukan adanya penyalahgunaan DAK berupa  pengerjaan proyek pembangunan sekolah yang tidak sesuai dengan Rencana  Anggaran Biaya (RAB).“Di antaranya, seharusnya atap yang digunakan dari  jingkalung dan baja, tapi ternyata yang dibuat dari seng biasa dan kayu  bekas,” ungkapnya kemarin. Penyalahgunaan DAK juga terlihat dari kondisi  kamar mandi di SDN 101730 yang hingga kini tidak berfungsi. Ini  menunjukkan pembangunannya tidak sesuai dengan RAB. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak itu  saja, penyidik menemukan batas waktu pengerjaan pembangunan sekolah  sudah melewati batas. Seharusnya, pekerjaan sudah rampung pada Februari  2010,namun kini kondisi sekolah masih memprihatinkan, bahkan tidak bisa  difungsikan. Atas perbuatannya, AS akan dijerat dengan UU Nomor 31/1999  pasal 2 ayat I tentang Pemberantasan Tindakan Pidana Korupsi (Tipikor),  junto UU Nomor 20/2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31/1999, junto  pasal 55 ayat I ke-I KUHP. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Seksi (Kasi) Intelijen (Intel)  Kejari Padangsidimpuan Polim Siregar menambahkan, mereka banyak  menemukan kejanggalan dalam pengerjaan proyek DAK di SDN 101730 Muara  Opu tersebut.Salah satunya, bendahara pengerjaan proyek DAK yang  merupakan istri dari kasek itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Banyak yang menyalahi  aturan, termasuk dalam penunjukan bendahara pelaksanan proyekDAK  itu,”ujarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-7747095382426942342?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/7747095382426942342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/korupsi-dna-alokasi-khusus-dak-jaksa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/7747095382426942342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/7747095382426942342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/korupsi-dna-alokasi-khusus-dak-jaksa.html' title='Korupsi Dna Alokasi Khusus (DAK), Jaksa Tahan Kepala Sekolah'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-7204663080288304567</id><published>2011-04-24T06:02:00.001-07:00</published><updated>2011-04-24T06:02:44.316-07:00</updated><title type='text'>Sesmenpora Tersangka Korupsi</title><content type='html'>&lt;a class="hdl" href=""&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JAKARTA &lt;/span&gt;:  Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Wafid Muharram  (WM), akhirnya ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani  pemeriksaan hampir 24 jam.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Status Sesmenpora, yang tertangkap  tangan pada Kamis malam (21/4) oleh penyidik lembaga antikorupsi saat  diduga menerima suap -- terkait proyek pembangunan wisma atlet untuk  pelaksanaan SEA Games di Kompleks Jakabaring, Palembang, -- telah  menjadi tersangka.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;"Masih diperiksa, iya sudah menjadi tersangka," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, di Jakarta, Jumat 22 April 2011.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Tidak  hanya pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ini saja yang  berstatus tersangka. Menurut Johan, oknum pengusaha dan perantara yang  juga ikut "diboyong" penyidik ke KPK juga telah berstatus tersangka.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Sebelumnya  dikabarkan penyidik KPK menangkap tangan pejabat Kemenpora berinisial  WM pada Kamis malam (21/4), pukul 19.00 WIB, di lantai tiga kementerian  tersebut.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Penyidik ikut menangkap seorang pengusaha  berinisial MIU dan seorang perantara berinisial R yang diduga sedang  melakukan traksaksi penyuapan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Selain itu penyidik ikut  menyita cek yang bernilai lebih dari Rp2 miliar yang kini menjadi bukti  penyuapan tersebut. Penyidik juga telah melakukan penggeledahan di  kantor tersebut sebelum membawa pejabat Kemenpora tersebut ke KPK untuk  menjalani pemeriksaan lebih lanjut.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Selain menangkap yang  diduga para pelaku penyuapan, KPK juga melakukan penggeledahan di kantor  milik perantara berinisial R yang berlokasi di Warung Buncit, Jakarta  Selatan, sebelum ikut menggelandangnya ke gedung lembaga antikorupsi  tersebut sekitar pukul 23.00 WIB. Bahkan penggeledahan di kantor yang  diduga perantara pemberi suap ini dilakukan kembali oleh penyidik.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Wakil  Ketua KPK Bidang Pencegahan, M Jasin mengatakan KPK masih fokus  menyelidiki pihak yang tertangka tangan melakukan transaksi penyuapan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;"Belum  bisa melebar. Sekarang fokusnya orang-orang yang (diduga) terlibat  dalam transaksi suap, karena ini (kasus) tangkap tangan," ujar Jasin  saat ditanya adakah pihak lain yang mungkin ikut diperiksa oleh KPK  terkait dengan kasus suap proyek wisma atlet tersebut.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Wisma  atlet di Kompleks Jakabaring, Palembang, dipersiapkan untuk pelaksanaan  SEA Games, dan diperkirakan baru rampung Juli 2011. Proyek penginapan  untuk para atlet yang dapat menampung 4.000 orang tersebut menggunakan  APBD Provinsi Sumatera Selatan sekitar Rp200 miliar dan digarap oleh PT  Duta Graha Indah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-7204663080288304567?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/7204663080288304567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/sesmenpora-tersangka-korupsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/7204663080288304567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/7204663080288304567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/sesmenpora-tersangka-korupsi.html' title='Sesmenpora Tersangka Korupsi'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-3136137770117140908</id><published>2011-04-24T06:01:00.001-07:00</published><updated>2011-04-24T06:01:48.114-07:00</updated><title type='text'>Direktur Elnusa S Nainggolan Ditangkap karena Korupsi</title><content type='html'>&lt;a class="hdl" href=""&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JAKARTA &lt;/span&gt;:  Direktur Keuangan PT Elnusa berinisial S. Nainggolan (SN) ditangkap  petugas Fiskal, Moneter dan Devisa (Fismondev) Direktorat Reserse  Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Dia diduga kuat melakukan pembobolan  rekening PT Elnusa senilai Rp161 miliar. Dari tersangka polisi  mengamankan satu mobil mewah jenis Hummer sebagai barang bukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur  Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi, Yan  Fitri Halimansyah menegaskan, selain menangkap SE, pihaknya juga  mengamankan lima tersangka lainnya, yakni IHB, Kepala Cabang Bank Mega  Jababeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu petugas juga menangkap Komisaris PT  Discovery berinisial AJ, Dirut PT Discovery berinisial IL, Karyawan PT  Discovery berinisial Z, dan RL (broker) yang merupakan buron dalam kasus  pembobolan dana Pemkab Aceh di Bank Mandiri Cabang Jelambar, Jakarta  Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Para tersangka dijerat dengan pasal penggelapan jabatan, perbankan dan money laundry," katanya, Sabtu 23 April 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yan  Fitri menjelaskan, modus yang dilakukan tersangka adalah dengan  mencairkan deposito milik PT Elnusa senilai Rp161 miliar yang tersimpan  di Bank Mandiri. Setelah itu, rekening PT Elnusa dipindah bukukan ke  rekening lain di Bank Mega dengan alasan untuk investasi. Namun dana itu  malah digunakan untuk kepentingan pribadi para tersangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi  Direktur Keuangan PT Elnusa memalsukan tanda tangan Direktur Utama PT  Elnusa berinisal E untuk aplikasi pencairan deposito," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambahkan  Yan, dari tersangka petugas menyita barang bukti berupa satu unit mobil  Hummer, Honda Odyssey, Honda Jazz, Honda CRV, Toyota Fortuner, uang  senilai Rp2 miliar dan uang 34.400 US Dollar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keenam tersangka kita sudah kita tahan," ujarnya mengakhiri perbincangan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-3136137770117140908?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/3136137770117140908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/direktur-elnusa-s-nainggolan-ditangkap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/3136137770117140908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/3136137770117140908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/direktur-elnusa-s-nainggolan-ditangkap.html' title='Direktur Elnusa S Nainggolan Ditangkap karena Korupsi'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-3002507893017999687</id><published>2011-04-19T07:16:00.001-07:00</published><updated>2011-04-19T07:16:49.557-07:00</updated><title type='text'>Kondisi PDAM di Kota/Kabupaten Se-Provinsi Jambi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Bantuan Miliaran, tapi Tak Pernah Untung&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;HAMPIR  seluruh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Provinsi Jambi memiliki  permasalahan yang sama. Setiap tahun selalu merugi dan menumpuk utang.  Padahal, setiap tahun pula miliaran dana pemerintah masuk ke perusahaan  pelat merah ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;Seperti  yang diungkapkan Firdaus, Direktur PDAM Tirta Mayang, Kota Jambi, saat  hearing (rapat dengar pendapat) dengan Komisi B DPRD Kota Jambi beberapa  waktu lalu. Cakupan pelayanan PDAM masih rendah. Sebab kapasitas  produksi masih kurang. Ditambah angka kehilangan air masih tinggi. &lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sementara  di sisi lain, kinerja instalasi pengolahan air (IPA) sudah menurun.  Ditambah penilaian kinerja perusahaan juga kurang sehat. Cakupan  pelayanan (coverage) PDAM Tirta Mayang baru mencapai 56,29 persen dari  total jumlah penduduk Kota Jambi yang berjumlah 532.743 jiwa. Jumlah  pelanggan 56.055 SP. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terhitung  pada awal Januari 2011, PDAM Tirta Mayang Kota Jambi, memutuskan tetap  menaikkan tarif air minum dengan kisaran antara 20 hingga 35 persen per  pelanggan. Menurut Firdaus, penyesuaian tarif ini mendesak diberlakukan.  Sebab, modal produksi dan operasi dengan harga jual air minum sudah  sangat tidak seimbang. Sehingga PDAM Tirta Mayang selalu mengalami  kerugian.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Sesuai  dengan Peraturan Wali Kota Jambi Nomor 20 Tahun 2010 tanggal 31 Desember  2010, maka tarif air minum memang sudah sepantasnya dinaikkan. Sebab  inflasi dan harga barang juga mengalami kenaikan,” katanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan  penyesuaian tarif tersebut, PDAM TM sejak 2011 ini akan mampu  menghimpun dana sekitar Rp 12 miliar per tahunnya. “Dana yang dihimpun  dari kenaikan tarif tersebut akan digunakan sebagai dana pendamping  bantuan dari APBN 2011, APBD Provinsi Jambi dan Kota 2011, serta dana  saving dari PDAM TM sendiri senilai Rp 6 miliar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;PDAM  TM menargetkan akan mampu melayani sekitar 8.000 pelanggan lagi, jika  pembangunan dan pengembangan instalasi air minum di beberapa titik Kota  Jambi selesai pada akhir 2011 ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tak Sumbangkan PAD, Bantuan Mengalir&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Meski  selama ini PDAM Tirta Mayang tidak pernah memberikan pendapatan asli  daerah (PAD) bagi Kota Jambi. Namun, bantuan dana dari pemerintah terus  mengalir. Kepala Badan Perencanaan Daerah Kota Jambi Ertati Akhmad,  beberapa waktu lalu mengungkapkan, tahun 2011 Pemkot Jambi akan  mendapatkan bantuan dana investasi sebesar Rp 17 miliar untuk  pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tanjung Sari. Dari Rp 17  miliar itu, Rp 11 miliar investasi dari Pemprov Jambi dan Rp 6 miliar  dana sharing dari Pemkot Jambi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk  pemasangan pipa sepanjang 6.000 meter di IPA Benteng, Jalan M Kukuh  Broni, PDAM juga mendapatkan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp 6,5  miliar dan dari Pemkot Jambi Rp 6,5 miliar. Bantuan pusat itu berasal  dari APBN, sedangkan dari Pemkot Jambi, Rp 5 miliar dari APBD dan Rp 1,5  miliar dari PDAM,” bebernya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Besarnya  kucuran dana dari pemerintah itu membuat utang perusahaan BUMD Kota itu  pun bertumpuk. Saat ini utang PDAM Tirta Mayang pada Kementerian  Keuangan sebesar Rp 28 miliar. Utang pokok hanya Rp 8 miliar sedangkan  denda dan bunga adalah Rp 20 miliar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hamid  Jufri, Wakil Ketua Komisi B, mengatakan, berdasarkan paparan direktur  PDAM Tirta Mayang pada bulan lalu, tentang kerugian PDAM, secara umum ia  membenarkan pernyataan tersebut. Sebab data yang dipaparkan cukup  akurat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Namun ia  merasa tidak berkompeten memeriksa sejauh itu data keuangan PDAM, sebab  ada institusi yang lebih berkompeten memeriksa itu. “Ada inspektorat,  ada BPKP, ada BPK, dan ada akuntan publik yang lebih independen,”  katanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dia juga  menilai manajemen di dalam tubuh PDAM Tirta Mayang selama ini tidak  mengetahui asas efektif dan efisien. Dia mengatakan, PDAM yang notabene  sebagai sebuah perusahaan, seharusnya memprioritaskan keuntungan dengan  tidak mengkesampingkan kualitas, kontiunitas dan pelayanan ke konsumen.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurutnya,  berdasarkan paparan Firdaus, biaya produksi air minum di PDAM Tirta  Mayang lebih besar dibandingkan dengan harga jual air. Biaya produksi  air PDAM saat ini adalah Rp 3.200 per m3 sedangkan harga jual Rp 2.800  per m3. “Sekarang PDAM masih mensubsidi harga air Rp 400 per m3,”  katanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ia mengaku  setuju dengan kenaikan tarif PDAM. Menurutnya sudah selayaknya tarif air  PDAM dinaikkan, karena dibanding daerah lain tarif air PDAM Tirta  Mayang paling murah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan  dinaikkannya tarif PDAM, maka akan dapat menyehatkan manajemen di tubuh  PDAM. Selain itu, untuk menghapuskan utang di Kemenkeu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dia  menyarankan setelah menaikkan tarif PDAM, pelayanan dan kualitas air  yang disalurkan ke masyarakat harus ditingkatkan. “Harus seimbang  kenaikan dengan pelayanan terhadap masyarakat,” ujarnya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurut  Fathul Hadi, Direktur Teknik PDAM TM, Kemenkeu memberi batas waktu ke  PDAM untuk menyeimbangkan biaya produksi dan harga jual air PDAM 31  Desember 2010 lalu. Setelah biaya produksi dan harga jual seimbang  barulah hutang PDAM bisa dihapuskan. Saat ini utang PDAM Tirta Mayang di  Kemenkeu adalah Rp 28 miliar, dan yang akan dihapuskan hanya utang  bunga dan denda saja sebesar Rp 20 miliar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sementara  itu, PDAM Tirta Sakti Kerinci di tahun 2011 ini menargetkan keuntungan  sebesar Rp 1,2 miliar. Guna mencapai target tersebut berbagai upaya  tengah dilakukan di antaranya mengoptimalisasi kapasitas produksi dan  jaringan pipa. Lalu, penghapusan utang, perbaikan pelayanan, pemerataan  aliran pelayanan dan rencana kenaikan tarif air bersih tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hal  lain yang akan dilakukan oleh pihak PDAM Tirta Sakti Kerinci yakni  membangun instalasi pengolahan air mulai dari Kumun, Tanah Kampung dan  termasuk di komplek perkantoran Bupati Kerinci di Bukit Tengah,  Kecamatan Siulak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seperti  yang dijelaskan Direktur Utama PDAM Tirta Sakti Kerinci Ir H Nandang  melalui Direktur Umum Sasli Rais, kepada Jambi Independent. “Ya, tahun  ini kita menargetkan keuntungan sebesar Rp 1,2 miliar,” tegasnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sasli  Rais mengatakan, target tersebut yakin akan bisa dicapai oleh PDAM  Tirta Sakti Kerinci dengan berbagai rancangan kegiatan dan program yang  akan dilakukan tahun 2011 ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk diketahui  sebut Dirut Umum PDAM Tirta Sakti Kerinci itu, sejak berdiri tahun 1991  lalu PDAM Tirta Sakti Kerinci baru mendapatkan keuntungan atau laba  tahun 2010. “Selama ini memang kita tidak pernah untung dan baru untung  tahun 2010 kemarin sebesar Rp 266 juta,” katanya.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kepada  koran ini, Sasli Rais juga menjelaskan bahwa jumlah masyarakat  Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh yang sudah menikmati air bersih  atau PDAM mencapai 65 persen. Dengan kata lain sebutnya, jumlah  pelanggan PDAM Tirta Sakti Kerinci 35.600 pelanggan yang tersebar di  delapan cabang di 17 Kecamatan Kota Sungaipenuh dan Kabupaten Kerinci. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Delapan  cabang yang dimaksudkan itu katanya meliputi PDAM Cabang Kayu Aro,  Siulak, Semurup, Sungaipenuh, Hiang, Pulau Tengah, Lempur dan Cabang  Tamiai. “Kita rencanakan tahun ini akan dibangun di Kumun, Tanah Kampung  dan di Siulak Bukit Tengah,” ucapnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di  Kabupaten Merangin, PDAM Tirta Buana Bangko, juga terus merugi. Alasan  manajemen PDAM, kerugian yang terjadi dampak belum adanya penyesuaian  tarif dasar pembayaran rekening pengguna jasa PDAM, biaya produksi  pelayanan air bersih yang terus semakin membengkak. “Persoalan ini  memang belum terpecahkan sampai saat ini. Sejatinya, jika PDAM tidak  ingin terus merugi, Pemkab Merangin dan DPRD Merangin dapat memberikan  dukungan guna penyesuaian tarif dasar PDAM. Saat ini, tarif dasar PDAM  masih berkutat diangka Rp 1.400/m3,” ungkap M Zuhdi, Direktur PDAM Tirta  Buana Bangko. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lalu,  berapa jumlah kerugian yang didapat selama dua tahun terakhir? M Zuhdi  belum berani mengungkapkan kerugian perusahaan pelat merah yang dia  pimpin itu. Alasannya, saat ini&amp;nbsp; Badan Pemeriksa Keuangan Pemerintah  (BPKP), masih melakukan audit keuangan PDAM. “Kurang etis kan, kalau  saya bicara angka kerugian, sementara hasil audit BPKP belum keluar.  Yang jelas kita tidak akan menutupi angka kerugian yang diterima PDAM,  setelah hasil audit BPKP tersebut keluar,” akunya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Diakui  Zuhdi, saat ini pihaknya tengah berjuang&amp;nbsp; keras untuk mendapatkan  kucuran dana sharing pusat, untuk peningkatan sarana dan prasarana air  bersih. “Total dana yang tengah kita perjuangkan guna mendapatkan dana  sharing pusat senilai Rp 6,6 miliar. Untuk mendapatkan dana tersebut,  pemerintah provinsi maupun Pemkab Merangin harus menyiapkan dana sharing  sebagai wujud keseriusan pemerintah daerah untuk mendapatkan kucuran  dana pusat tersebut.&amp;nbsp; Pemkab Merangin membantu dana sharing senilai Rp  330 juta, ditambah dana sharing PDAM&amp;nbsp; Rp 200 juta, dan bantuan dari  Pemerintah Provinsi Jambi Rp 600 juta. Dan saat ini, kucuran dana pusat  tersebut masih kita perjuangkan,” katanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nantinya,  kucuran dana tersebut akan diperuntukkan untuk pembangunan instalasi&amp;nbsp;  pengolahan air (IPA), dengan titik lokasi mesin IPA akan ditempatkan di  kawasan Talang Kawo, yang lahannya sudah dibebaskan Pemkab Merangin  beberapa bulan terakhir. “Mudah-mudahan dana sharing pusat tersebut  dapat kita dapat, guna meningkatkan pelayanan air bersih pada  masyarakat. Sehingga program Gubernur Jambi menuju Jambi Emas dapat  terealisasi sesuai dengan program Merangin Makmur 2013,” tandasnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagaimana  dengan &amp;nbsp;PDAM di Sarolangun? Sampai Desember tahun 2010 lalu, jumlah  tunggakan pelanggan PDAM Sarolangun mencapai Rp 1 miliar lebih. Jumlah  tagihan tersebut terakumulasi mulai dari 2001 hingga 2009. Taufik  Hidayat, Kepala PDAM Sarolangun, kepada Jambi Independent, mengatakan,  kerugian sulit untuk dihindarkan karena dari sisi biaya produksi saja  sudah tidak imbang dengan harga jual air. “Permeter kubik kita jual Rp  3000, sedangkan biaya produksi mencapai Rp 6500,” ujarnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selain  itu, menurut Taufik, yang menjadi penyebab kerugian adalah tunggakan  pelanggan yang mencapai 40 persen dari total pelanggan yang ada. “Coba  bayangkan,dari sekitar 6000 konsumen rumah tanggga, sekitar 40 persenya  nunggak, jadi jika dikomulatifkan sejak awal berdirinnya PDAM Sarolangun  tahun 2000,&amp;nbsp;hingga tahun 2010 lalu, maka tunggakan tagihan PDAM yang  belum dibayar masih lebih dari Rp 1 milar,” paparnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi  jika tidak adanya subsidi dari pemerintah daerah, maka bisa dikatakan  PDAM sulit untuk berjalan. “Beruntung untuk tahun 2011 ini, kita dapat  dana penyertaan modal dari Pemkab sebesar 1 miliar dan dana pendamping 1  miliar, totalnya ada suntikan dana Rp 2 miliar,” ujar Taufik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurut  Taufik, Dana Rp 2 miliar itu akan dijadikan biaya produksi dan  memperluas jaringan ke konsumen. Sebagai bentuk upaya perbaikan, Kedepan  kata Taufik, pihak PDAM akan berusaha memberikan ketegasan kepada  pelanggan nakal, yang telat bayar tagihan. “Jika telah dua bulan  nunggak, akan segera kita surati, selanjutnya bulan ketiga akan langsung  diputus, pemutusan meteran air tidak serta merta menghapuskan tagihan  yang nunggak,” tegas Taufik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sementara  itu, dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat hingga Desember 2010 lalu,  PDAM Tirta Pengabuan hanya memiliki 2.356 pelanggan&lt;br /&gt;atau hanya mampu  memenuhi kebutuhan air bersih untuk 14.164 jiwa atau 5,78 persen dari  total jumlah penduduk Tanjab Barat yang saat ini mencapai 245.224 jiwa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Direktur  PDAM Tirta Pengabuan, Amas Parlindungan mengakui, masih rendahnya  tingkat pelayanan air bersih ini disebabakan oleh beberapa faktor antara  lain, terbatasnya jaringan pipa yang menghubungkan ke rumah-rumah  penduduk sehingga penjualan air terbatas dan belum mampu menutupi biaya  produksi air. Masalah ini juga berdampak pada tingginya harga jual  kepada masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selain itu belum beroperasinya  intake PDAM di Teluk Pengkah juga menjadi salah satu indikasi. Di  samping itu masih rendahnya kualitas air yang didistribusikan  mempengaruhi pilihan masyarakat untuk menggunakan air PDAM. Sehingga  banyak masyarakat yang masih enggan menggunakan air PDAM.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Idealnya  kata Amas, untuk memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat,  saat ini Tanjab Barat sudah harus berbenah dengan cara menambah  kapasitas produksi dan meningkatkan kualitas air bersih karena kualitas  air yang diolah saat ini masih belum memenuhi standar atau masih jelek.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Ya  kita harus akui, jenis air kita ini kan berbeda dengan air-air yang  lain, air kita ini kualitasnya masih jelek, PH nya rendah, kadar besi  tinggi dan sangat ditentukan oleh musim. proses filterisasinya pun  berbeda sehingga biaya produksinya tingga dan harga jualnya pun juga  ikut tinggi, itupun belum mampu menutupi biaya produksi,” terangnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Amas  menjelaskan, untuk menutupi biaya produksi, PDAM setiap tahun terpaksa  harus mengharapkan suntikan dana subsidi dari pemerintah daerah. Pada  tahun 2010 saja kata dia PDAM menerima subsidi sekitar Rp 2,2 miliar.  “Dan pada tahun 2011 ini terpaksa kita ajukan usulan dengan jumlah  nominal yang sama untuk memenuhi biaya produksi,” jelasnya. Amas juga  mengharapkan kondisi yang ada mendapat apresiasi oleh pemerintah  provinsi dan pemerintah pusat. Karena selama ini urusan air bersih di  sana masih sangat bergantung dari dana APBD Kabupaten tanjung Jabung  Barat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;strong&gt;Kerja Sama dengan Investor Bukan Solusi&lt;/strong&gt;  Rencana  kerja sama antara PDAM Tirta Mayang, Kota Jambi dengan investor  Australia, dinilai bukanlah solusi yang tepat untuk mengatasi masalah  perusahaan pelat merah itu. Bahkan, kerja sama ini dinilai dapat  membahayakan PDAM Tirta Mayang. &lt;br /&gt;Sekretaris Ikatan Ahli  Perencana (IAP) Indonesia Provinsi Jambi Erbandi mengatakan, kerja sama  itu dilakukan untuk meningkatkan produksi PDAM Tirta Mayang agar dapat  melayani 80 persen kebutuhan air masyarakat. Sebagaimana target  Milennium Development Goals (MDG’S) tahun 2015. Konon, kata dia, PDAM  Tirta Mayang berencana melakukan kerja sama dengan pihak swasta. &lt;br /&gt;Bentuk  kerja samanya, Unit Produksi PDAM Tirta Mayang akan diserahkan  pengelolaannya kepada pihak swasta dengan pola kerja sama kontrak  Rehabilitation Operate and Transfer (ROT). Kerja sama PDAM dengan pihak  swasta populer disebut dengan &amp;nbsp;Publik Private Partnership (Kemitraan)  dan&amp;nbsp; Publik Private Privatisasi (Swastanisasi).&lt;br /&gt;Rencana kerja  sama PDAM dengan swasta dengan pola Public Private Partnership  (kemitraan) di Indonesia dikenal dengan nama Kerja sama Pemerintah  Swasta (KPS). Peran pemerintah sebagai regulator&amp;nbsp; dan enabler swasta  sebagai operator dan provider. Dalam KPS pengelolaan diserahkan kepada  swasta dan aset masih tetap milik pemerintah yang dikembalikan dalam  periode tertentu misalnya 20 – 25 tahun.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Menurut Erbandi,  sebelum melangkah lebih jauh, pihak PDAM diharapkan melakukan kajian  secara cermat terhadap obyek yang akan dikerjasamakan. Kajian ini  dilakukan untuk mengetahui sejauh mana manfaat kerja sama bagi  masyarakat Kota Jambi sebagai pihak yang terimbas langsung dari  kebijakan yang dilakukan. &lt;br /&gt;“Dengan dilakukan kajian, akan  diketahui variabel-variabel yang dimainkan dalam perjanjian kerja sama.  Apabila dalam analisis ada variabel yang merugikan dan membahayakan,  maka akan segera diketahui. Karena kalau terjadi kerugian PDAM yang akan  menanggung sendiri, sebab pihak swasta tidak ada yang menjalin kerja  sama untuk rugi,” jelasnya.&lt;br /&gt;Dalam hal kerja sama ini, Pemerintah  Kota Jambi juga harus benar-benar mempelajari secara cermat skema  pembiayaan oleh pihak swasta. Karena umumnya swasta mendapat pembiayaan  dari bank dengan bunga komersial. Biaya keuangan yang tinggi  mengakibatkan tarif yang tinggi dan tentunya dapat membebani pelanggan. &lt;br /&gt;Berdasarkan  pengalaman 14 kontrak kerja sama ROT yang dilakukan PDAM di Indonesia  dengan pihak swasta, menurut dia, terdapat empat KPS&amp;nbsp; yang mengalami  hambatan. Yaitu Makasar, Semarang, Kabupaten Pati dan Cikokol Tangerang.  “Penyebabnya adalah ketimpangan kerja sama dan penentuan tarif,”  ujarnya.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Mengacu pada&amp;nbsp; Peraturan Presiden No 67 tahun 2005,  tentang Kerja sama Pemerintah Daerah dan Badan Usaha dalam Penyediaan  Infrastruktur, dan Kepmendagri No 43 tahun 2000, tentang Kerja sama  Perusahaan Daerah dengan pihak ketiga, perlu dilakukan studi kelayakan  terhadap objek yang akan dikerjasamakan. Sehingga variabel biaya  operasi/OPEX (operating expenditure), biaya investasi/CAPEX (capital  expenditure) dan tarif air curah (bulk water charge) akan menjadi  pertimbangan yang paling penting dalam perjanjian kerja sama tersebut.&lt;br /&gt;Sebab,  menurut Erbandi, berbicara PDAM, tentunya menyangkut hulu dan hilir  sistem pengelolaan air minum. Yaitu meliputi kapasitas produksi,  pengelolaan produksi, penanganan kebocoran distribusi dan pengelolaan  sistem distribusi. Kebocoran distribusi merupakan pekerjaan yang perlu  segera ditangani, karena penambahan produksi sekalipun tidak akan ada  artinya bila kebocoran sistem distribusi tidak ditangani. &lt;br /&gt;Menyerahkan  peningkatan produksi kepada swasta dalam kondisi kehilangan air atau  kebocoran sistem distribusi PDAM Tirta Mayang yang mencapai 40 persen,  seperti saat ini dapat membahayakan. Karena kebocoran atau kehilangan  air tersebut menjadikan PDAM Tirta Mayang harus menjual air dengan harga  lebih tinggi dari harga air yang dijual swasta. &lt;br /&gt;Swasta, kata  dia, hanya menghitung air terjual melalui meter induk yang dipasang  bersama. Artinya, PDAM Tirta Mayang harus memasukkan beban kebocoran  tersebut ke dalam harga jual air yang dijual swasta dan menjualnya  kepada masyarakat. “Pertanyaannya adalah, mampukah masyarakat Kota Jambi  membeli air dari PDAM dengan harga jual swasta plus,” katanya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-3002507893017999687?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/3002507893017999687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/kondisi-pdam-di-kotakabupaten-se.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/3002507893017999687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/3002507893017999687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/kondisi-pdam-di-kotakabupaten-se.html' title='Kondisi PDAM di Kota/Kabupaten Se-Provinsi Jambi'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-7608412637357772545</id><published>2011-04-19T06:51:00.001-07:00</published><updated>2011-04-19T06:51:33.330-07:00</updated><title type='text'>SD Negeri Tumbrep 02 Bandar PERLU PERHATIAN SERIUS</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://redaksijurnalpendidikan.blogspot.com/2010/03/sd-negeri-tumbrep-02-bandar-perlu.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_D9tT-HH4kl4/S7LLiR2Zi3I/AAAAAAAAAwU/dPmHZpoEXrQ/s1600/IMG_0217.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454645888466652018" src="http://3.bp.blogspot.com/_D9tT-HH4kl4/S7LLiR2Zi3I/AAAAAAAAAwU/dPmHZpoEXrQ/s400/IMG_0217.JPG" style="display: block; height: 257px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terletak  di jalan Kaliseneng Dukuh Sibelis, SD Negeri Tumbrep 02 Bandar yang  notabene sekolah pinggiran dengan jumlah siswa yang gemuk mencapai 280  siswa ini, perlu mendapat perhatian yang serius dari pemerintah, baik  pusat maupun daerah.&lt;br /&gt;Hal ini dikarenakan, sekolah yang pandai  memanfaatkan keadaan warganya yang belum sadar pentingnya keluarga  berencana ini, mampu mewujudkan gedung kelas baru darurat sebanyak 3  lokal, guna menampung 280 siswa yang terbagi 8 rombel.&lt;br /&gt;Seperti yang  diungkapkan Tjipto Susilo,Ama,Pd, selaku kepala sekolah, bahwa sekolah  SDN Tumbrep 02 pada tahun 2007 yang lalu pernah mendapatkan bantuan dari  pemerintah berupa MoU untuk melakukan rehab gedung bagian depan, dan  pada tahun ini pihak sekolah berharap dan telah mengajukan permohonan  untuk bisa mendapatkan bantuan lagi, DAK, MoU maupun Dekonsentrasi. Dan  bantuan tersebut rencananya akan digunakan untuk merehab 3 gedung yang  berada di belakang gedung utama, yang masih menggunakan papan dan kayu,  serta pemavingan halaman sekolah, hal ini dilakukan untuk lebih  memperlancar pelaksanaan belajar mengajar. &lt;br /&gt;“Tahun 2007 sekolah kami  mendapat bantuan MoU 4 lokal, tapi realitanya untuk membuat 6 lokal,  ditambah membeli mebeler 40 stel dan tambah lokal 2 ruang dari  partisipasi, ini semua kami lakukan karena kecintaan kami kepada  pendidikan. Yang jelas, sekolah ingin berusaha memberikan yang terbaik  bagi masyarakat, terutama siswa”, tutur Tjipto.&lt;br /&gt;Lebih lanjut Tjipto  berharap agar sekolah yang dipimpinnya segera mendapat perhatian dari  pemerintah daerah, propinsi maupun pusat melalui kantor dinas pendidikan  Kabupaten Batang, sehingga dapat mendapat dana bantuan DAK untuk  perbaikan sekolah yang pada akhirnya menjadikan kenyamanan dan  kelancaran proses pembelajaran serta dapat mewujudkan mutu pendidikan  yang berkualitas.&lt;br /&gt;“Harapan kami agar pemeritah segera merehab gedung  kelas yang dalam keadaan rusak berat, sehingga proses pembelajaran akan  menjadi terarah”, imbuh pria kelahiran 12 Desember 1951 ini. &lt;br /&gt;Perlu  diketahui, kendati SD Negeri Tumbrep 02 sebagai sekolah pinggirian,  namun hasil UASBN mampu meraih peringkat 2 se kecamatan Bandar, serta  beberapa prestasi lainnya, diantaranya Juara II sepakbola porseni  Kabupaten Batang tahun 2007, Sepakbola Juara I tk kecamatan Bandar,  Juara II Bulutangkis, Tolak Peluru Popda dan Seni tingkat Kecamatan  Bandar tahun 2007. Selain itu, sekolah ini juga menjadi sekolah 1 atap,  yang terdiri dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak  (TK) dan Sekolah Dasar (SD). (Trie/Tim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_D9tT-HH4kl4/S7LL79AyxqI/AAAAAAAAAwk/1qMqtvr8Pws/s1600/DSCN2852.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454646329549702818" src="http://2.bp.blogspot.com/_D9tT-HH4kl4/S7LL79AyxqI/AAAAAAAAAwk/1qMqtvr8Pws/s400/DSCN2852.JPG" style="display: block; height: 255px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_D9tT-HH4kl4/S7LLycdbP4I/AAAAAAAAAwc/vVeMi6eq6to/s1600/2.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454646166192603010" src="http://1.bp.blogspot.com/_D9tT-HH4kl4/S7LLycdbP4I/AAAAAAAAAwc/vVeMi6eq6to/s400/2.JPG" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-7608412637357772545?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/7608412637357772545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/sd-negeri-tumbrep-02-bandar-perlu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/7608412637357772545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/7608412637357772545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/sd-negeri-tumbrep-02-bandar-perlu.html' title='SD Negeri Tumbrep 02 Bandar PERLU PERHATIAN SERIUS'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_D9tT-HH4kl4/S7LLiR2Zi3I/AAAAAAAAAwU/dPmHZpoEXrQ/s72-c/IMG_0217.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-1021114706087160822</id><published>2011-04-19T05:54:00.000-07:00</published><updated>2011-04-19T05:54:00.486-07:00</updated><title type='text'>Polhut Gagal Bawa Pulang Kayu Bulian</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://jambi.tribunnews.com/foto/bank/images/KAYU-TEBANGAN-DI-HUTAN.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="KAYU-TEBANGAN-DI-HUTAN.jpg" border="0" height="197" src="http://jambi.tribunnews.com/foto/bank/images/KAYU-TEBANGAN-DI-HUTAN.jpg" width="280" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="title_article clear"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;MUARA BULIAN,&amp;nbsp;&lt;/b&gt;  Sebanyak dua kubik kayu bulian ditemukan tim dari Kementerian Kehutanan  dan LIPI yang melakukan peninjauan di Tahura Senami, Kecamatan Batin  XXIV, Kabupaten Batanghari. &lt;br /&gt;Kayu itu ditemukan menumpuk tak jauh  dari jalan yang membelah Tahura, itu. Sedangkan pemiliknya berhasil  melarikan diri ke dalam hutan. &lt;br /&gt;Namun kayu tersebut tidak berhasil  dibawa pulang oleh Polhut Batanghari yang menyusul ke lokasi penemuan.  Saat Polhut tiba menggunakan truk, kayu tersebut tidak ada lagi. &lt;br /&gt;“Mungkin  sudah dipindahkan oleh pemiliknya saat ditinggal sebentar tadi,” kata  Roni, salah seorang Polhut Batanghari kepada tribunjambi.com, Jumat  (15/4).&lt;br /&gt;Mereka yang melakukan penyusuran selama hampir satu jam hanya  menemukan belasan batang kayu yang sudah diolah menjadi balok berbagai  bentuk itu. Barang bernilai ekonomi tinggi dan dilindungi itu ditemukan  di dalam belukar, tak terlalu jauh dari lokasi penumpukan awal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-1021114706087160822?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/1021114706087160822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/polhut-gagal-bawa-pulang-kayu-bulian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/1021114706087160822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/1021114706087160822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/polhut-gagal-bawa-pulang-kayu-bulian.html' title='Polhut Gagal Bawa Pulang Kayu Bulian'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-8751253230877638828</id><published>2011-04-19T05:46:00.003-07:00</published><updated>2011-04-19T05:46:20.624-07:00</updated><title type='text'>Tangkap Koruptor di Provinsi Jambi</title><content type='html'>&lt;div class="detail_news_date"&gt;  Jumat, 15 April 2011 &lt;/div&gt;&lt;strong&gt;Jakarta, SENTANAONLINE.com&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;PULUHAN orang dari Gerakan Rakyat Korban Kebijakan (Gerakk) Provinsi  Jambi melakun aksi unjuk &amp;nbsp;rasa di depan Kejaksaan Agung (Kejagung)  Jakarta, Kamis (14/4). Sejumlah Orator meneriakkan agar &amp;nbsp;beberapa  pejabat yang diduga keras melakukan tindakan korupsi segera ditangkap  dan diadili.&lt;br /&gt;Para pengujuk rasa membawa sepanduk yang bertuliskan, ‘Tegakkan hukum,  tangkap dan adili &amp;nbsp;Koruptor Jambi. LSM Gerakk Dukung Tipikor Bupati  Tebo, dengan kedok BUMD. Dan proyek &amp;nbsp;pengairan Jambi tahun 2010.  Koordinator Lapangan unjuk rasa, H. M Hasan, mengatakan, pihak &amp;nbsp;aparat  Kejagung harus mengusut tuntas kasus dugaan korupsi pembangunan  peningkatan jalan dan &amp;nbsp;jembatan Tahun 2010, dan dugaan korupsi lainnya.  Dikatakannya, pihaknya akan terus&amp;nbsp; mengawal &amp;nbsp;proses hukum terhadap  pejabat yang diduga terlibat Tipikor tersebut.&lt;br /&gt;Hasan mengatakan, perwakilan pengunjuk rasa sudah diterima dan  berdialog dengan pihak Kejagung &amp;nbsp;“Barusan kita &amp;nbsp;bertemu&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; Humas  Kejagung. Hasil pertemuannya, pihak Humas&amp;nbsp; telah &amp;nbsp;melimpahkan&amp;nbsp; dugaan  korupsi sejumlah pejabat itu&amp;nbsp; kepada Pidsus,” katanya sambil menyerahkan  &amp;nbsp;siaran pers yang berisi sejumlah nama pejabat Jambi yang diduga  terlibat Tipikor, di lokasi kemarin.&lt;br /&gt;Dalam&amp;nbsp; siaran pers tersebut diuraikan, di Kabupaten Kerinci ada dugaan  korupsi pada pembangunan &amp;nbsp;jalan dan jembatan yang nilainya sekitar Rp.  19 miliar. Serta Bantuan bencana alam (Gempa) tahun &amp;nbsp;2009, yang  realisasinya tahun 2010, melalui dana APBN sekitar Rp. 104 miliar. Dan  juga dugaan adanya KKN dalam peenerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil  (CPNS) tahun 2009-2010. Dalam hal ini, &amp;nbsp;diduga Bupati Kerinci, H.  Murasman turut terlibat.&lt;br /&gt;Poin berikutnya,&amp;nbsp; diminta pihak Kejagung mengusut tuntas dugaan  pembalakan liar oleh Bupati &amp;nbsp;Tebo, Majid Muas. Dengan kedok BUMD (PD  THC)&amp;nbsp; telah merugikan negara ratusan miliar rupiah dari &amp;nbsp;hasil hutan  yang telah digarap oleh PT TMA, yang sampai saat ini belum ada masuk ke  Kas Daerah &amp;nbsp;Kabupaten Tebo, sesusai perjanjian kompensasi bagi hasil.  (Kasus ini tengah ditangani Kejagung).&lt;br /&gt;Pada poin terkahir, diminta agar dugaan korupsi mega proyek di provinsi  Jambi, yang diduga kuat &amp;nbsp;melibatkan mantan Gubernur Jambi, H. Zulkifli  Nurdin, mantan Kadis PU Povinsi Jambi, Nino Guritno, &amp;nbsp;dan Ivan Wirata.&lt;br /&gt;Diantara proyek mega proyek tersebut adalah, bidang pengairan Dinas PU,  yang &amp;nbsp;anggaranya sekitar Rp 170 miliar. Dugaan korupsi Proyek  pembangunan Jembatan Batang Hari II, yang memakan dana sekitar Rp 161  &amp;nbsp;miliar. Dan dugaan Korupsi Proyek pembangunan peningkatan jalan batas  Kerinci Sengarang Agung &amp;nbsp;selama 3 tahun, anggarannya sekitar Rp 87  miliar.(PS)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-8751253230877638828?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/8751253230877638828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/tangkap-koruptor-di-provinsi-jambi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/8751253230877638828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/8751253230877638828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/tangkap-koruptor-di-provinsi-jambi.html' title='Tangkap Koruptor di Provinsi Jambi'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-5863086850676683006</id><published>2011-04-19T05:22:00.001-07:00</published><updated>2011-04-19T05:22:54.570-07:00</updated><title type='text'>Pemkab Madina Didesak Tertibkan Tambang Liar</title><content type='html'>&lt;span class="styleHL"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.dnaberita.com/foto_HL/small_5Tambang%20emas%20Liar.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img align="middle" border="0" src="http://www.dnaberita.com/foto_HL/small_5Tambang%20emas%20Liar.jpg" valign="middle" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="styleisiberita "&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PANYABUNGAN | DNA&lt;/span&gt;  - Anggota DPRD Madina dari Partai Republikan, Aminah Ismail Lubis  meminta kepada Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) supaya  bertindak tegas terhadap keberadaan illegal mining di Kecamatan  Hutabargot yang akan merusak lingkungan serta membuat pencemaran  lingkungan yang diakibatkan oleh pembuangan limbah yang memakai air  raksa&amp;nbsp;(mercuri red) sembarangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dampak negative yang harus di  tanggung masyarakat banyak dalam jangka waktu pendek maupun panjang  harus di pikirkan oleh pemerintah, karena telah merusak hutan dan air,  pertanian yang menjadi sumber kehidupan masyarakat sehari hari serta  telah mengakibatkan punahnya flora dan fauna yang hidup di dalam hutan  tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang paling berbahaya lagi adalah galundung yang  memakai merkuri dan limbahnya langsung di buang ke sungai begitu saja  tanpa proses pengolahan," sebut Aminah di gedung DPRD Madina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakannya,  ada banyak cara untuk mendekati masyarakat agar illegal mining tersebut  di tutup, mulai dari pendekatan pemilik lobang tambang hingga kepada  pemilik galundung untuk diberikan pemaparan terhadap dampak negative  illegal mining tersebut. Pemerintah juga melalui kepala desa harus  memberikan teguran agar warganya tidak merusak hutan yang akan kita  jadikan nantinya sebagai warisan untuk anak cucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita kasihan  dengan orang-orang yang tidak berhubungan dengan illegal mining tersebut  mendapat dampak tiga sampai lima tahun mendatang sebab sudah sama-sama  kita ketahui bagaimana resikonya jika mengkonsumsi hewan dan tumbuhan  yang terkontaminasi dengan merkuri, seperti hal nya yang terjadi di  daerah Pongkor," sebutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakannya, ribuan orang saat ini  bergantung hidup dari proses penambangan yang di lakukan rakyat walau  secara illegal. Namun puluhan ribu warga lainnya juga harus kita  pikirkan jika mereka menjadi korban dari keberadaan illegal mining serta  korban air raksa nantinya,yang di akibat kan pembuangan limbah air  raksa (mercury) dengan sembarangan, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kontributor | Mad/pnya/dna/rs&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-5863086850676683006?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/5863086850676683006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/pemkab-madina-didesak-tertibkan-tambang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/5863086850676683006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/5863086850676683006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/pemkab-madina-didesak-tertibkan-tambang.html' title='Pemkab Madina Didesak Tertibkan Tambang Liar'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-5308288419905422502</id><published>2011-04-19T05:21:00.001-07:00</published><updated>2011-04-19T05:21:40.416-07:00</updated><title type='text'>LBH Medan Minta Pelaku Perusakan Hutan Mangrove di Belawan Ditindak Tegas</title><content type='html'>&lt;span class="styleHL"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.dnaberita.com/foto_HL/small_73hutan%20mangrove%20dirambah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img align="middle" border="0" src="http://www.dnaberita.com/foto_HL/small_73hutan%20mangrove%20dirambah.jpg" valign="middle" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="styleisiberita "&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MEDAN | DNA&lt;/span&gt;  -&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kepala Divisi (Kadiv) Sumber Daya Alam (SDA) Lembaga Bantuan Hukum  (LBH) Medan Irfan Fadila Mawi, SH, minta kepada Kepolisian Daerah  Sumatera Utara (Polda Sumut) menangkap dan menindak tegas pelaku  perusakan hutan mangrove terhadap Lahan Terbuka Hijau Daerah Pesisir  Pantai Sicanang dan Labuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya ini dia juga&amp;nbsp; meminta  kepada Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk mencabut izin bagi PT N dan  PT GS yang diduga perusak lingkungan hidup, hal ini diungkapnya terkait  temuan Panitia Khusus (Pansus) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Dewan  Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan terhadap lahan hutan mangrove di  daerah pesisir pantai Timur Kawasan Sicanang dan Belawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana  ribuan hutan mangrove di Belawan sudah berubah menjadi lahan tambak dan  dan pabrik, ini sangat memilukan hati masyarakat Kota Medan khususnya  bagi masyarakat pesisir pantai dan Nelayan Sicanang dan Labuhan  (Belawan) dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perubahan lahan hutan mangrove yang  telah di duga dijual belikan oleh oknum (pihak yang terkait) dalam  pembebasan lahan segera dilakukan pemeriksaan dan tindakan tegas untuk  meningkatkan supremasi hukum dikalangan masyarakat&lt;br /&gt;khususnya perusak hutan mangrove," ujarnya lewat siaran pers diterima DNAberita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan  fungsi hutan mangrove telah terjadi perusakan lingkungan hidup  disebabkan orang yang menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung  terhadap sifat fisik, kimia dan atau hayati lingkungan hidup yang  meliputi kriteria baku perusakan Lingkungan Hidup. apa bila terjadi  perubahan fisik dari pada lingkungan hidup berarti orang atau badan  usaha telah melakukan perusakan lingkungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan  fungsi hutan mangrove menjadi tambak dan pabrik (PT N dan PT GS) di  pesisir pantai juga telah menyengsarakan masyarakat Pesisir Pantai  (nelayan) tidak bisa mencari nafkah di karenakan hutan mangrove adalah  tempat berkembang biaknya habitat laut, halmana habitat laut merupakan  alat untuk hidup bagi para nelayan untuk mencari nafkah. Perbuatan  tersebut diduga dilakukan oleh PT N dan PT GS (hasil temuan Pansus DPRD  Medan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya kepala daerah Kota Medan jeli melihat  perkembangan RTRW Kota Medan sesuai dengan Undang-undang No. 26 Tahun  2007 tentang Tata Ruang, apalagi memberikan izin untuk mendirikan suatu  bangunan yang tanpa di dahului izin&lt;br /&gt;AMDAL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejabat tidak boleh  memberi izin lingkungan tanpa dilengkapi AMDAL atau UKL-UPL. Orang  dilarang merusak prasarana dan sarana perlindungan hutan, setiap orang  yang diberikan izin dilarang melakukan kegiatan yang menimbulkan  kerusakan&lt;br /&gt;hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang dilarang melakukan penebangan  pohon 130 kali selisih pasang tertinggi dan pasang terendah dari tepi  pantai (Pasal 50 UU No. 41 Tahun 1999) apa bila ketentuan tersebut  dilanggar maka bagi mereka yang melanggar dipidana 10 Tahun Penjara  denda 5 Miliyar (Pasal 78 UU No. 41 Tahun 1999) apa lagi Pemko Medan  masih mengklaim lahan 1.200 ha yang diduga daerah pembuatan tambak dan  pabrik tersebut merupakan lahan terbuka hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Reporter | R Syam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-5308288419905422502?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/5308288419905422502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/lbh-medan-minta-pelaku-perusakan-hutan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/5308288419905422502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/5308288419905422502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/lbh-medan-minta-pelaku-perusakan-hutan.html' title='LBH Medan Minta Pelaku Perusakan Hutan Mangrove di Belawan Ditindak Tegas'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-3449502590187364988</id><published>2011-04-19T05:19:00.001-07:00</published><updated>2011-04-19T05:19:43.162-07:00</updated><title type='text'>Sofian dan Turi, "Merajut Rezeki Lewat Pucuk Nipah"</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.dnaberita.com/foto_Profileisiatas/small_54pengerajin%20Pucuk%20nipah.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img align="middle" border="0" src="http://www.dnaberita.com/foto_Profileisiatas/small_54pengerajin%20Pucuk%20nipah.JPG" valign="middle" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="styleisiberita "&gt;Helai  demi helai daun pucuk nipah setiap hari dikerjakan dengan tabah  pasangan suami istri Sofian dan Turi meski upah yang diterima tak  seberapa namun demi mencari sesuap nasi serta membesarkan si buah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau  ada 100 ikat pucuk daun nipah ini barulah kami mendapatkan upah Rp4000,  biasanya perharinya kami bisa hasilkan Rp6000, lumayanlah bang bisa  beli beras sekilo," ungkap Turi mengawali pembicaraanya saat ditanyai  DNAberita, di kawasan Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasutri  warga Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Medan Marelan ini mengaku,  senantiasa bekerja di lokasi milik saudaranya M Syafei sejak lama  bersama anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kerjaan ini sebenarnya bagi saya sekedar  selingan menunggu masa panen, biasanya saya beladang tapi sembari nunggu  masa tanam saya membantu ibu bahkan anak-anak kami juga turut bekerja  disini selepas sekolah," sambung Sofian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat rokok daun?  Asalnya tak lain dari pucuk Nipah yang selama ini dikerjakan kerap  dikerjakan Pasutri ini, setelah pucuk nipah dibelah-belah selanjutnya  diasapin di dalam satu ruangan pemanasan dengan tambahan zat belerang  agar menghasilkan daun pucuk nipah yang lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Reporter | Agusleo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-3449502590187364988?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/3449502590187364988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/sofian-dan-turi-merajut-rezeki-lewat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/3449502590187364988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/3449502590187364988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/sofian-dan-turi-merajut-rezeki-lewat.html' title='Sofian dan Turi, &quot;Merajut Rezeki Lewat Pucuk Nipah&quot;'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-8000636647624484238</id><published>2011-04-18T06:04:00.000-07:00</published><updated>2011-04-18T06:04:04.910-07:00</updated><title type='text'>Wah... Siswa SMP di Jombang Bentuk Polisi Air</title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td height="22"&gt;&lt;div align="center" class="judulBerita"&gt;Wah... Siswa SMP di Jombang Bentuk Polisi Air    &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td&gt;         &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td class="textBerita"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify" class="textBerita"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td valign="top"&gt;     &lt;span class="textBerita"&gt;&lt;b&gt;Surabaya, 8/2&amp;nbsp;&lt;/b&gt;  - Siswa SMP Negeri 1 Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur,  membentuk satuan tugas polisi air seiring dengan semakin menurunnya  fungsi mata air di sekitar sekolahan mereka. \\\"Hal itu sebagai upaya  penyelematan lingkungan dan sumber-sumber air di Wonosalam,\\\" kata  Koordinator \\\"Brantas Community\\\", Amirudin Mutaqin, di Surabaya,  Selasa (8/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi air itu, jelas dia, merupakan tim penyelamatan sungai yang  anggotanya adalah para sukarelawan dari siswa SMP Negeri 1 Wonosalam.  Sejumlah siswa Madrasah Aliyah Panglungan, Wonosalam, juga membentuk  kelompok pelestari lingkungan. \\\"Mereka melestarikan 2,5 hektare areal  hutan di Sumber Beji. Di hutan itu banyak terdapat mata air yang  dimanfaatkan masyarakat desa setempat dan dijadikan laboratorium alam  sekolah,\\\" katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga sudah mengidentifikasi jenis-jenis tanaman dalam radius 200  meter di sekitar mata air. Kegiatan mereka selama ini juga bermanfaat  dalam penyelamatan 44 mata air di Kecamatan Wonosalam. Kegiatan  penyelamatan dilakukan dengan membentuk pola kemitraan pelestarian mata  air yang melibatkan semua sekolah di Kecamatan Wonosalam, Badan  Lingkungan Hidup (BLH) Jombang, pemerintah Desa Panglungan, dan  masyarakat setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para murid di Kecamatan Wonosalam tergabung dalam \\\'Brantas  community\\\'. Sebelumnya mereka menemui Gubernur Jatim Soekarwo di  kantor Pemprov Jatim. Gubernur mendukung kegiatan para siswa asal  Jombang dan aktivis lingkungan lainnya yang tergabung dalam \\\'Brantas  Community\\\' dalam menyelamatkan Sungai Brantas dan Kali Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Sungai Brantas, mereka melakukan kegiatan patroli sepeda, dokter  sungai, karbon bank bantaran, hutan tani bantaran, sensus serangga air,  surat cinta untuk Brantas, \\\'river deffender\\\', Garda Brantas,  ekowisata sungai, penjaga mata air, dan pendokumentasian keanekaragaman  hayati tanaman mata air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amirudin mengungkapkan, selama sepuluh tahun terakhir, setiap harinya  sekitar 350 ton limbah cair dibuang oleh 400 industri di daerah aliran  sungai (DAS) Brantas. Di daerah hulu, tepatnya di Kota Batu dari 111  mata air pada tahun 2000, kini tinggal 56 titik mata air. \\\"Di  Jombang, Kediri, dan Mojokerto banyak jembatan ambles dan tanggul Sungai  Brantas bergeser akibat maraknya penambang pasir liar,\\\" katanya.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-8000636647624484238?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/8000636647624484238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/wah-siswa-smp-di-jombang-bentuk-polisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/8000636647624484238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/8000636647624484238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/wah-siswa-smp-di-jombang-bentuk-polisi.html' title='Wah... Siswa SMP di Jombang Bentuk Polisi Air'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-3113166240980902037</id><published>2011-04-16T07:57:00.001-07:00</published><updated>2011-04-16T07:57:15.019-07:00</updated><title type='text'>Pengertian Diare Secara Umum</title><content type='html'>&lt;h1 class="entry-title"&gt;&lt;/h1&gt;&lt;a href="http://ihramsulthan.com/pengertian-diare-secara-umum.html/gambar-diare" rel="attachment wp-att-108"&gt;&lt;img alt="gambar bakteri penyebab diare" class="alignleft size-thumbnail wp-image-108" height="150" src="http://ihramsulthan.com/wp-content/uploads/2010/12/gambar-diare-150x150.jpg" title="gambar-diare" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Apa Yang Dimaksud Dengan DIARE&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Diare  yaitu proses buang air besar (B-A-B) yang tidak normal dari segi  intensitas dan bentuk kotoran yang keluar dari anus yang berbentuk  cairan encer, dan proses (B-A-B) pun terjadi sebanyak lebih dari tiga  kali sehari dan biasanya terjadi lebih dari dua atau tiga hari.&lt;br /&gt;Orang  yang mengalami diare biasanya mengalami dehidrasi akibat kekurangan  cairan tubuh. Dengan dampak seperti itu tubuh kita akan sangat terasa  kekurangan tenaga, merasa letih, kecapean, dll. Hal ini dapat  menyebabkan tubuh kita tidak dapat berfungsi normal dan membawa dampak  yang berbahaya, khususnya terhadap anak kecil dan orang sdh lanjut usia  dengan penurunan tingkan kekutan tubuh/tenaga semakin berkurang.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-107"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penyebab Terjadinya DIARE&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1.  Terjadinya proses infeksi oleh bakteri terhadap makanan maupun air  minum yang dikonsumsi, atau kata lain makan dan minuman yang dikonsumsi  adalah makanan yang tidak higienis.&lt;br /&gt;2. Terinfeksi oleh berbagai macam firus.&lt;br /&gt;3. Alergi terhadap suatu jenis makanan, Biasanya lebih sering terhadap susu atau laktosa (jenis makanan dari olahan susu)&lt;br /&gt;4. Bakteri parasit yang masuk kedalam tubuh melalui makanan atau minuman yang tidak bersih atau kotor.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagai Mana Cara Pencegahan DIARE&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Diare sangat mudah untuk dicegah dengan cara:&lt;br /&gt;1. Mencuci tangan dengan menggunakan sabun sampai bersih pada lima waktu penting:&lt;br /&gt;a) Sebelum makan.&lt;br /&gt;b) Sesudah B-A-B(Buang Air Besar).&lt;br /&gt;c) Sebelum menyentuh balita anda.&lt;br /&gt;d) Setelah membersihkan anak anda setelah buang air besar.&lt;br /&gt;e) Sebelum proses menyediakan atau menghidangkan makan untuk siapa pun.&lt;br /&gt;2.  Mengkonsumsi air yang bersih dan sehat atau air yang sudah melalui  proses pengolahan. Seperti air yang sudah dimasak terlebih dahulu,  proses klorinasi.&lt;br /&gt;3. Pengolahan sampah yang baik dengan cara  pengalokasiannya ditempatkan ditempat yang sudah sesuai, supaya makanan  anda tidak dicemari oleh serangga (lalat, kecoa, kutu,dll).&lt;br /&gt;4.  Membuang Prose MCK (Mandi Cuci Kakus) pada tempatnya, sebaiknya anda  menggunakan WC/jamban yang bertangki septik atau memiliki sepiteng.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-3113166240980902037?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/3113166240980902037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/pengertian-diare-secara-umum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/3113166240980902037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/3113166240980902037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/pengertian-diare-secara-umum.html' title='Pengertian Diare Secara Umum'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-592122808058561359</id><published>2011-04-16T07:55:00.001-07:00</published><updated>2011-04-16T07:55:45.404-07:00</updated><title type='text'>Ragam Faktor Penyebab Terjadinya Diare</title><content type='html'>&lt;h1 class="entry-title"&gt;&lt;/h1&gt;Pasien dengan &lt;a href="http://ihramsulthan.com/pengertian-diare-secara-umum.html"&gt;kasus diare&lt;/a&gt; baru-baru ini meningkat, pergantian musim disebut-sebut sebagai salah satu penyebab banyaknya pasien yang menderita &lt;strong&gt;penyakit diare&lt;/strong&gt;.  Bahkan, diare dikatakan menjadi salah satu penyakit dengan cukup banyak  faktor pemicu atau penyebabnya. Berikut adalah beberapa faktor yang  dapat menyebabkan &lt;em&gt;diare atau muntah&lt;/em&gt;: &lt;br /&gt;1. Faktor lingkungan yang kurang jelas.&lt;br /&gt;2. Faktor penyediaan air bersih yang belum memadai.&lt;br /&gt;3. Infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit lainnya.&lt;br /&gt;4. Korban keracunan makanan atau alergi terhadap zat dalam makanan.&lt;br /&gt;Salah satu &lt;strong&gt;penyebab wabah diare&lt;/strong&gt; ini adalah kontaminasi makanan atau minuman oleh mikroorganisme patogen tertentu. Ada beberapa &lt;strong&gt;mikroorganisme patogen&lt;/strong&gt; umum yang menyebabkan diare atau muntah. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama, Vibrio cholerae&lt;/strong&gt;.  bakteri berbentuk batang bengkok yang dapat bergerak dan tidak  membentuk spora. Bakteri ini menyebabkan angka kematian tertinggi. Diare  disertai muntah dan kejang perut, dapat datang tiba-tiba (mual).  Transmisi melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh bakteri  yang ditemukan pada muntahan atau kotoran pasien. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua, Shigella sp&lt;/strong&gt;.  Penyebab utama disentri basiler, yang merupakan penyakit dengan gejala  disentri dengan sakit perut parah, sering buang air besar, dan sakit  dengan volume tinja sedikit disertai lendir dan darah. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga, Escherichia coli&lt;/strong&gt;.  Bakteri ini berbentuk batang, gram negatif, fakultatif anaerob, dan  tidak mampu membentuk spora. Seperti kita ketahui bakteri Escherichia  coli merupakan organisme yang normal ditemukan dalam usus manusia  sehingga keberadaannya tidak menjadi masalah. Namun, beberapa strain  tertentu dari bakteri ini dapat menyebabkan penyakit seperti diare atau  muntah. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keempat, amuba&lt;/strong&gt;. Beberapa jenis organisme  bersel satu kemungkinan berperan dalam terjadinya wabah diare atau  bahkan muntah. Manusia dapat terinfeksi dengan memakan kista yang berada  dalam makanan atau minuman. Kista bahkan berasal dari lalat dan kecoak  dan mencemari makanan atau minuman. Gejalah awal yang terjadi adalah  sering buang air besar, tinja dengan sedikit darah dan lendir dan  disertai demam dan sakit perut. Dalam situasi akut bisa disertai sakit  kepala, mual, kram perut dan kadang-kadang muntah. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kelima, virus&lt;/strong&gt;.  Mikroorganisme penyebab infeksi terkecil ini dapat mempengaruhi saluran  pencernaan, terutama pada bayi. Gejala khas yang dapat ditemukan adalah  diare, demam, sakit perut, muntah, yang menyebabkan dehidrasi dan  kekurangan cairan dalam tubuh sikecil. Pada bayi dan anak-anak,  kekurangan cairan dan elektrolit dapat mematikan jika tidak mendapatkan  penanganan &lt;a href="http://ihramsulthan.com/category/kesehatan"&gt;kesehatan&lt;/a&gt; secepat mungkin. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keenam, keracunan&lt;/strong&gt;.  Baik oleh bakteri atau bahan kimia dari makanan yang kita makan. Pada  awalnya bakteri ini menyebabkan gejala gangguan pencernaan akut, mual,  muntah, diare, demam, pusing dan mulut kering. Gejala akan terus  berlangsung sehingga akan menyebabkan kaburnya penglihatan dan  kelumpuhan otot.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-592122808058561359?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/592122808058561359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/ragam-faktor-penyebab-terjadinya-diare.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/592122808058561359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/592122808058561359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/ragam-faktor-penyebab-terjadinya-diare.html' title='Ragam Faktor Penyebab Terjadinya Diare'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-2952927774143644929</id><published>2011-04-16T07:04:00.000-07:00</published><updated>2011-04-16T07:04:18.895-07:00</updated><title type='text'>2011, Batanghari Bangun Jaringan Listrik di 22 Desa</title><content type='html'>&lt;strong&gt;MUARABULIAN &lt;/strong&gt;-  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari menargetkan lima tahun ke  depan semua desa di Kabupaten Batanghari sudah dialiri listrik. Untuk  tahun ini Pemkab Batanghari melalui Dinas Energi Sumber Daya Mineral  (ESDM) menganggarkan dana untuk pembangunan jaringan listrik tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana APBD Kabupaten dianggarkan untuk pembangunan jaringan di 22  desa dari delapan Kecamatan. Bupati Batanghari Abdul Fattah, mengatakan  sesuai dengan visi-misinya melakukan pemerataan pembangunan di Kabupaten  Batanghari akan dijalankan di masa kepemimpinannya lima tahun ke depan.  Pembangunan jaringan listrik menjadi prioritas Pemkab, karena disadari  di Bumi Serentak Bak Regam masih banyak desa yang belum teraliri  jaringan listrik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Insya Allah seluruh desa di Kabupaten  Batanghari yang belum teraliri listrik bisa seperti desa lainnya  mendapatkan penerangan," ungkap Bupati. Dijelaskan Fattah, kewajiban  Pemkab Batanghari yaitu membangun jaringan listrik, untuk masalah api  pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak PLN. Karena jaringan yang  sudah dibangun nantinya akan dihibahkan kepada pihak PLN. Selain  pembangunan jaringan listrik dari dana APBD, Pemkab Batanghari juga  mendapat bantuan jaringan listrik melalui dana APBD Provinsi dan berasal  dari dana APBN. Dengan terjalinnya komunikasi antara Pemerintah  Kabupaten, Provinsi dan Pemerintah Pusat, maka rencana Pemkab  menyelesaikan pembangunan jaringan listrik akan mudah dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati berharap kepada masyarakat di desa yang belum teraliri listrik  untuk bersabar, karena pembangunan jaringan tersebut tidak bisa  dilakukan dalam satu tahun. Perlu disadari bahwa pembangunan tidak akan  berjalan dengan baik tanpa dukungan dari masyarakat. Pembangunan  jaringan listrik akan lakukan berdasarkan skala prioritas. Pemkab akan  berusaha semaksimal mungkin untuk tercapainya visi-misi Batanghari  BERLIAN.&amp;nbsp; Selain itu Bupati juga meminta bantuan dari pihak desa dan  masyarakat yang nantinya bakal dialiri listrik untuk membantu. Seperti  di Desa Kaos Kecamatan Pemayung adanya kendala dalam pendistribusian  material jaringan listrik karena adanya jembatan yang rusak. Karena  jembatan penghubung tersebut tidak kuat dilewati kendaraan bertonase  tingggi. ‘’Pihak desa dan masyarakat harus membantu adanya permasalahan  di bawah, terutama melakukan penebangan kayu yang bakal dilalui jaringan  listrik," ungkap Bupati. &lt;br /&gt;Sekadar diketahui untuk di Kecamatan  Mersam, Desa Belanti Jaya, Desa Bukit Kemuning, Desa Tapah Sari Desa  Bukit Harapan bakal dibangun jaringan listrik. Kemudian di Kecamatan  Maro Sebo Ulu, desa yang bakal dibangun jaringan listrik adalah Desa  Kembang Seri, Desa Kampung Baru dan beberapa desa lainnya. Di Kecamatan  Batin yaitu Desa Simpang Jelutih, Desa Terentang Baru. Untuk jaringan  listrik di Kecamatan Bajubang, yaitu Desa Sungkai, Desa Bungku, kemudian  di Kecamatan Pemayung, Desa Kaos, Desa Pulau Raman dan desa lain.&lt;br /&gt;Salah seorang tokoh masyarakat Desa Bukit Harapan Kecamatan Mersam,  Nazaruddin sangat mengharapkan program Pemkab Batanghari bisa berjalan  sesuai rencana. Karena penerangan listrik sudah lama mereka dambakan.  Saat ini di tempat mereka mendapatkan penerangan hanya dengan jaringan  Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Penerangan PLTD di desa mereka  sangat dibatasi waktu, penerangan hanya bisa dinikmati dari pukul 18.00  WIB sampai dengan pukul 01.00 WIB. Biaya yang dikeluarkan perbulannya  juga sangat tinggi dibandingkan dengan biaya pembayaran listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Semoga program Pemkab Batanghari bisa terwujud secepatnya. Kami akan  mendukung program pemerintah untuk kemajuan pembangunan di kabupaten  ini. Karena saat ini biaya yang dikeluarkan untuk biaya PLTD cukup  tinggi," ungkapnya.Mereka siap untuk membantu penebangan kayu yang  dianggap mengganggu dalam pemasangan jaringan listrik. Mereka juga  berharap tidak terjadinya kendala yang bisa menyebabkan ditundanya  pembangunan jaringan listrik di Desa mereka.&lt;strong&gt; (jun) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Desa Bakal Dibangun Jaringan Listrik : &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Desa Mekar Jaya - Bungku&lt;br /&gt;2. Desa Simp Rantau Gedang - Sungai Gondang&lt;br /&gt;3. Desa Sungkai&lt;br /&gt;4. Jalan Talang Inuman Kecamatan Muarabulian&lt;br /&gt;5. Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Muaratembesi&lt;br /&gt;6. Desa Pelayangan Rambahan Kecamatan Muarabulian&lt;br /&gt;7. Desa Tanjung Pasir Kecamatan Muaratembesi&lt;br /&gt;8. Desa Jelutih Kecamatan Batin XXIV&lt;br /&gt;9. Kampung Baru Seberang Kecamatan Maro Sebo Ulu&lt;br /&gt;10. Simpang Pete Sei Buluh Kecamatan Muarabulian&lt;br /&gt;11. Kembang Seri Seberang Kecamatan Maro Sebo Ulu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-2952927774143644929?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/2952927774143644929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/2011-batanghari-bangun-jaringan-listrik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/2952927774143644929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/2952927774143644929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/2011-batanghari-bangun-jaringan-listrik.html' title='2011, Batanghari Bangun Jaringan Listrik di 22 Desa'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-119616921298940288</id><published>2011-04-13T06:29:00.000-07:00</published><updated>2011-04-13T06:29:39.746-07:00</updated><title type='text'>TUPOKSI ASWD (ORMAS PROFESI)</title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://palamnews.blogspot.com/2010/09/tupoksi-aswd-ormas-profesi.html"&gt;TUPOKSI ASWD (ORMAS PROFESI)&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;span style="color: #666666; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Oleh : Pendiri ASWD.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #666666;"&gt;Kegiatan ASWD sebagai Ormas Profesi Kewartawanan menjalankan UU no: 40.Thn 1999 sebagai Mitra Pemerintah Mencerdaskan Masyarakat secara Langsung melibatkan Masyarakat dalam peran mengembangkan Kemerdekaan Pers (Bab VII pasal 17) dengan kegiatan jurnalistik, berintegrasi (Pers Masyarakat dan Pemerintah) dalam bentuk Panitia dengan berbagai bentuk kegiatan sosialisasi Program Pemerintah Pusat mensejahtekan Masyarakat di Daerah sekaligus membagi press release di Sekretariat Press Room DPD ASWD Propinsi Kepada seluruh media yang bergabung, Selanjutnya menyerahkan laporan kegiatan ke Gubernur cq Kesbang sesuai Progarm kerja (Visi &amp;amp; Misi) yang dilampirkan saat melaksanakan UU no: 8/Tahun 1985 yang telah diinventarisir dengan nomor Registrasi STTPKO KESBANG.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #666666;"&gt;Selanjutnya DPD melalui Departemen membentuk Panitia&amp;nbsp; (Interaksi: Pers Masyarakat, Pemda) diwilayah, mulai Kelurahan mengekspose potensi masyarakat&amp;nbsp; disegala bidang yang beragam latar belakang diarahkan dengan kegiatan jurnalistik&amp;nbsp; masyarakat desa paham menterjemahkan niat baik progaram pembangunan Pemerintah Pusat demi kesejahteraan Masyarakat Daerah sekaligus menghemat dana sosialisasi (iklan layanan publik), mengadakan&amp;nbsp; sayembara menulis dengan judul Potensi daerah : Kekeyaan alam dan Budaya juga akan dibekali bahan (judul aktual) oleh Dinas terkait sekaligus memberi Piagam Penghargaan Kepedulian Masyarakat Daerah secara Nasional merupakan aplikasi Undang-undang No:40/1999 tentang Pers Bab VII pasal 17.&amp;nbsp; Demi Keharuman daerah secara Nasional hingga Mancanegara (Perambol Undang-undang Pers (d) ikut menjaga Ketertiban Dunia yang berdasarkan Kemerdekaan, Perdamaian Abadi dan Keadilan sosial&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-119616921298940288?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/119616921298940288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/tupoksi-aswd-ormas-profesi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/119616921298940288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/119616921298940288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/tupoksi-aswd-ormas-profesi.html' title='TUPOKSI ASWD (ORMAS PROFESI)'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-779358836310720947</id><published>2011-04-13T06:00:00.000-07:00</published><updated>2011-04-13T06:00:36.164-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Kereta Api di Medan</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Rel  kereta api pertama kali diletakkan di bumi Sumatera Utara oleh  Perusahaan Kereta Api Swasta Belanda yang bernama Deli Spoorweg  Maatschappij (DSM) di tahun 1886 &lt;br /&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;yang menghubungkan Kota Medan dan Labuan (laboean)  yang merupakan cikal bakal jalur kereta api Medan – Belawan. Sejak  dulunya Pelabuhan Belawan merupakan pelabuhan utama Sumatera Utara untuk  membawa hasil bumi seperti Tembakau ke luar negeri. Dulu, Labuan  merupakan sentral keramaian bahkan sebelum kota Medan berdiri. Pelabuhan  Labuan di Sungai Deli inilah yang menjadi pusat perdagangan,  transportasi dan bongkar muat barang perkebunan (khususnya tembakau) di  Sumatera bagian Timur, akan tetapi karena Labuan seringkali kebanjiran  dan tidak mampu mengakomodasi kapal-kapal uap besar maka transportasi  usaha perkebunan mulai dikonsentrasikan ke Pelabuhan Belawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stasiun KA Medan (tampak belakang)&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #424242; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://gregory-widya.com/wp-content/uploads/2009/09/3-300x221.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Stasiun Medan di awal tahun 1900-an taken from KITLV" border="0" class="size-medium wp-image-1179 aligncenter" height="293" src="http://gregory-widya.com/wp-content/uploads/2009/09/3-300x221.jpg" style="display: block; margin-top: 4px;" title="Stasiun Medan di awal tahun 1900-an taken from KITLV" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #424242;"&gt;Stasiun KA Medan (tampak depan)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #424242;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Stasiun KA Medan (sekarang)&lt;br /&gt;&lt;img height="300" src="http://gregory-widya.com/wp-content/uploads/2008/12/stasiun-ka-medan-300x225.jpg" width="400" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur kereta api Medan – Belawan yang berjarak sekitar 21 km, pada saat  itu memiliki beberapa stasiun yaitu Stasiun Medan – Gloegoer –  Poeloebraijan – Mabar – Titi Papan – Kampong Besar – Laboean – Belawan –  Pasar Belawan – dan Pelabuhan Belawan (Oceaanhaven I – II dan III).  Akan tetapi seiring perkembangan waktu, bertambahnya transportasi jalan  raya dan berkurangnya tingkat okupansi penumpang maka pada saat ini  Jalur Medan – Belawan tidak lagi digunakan untuk mengangkut penumpang  melainkan hanya digunakan hanya untuk jalur KA Barang saja yakni KA  Barang pengangkut CPO (Crude Palm Oil), PKO (Palm Kernel Oil), getah  karet (lateks), BBM dan pupuk. Dulu, saking ramenya jalur Medan belawan  ini dilayani oleh double track (triple track dari medan – pulubrayan dan  double track dari pulubrayan – belawan) kalo sekarang sih udah sisa  satu aja, tinggal bekas-bekasnya aja yang berserakan di beberapa lokasi…  Stasiun KA yang saat ini masih digunakan pun tidak lagi sebanyak pada  zaman DSM masih berjaya. Stasiun yang masih aktif adalah Stasiun  Pulubrayan, Labuan dan Belawan saja. Nah, pada postingan kali ini gw mau  nampilin hasil hunting gw di jalur ini…&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-808"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;STASIUN GLOEGOER&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Mencari  keberadaan ex Stasiun Glugur ini cukup menggelikan kalo gw ingat-ingat,  menggelikan karena kantor tempat gw kerja dan rumah kontrakan gw yang  juga berada di daerah Glugur tapi gw gak tau sama sekali mengenai  keberadaannya. Biasa… semut di seberang lautan keliatan, tapi gajah di  pelupuk mata malah ngga… kwkwkwk.. Awalnya gw gak tau sama sekali  tentang keberadaan stasiun ini, tapi begitu gw dapet peta jalur KA Sumut  jaman belanda punya, barulah gw ‘ngeh’… “lho kok ada stasiun glugur,  dimana ni?”… dan hunting pun dimulai… dimulai dari arah belakang kantor  gw di jalan Ampera Raya menuju ke arah simpang glugur mulai gw susuri,  pertama-tama yang keliatan adalah sebuah persimpangan (wesel) rel di  jalan ampera 11, katanya itu merupakan jalur yang menuju ke sebuah  bengkel kereta jaman dulu, dimana saat ini di lokasi tersebut sudah  berdiri kampus UMSU..&amp;nbsp; Perjalanan dilanjutkan dan kemudian yang  kelihatan adalah sebuah tiang sinyal lengan mekanik yang udah karatan  berat… udah dekat ni pikir gw… terus gw susurin lagi DPR (daerah pinggir  rel) melalui jalan Ampera Raya sampe mencapai persimpangan jalan glugur  hong. Di persimpangan ini terdapat sebuah Pos JPL dengan&amp;nbsp;&lt;em&gt;surroundings&lt;/em&gt;&amp;nbsp;yang  “mencurigakan” karena berada ditempat yang cukup lapang… tengok sana  tengok sini, belum ketemu juga… sampe akhirnya mata gw tertuju pada  sebuah bangunan rumah plus warung tepat di persimpangan. Bangunan ini  punya atap berciri khas stasiun lama yang ada DIVRE 1 yakni beratapkan  susunan papan kayu berwarna hitam yang berada tepat di seberang Pos JPL…  bangunan kecil ini pun gw puterin, sampe akhirnya keliatan juga tulisan  lama di tembok dekat atapnya yang bertuliskan “GLUGUR”… whuahhh… girang  hati bukan kepalang… ketawa ngakak lah gw, karena selama ini tu  bangunan gw lewat-lewatin aja bahkan beli rokok disitu tanpa tau kalo  itu dulunya bekas stasiun kecil bernama STASIUN GLOEGOER! Mantap!…&lt;em&gt;&amp;nbsp;one down, and so many stations to go!&lt;/em&gt;&amp;nbsp;hehehehe…&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Menurut  cerita orang sekitar, stasiun ini memang udah gak lama banget gak  digunakan lagi, dan sekarang akhirnya cuma dijadikan rumah tinggal n  warung rokok aja… malang nian nasibmu kawan…&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;STASIUN POELOEBRAIJAN&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="Stasiun KA Pulubrayan" class="size-medium wp-image-1144 alignleft" height="199" src="http://gregory-widya.com/wp-content/uploads/2009/09/Stasiun-KA-Pulubrayan-300x199.jpg" style="float: left; margin-bottom: 8px; margin-left: 0px; margin-right: 20px; margin-top: 4px;" title="Stasiun KA Pulubrayan" width="300" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Stasiun  Pulu Brayan terletak sekitar 200 meter dari persimpangan Brayan. Orang  medan biasa menyebutnya daerah brayan bengkel, karena di samping stasiun  ini terletak bengkel / balai karya/ balai yasa kereta api medan.  Kompleks stasiun ini masih memiliki sebuah rumah sinyal yang masih  dipakai sampai saat ini dan juga memiliki kompleks pergudangan yang kini  disewakan untuk umum…&amp;nbsp; Setiap harinya stasiun ini melayani sekitar 16  kali dinasan kereta CPO dan BBM. cukup rame…&amp;nbsp; Selain balai yasa medan,  di ujung sebelah utara stasiun ini terdapat juga dipo kereta yang  namanya Dipo Kereta Pulu Brayan, sebagai tempat diperbaikinya kereta dan  gerbong…&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="KA CPO isi melintas di Stasiun Pulubrayan" class="aligncenter" height="225" src="http://gregory-widya.com/wp-content/uploads/2009/09/KA-CPO-isi-melintas-di-Stasiun-Pulubrayan-300x225.jpg" style="display: block; margin-bottom: 8px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 4px;" title="KA CPO isi melintas di Stasiun Pulubrayan" width="300" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="Lok langsir menarik ketel kosong dari dipo kereta pulubrayan" class="alignleft size-medium wp-image-1148" height="225" src="http://gregory-widya.com/wp-content/uploads/2009/09/Lok-langsir-menarik-ketel-kosong-dari-dipo-kereta-pulubrayan-300x225.jpg" style="float: left; margin-bottom: 8px; margin-left: 0px; margin-right: 20px; margin-top: 4px;" title="Lok langsir menarik ketel kosong dari dipo kereta pulubrayan" width="300" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="Rumah Sinyal Sta Pulubrayan" class="aligncenter size-medium wp-image-1149" height="225" src="http://gregory-widya.com/wp-content/uploads/2009/09/Rumah-Sinyal-Sta-Pulubrayan-300x225.jpg" style="display: block; margin-bottom: 8px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 4px;" title="Rumah Sinyal Sta Pulubrayan" width="300" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Stasiun  ini juga merupakan stasiun pengisian kurs pupuk yang akan dibawa sampai  ke daerah rantau prapat. Banyaknya gerbong GGU, TTRU dan TTW yang  stabling disini juga memberikan ciri khas yang berbeda dengan stasiun  lainnya. Pupuk ini diisi dari beberapa gudang di sekitar stasiun yang  disewa oleh swasta. Tapi sayangnya, karena sifat pupuk yang keras bahan  kimianya, banyak dari gerbong-gerbong tersebut sudah karatan berat dan  sudah layak dilakukan PA padahal belum waktunya… Daerah disebelah timur  stasiun ini dulunya juga merupakan kompleks kereta api (zaman DSM). Di  kompleks tersebut masih terdapat water tower antik dan uniknya adalah  masih adanya site plan berbentuk oval yang dulunya merupakan perumahan  pegawai DSM yang penempatannya dibedakan antara pegawai-pegawai eropa  dan lokal.&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="pulubrayan" class="alignleft size-medium wp-image-1155" height="283" src="http://gregory-widya.com/wp-content/uploads/2009/09/pulubrayan-280x300.jpg" style="float: left; margin-bottom: 8px; margin-left: 0px; margin-right: 20px; margin-top: 4px;" title="pulubrayan" width="264" /&gt;&lt;img alt="Pulubrayan google map" class="size-full wp-image-1156 aligncenter" height="286" src="http://gregory-widya.com/wp-content/uploads/2009/09/Pulubrayan-google-map.JPG" style="display: block; margin-bottom: 8px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 4px;" title="Pulubrayan google map" width="380" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Gambar  disebelah kiri peta kompleks DSM jaman dulu, sedangkan gambar sebelah  kanan adalah foto keadaan saat ini yang diambil dari google maps.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Stasiun  Pulu Brayan merupakan stasiun yang paling sering jadi tempat  tongkrongan para RF Medan. Selain karena relatif dekat dengan domisili  masing-masing, stasiun ini juga cukup ramai dengan banyaknya jumlah KA  barang yang melintas setiap harinya…&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;STASIUN TITIPAPAN&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Stasiun  ini terletak di Jl. KL Yos Sudarso Km 12.5 Titi Papan – Medan Deli.  Dari bangunannya masih terlihat kalo ni stasiun belum lama direnovasi.  Catnya masih baru, masih bersih dan rapi… Tapi sayangnya, gw denger dari  pegawai PT KA di Stasiun Pulubrayan dia bilang kalo ni stasiun udah gak  lagi dipake. Pas gw kesitu, ruangan PPKA stasiun ini bahkan udah dipake  jadi tempat main anak-anak kampung sekitar… sayang sekali… sekarang  yang “jagain” stasiun ini adalah petugas PJL yang posnya berada gak jauh  dari lokasi stasiun… Disekitar stasiun ini terdapat banyak truk-truk  kontainer yang parkir, karena disekitar sini memang banyak pabrik dan  dekat dengan kawasan industri medan (KIM)&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="Picture 227" class="alignleft size-medium wp-image-1166" height="199" src="http://gregory-widya.com/wp-content/uploads/2009/09/Picture-227-300x199.jpg" style="float: left; margin-bottom: 8px; margin-left: 0px; margin-right: 20px; margin-top: 4px;" title="Picture 227" width="300" /&gt;&lt;img alt="Picture 233" class="aligncenter size-medium wp-image-1165" height="199" src="http://gregory-widya.com/wp-content/uploads/2009/09/Picture-233-300x199.jpg" style="display: block; margin-bottom: 8px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 4px;" title="Picture 233" width="300" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://kitlv.pictura-dp.nl/" style="color: #9c6722; text-decoration: none;"&gt;&lt;img alt="sat titipapan" class="alignleft size-full wp-image-1162" height="219" src="http://gregory-widya.com/wp-content/uploads/2009/09/sat-titipapan.jpg" style="float: left; margin-bottom: 8px; margin-left: 0px; margin-right: 20px; margin-top: 4px;" title="stasiun titipapan taken from KITLV" width="292" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://gregory-widya.com/wp-content/uploads/2009/09/sat-titipapan-2.jpg" style="margin-bottom: 8px; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="sat titipapan (2)" border="0" class="aligncenter size-full wp-image-1134" height="221" src="http://gregory-widya.com/wp-content/uploads/2009/09/sat-titipapan-2.jpg" style="display: block; margin-top: 4px;" title="stasiun titipapan taken from KITLV" width="302" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;STASIUN LABOEAN&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Stasiun Labuan&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;merupakan  stasiun kecil yang terletak berdekatan dengan Dipo BBM Pertamina  Labuan. Di stasiun inilah jalur menuju ke Dipo pengisian BBM bermula dan  disini jugalah rangkaian ketel BBM yang baru diisi dari dipo pertamina  di stabling dulu sebelum dibawa ke Stasiun Medan. Lokomotif yang  biasanya menarik rangkaian BBM dari dipo pertamina ke Stasiun Medan  adalah loko tipe BB 306.&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img alt="Labuan" class="size-medium wp-image-1139 alignleft" height="187" src="http://gregory-widya.com/wp-content/uploads/2009/09/Labuan-300x187.jpg" style="float: left; margin-bottom: 8px; margin-left: 0px; margin-right: 20px; margin-top: 4px;" title="Stasiun KA Labuan" width="300" /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;STASIUN BELAWAN&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Stasiun  Belawan merupakan stasiun akhir dari rangkaian CPO dan Lateks yang  dibawa dari daerah-daerah di Rantau prapat, kabupaten asahan, lubuk  pakam dan sekitarnya. Setelah berhenti di Belawan, rangkaian kemudian  dibawa oleh lok langsir menuju kompleks Pelabuhan Belawan di daerah yang  bernama Ujung Baru. Sebagai tambahan silakan&amp;nbsp;&lt;a href="http://gregory-widya.com/2009/09/2009/02/stasiun-ka-belawan/" style="color: #9c6722; text-decoration: none;" target="_blank"&gt;klik link ini&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="Belawan" class="size-medium wp-image-1138 alignleft" height="187" src="http://gregory-widya.com/wp-content/uploads/2009/09/Belawan-300x187.jpg" style="float: left; margin-bottom: 8px; margin-left: 0px; margin-right: 20px; margin-top: 4px;" title="Stasiun KA Belawan" width="300" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img alt="DSC_0092" class="aligncenter size-medium wp-image-1174" height="187" src="http://gregory-widya.com/wp-content/uploads/2009/09/DSC_0092-300x187.jpg" style="display: block; margin-bottom: 8px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 4px;" title="Lok langsir yang akan menarik rangkaian CPO menuju ke Pelabuhan Ujung Baru" width="300" /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;STASIUN OCEAAN HAVEN I-II-III (PELABUHAN /UJUNG BARU)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; color: #424242; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Inilah  ujung dari jalur KA Medan – Belawan. Di daerah ujung baru inilah semua  muatan KA Barang baik itu CPO, lateks, ataupun PKO diturunkan dan  ditempatkan dalam tangki-tangki depot penyimpanan (sesuai dengan  perusahaan masing-masing tentunya) sebelum nantinya dimuat ke dalam  kapal.&amp;nbsp; Kabarnya, dalam waktu dekat akan dibangun terminal peti kemas  untuk Kereta Api di stasiun ini dan katanya akan digunakan untuk  menghubungkan Stasiun Tebing Tinggi dengan Pelabuhan Belawan. Memang  sih, jalan raya saat ini sudah cukup padat dengan truk-truk kontainer  yang sliweran… kalo ini jadi terealisasi, pastinya jalan raya akan  sedikit berkurang kepadatannya karena gerbong-gerbong PPCW full  kontainer akan sering sliweran di petak-petak ini&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-779358836310720947?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/779358836310720947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/sejarah-kereta-api-di-medan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/779358836310720947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/779358836310720947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/sejarah-kereta-api-di-medan.html' title='Sejarah Kereta Api di Medan'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-5181789317241455452</id><published>2011-04-12T05:22:00.000-07:00</published><updated>2011-04-12T05:22:19.672-07:00</updated><title type='text'>Mobil Tangki Kencing Kembali Marak di medan Labuhan</title><content type='html'>&lt;span class="styleHL"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.dnaberita.com/foto_HL/small_51mobil%20tanki%20minyak%20tanah.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img align="middle" border="0" src="http://www.dnaberita.com/foto_HL/small_51mobil%20tanki%20minyak%20tanah.JPG" valign="middle" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="styleisiberita "&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BELAWAN&amp;nbsp;&lt;/span&gt;  - Taring tim operasi Kuda laut 2011 yang melibatkan TNI-Polri serta  pertamina sepertinya sudah tumpul sebab aksi penyelewengan BBM mobil  tangki kencing di pinggir jalan serta dalam gudang kembali marak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai  pengamatan wartawan Selasa (12/04/2011) lokasi penampungan BBM dari  tangki CPO maupun tangki kencing BBM mulai buka diantaranya di Jalan  Platina Titipapan arah ke Jalan Mangaan Mabar, Jalan KL Yosudarso Medan  Labuhan atau Kampung Besar serta Kawasan jalan Medan Deli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir  setiap pagi hingga petang, kegiatan mobil tangki kencing beraksi  kembali dibekingi sejumlah oknum aparat TNI seakan menantang operasi tim  kuda laut yang anti akan aksi penyelewengan BBM tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal  sebagaimana diketahui sebelumnya, tim gabungan TNI-Polri beberapa waktu  lalu melakukan penggerebekkan sejumlah lokasi gudang illegal yang ada  di kawasan Medan Utara serta menggerebek sejumlah gudang illegal BBM di  kawasan Belawan dan Labuhan dengan barang bukti 11 drum minyak tanah  satu unit mobil tangki BK 8412 CB satu unit&lt;br /&gt;mobil cold diesel BK 9112 F yang berisikan drum oli kotor dan satu unit truk berisikan minyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat  banyaknya lokasi oplosan itulah para nelayan sangat susah mendapatkan  BBM solar untuk kapal ikan mereka serta menghilangnya minyak tanah di  pasaran.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-5181789317241455452?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/5181789317241455452/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/mobil-tangki-kencing-kembali-marak-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/5181789317241455452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/5181789317241455452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/mobil-tangki-kencing-kembali-marak-di.html' title='Mobil Tangki Kencing Kembali Marak di medan Labuhan'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-7767600743395400486</id><published>2011-04-04T09:05:00.001-07:00</published><updated>2011-04-04T09:05:43.140-07:00</updated><title type='text'>Sekolah Kebanjiran, Siswa Terlantar</title><content type='html'>&lt;div class="date"&gt; &lt;span class="author"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="clock"&gt; Selasa, 24 Februari 2009 &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_qz_MSiFe-FQ/SaPfyoQ08NI/AAAAAAAAAgw/d7pblZK7gfM/s1600-h/SEKOLAH+KEBANJIRAN.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306330846867026130" src="http://4.bp.blogspot.com/_qz_MSiFe-FQ/SaPfyoQ08NI/AAAAAAAAAgw/d7pblZK7gfM/s200/SEKOLAH+KEBANJIRAN.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 150px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;  Luapan sungai bengawan jero yang menjadi anak sungai bengwawan solo,  tidak hanya merendam ratusan rumah. Sebuah sekolah madrasah di desa  Bojoasri kecamatan Kalitengah juga teredam banjir. Akibatnya, para siswa  terlantar. Hanya siswa kelas tiga yang diperhatikan , karena akan  menghadapi ujian nasional.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingginya  luapan banjir sungai bengawan jero, membuat sekolah Madrasah Khozainul  Ulum, desa Bojoasri, kecamatan Kalitengah, terendam banjir. Meski air  masuk ke ruang sekolah, namun sebagian siswa kelas tiga tetap  menjalankan aktifitas belajar mengajar. Ketinggian air di dalam ruang  mencapai mata kaki orang dewasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kondisi ruangan sangat  becek, namun para siswa kelas tiga yang sebentar lagi menghadapi ujian  nasional, tetap serius mengikuti pelajar yang diberikan gurunya. Seperti  yang dikatakan Miftakhul Aziz, siswa kelas tiga madrasah sanawiyah ini,  mereka tetap sirius belajr karena akan menghadapi ujian nasional (unas)  April mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat terendam banjir, sebagain rungan sekolah  ini rusak tergerus air. agar ruang sekolah masih bisa digunakan untuk  belajar-mengajar, para siswa melakukan kerjabakti meninggikan lantai  dengan batu kapur. Sebagain siswa yang ruangnya rusak, terpaksa belajar  bersama  teman-temannya diatas perahu. akibat kondisi sekolah yang tidak  memungkan, pihak sekolah meliburkan siswa kelas satu dan dua.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-7767600743395400486?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/7767600743395400486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/sekolah-kebanjiran-siswa-terlantar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/7767600743395400486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/7767600743395400486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/sekolah-kebanjiran-siswa-terlantar.html' title='Sekolah Kebanjiran, Siswa Terlantar'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qz_MSiFe-FQ/SaPfyoQ08NI/AAAAAAAAAgw/d7pblZK7gfM/s72-c/SEKOLAH+KEBANJIRAN.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-5151459675400193203</id><published>2011-04-04T09:03:00.001-07:00</published><updated>2011-04-04T09:03:57.053-07:00</updated><title type='text'>Banjir di Lamongan Meluas</title><content type='html'>&lt;div class="date"&gt; &lt;span class="author"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="clock"&gt; Minggu, 06 Februari 2011 &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_qz_MSiFe-FQ/TU9kpNfjtUI/AAAAAAAAA2k/FLlBDAmP2BU/s1600/banjir%2Bmeluas%2B008_0001.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570781923240031554" src="http://1.bp.blogspot.com/_qz_MSiFe-FQ/TU9kpNfjtUI/AAAAAAAAA2k/FLlBDAmP2BU/s200/banjir%2Bmeluas%2B008_0001.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 150px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;banjir  akibat curah hujan tinggi semakin melus. sedikitnya tiga kecamatan di  lamongan mulai kebanjiran. banjir tidak hanya merendam rumah dan  sekolah, ratusan hektare tambakpun mulai kebanjiran.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sejumlah desa di tiga kecamatan, yakni kecamatan glagah, kecamatan kalitengah dan kecamatan karangbinangunkinu mulai kebanjiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banjir  di tiga kecamatan ini disebabkan tingginya curah hujan sehingga  sungai-sungai yang ada tidak lagi mampu menampung debit air yang terus  meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di kecamatan glagah, banjir merendam ratusan rumah di  sekitar sungai-sungai kecil. sementara di kecamatan karngbinangun,  puluhan hektare tambak kini sudah tidk berpembatas karena rata dengan  air banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kondisi terparah berada di kecamatan kalitengah.  di kecamatan ini, tak hanya rumah warga yang kebanjiran, sekolah, jalan  antar desa dan 80 hektare tambak terendam banjir tahunan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menurut sholeh, perangkat desa bojoa asri kecamatan kalitengah. warga desanya kini hanya menggunakan perahu untuk beraktifitas.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-5151459675400193203?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/5151459675400193203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/banjir-di-lamongan-meluas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/5151459675400193203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/5151459675400193203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/banjir-di-lamongan-meluas.html' title='Banjir di Lamongan Meluas'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qz_MSiFe-FQ/TU9kpNfjtUI/AAAAAAAAA2k/FLlBDAmP2BU/s72-c/banjir%2Bmeluas%2B008_0001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-6925579591053517506</id><published>2011-04-04T09:02:00.001-07:00</published><updated>2011-04-04T09:02:52.062-07:00</updated><title type='text'>Banjir Rendam Sekolah dan Ponpes</title><content type='html'>&lt;div class="date"&gt; &lt;span class="author"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="clock"&gt; Sabtu, 05 Februari 2011 &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_qz_MSiFe-FQ/TU5IDZNUBYI/AAAAAAAAA2c/Yno3OAf27e0/s1600/2_6_2011%2B11_35%2BAM_0001.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570469012247414146" src="http://2.bp.blogspot.com/_qz_MSiFe-FQ/TU5IDZNUBYI/AAAAAAAAA2c/Yno3OAf27e0/s200/2_6_2011%2B11_35%2BAM_0001.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 150px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;sebuah  sekolah dan piondok pesantren di kecamatan kalitengah lamongan, minggu  siang terendam banjir akibat luapan anak sungai bengawan solo. banjir  mengganggu kegiatan belajar mengajar dan melumpuhkan aktifitas pondok  pesantren.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beginilah kondisi madrasah  aliyah khozainul ulum di desa bojoasri kecamatan kalitengah. sekolah  yang digunakan ratusan siswa untuk belajar ini terendam banir setinggi  betis orang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banjir yang menggenangi sekolah ini, berasal  dari luapan anak sungai bengawan solo, atau yang biasa disebut warga  setempat sebagai bengawan jero.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meski banjir menggenangi  ruang kelas, namun para siswa masih saja belajar seperti biasa. mereka  tidak mengeluh dengan kondisi ini karena banjir selalu terjadi setiap  tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menurut musa, salah seorang guru di madrasah  khozainul ulum, banjir parktis mengganggu proses belajar mengajar.  selain karena ruangan yang tidak nyaman, banjir juga menyebabkan para  siswa terlambat datang kesekolah karena akses jalan terputus banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selain  merendam sekolah, banjir di desa bojoasri kecamatan kalitengah ini juga  merendam sebuah pondok pesantren. akibat banjir ini, pengasuh pondok  meliburkan santrinya untuk sementara. namun jika banjir berlangsung  lama, para santri akan dipindahkan ke tempat yang lebih aman untuk  melakukan kegiatan belajar.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-6925579591053517506?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/6925579591053517506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/banjir-rendam-sekolah-dan-ponpes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/6925579591053517506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/6925579591053517506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/banjir-rendam-sekolah-dan-ponpes.html' title='Banjir Rendam Sekolah dan Ponpes'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qz_MSiFe-FQ/TU5IDZNUBYI/AAAAAAAAA2c/Yno3OAf27e0/s72-c/2_6_2011%2B11_35%2BAM_0001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-4517800196322427797</id><published>2011-04-04T09:00:00.000-07:00</published><updated>2011-04-04T09:00:22.180-07:00</updated><title type='text'>Banjir di Kawasan RUMBAI *kawasan utara Pekanbaru</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_16268707"&gt;        &lt;b&gt;Banjir di Kawasan RUMBAI&lt;/b&gt; *kawasan utara Pekanbaru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banjir tidak menyurutkan minat anak-anak SDN 034 untuk bersekolah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Pekanbaru%20Lovely%20City/31-otb07.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-4517800196322427797?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/4517800196322427797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/banjir-di-kawasan-rumbai-kawasan-utara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/4517800196322427797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/4517800196322427797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/banjir-di-kawasan-rumbai-kawasan-utara.html' title='Banjir di Kawasan RUMBAI *kawasan utara Pekanbaru'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Pekanbaru%20Lovely%20City/th_31-otb07.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-3046911966209034300</id><published>2011-04-04T08:58:00.001-07:00</published><updated>2011-04-04T08:58:36.599-07:00</updated><title type='text'>banjir di sekolah waktu februari 2007</title><content type='html'>banjir di sekolah waktu februari 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://photos-868.friendster.com/e1/photos/86/81/36431868/736089854l.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://photos-868.friendster.com/e1/photos/86/81/36431868/945660850l.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://photos-868.friendster.com/e1/photos/86/81/36431868/148817451l.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://photos-868.friendster.com/e1/photos/86/81/36431868/105871319l.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://photos-868.friendster.com/e1/photos/86/81/36431868/587815442l.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://photos-868.friendster.com/e1/photos/86/81/36431868/325869098l.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://photos-868.friendster.com/e1/photos/86/81/36431868/646513288l.jpg" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-3046911966209034300?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/3046911966209034300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/banjir-di-sekolah-waktu-februari-2007.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/3046911966209034300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/3046911966209034300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/banjir-di-sekolah-waktu-februari-2007.html' title='banjir di sekolah waktu februari 2007'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-307743209195133970</id><published>2011-04-04T08:48:00.001-07:00</published><updated>2011-04-04T08:48:54.448-07:00</updated><title type='text'>Munajat Air, Menitah Banjir</title><content type='html'>&lt;h1 class="singlePageTitle"&gt;Munajat Air, Menitah Banjir&lt;/h1&gt;&lt;div style="margin: 0px; text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://www.printfriendly.com/" style="color: #55750c; outline: medium none; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://riaupos.co.id/news/wp-content/uploads/2011/02/banjir-rohul.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-full wp-image-14032" height="247" src="http://riaupos.co.id/news/wp-content/uploads/2011/02/banjir-rohul.jpg" title="banjir-rohul" width="350" /&gt;&lt;/a&gt;Hujan  awalnya dirasakan indah oleh warga Dusun Sungai Bungo, artinya munajat  mereka terkabut yakni turunnya hujan. Anak-anak bermain menyambut  datangnya hujan. Namun selama sehari penuh hujan itu tidak berhenti,  menjadi tanya warga, akankah hujan ini akan menjadi ancaman bukan berkah  lagi.&lt;br /&gt;Hari kedua, anak-anak makin gembira memyambut datangnya hujan. Air  mulai masuk ke rumah penduduk Dusun Sungai Bungo Rambah Kabupaten Rokan  Hulu. Sebagian anak-anak memanfaatkan air setinggi lutut orang dewasa  itu untuk bermain sampan yang terbuat dari batang pohon pisang.&lt;br /&gt;‘’Memang namanya juga anak-anak, dilarang tetap saja bermain. Padahal  cuaca dingin sekali, ngapa pula mereka itu terus bermain air,’’ jelas  Iwan, warga Dusun Bungo Desa Sialang Jaya Kecamatan Rambah, Rohan Hulu  ini, Selasa (3/2).&lt;br /&gt;Hari ketiga, anak-anak sebagian tidak lagi bermain. Mungkin karena  cuaca semakin dingin, hanya sebagian anak-anak yang degil saja yang  bermain, yang lainnya tidak bernyali lagi bermain air dingin dengan  cuaca yang menusuk kulit.&lt;br /&gt;Hujan itu seperti ‘tombak’ yang turun dari langit menghujam ke bumi.  Awalnya rintik-tintik hujan indah terdengar, namun setelah beberapa  hari, air mulai menggenangi perumahan warga, suara turunnya hujan  bagaikan peluru senjata otomatis yang menerjang rumah.&lt;br /&gt;Keindahan suasana hujan berubah menjadi suasana suram. Sejumlah jalan  digenangi air, sehingga sulit dilalui kenderaan. Bahkan terpaksa  kenderaan dinaikan ke sampan, agar bisa melewati banjir tersebut.&lt;br /&gt;Sungguh sedih nasib yang dialami Dusun Sungai Bungo ini selama tiga  bulan terisolir akibat banjir yang menggenani sebagian perumahan warga  dan badan jalan.&lt;br /&gt;‘’Kami terpaksa bergantian belanja keluar dusun, sebab kondisi jalan  benar-benar memprihatinkan,’’ ucapnya Oje yang mengeluhkan kondisi jalan  di kampungnya yang rusak akibat banjir.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Melawan Air, Menuai Longsor&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://riaupos.co.id/news/wp-content/uploads/2011/02/longsor.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignright size-full wp-image-14033" height="226" src="http://riaupos.co.id/news/wp-content/uploads/2011/02/longsor.jpg" title="longsor" width="350" /&gt;&lt;/a&gt;Sejumlah  sungai di Kabupaten Rokan Hulu, semuanya bermuara pada sejumlah bukit  di perbatasan dengan kabupaten di Sumatera Barat dan Sumatera Utara.  Misalnya Sungai Rokan di Rokan IV Koto, bermuara ke pegunungan yang  terjal di bukit barisan di perbatasan dengan Rao dan Mapattunggal, di  Sumatera Barat.&lt;br /&gt;Untuk wilayah yang terjal seperti perbukitan Rokan IV Koto, jika saat  hujan, air akan langsung mengalir ke sungai dan sungai langsung banjir.  Ini salah satu ciri, daerah perbukitan, dimana saat hujan, maka air di  sungai akan melaup seketika, apa lagi saat ini perkebunan karet kalah  trendi dibandingkan kebun kelapa sawit. Maka bukit-bukit yang terjan di  Rokan IV Kota tidak lagi mampu menahan air, disebabkan sebagian  dibiarkan gundul dan sebagian lagi ditanami kelapa sawit.&lt;br /&gt;Jalan lintas Rokan IV Koto adalah satu-satunya jalan yang bisa  digunakan untuk ke Kota Ujungbatu. Misalnya saat ini&amp;nbsp; longsor di  Pendakian Gasing Desa Banjar Datar Kecamatan Rokan IV Koto, menyebabkan  tujuh desa terisolir. Sebab, akses jalan satu-satunya ke Ibu Kota  Kecamatan Rokan IV Koto tertimbun.&lt;br /&gt;Ketujuh desa yang terisolir tersebut adalah Desa Banjar Datar, Desa  Tandikek, Desa Sungai Kijang, Desa Tibawan, Desa Lubuk Ingu, Desa Kubang  Buayo, dan Desa Kesik Putih. Ada ribuan penduduk yang tinggal di tujuh  desa itu. Satu-satunya akses jalan darat yang menghubungkan desa-desa  itu dengan Ibu Kota Kecamatan hanya Jalan Lintas Provinsi itu (Lintas  Riau-Sumbar). Di Desa Cipang Kiri Hulu, jembatan Sungai Talaok juga  hanyut dibawa arus air. Jembatan yang terbuat dari kayu tersebut digusur  arus air sehingga akses jalan dari Dusun Pintu Kuari ke Desa Cipang  Kiri Hulu terputus.&lt;br /&gt;‘’Kalau musim hujan, janganlah lewat jalan ini, awak tak bisa balek nanti,’’ ujar Nexon, warga Rokan IV Koto pada Riau Pos.&lt;br /&gt;Jika selama ini hutan masih mampu menahan ‘sementara’ derasnya air  yang akan mengalir ke sungai, sekarang tidak lagi. Pemandangan yang ada  sepanjang jalan dari Ujungbatu ke Rokan IV Koto adalah bukit yang  gundul, sekali-kali ditemukan kebun karet namun perkebunan sawit lebih  dominan. Maka wajar saja jika di saat musim hujan, banyak perbukitan  yang lonsor dan banyak pula jalan yang tergenang air.&lt;br /&gt;Jangankan di musim hujan, di saat cuaca terang, jika anda menggunakan  sepeda motor ke Rokan IV Koto, sejumlah tanjakan terjal akan dilalui  dan tidak jarang ditemukan sejumlah pedagang yang membawa barang  keperluan sehari-hari terpaksa memperbaiki sepeda motornya karena rusak  dan tidak mampu mendaki.&lt;br /&gt;Ditambah lagi kebijakan melawan hukum air, yakni menggunduli  perbukitan itu atau menanami bukti itu dengan perkebunan sawit (tanaman  yang tidak mampu menahan lajunya air), maka sempurnalah ‘kekejaman alam’  itu. Yakni banjir dan longsor di sejumlah ruas Jalan Rokan IV Koto.&lt;br /&gt;Pantauan Riau Pos, jalan menuju Rokan IV Koto akan terus mengalami  longsor, karena bukit sekitar jalan banyak yang gundul dan sebagian  ditanami kelapa sawit.&lt;br /&gt;Jalan-jalan itu melalui sejumlah bukit yang ‘menjulang’, tentunya ini  rawan longsor. Yang bisa dilakukan adalah jangan dilakukan kebijakan  ‘melawan air’ yakni menggunduli bukit, dan menanami bukit sepanjang  dengan tanaman sawit, tetapi adalah kebijakan ‘ramah air’ menanami  bukit-bukit di sisi jalan dengan tanaman yang mampu menyerap air, dan  dapat ‘manahan sementara’ air hujan yang turun.&lt;br /&gt;Pengamat lingkungan Prof Dr Adnan Kasri menilai bahwa tata lingkungan  di Riau ini belum berpihak pada alur air, diketahui bahwa setiap daerah  memiliki alur air yang bermuara ke sungai, jika kebijakan itu dilawan,  maka siap-siaplah menuai banjir dan longsor.&lt;br /&gt;Misalnya dalam hal pembangunan jalan, seperti di Rokan IV Koto ini  seharusnya mempertimbangkan ancaman lonsor, dan banjir, kalau berlawanan  dengan hukum air itu, maka siap-siaplah menuai longsor dan banjir.&lt;br /&gt;Biarkan air itu mengalir ke arahnya, jangan dilawan, kalau dilawan,  maka sia-sia pembangunan itu. Bukit digunduli, tentu ini namanya melawan  air, sebab air tidak ada yang menahannya, lagi, dia langsur meluncur  dan menyebabkan longsor dan banjir.&lt;br /&gt;Air yang meluncur tanpa hambatan itu yang menyebabkan air sungai pun  mendadak meluap menjadi air bah, maka jangan heran jika daerah rendah  yang dilalui sejumlah sungai di Rokan Hulu. Misalnya dampak dari  tingginya intensitas curah hujan hujan di kawasan Rokan Hulu, sebanyak  1.536 rumah warga direndam air bah di sejumlah daerah kecamatan.&lt;br /&gt;Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Rohul H Juni  Safry SSos MT, Ahad (30/1) bahwa korban banjir tercatat di beberapa  kecamatan. Seperti Kecamatan Bonaidarussalam, Rambahsamo, Rambah Hilir,  Rambah, dan Kuntodarussalam.&lt;br /&gt;Jumlah 1.536 rumah adalah rumah yang parah terendam banjir, namun  sebenarnya jumlah rumah yang terendam banjir lebih dari itu. Hal ini  diakui Kadisos Rohul, bahwa laporan sejumlah camat ke dinsos jumlah  rumah terendam lebih dari 1.536 rumah.&lt;br /&gt;‘’Data ini kita dapatkan dari camat masing-masing, dari ribuan rumah  yang terendam air, hanya 1.536 rumah yang parah direndam air bah,’’  ungkap H Juni Safry.&lt;br /&gt;Kita tidak dapat membayangkan jika hujan melanda daerah ini lebih  dari sebulan, sebab hujan sepekan saja menyebabkan ribuan rumah  terendam.&lt;br /&gt;Geografis Rokan Hulu sebagai daerah hilir sejumlah sungai, maka sangat  wajar sebagai daerah yang pertama kali mengalami banjir. Untuk  selanjutnya, biasanya Rokan Hilir yang mengalami banjir, sebab hulu  Sungai Rokan ada di Rohul.&lt;br /&gt;Tetapi seharusnya Rohul bisa belajar dari Bogor, dimana Bogor sebagai  hilirnya air Sungai Ciliwung di Jakarta, tetapi tidak pernah mengalami  banjir separah Rohul. Artinya warga dan Pemkab Bogor berhasil membangun  tata kota yang ramah air, bukan ‘melawan air’.&lt;br /&gt;Bukan hanya pemerintah yang melakukan kebijakan ‘ramah air’, tetapi  warga pun tetap memperhatikan keseimbangan alam dengan cara  mempertahankan pohon-pohon di sekitar rumah dan perkebunan mereka,  bahkan sejumlah hotel terpaksa dibongkar, karena dianggap memicu banjir  air bah.&lt;br /&gt;Sementara kondisi konstras di Rohul, warga malah menggunduli bukit  dan hutan, bahkan sebagian besar menanami tanaman sawit yang tidak mampu  menahan air bah. Maka jangan heran, jika di musim hujan wajar saja  mengalami banjir.&lt;br /&gt;Sebagai hulu Sungai Rokan, seharusnya Pemkab Rohul dan Rohil saling  kordinasi, seperti yang dilakukan Jakarta dan Bogor dalam menjaga  keganasan Sungai Ciliwung.&lt;br /&gt;Bayangkan saja, panjang aliran utama Sungai Ciliwung ini adalah  hampir 120 Km dengan daerah pengaruhnya (daerah aliran sungai) seluas  387 Km persegi. Wilayah yang dilintasi Ci Liwung adalah Kota Bogor,  Kabupaten Bogor, Kota Depok dan Jakarta. Dari 13 sungai yang mengalir di  Jakarta, Ci Liwung memiliki dampak yang paling luas ketika musim hujan  karena ia mengalir melalui tengah kota Jakarta dan melintasi banyak  perkampungan, perumahan padat.&lt;br /&gt;Jika Bogor dan Jakarta mampu menjaga Ciliwung, mengapa Rohul dan Rohil tidak bisa?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;‘Pertemuan’ Membawa Bencana&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Gunung  Sahilan adalah tempat bertemunya empat sungai. Yakni Sungai Sitingkai,  Sungai Lipai, Sungai Subayang dan Sungai Singingi yang seluruhnya  bermuara ke Sungai Kamparkiri. Daerah ini sangat subur, makanya sejak  lama telah berdiri kerajaan Gunung Sahilan dan sampai kini istananya  masih berdiri, walau mulau lapuk tidak terurus.&lt;br /&gt;Tapi istana itu tidak pernah disentuh banjir, walau lokasinya tidak  jauh dari Sungai Kamparkiri (tempat bertemunya empat sungai).&lt;br /&gt;Sejak dulu, daerah ini dikenal sebagai daerah yang damai, aman dari  banjir, dan makmur. Hal ini dibuktikan keberadaan Kerajaan Gunung  Sahilan yang termashur itu.&lt;br /&gt;Tapi sekarang semua sudah berubah. Wilayah yang aman ini berubah  menjadi lokasi langganan banjir. Sejatinya pertemuan empat sungai ini  membawa berkah, tetapi sekarang membawa derita.&lt;br /&gt;Sungai tidak seramah dulu lagi. Di musim kemarau, sungai mengering,  seperti tidak berbentuk sungai, dan di musim hujan seperti pada Jumat  (28/2) sampai Senin (31/1) lalu, ribuan warga merana akibat meluapnya  Sungai Kamparkiri.&lt;br /&gt;Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten  Kampar bahwa banjir telah merendam empat desa. Sejumlah fasilitas umum,  ratusan hektare kebun sawit dan karet, dan 1.005 jiwa yang menghuni  ratusan rumah terendam.&lt;br /&gt;Empat desa yang yang terkena banjir, yaitu Desa Gunung Sahilan, Desa Sahilan Darussaalam, Kebun Durian dan Desa Subarak.&lt;br /&gt;Di Desa Gunung Sahilan, jumlah rumah yang terendam banjir terdiri dari  80 Kepala Keluarga (KK) dan 239 jiwa, dua unit musala, 17 sumur air  bersih, 97 hektare sawit dan 74 hektare karet.&lt;br /&gt;Di Desa Sahilan Darussalam, rumah yang terendam sebanyak 111 unit  yang terdiri dari 112 KK dan 335 jiwa, kantor desa, dua unit musala, 16  sumur air bersih, 70 hektare sawit dan 85 hektare karet.&lt;br /&gt;Kemudian, di Desa Kebun Durian, yang terendam banjir sebanyak 72 unit  rumah, 73 KK dan 221 jiwa, satu unit musala, satu unit Taman  Kanak-kanak (TK), lima unit sumur air bersih, 81 hektare sawit dan 126  hektare karet. Di Desa Subarak, 65 unit rumah 70 KK dengan 201 jiwa, 40  hektare sawit dan 128 hektare karet. ‘’Wilayah ini setiap tahun jadi  langganan banjir,’’ ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Kabupaten Kampar Ir Fauzi Nurta MT, belum lama ini.&lt;br /&gt;Pertemuan empat sungai itu tidak lagi menjadi pertemuan yang membawa berkah, tetapi pertemuan yang membawa bencana.&lt;br /&gt;Padahal hujan yang hanya satu pekan, tetapi banjir menggenani ratusan  rumah dan menyebabkan ribuan warga merana. Tapi yang mengherankan  mengapa istana Gunung Sahilan itu tidak pernah tersentuh banjir.  Seharusnya warga setempat bisa belajar dari struktur bangunan istana  itu?&lt;br /&gt;Seharusnya warga belajar dari struktur bangunan tua itu yang ramah  lingkungan. Bangunan ini disebut ramah lingkungan sebab, tidak disemen  semuanya, ada ruangan di bawah yang menyerap air. Sementara warga  sekitar, membangun rumah dengan struktur betol dan menyemen seluruhnya,  maka jangan heran kalau di musim hujan, rumah panggung lebih aman  daripada rumah semen.&lt;br /&gt;Namun tidak semua rumah di wilayah ini disemen, masih ada ditemukan  rumah panggung, maka bersyukurlah mereka yang memiliki rumah panggung  ini. Sebab aman dari banjir.&lt;br /&gt;Kearifan masa lalu seharusnya perlu mendapat perhatian bagi generasi  sekarang ini. ‘’Rumah kami ini dah tua, tapi syukurlah aman dari  banjir,’’ ujar Mak Andak pada Riau Pos, Selasa (2/2) lalu.&lt;br /&gt;Struktur bangunan rumah Mak Andak memang modern, tetapi bangunan  panggung ini aman dari banjir. Jika tidak musim banjir, kolong rumahnya  digunakan untuk menyimpan kayu bakar dan tempat bermain anak-anak. Kalau  musim banjir, rumah pun aman dari banjir.&lt;br /&gt;Mak Andak bangga dengan rumahnya, yang memang dianggapnya sebagai  bentuk rumah ideal. Walau sebagian kalangan menilai bentuk rumah  panggung ini dianggap kuno. Umumnya warga merasa bangga jika rumah  mereka dibangun dengan meruntuhkan rumah panggung dan merendahkan  bangunan, kemudian disemen dengan bentuk permanen. Bahkan pemerintah pun  menggalakkan program semenisasi, bahkan bedah rumah pun dilakukan dalam  bentuk semenisasi.&lt;br /&gt;Menurut Mardianto Manan MT, pengamat tata perkotaan, bahw bangunan  rumah panggung itu yang seharusnya dicontohkan pemerintah, bukan  semenisasi. Struktur rumah panggung, dia aman dari banjir, dan tidak  menutupi seluruh bagian rumah, sehingga di saat musim banjir, tanah di  bawah bangunan tetap menyerap air.&lt;br /&gt;‘’Yang kita alami sekarang ini, kita bangga kalau rumah disemen  seluruhnya. Akhirnya jika semua melakukan seperti itu, air hujan akan  mengalir ke sungai seluruhnya, sebab tidak ada lagi tanah resapan,’’  paparnya.&lt;br /&gt;Topografis Gunung Sahilan selain memang rawan banjir, juga sepanjang  sisi kanan dan kiri sungai habis ‘dijarah’ perkebunan sawit. Pengusaha  dan warga tidak lagi memperdulikan aturan jarak tanam, bahwa lima ratus  meter dari sungai tidak boleh ditanami sawit. Bahkan di bibir sungai pun  ditanami sawit, tentunya air yang turun dari pegununungan di  Singingihilir dan Kamparkiri di saat musim hujan langsung saja meluncurk  ke sungai, sementara sungai tidak mampu menahan air, maka jadilah  banjir.&lt;br /&gt;Tanaman sawit yang tidak mampu menahan air menyebabkan sedimentasi  sungai —proses pengendapan material yang dibawa air sungai kecil— ini  menyebabkan struktur sungai semakin dangkal. Maka jangan heran di saat  musim hujan, wilayah Gunung Sahilan menjadi langganan banjir.&lt;br /&gt;Kebijakan dan prilaku pemerintah dan warga memang sudah bertentangan  dengan hukum air, maka siapa yang melawan air, akan menuai banjir.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bertuah jadi ‘Berkuah’&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pekanbaru  yang dulunya hanya kota kecil pinggir Sungai Siak, kini berkembang  menjadi kota metropolitas. Namun keberadaan ini kota ini tidak terlepas  dari ‘peradaban sungai’ yang mengepitnya, yakni Sungai Siak dan Kampar  (Teratak Buluh).&lt;br /&gt;&lt;a href="http://riaupos.co.id/news/wp-content/uploads/2011/02/pekanbaru-berkuah.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="alignright size-full wp-image-14036" height="215" src="http://riaupos.co.id/news/wp-content/uploads/2011/02/pekanbaru-berkuah.jpg" title="pekanbaru-berkuah" width="350" /&gt;&lt;/a&gt;Anehnya kota ini kalau hujan sedikit saja, langsung air menggenang,  yang sering diplesetkan dengan kata ‘barkuah’. Padahal dua sungai siap  menampung air di kota ini, tapi karena tidak memiliki master plan,  sehingga air tetap saja menggenangi sejumlah ruas jalan kota ini.&lt;br /&gt;Seharusnya, air hujan yang tumpah di kota bertuah ini, langsung meluncur  ke Sungai Siak atau Sungai Kampar. Namun kenyataannya, air itu tetap  saja menggenang di tengah kota.&lt;br /&gt;Topografis Kota Pekanbaru yang memiliki dua sungai di sini kanan  kirinya, merupakan anugerah dari Allah yang seharusnya disyukuri, tapi  pembangunan drainasi itu selalu saja melawan hukum air. Misalnya  persimpangan jalan Soebrantas-HM Amin airnya dialirkan ke Sungai Siak,  tetapi malah dialirkan ke anak sungai di Sungai Kampar, maka kebijakan  melawan alur air ini pun setiap hujan menuai banjir.&lt;br /&gt;‘’Pembangunan drainase kita bertentangan dengan ‘hukum air’ itu  sendiri, misalnya bentuk drainasenya kecil dipaksakan untuk menampung  air yang melimpah, malah di atas drainase itu dibangunan pulak ruko atau  kedai yang terbuat dari papan. Ditambah lagi air dialirkan ke arah yang  salah. Maka sempurnalah kesalahan pembangunan drainase kota ini,’’ ujar  Dosen Teknik Sipil UIR dan juga pengamat tata kota H Ardiansyah MT,  Selasa (2/2).&lt;br /&gt;Apa yang disampaikan pangamat tata perkotaan ini memang benar,  sepanjang jalan kota ini banyak ditemukan pedagang yang berjualan,  makanya drainase ditutupi papan, dan tidak sedikit bangunan semi  permanen yang berdiri di atasnya.&lt;br /&gt;Demikian juga pembangunan perumahan yang semakin ‘menggila’,  menyebabkan sejumlah wilayah resan air diubah menjadi perumahan. Seluruh  rawa habis ditimbun menjadi ruko atau bangunan megah lainnya seperti  rumah sakit dan perkantoran.&lt;br /&gt;Masih ingat di Jalan Kapling tepatnya di Rumah Sakit PMC, dulunya  wilayah ini lembah, sekarang sudah berdiri bangunan megah dan sejumlah  ruko berderet, maka air pun tidak lagi bisa meresap, langsung saja  meluncur ke sungai, maka siap-siaplah warga di sekita sungai itu akan  menuai banjir di musim hujan. Tapi herannya pemerintah memberi izin  Amdal, IMB dan izin lainnya, saat pembangunan sejumlah wilayah resapan  air itu. Bahkan saat ini pembangunan perumahan terus berlanjut.&lt;br /&gt;Masih banyak wilayah resapan air lainnya yang seharusnya dibiarkan  apa adanya, atau bisa dikelola menjadi kolam pancing, tetapi sekarang  sudah berubah menjadi bangunan yang ditutupi semen.&lt;br /&gt;Usaha pemerintah membuat Perda sumur resapan yakni Perda No 10/2006  hanya isapan jempol belaka. Perda tinggal Perda, secara ekonomis tentu  warga lebih memilik membuat sumur bor daripada membangun sumur, selain  tidak praktis, rumah RSS sudah terlalu sempit, kalau dibangun lagi  sumur, maka tinggalkan rumah itu untuk sumur dan ruang tamu. Lalu tidur  dimana?&lt;br /&gt;Saat ini sedang diusulkan master plan penanganan banjir di Kota  Pekanbaru, yakni kerja sama antara Pemprov dan Pemko, namun agaknya  masih sulit diwujudkan. Ego antar-pemimpin akibat gesekan politik selama  pemilukada agaknya berpengaruh terhadap pembangunan kota ini. Bahkan  saat wartawan menanyakan master plan penanganan banjir, Dinas PU  Pekanbaru tidak mengetahui.&lt;br /&gt;‘’Saya malahan belum menerima laporan mengenai masterplan dari  Provinsi Riau. Itu hasil dari hearing DPRD Riau bersama Pemprov, dan  saya sangat setuju dengan itu,” ucap Kepala Dinas PU Kota Pekanbaru,  Dedi Gusriadi, Jumat (4/2).&lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan, mengapa Pemprov sejak awal tidak mengajak  Pemko? Sebab Pemko yang memahami detail masalah banjir di kota ini.&lt;br /&gt;Agaknya semua kebijakan kita masih bermuara pada propyek oriented,  padahal banjir sekejap lalu saja kata Kepala Dinas Sosial Riau Zaini  Ismail telah menyebabkan korban 22 ribu jiwa. Lalu bagaimana jika hujan  mengguyur sejumlah daerah Riau selama sebulan? Hukum Archimedeslah  jawabannya, banjir akan meluas disebabkan tidak ada lagi resapan air,  sementara tekanan air yang datang melimpah tidak tertahan. Padahal dalam  doa kita sering ‘bermunajat’ agar hujan yang turun di negeri menjadi  berkah, namun dalam kenyataannya air hujan itu ‘menitah’ banjir.***&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: left; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-307743209195133970?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/307743209195133970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/munajat-air-menitah-banjir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/307743209195133970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/307743209195133970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/munajat-air-menitah-banjir.html' title='Munajat Air, Menitah Banjir'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-4836144448247172831</id><published>2011-04-04T08:45:00.001-07:00</published><updated>2011-04-04T08:45:48.051-07:00</updated><title type='text'>Pekanbaru Kota Banjir</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yWxm7S_DvTI/R6aJ-YnNLcI/AAAAAAAAAAQ/uI09u5Vrhfs/s1600-h/banjir.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162965727678639554" src="http://3.bp.blogspot.com/_yWxm7S_DvTI/R6aJ-YnNLcI/AAAAAAAAAAQ/uI09u5Vrhfs/s320/banjir.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Gimana neehh Pekanbaru Banjir kembali &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-4836144448247172831?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/4836144448247172831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/pekanbaru-kota-banjir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/4836144448247172831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/4836144448247172831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/pekanbaru-kota-banjir.html' title='Pekanbaru Kota Banjir'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yWxm7S_DvTI/R6aJ-YnNLcI/AAAAAAAAAAQ/uI09u5Vrhfs/s72-c/banjir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-6568802686572118880</id><published>2011-04-04T08:38:00.000-07:00</published><updated>2011-04-04T08:38:11.484-07:00</updated><title type='text'>Harimau Sumatera di Sumbar Terancam Punah</title><content type='html'>&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;Padang - Harimau Sumatera &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(panthera tigris sumatrae&lt;/span&gt;) yang terdapat di kawasan hutan konservasi Sumatera Barat terancam punah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kelangsungan hidup populasi harimau Sumatera berada di hutan  konservasi alam terancam," kata Kepala BKSD Sumbar, Gusril, di Padang,  Senin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, populasi harimau terancam pengrusakan habitat dan  perburuan. "Ancaman punah bisa saja terjadi akibat salah jerat atau  terperangkap jerat babi," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, berkurangnya habitat akibat perambahan hutan&amp;nbsp; menyebabkan harimau keluar untuk mencari makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkurangnya luas habitat mereka telah memicu terjadinya `konflik`  antara satwa langka tersebut dan penduduk yang bermukim di sekitar  kawasan hutan itu. "Tidak sedikit harimau Sumatera yang mati dan warga  meninggal dunia akibat diterkam harimau tersebut,`kata Gusril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, maraknya pembukaan kawasan juga akibat pemotongan jalan  perkampungan bagi perkebunan sawit dan kakao.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Satwa lain yang&amp;nbsp; terancam punah di Sumbar yakni beruang Sumatera, tapir Sumatera, dan penyu Sumatera," katanya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-6568802686572118880?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/6568802686572118880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/harimau-sumatera-di-sumbar-terancam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/6568802686572118880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/6568802686572118880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/harimau-sumatera-di-sumbar-terancam.html' title='Harimau Sumatera di Sumbar Terancam Punah'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-1699763279410891218</id><published>2011-04-04T08:36:00.001-07:00</published><updated>2011-04-04T08:36:49.857-07:00</updated><title type='text'>Dukungan Kebutuhan Air Yang Merata Belum Terwujud</title><content type='html'>&lt;h1 class="news-title"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Padang&amp;nbsp; - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat  (Sumbar) mengakui bahwa potensi sumber daya air (SDA) daerah ini untuk  mendukungan pembagian kebutuhan air masyarakat perkotaan, pedesaan,  pertanian dan industri secara adil dan merata belum terwujud.&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;Belum terwujudnya pembagian air yang adil dan merata tidak lepas  dari sejumlah permasalahan dalam pengelolaan dan pemanfaatan SDA di  Sumbar, terutama disebabkan oleh kerusakan infrastruktur, kata Gubernur  Sumbar Irwan Prayitno dalam rancangan Rencana Pembangunan Jangka  Menengah Daerah (RPJMD) 2011-2015 Sumbar di Padang, Minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, juga disebabkan belum optimalnya pelayanan infrastruktur SDA yang sudah ada, tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, ada lima masalah utama dalam pengelolaan dan  pemanfaatan SDA Sumbar. Pertama, tingkat kerusakan saerah aliran sungai  (DAS) yang semakin parah disebabkan kerusakan di daerah hulu sungai yang  cenderung terus berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terjadi karena daerah tutupan lahan hutan di hulu sungai  berubah menjadi lahan terbuka yang mengakibatkan besarnya limpasan air  permukaan dan penyusutan infiltasi, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini berakibat turunnya ketersediaan air permukaan dan air  tanah yang juga dipicu penggunaan air tanah tanpa terkendali, tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah SDA ini juga menyebabkan pencemaran air pada sungai-sungai  yang melewati kawasan industri, pemukiman dan pertanian yang banyak  emnghasilkan limbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah kedua, kerusakan sarana prasarana SDA akibat bencana alam,  seperti kerusakan irigasi dan bendungan Batang Tongar di Kabupaten  Pasaman Barat yang juga berdampak pada rusaknya saluran irigasi primer  dan sekunder pada DAS batang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan juga disebabkan banjir dan galodo (longsoran tanah  beserta bebatuan, red) yang sering melanda Sumbar, seperti di Sungai  Tarap, Kabupaten Tanah Datar, banjir bandang di Payakumbuh dan Kabupaten  50 Kota karena meluapnya Batang Agam dan Batang Sinamar.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, masalah ketiga, kurang optimalnya pelayanan jaringan  irigasi yang sudah ada, sehingga diperlukan peningkatan fungsi jaringan  ini dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang optimalnya pelayanan ini dampak dari gempa 2005, 2007 dan  2009 di Sumbar yang menyebabkan kerusakan pada banyak saluran irigasi  sehingga distribusi air untuk irigasi lahan teknis menjadi terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah ke empat, operasi dan pemeliharaan prasarana SDA yang masih  rendah mengakibatkan kerusakan tidak saja pada jaringan irigasi, tetapi  juga pada DAS karena erosi dan pendangkalan sehingga terjadi  inefisiensi pemanfaatan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan, masalah ke lima, masih lemahnya penyediaan, pengelolaan  data dan informasi SDA, padahal data berkualitas sangat dibutuhkan dalam  perencanaan dan pelaksanaan program-program pembangunan, termasuk dalam  bidang SDA, tambahnya.(*)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-1699763279410891218?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/1699763279410891218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/dukungan-kebutuhan-air-yang-merata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/1699763279410891218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/1699763279410891218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/dukungan-kebutuhan-air-yang-merata.html' title='Dukungan Kebutuhan Air Yang Merata Belum Terwujud'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-2232555026937106534</id><published>2011-04-04T08:34:00.000-07:00</published><updated>2011-04-04T08:34:31.590-07:00</updated><title type='text'>Hutan Konservasi Sijunjung dan Pasaman Rusak</title><content type='html'>&lt;div class="datetime"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;           &lt;div id="box_newsLeft"&gt;       &lt;blockquote&gt;    "Kawasan hutan lindung itu sebagian besar sudah berubah fungsi menjadi perkebunan hutan tanaman industri...   &lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;Padang&amp;nbsp; - Kawasan hutan konservasi di dua daerah&amp;nbsp;  Sumatera Barat rusak akibat pembalakan liar dan perambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dua kawasan hutan konservasi yang rusak terdapat di Sijunjung  serta Pasaman," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)  Provinsi Sumbar, Gusril, di Padang, Senin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia para perambah hutan dan pelaku pembalakan liar telah  mengakibatkan rusaknya fungsi hutan sebagai penyangga resapan air,  begitu juga hilangnya kehidupan berbagai satwa dan biota dilindungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kawasan hutan lindung itu sebagian besar sudah berubah fungsi  menjadi perkebunan hutan tanaman industri dan kelapa sawit baik yang  berada di wilayah pantai maupun pada lokasi perbukitan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luas hutan konservasi di provinsi Sumbar 250.000 hektar, namun Gusril belum tahu pasti luas hutan yang rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, kawasan hutan konservasi di Sumbar, perlu  diselamatkan berbagai pihak termasuk masyarakat karena fungsinya sangat  besar bagi kehidupan manusia dan hewan langka serta biota lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dua tahun terakhir kawasan tersebut kembali dipertahankan  baik kawasan hutan yang masih utuh maupun yang sudah dibuka secara liar  oleh perambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"BKSDA ingin merebut kembali kawasan hutan konservasi dari tangan perambah untuk dihijaukan kembali," kata Gusril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, untuk mengantisipasi kerusakan kawasan hutan  konservasi yang ada di Sumbar, pihak BKSDA mengupayakan penghijauan  kembali hutan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8485055623160298241-2232555026937106534?l=mediaswaraindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/feeds/2232555026937106534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/hutan-konservasi-sijunjung-dan-pasaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/2232555026937106534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8485055623160298241/posts/default/2232555026937106534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2011/04/hutan-konservasi-sijunjung-dan-pasaman.html' title='Hutan Konservasi Sijunjung dan Pasaman Rusak'/><author><name>Media Swara Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16721921216314507555</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-gDmWFJoMANc/TWd1esvPI6I/AAAAAAAACqU/6fTFSZyQAjU/s220/120120logobutton.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8485055623160298241.post-68811796980460806</id><published>2011-04-04T08:10:00.000-07:00</published><updated>2011-04-04T08:10:07.697-07:00</updated><title type='text'>Habis Banjir Jalan di Medan Utara Rusak Parah, Ancam Penguna Jalan</title><content type='html'>&lt;span class="styleHL"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.dnaberita.com/foto_HL/small_14habis%20banjir.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img align="center" border="0" src="http://www.dnaberita.com/foto_HL/small_14habis%20banjir.JPG" valign="middle" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="styleisiberita "&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MEDAN LABUHAN&amp;nbsp;&lt;/span&gt;  - Sehabis banjir ini nyatanya kondisi badan jalan banyak yang kian  rusak di kawasan Medan Utara seperti&amp;nbsp; kerusakan badan Jalan Manggan  Mabar, Pasar 2 dan 3 Barat Marelan, Jalan Jala 4 Renggas Pulau, Jalan di  Matubung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai pantauan wartawan Senin (04/04/2011), kerusakan  di Jalan Bhakti ABRI Martubung Lingkungan X yang menghubungkan Komplek  Griya Martubung dengan Kampung Besar (Kambes) Labuhan itu saat ini bagai  kuali pecah&lt;br /&gt;mengakibatkan hampir setiap harinya pengguna jalan maupun warga sekitar menjadi ekstra hati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi  kerusakan jalan tersebut sudah banyak memakan korban jiwa, bahkan warga  pernah terjerembab jatuh dalam kubangan kerbau tersebut untuk  menghindari lobang namun tak disangka ban sepeda motornya malah  tergelincir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga sekitar berharap pihak Pemko Medan segera  perbaiki kerusakan badan jalan tersebut sehingga warga tak menyesalkan  membayar Pajak Bumi Bangunan (PBB).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui,  kerusakan jalan diperparah lagi pada waktu malam hari, usai hujan pada  hari ini
