Thursday, December 2, 2010

Pelatikan Ketua DPD Partai demokrad Riau





MAMBANG DILANTIK: Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Ubraningrum menyerahkan bendera partai kepada Raja Mambang Mit setelah dilantik sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Riau, di Kampar, Selasa (30/11/10).Gambar Riauterkini.com

APBN 2011, Setiap Puskesmas di Inhu Dapat BOK Rp 100 Juta

Kamis, 2 Desember 2010

RENGAT –Bantuan operasional kesehatan (BOK) untuk Puskesmas dialokasikan Anggaran Pendapatan belanja Negara (APBN) 2011. Setiap Puskesmas di Indragiri Hulu (Inhu) akan mendapat BOK sebesar Rp 100 juta.

Penegasan akan adanya Bantuan Operasional kesehatan (BOK) untuk setiap puskesmas di Inhu di sampaikan Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Inhu Zainal Arifin kepada riauterkini di Rengat, Kamis (02/12/2010).

“Mulai 2011 Puskesmas seInhu akan dapat bantuan dana dari Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang sumber dananya berasal dari APBN.Dan untuk setiap puskesmas akan mendapat 100 juta pertahunya,” ujar Zainal Arifin.

Ditambahkan Kadis kesehatan Inhu, dengan adanya dana bantuan operasional kesehatan (BOK) diharapkan setiap puskesmas dapat lebih meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Terutama program promotive untuk peningkatan pelayanan kesehatan dan preventive untuk pencegahan penyakit serta untuk memantau penggunaan dana tersebut.Dinas kesehatan Inhu,akan membentuk tim terpadu di Dinas kesehatan Inhu.

Dari 17 Puskesmas yang ada di Inhu, saat ini baru 5 Puskesmas yang mendapat penilaian dan predikat baik. Penilaian kepada 5 Puskesmas tersebut berdasarkan pada,pelayanan pada masyarakat, prilaku hidup sehat di lingkungan puskesmas dan pembinaan personil di internal Puskesmas.

Untuk 12 Puskesmas yang belum mendapat predikat baik ,dinas kesehatan inhu sudah melakukan pemanggilan kepada kepala puskesmas masing masing.Dan di tekankan untuk melakukan peningkatan kinerja pada puskesmas masing masing. Terutama peningkatan pada pengolahan limbah Puskesmas.

“Ke 12 pimpinan puskesmas tersebut sudah kita panggil,dan kita tekan kan untuk meningkatkan kinerja pada puskesmas masing masing.Terutama pada pelayanan masyarakat,dan pengolahan limbah puskesmas.Memang saat ini mesin penghancur limbah atau Inseneratore di sebagian puskesmas kurang terawat.Namun itu tidak menjadi kendala,” demikian penjelasan Zainal Arifin.***

Pembongkaran 53 Hektar Sawit di TNTN Telan Biaya Rp 300 Juta

Rabu, 1 Desember 2010

PANGKALANKERINCI-Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo (BTNTN) Hayani Suprahman mengaku, operasi gabungan penindakan penyerobotan lahan, TNTN yang digelar selama dua hari kemarin menelan anggaran Rp 300 ratusan juta. Ironisnya, dari target 200 hektar yang ditindak hanya 53 hektar yang ditumbangkan. Penindakkan ini dinilai beberapa kalangan hanya operasi untuk menakut-nakuti warga.

"Iya operasi yang digelar dua hari beberapa waktu lalu, menelan anggaran Rp 300 ratusan juta. Dari 200 hektar yang ditargetkan, baru berhasil kurang lebih 53 hektaranlah," terang Hayani ketika riauterkini menghubunginya lewat telepon genggamnya, Rabu (1/12/12).

Menurut pengakuannya, anggaran sebanyak itu, ditanggung oleh sebuah kegiatan, kedinasan BTNTN bersumber dari Dirjen kehutanan pusat. Alasan tidak tercapainya taget penindakan, 200 hektar hal tersebut disebabkan oleh mepetnya waktu dan alasan dana operasional.

Hayani yang baru saja pulang dari Jakarta, menyebutkan, taget pembebasan TNTN dari pihak penyerobot pada tahun 2012 mendatang harus bersih. "Kita menargetkan akhir 2012 mendatang, 28 ribu lahan yang dikuasai oleh oknum perseorangan, harus sudah bebas, dan itu juga merupakan instruksi dari Dirjen," kata Hayani menambahkan lagi.s

Ditempat terpisah KTU, BTNTN Edison Nahampun, mengatakan, bahwa, usai dilakukan penindakan yakni berupa penumbangan terhada kebun sawit di Bagan Limau bakal dihijauklan kembali, yakni dengan penanaman, yang bisa berbuah atau MPTS. "Kebun-kebun sawit yang sudah ditindak bakal kita hijaukan kembali yakni dengan ditanam kembali kayu-kayu bisa berbuah, yang bisa dimafaatkan, oleh hewan sekitarnya," paparnya menjelaskan.

Ketika disinggung kapan, dilakukan, penanaman kembali, ia menyebutkan dianggarkan terlebih dulu ke Dirjen Kehutanan. "Terlebih dulu kita menganggarkan kepada Dirjen Kehutanan, tahun 2011 mendatanglah," tambahnya.

Ia menambahkan kenapa di Bagan Limau terlebih dulu yang harus ditindak tidak ditempat yang lain. "Itu sudah melalui pertimbangan dan melalui pendataan dari intelijen BTNTN," ucapnya.***

Mediasi Masyarakat Rohul Dengan PT SSL di DPRD Rohul Ditunda Direktur Mangkir,PT Sumatera Silva Lestari

Kamis, 2 Desember 2010

PASIRPANGARAIAN- Mediasi antara PT Sumatera Silva Lestari (SSL), dengan warga Desa Tangun Kecamatan Bangunpurba, dan warga Desa Batas Kecamatan Tambusai, Kamis (2/12/10), di gedung dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hulu, ditunda.

Mediasi sekaligus hearing tersebut dipimpin oleh Saparuddin Poti, dimulai pukul 11.00 Wib, bersama segenap anggota DPRD dari komisi II. Suasana siang tadi sempat memanas, sebab anggota DPRD Rohul menuding manajemen PT SSL tidak kooperatif, dan sudah melecehkan anggota dewan. Akibat pemberi kebijakan absen, dan hanya diwakili Humas PT SSL, T Ardi. Mediasi akan dilakukan pada Senin (6/12/10) mendatang.

“Sudah jauh hari kita mengundang PT SSL, tetapi kenapa hanya Humas saja yang datang hari ini. Sepertinya perusahaan sengaja tidak menghargai posisi kita sebagai wakil rakyat,” tegas Rusli, anggota dewan dari Fraksi Golkar.

Hujatan rasa kekecewaan juga disampaikan Hardiman Daulay, dari Fraksi PBR, Ia mengaku kecewa atas absennya pihak manajemen PT SSL. Sebab hanya mengutus seorang perwakilan pada mediasi hari ini. Ia minta kepada Humas PT SSL, pada mediasi Senin depan, untuk datang bersama pemberi kebijakan dan bersikap kooperatif.

“Apa pihak manajemen tidak berkoordinasi sebelumnya, sehingga direktur tidak hadir pada hari ini. Kita minta secara tegas, mediasi Senin depan, agar seluruh pemberi kebijakan PT SSL hadir di gedung ini,” minta Hardiman.

Kekecewaan yang sama juga disampaikan Wahyuni, dari Fraksi PPRN. Bahkan ia meminta alamat dan nomor kontak Direktur PT SSL, sehingga pihak DPRD Rohul bisa langsung mengundangnya melalui telepon atau alamat rumahnya, sebab persoalan ini sudah menyangkut masyarakat, dan tidak ingin konflik terjadi dan menimbulkan korban jiwa seperti tahun 2009 lalu.

“Selesai mediasi ini, kami minta alamat dan nomor kontak direktur PT SSL, sehingga Senin depan tidak ada alasan lagi untuk absen,” harap Wahyuni.

Pada mediasi gagal, anggota DPRD Rohul dari komisi II tersebut, hanya mendengarkan keluhan warga dua desa, sebab sebelumnya beberapa orang anggota dewan, tidak berada di tempat saat aksi demo di gedung dewan, Senin kemarin.

Sementara itu Humas PT SSL, T Ardi, kepada wartawan mengaku, undangan sudah diterima pihak perusahaan, namun karena kurang koordinasi dengan manajemen, hanya dia yang hadir pada mediasi hari ini.

“Pihak manajemen PT SSL sedang rapat, biasanya pada awal bulan seperti ini mereka sibuk mempersiapkan laporan akhir bulan, sehingga mereka tidak bisa hadir hari ini,” jelas Ardi.

Disinggung riauterkini mengenai komitmen pada mediasi Senin mendatang, ia sebagai perwakilan akan menginformasikan apa yang sudah terjadi hari ini di gedung dewan. “Saya pribadi komit untuk datang pada Senin depan, namun saya bukan pemberi kebijakan. Akan kita informasikan ini kepada atasan,” katanya.***

Pencuri Sarang Walet di Pelalawan Sekarat

Kamis, 2 Desember 2010

PANGKALANKERINCI-Seorang pencuri walet inisial GT (35) warga Pangkalankerinci, nyaris tewas saat mencuri sarang burung walet milik Ahun. Pasalnya, ketika pelaku melancarkan aksinya, yakni dengan memanjat gedung tinggi, ia terpeleset jatuh ke lantai dasar gedung. Kedua kakinya patah tebu, bahkan pada saat itu ia tidak sadarkan diri. Beruntung pemilik Ruko berhasil menyelamatkan pelaku setelah terkapar tiga hari dalam gedung tersebut.

Peristiwa tersebut terjadi pada, Ahad kemarin atau tiga hari yang silam, namun pelaku tidak sadarkan diri ditambah lagi menderita patah kaki terlebih lagi, kondisi gedung lembab dan memaksa korban bertahan hidup. Beruntung pada Kamis, (2/12/10) pemilik ruko walet, bernama Ahun, yang berada di Jalan Lintas TimurPangkalan Kerinci, memasuki sarang waletnya lebih awal dari jadwal biasanya, sehingga ketika beliau membuka sarang waletnya spontan pelaku dapat diselamatkan.

"Saya begitu kaget ketika membuka sarang walet, saya melihat GT tergolek lemah dilantai, spontan hal ini saya laporkan ke polisi setempat, mungkin sudah nasib Pelaku ini tidak mati dalam kandang walet saya," papar, Ahun kepada riauterkini.

Seandainya saja, dirinya terlambat satu hari lagi, maka pelaku yang naas ini sudah tidak benyawa lagi, karna pelaku sudah tidak bisa bergerak sudah tiga hari tergolek di lantai, kondisi pelaku sendiri, sudah lemah, ditambah sarang walet yang lembab dan gelap, mebuat pelaku pencurian ini tidak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan diri.

Meskipun, sudah terselamatkan dengan kedatangan Ahun, namun akibat perbuatannya GT, kini harus berurusan dengan polisi.Kapolres Pelalawan AKBP Ari Rahman Nafarin, Sik, membenarkan kejadian tersebut.***

Wednesday, December 1, 2010

PEMPROV JAMBI SEDIAKAN BEASISWA S2 BAGI 40 ORANG GURU



GUBENUR JAMBI HBA

Jambi, 1/12/2010

Pemerintah Provinsi Jambi dalam tahun 2011 akan menyediakan beasiswa strata 2 (S2) khusus untuk 40 orang guru dalam rangka memenuhi ketentuan/kreteria penyelenggaraan satuan pendidikan yang berstandar.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Gubernur Jambi Drs. H. Hasan Basri Agus, MM di Gedung Olah Raga Kota Baru, Jambi, Selasa (30/11), dalam pidatonya pada acara puncak Hari Guru ke-65 Provinsi Jambi.
Sebagai wujud nyata komitmen pemerintah dalam mengembangkan profesionalisme para guru, Pemerintah Provinsi Jambi juga terus berupaya meningkatkan kopentensi guru, baik yang berbentuk pelatihan maupun penyetaraan kualifikasi guru.
Pada tahun 2011, Pemerintah Provinsi Jambi mengalokasikan tambahan dana khusus untuk penyetaraan guru sebesar Rp3 miliar, sehingga diharapkan kualifikasi guru semakin mengarah sesuai yang diatur pada Undang-Undang tentang Guru dan Dosen, minimal berpendidikan strata 1 (S1).
Selain itu dalam rangka menciptakan sumber daya manusia pembangunan di Provinsi Jambi mulai tahun 2011 pemerintah Provinsi Jambi juga telah memprogramkan untuk mendidik putra-putri daerah Jambi yang berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, yakni strata 3 (S3) sebanyak 62 orang setiap tahun.
Gubernur juga meminta kepada para bupati/walikota di Provinsi Jambi agar juga menganggarkan, yang disesuaikan dengan kondisi daerahnya.
Pada kesempatan ini gubernur menyampaikan beberapa pesan kepada para guru, agar para guru terus bekerja keras, berpikir cerdas, dan senantiasa meningkatkan pembinaan profesinya.
“Jadikanlah profesionalisme guru sebagai totalitas pengabdian. Jadilah insan pendidik yang berkarakter, kreaktif dan inovatif dalam menjalankan tugas pendidikan. Pedomani kode etik, dan berikan pola pengajaran yang tepat kepada para anak didik. Jadilah teladan bagi anak didik dimana saja bertugas dan berada,” katanya.
Gubernur dalam sambutannya juga mengajak pemimpin dan segenap jajaran Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), untuk terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme para guru. Berikan dukungan pada upaya pemajuan profesi, peningkatan kompetensi, pembinaan karier, perluasan wawasan, perlindan profesi, serta peningkatan kesejahteraan guru. Sumber (humas pemprov jambi/sunarto/toeb)

Lima Rumah Hancur, 32 Rusak Tanah Perumahan Permata Kenali Amblas














Setelah diguyur hujan deras sejak kamis dini hari, beberapa kawasan di kota Jambi mengalami kebanjiran yang cukup parah.


JAMBI - Curah hujan yang cukup tinggi yang terjadi di Kota Jambi beberapa hari terakhir menyebabkan bencana. Sedikitnya lima rumah di Komplek Perumahan Permata Kenali, RT 17/01, Kelurahan Kenali Besar, Kotabaru, Kota Jambi, dini hari kemarin (30/11), ambruk –tiga di antaranya hancur berantakan- akibat tanah yang menopang pondasi rumah amblas. Sebanyak 32 unit rumah lainnya mengalami retak. Kerugian ditaksir miliaran rupiah.

Musibah tersebut terjadi sekitar pukul 01.00, ketika warga sedang tidur pulas. Ketiga rumah yang ambruk itu berada di Blok H, yang dihuni keluarga Eli Sukma, Rizal, dan Misban. Rumah yang rusak berat, juga berada di blok yang sama, masing-masing rumah itu dihuni keluarga Amrizal dan Adri.

Dugaan sementara, malapetaka itu terjadi akibat timbunan tanah di perumahan yang tidak stabil. Sehingga rumah yang dibangun tahun 2001 itu tergerus ke dalam jurang dengan kedalaman sekitar lima meter. Untungnya, tidak ada korban jiwa.

Eli, salah seorang korban mengungkapkan, saat kejadian, dia dan suaminya baru saja beranjak tidur. Tiba-tiba saja mereka diusik oleh suara aneh dari luar rumah. “Waktu itu saya dengar suara berderak di dinding rumah. Makanya kami sekeluarga berusaha keluar lewat pintu belakang, tidak lama kemudian rumah kami terbawa longsor,” katanya.

Sebagian rumah yang ikut tergerus, menurut Eli, sedang tidak dihuni pemiliknya. Karenanya, semua harta benda tidak bisa diselamatkan. “Dua rumah yang hancur sedang tidak berpenghuni. Cuma kami yang ada di rumah,” ujar Eli yang keseharian dikenal sebagai tabib itu.

Senada dengan Eli, Misban (48) yang rumahnya hancur, mengaku stres dengan kejadian tersebut. Sebab, tak satupun barang berharga miliknya yang bisa diselamatkan. Dia pun hanya bisa pasrah dan tabah dengan tragedi ini.“Saya dan istri sedang di Tebo. Anak saya sedang piket di Rumah Sakit Jiwa. Jadi, pada saat kejadian, rumah memang kosong. Padahal, pada malam sebelumnya rumah selalu ada orang. Motor, kulkas, tv, mesin cuci, dan seluruh perabot rumah tangga lenyap dan hancur,” ujar Misban dengan nada getir.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan PT Wira Karya Sakti (WKS) itu mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 400 juta. “Rumah ini sudah saya bayar lunas. Kalau harganya saja bisa mencapai Rp 300 juta. Belum lagi barang-barang yang ada dalam rumah,” beber Misban yang diamini istrinya.

Pascamusibah tersebut, warga sepuluh rumah di Blok H memilih mengungsi. Mereka khawatir peristiwa itu terulang. Apalagi, cuaca saat ini tak menentu dan tekstur tanah di Blok H kian miring.

Sebagian warga ada yang mengungsi di Masjid An-Nur, di komplek tersebut. Sebagian lagi mengungsi ke kediaman kerabat mereka. “Kami khawatir, kejadian ini terulang lagi. Makanya kami mengungsi untuk berjaga-jaga,” ujar Wati, warga Blok H yang mengungsi di Masjid An-Nur.

Diakuinya, peristiwa tersebut baru kali ini terjadi. “Tapi kalau rumah dan jalan yang retak sudah pernah,” tambahnya.

Developer: Itu Bukan Tanggung Jawab Saya

Terpisah, Noprizal, Direktur CV Permata Kenali selaku pengembang 125 unit Perumahan Permata Kenali, menegaskan kejadian itu bukan tanggung jawab dia lagi. Menurut dia, masa garansi rumah selama 100 hari yang dijanjikan kepada konsumen sudah lama berlalu.

Dia menjelaskan, pihaknya membangun perumahan tersebut pada 2001. Selama masa garansi, tidak ada kejadian. “Sekarang kan sudah beberapa tahun berlalu, jadi kami tidak bisa berbuat banyak atas musibah yang terjadi. Sebab, itu bukan lagi tanggung jawab developer,” kata Noprizal.

Dia menganggap, peristiwa yang menyebabkan tiga rumah roboh, dua rusak dan 32 lainnya retak ini adalah murni musibah. “Bukannya saya mengelak atau lepas tanggung jawab. Ibaratnya, ada pohon tumbang dan mengenai mobil, siapa yang mau disalahkan,” tambahnya.

Ia mengakui, saat membangun Perumahan Permata Kenali, pihaknya melakukan penimbunan setinggi 1 meter di Blok H. “Di Blok H itu, tekstur tanahnya lebih miring dibanding blok lain dan lebih dekat ke rawa. Makanya kita timbun. Saya tidak tahu kondisinya sekarang, apakah ada got yang mampet atau tidak,” terangnya.

Mendengar ini, warga Perumahan Permata Kenali kecewa. Menurut mereka, meski masa garansi sudah lewat, setidaknya ada semacam tanggung jawab moral terhadap konsumen. “Jangan cuma mau nyari untung saja. Kejadian ini menunjukkan developer sembarangan dalam membangun perumahan,” tandas pria yang enggan menyebutkan namanya itu.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jambi AKBP Almansyah dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. “Tiga rumah hancur, dua rusak berat serta 32 lainnya retak,” ucapnya.