Thursday, November 3, 2011

Banjir Masih Ancam Kota Jambi


Banjir di salah satu kawasan pemukiman di Kota Jambi. (f:dok)
Banjir di salah satu kawasan pemukiman di Kota Jambi.
JAMBI– Kurang bagusnya drainase di Kota Jambi, menyebabkan beberapa pemukiman warga yang ada di Kota Jambi masih terancam banjir ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi.
Selain itu, berdasarkan prospek cuaca wilayah Provinsi Jambi dai Badan Meteorologi Klimatologi dan dan Geofisika (BMKG) sejak Senin (07/02) hingga Senin mendatang (14/02), hujan dengan intensitas lebat yang bisa menyebakan tanah longsor di wilayah perbukitan atau wilayah Barat Jambi juga harus tetap diwaspadi.
‘’Di wilayah barat Jambi yang kondisi tanahnya labil, harus diwaspadai jika hujan lebat, karena bisa menimbulkan longsor. Banjir juga masih mengancam pemukiman di Kota Jambi, karena kurang bagusnya drainase,’’ ujar prakirawan BMKG, Muhamad Nur, dalam releasenya.
Hujan dengan intensitas ringan dan lebat ini, berpeluang terjadi di wilayah Jambi bagian timur, tengah dan barat. ‘’Hujan ini bisa terjadi pada sore dan malah hari. Angin umumnya bertiup dari barat hingga utara, dengan kecepatan berkisar 08-35 KM/perjam,’’tambahnya.
Sedangkan untuk pantai timur Jambi, kata Muhamad Nur, angin yang bertiup dari utara hingga timur laut dengan kecepatan 08-28 KM/jam dan tinggi gelombang berkisar 1.0-2.0 meter juga berbahaya untuk perahu nelayan dan kapal motor.
Menurutnya, berdasarkan pantuan sebagai dasar pertimbangan, daerah tekanan rencan diperkirakan akan terjadi di Samudra Hindia disebelah barat laut teluk Carpentaraia dan samudra Hindia sebelah barat Bengkulu.
Hal ini berpotensi terjadinya bibit badai tropis di wilayah tersebut yang akan mempengaruhi cuaca di wilayah barat Jawa dan Sumatera bagian barat dan selatan.
Suhu muka laut di Samudera Hindia sebelah barat SUmatera dan perairan pantai Timur Jambi masih cukup hangat. ‘’Kondisi ini masih mendukung untuk pertumbuhan awab konvektif di wilayah Provinsi Jambi khususnya,’’tukasnya

Drainase Tak Berfungsi Kota Jambi Terancam Banjir

DRAINASE RUSAK : Rusaknya drainase membuat genangan air di Jalan Pattimura ini.
JAMBI - Dari panjang drainase 105 KM, ada puluhan titik yang  tidak berfungsi secara optimal. Akibatnya, terjadi genangan air di jalan raya. Pantauan koran ini, saat hujan kemarin genangan air terjadi di Jalan Pattimura ada empat titik, yakni di dekat Perum Damri, depan SPBU Simpang Rimbo, depan SPBU Simpang Pucuk dan depan STM Jambi.
Kemudian di jalan Yusuf Singadekane juga ditemukan genangan air yakni di depan TPA Al Amanah. Belum lagi di jalan Slamet Riyadi tepatnya di penurunan arah ke pemakaman Broni. Di jalan Kaca Piring sendiri, meski anak sungai sudah diperbesar, namun, genangan air di jalan tetap tak bisa dihindari. Apalagi jika hujan lebat.
Kadis PU Kota Jambi, Saiful Zakaria, mengakui, dengan kondisi drainase seperti sekarang ini, hampir seluruh kota terancam banjir. Namun, ia mengatakan, beberapa kawasan yang paling berpotensi diantaranya adalah di Jalan Pattimura, tepatnya di kawasan hotel Golden Harvest dan terdapat anak sungai. Selain itu, di kawasan Perumas, Kota Jambi dan juga di Jalan Rajawali.
            “Titik-titiknya memang banyak, hampir semua titik-titik anak sungai dalam Kota Jambi memang perlu diwaspadai. Seperti Jalan Rajawali dan juga di Jalan Pattimura dan Perumnas,” katanya.
Sementara itu, di kawasan Broni, karena gorong-gorong di bawah trotoar pihaknya memang tidak bisa berbuat banyak. Selain itu, dikatakannya juga, jalan tersebut merupakan jalan Provinsi. “Jadi kami akan koordinasi dengan Provinsi dulu,” ucapnya.
Disebutkannya juga, banyaknya bangunan yang saat ini sudah berdiri di Kota Jambi, menjadi salah satu kendala yang dirasakan pihaknya untuk membersihkan saluran ataupun memperbaikinya.
“Jalan Rajawali juga macet. Disana kita sulit juga, kiri kanan sudah gedung semua. itu jadi kendala kita. Tapi ada, cara mengatasinya,” katanya.
“Ada banyak alternatif untuk mengatasinya, diantaranya kita dibuat kolam retensi di bagian tengah. Disamping itu, dibuat sodotan atau cabang dari aliran untuk pengalihan,” sebutnya.
Ia mengungkapkan, untuk membuat alternatif tersebut, pihaknya terkendala lahan. Sebab, untuk membuat kolam retensi, dibutuhkan lahan kosong yang akan dijadikan kolam retensi di kawasan yang berpotensi terjadi banjir.
“Sekarang untuk membuat itu kita terkendala lahan. Yang paling bagus kolam retensi memang, itu daerah aliran yang ada tanah kosong, nah tanah kosong itu kita beli untuk dijadikan kolam pengalihan aliran itu. Kolam retensi ini untuk menampung sementara supaya arus bisa menjadi baik,” jelasnya.
Hingga saat ini, katanya lagi, belum ada kolam retensi ini yang di bangun di Kota Jambi. “Sejauh ini belum ada, kita baru mendata kawasan. Selanjutnya baru kita laporakn ke Bappeda dan juga ke DPRD supaya bisa dibangun ini dan didukung. Ini sudah diprogramkan. Sekarang masih dibicarakan dan rencana, belum bisa dijalankan di 2012 mendatang,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Jambi, Zayadi menilai, rencana dari Dinas PU Kota Jambi yang berencana membangun kolam retensi akan sia-sia jika drainase yang ada saat ini sendiri tidak diperbaiki.
“Terkait rencana Dinas PU Kota Jambi akan membuat kolam retensi, saya pikir itu belum mendesak. Yang penting di Kota ini dibuat saluran yang lebih layak. Kalaupun kita memiliki kolam retensi kalau drainasenya masih seperti sekarang tidak akan memadai,” katanya.
Disebutkannya, saluran pembuangan menuju Sungai Batanghari di Kota Jambi saat ini sudah banyak dan bisa diberdayakan. “Sungai-sungai kecil yang menuju Batanghari banyak di Kota Jambi. Nah, sekarang bagaimana drainase yang hanya berukuran 20x30 meter harus diperbesar dan harus dikerjakan instansi terkait. Prioritasnya perbaiki dulu drainase itu. Menurut saya, kolam retensi belum dibutuhkan selama drainase tidak bagus. Bagaimanapun kolam retensi itu dibuat, kalau drainase masih seperti sekarang hasilnya juga tidak akan baik,” tukasnya.
Diungkapkannya juga, Dinas PU Kota Jambi harus membuat master plan drainase di Kota Jambi dengan baik dan benar. Ini untuk mengatasi permasalahan banjir yang disebabkan oleh saluran drainase tak memadai.
“Kita sudah minta untuk memikirkan jangka panjang. Bikinlah sistem drainase untuk Kota ini, jangan memandang sekarang saja. Karena drainase yang ada sekarang saja sudah tidak mungkin lagi daya tampungnya, tidak layak,” sebutnya.
Dirinya mengatakan dalam kesempatan itu, pihaknya sudah pernah menganggarkan untuk Dinas PU membahas master plan drainase di Kota Jambi. “Kalau tidak salah sudah pernah dianggarkan untuk membuat master plan drainase di Kota ini. jadi, betul-betul kita berharap jangan ada banjir berkepanjangan dan ke depan ada solusi untuk memperbesar saluran itu yang lebih layak dengan kondisi sekarang ini,” imbuhnya.
Dirinya juga menghimbau kepada pemerintah untuk mengajak masyarakat berperan serta. “Kita berharap ada koordinasi instansi terkait dengan masyarakat. Saya juga sedikit mengkritiki program pemerintah yang mengadakan gotong royong setiap Jumat membersihkan got. Harusnya ada partisipasi masyarakat, jangan hanya mereka yang turun sementara masyarakat tidak,” imbuhnya.
Pasalnya, yang memiliki lingkungan adalah masyarakat. “Harusnya dia (masyarakat, red) yang bertanggung jawab menjaga lingkungannya. Bolehlah instansi terkait turun juga namun sebagai koordinator, jangan dia (Dinas Pu, red) yang kerja. Misalkan, warga yang punya ruko, bersihkan sepanjang jalur rukonya,” imbuhnya.
Terkait dengan alasan warga yang sudah membayar retribusi kebersihan kepada Pemkot, dikatakannya, harusnya itu bukan jadi persoalan. “Itu kan lingkungan daerah itu juga tanggung jawab dia (masyarakat, red). Bayarkan hanya Rp 2500, masak melupakan tanggung jawab. Lagian juga untuk dia. Harusnya pikir jangka panjang,” ketusnya.
Sementara itu, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Disosnaker) Kota Jambi mengaku sudah menyiapkan diri untuk menangani masalah yang bakal terjadi di musim penghujan ini, seperti banjir dan sebagainya.
“Kalau untuk korban banjir, kita stok di gudang siap berupa logistik. Disamping itu, anak-anak TAGANA juga sudah kita persiapkan. Sudah diadakan piket juga, jadi semua informasi akan cepat ditanggapi,” kata Kasful SH, MH, Kepala Disosnaker Kota Jambi kemarin.
 Bukan itu saja, Tim TAGANA, sambungnya, sudah diinteruksikan untuk melakukan pengecekan peralatan TAGANA. “Alat-alat sudah kita suruh cek, misalkan seperti tenda-tenda, tali yang lapuk mungkin dan perahu karet juga,” katanya.
Selama musim penghujan, sebutnya, belum ada laporan yang pihaknya terima dari masyarakat. “Untuk selama ini laporan masyarakat dan pantauan kita belum ada. Kalau sungai Batanghari juga kita lihat masih jauh, masih aman. Kadang yang dari hujan ini yang bahaya. Tapi itu isidentil, sejam dua jam juga sudah surut. Kita yang pasti sudah siap untuk mengantisipasi berupa bantuan,” tandasnya.

Belasan Sekolah di Kerinci Terendam


03112011_banjir_kerinci_sekolah.jpg

Banjir di Kerinci yang merendam bangunan sekolah, Kamis (3/11).

Jambi : Banjir yang melanda Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai penuh, Rabu (2/11) dini hari, siswa di belasan sekolah, SD maupun SMP terpaksa diliburkan karena sekolah digenangi air.

Pantauan  di sejumlah sekolah, akibat meluapnya sungai Batang Merao, ruang kelas terendam air. Kondisi tersebut, meyebabkan siswa tidak bisa belajar.

Tingginya genangan air di beberapa halaman sekolah, dijadikan sebagai tempat bermain anak-anak. Bahkan, beberapa warga memancing ikan di halaman salah satu sekolah.

"Ya, kami tidak bisa belajar karena sebagian besar ruangan kelas digenangi air. Paling tidak air baru bisa surut selama tiga hari ke depan," ucap seorang murid di SD Simpang Tiga Rawang, kepada Tribun, Kamis (3/11).

Orangtua pun melarang anak-anak mereka untuk ke sekolah.
Di Desa Lubuk Suli, sejumlah murid mengaku tidak bisa ke sekolah, lantaran jalan ke sekolah tergenang. "Kami dilarang orangtua ke sekolah, karena jalan masih digenang air," katanya.

Kepala Unit Pengelola Teknis Dasar (UPTD) Pendidikan, Kecamatan Depati Tujuh, Yoses Mirno, saat dikonfirmasi mengakui hal tersebut. Ia mengatakan, di Kecamatan Depati Tujuh setidaknya ada tujuh sekolah yang diliburkan.

"Sekolah yang terendam bajir terpaksa dliburkan, di antaranya 7 unit SD, ditambah SMP dan MIS. Saat ini sekolah tersebut memang tidak layak untuk proses belajar mengajar, karena ruangannya tergenang air," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Sungaipenuh, Pakhruddin, saat diminta komentarnya mengatakan, diliburkannya sekolah bukan karena disengaja, namun karena adanya bencana alam banjir, yang merendam sekolah.

"Kami mengimbau kepada guru dan murid di sejumlah sekolah yang libur akibat banjir, untuk segera memulai proses belajar mengajar begitu banjir surut. Jangan sampai libur terlalu lama, karena berdampak kepada murid itu sendiri," pungkasnya.

Tuesday, November 1, 2011

AKP Kemas Arif Irawan : Perwira Ramah dan Murah Senyum

AKP Arif Irawan dan isteri. (afrizal)
Masyarakat Kabupaten Batanghari pengendara kendaraan bermotor, tidak ada yang tidak kenal dengan sosok satu ini. Mantan Kasat Lantas Polres Batanghari ini sering terlihat turun memimpin aparatnya mengatur lalulintas.
Ia juga akrab dengan wartawan. Setiap dihubungi, langsung maupun melalui ponsel, ia selalu menjawab, “Siap Boss !” Bila bertemu, ia selalu menebarkan senyum. Tak jarang pula ia yang duluan menyapa dan memberi salam.
AKP Kemas Arif Irawan, kelahiran Palembang, 24 Oktober 1978 ini, kini dipromosikan menempati posisi baru di Direktorat Lantas Polda Jambi. Ia minta para wartawan yang bertugas di Batanghari ikut membantu tugas kasat yang baru.
Dalam karir kepolisian Arif Irawan memiliki prestasi bagus. Walaupun masih muda, perwira satu ini sudah banyak mencicipi kerasnya tugas demi pengabdian pada negara.
Karirnya dimulai dari tamat Akpol tahun 2002 dengan pangkat ipda. Jabatan pertamanya adalah Kapolsek Sumbabarat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia kemudian menjadi Kasat Lantas Polres Alor, NTT. Setelah itu pindah ke Sika Maumere, NTT, juga dengan jabatan kasat lantas.
Di Polda Jambi Arif juga pernah menjabat KaKorsis Sekolah Polisi Negara (SPN). Sebelumnya ia pernah menuntut ilmu di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta. Dari PTIK Arif ditugaskan sebagai Kapolsek Rimbobujang, Tebo.
Dari isterinya, Winda Wijayanti ST, seorang putri Solo yang besar di Palembang, Arif dianugerahi dua anak, Saka Salsabila Putri Irawan (5) dan Arkana Wicaksana Putra Irawan (2).
Arif mengaku banyak kenangan yang tidak bisa dilupakan selama bertugas di Batanghari. Di tempat tugas yang baru, Arif tetap akan memakai motto lamanya, Senyum, Sapa dan Salam (3S). Ia juga punya prinsip Smile, Service and Security (3S).
“Senyum itu bisa memberi rasa nyaman. Di tempat yang baru saya akan tetap memakai motto itu,” kata Arif

Sunday, October 30, 2011

Penutupan MTQ Tingkat Kec. Bajubang Ke 9 Didesa Bungku




Saparun Jamal Camat Bajubang ,M ZEN Kades Bungku,Munggin Kades Sungkai

Muara Bulia : Malam senin , 30 oktober 2011 pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan bajubang didesa bungku ditutup secara resmi oleh camat Bajubang . Pelaksanaan MTQ yang dimulia dari tanggal 28 oktober – 30- 2011 diikuti oleh 8 (delapan) desa dan 1 (satu) kelurahan bertempat di desa Bungku.
Hadir dalam acara penutupan ini anggota DPRD Kab. Batang Hari , Camat bajubang Ka. KUA Kec. Bajubang , Kepala Desa yang ada di Kec. Bajubng , para peserta MTQ dan masyarakat Desa Bungku.

Dalam sambutannya camat bajubng mengutip sebuah hadits nabi SAW yang menyatakan bahwa nanti di akhirat apabila orang tua memiliki anaknya yang hafis Al Qur’an, maka diakhirat nanti orang tuanya akan dipakaikan mahkota oleh Allah SWT, dimana mahkota ini lebih terang dari terangnya matahari, riwayat lain menyatakan akan kedua orang tuanya dipakaikan pakaian yang lebih indah, sehingga kedua orang tua itu bertanya ke pada Allah, Kenapa engkau perlakukan kami diakhirat seperti ini lalu allah menjawab itu karena anak mu rajin membaca Al Qur’an selama di dunia. Tutur Saparun Jamal camat bajubang .

Dengan al qur’an kita dapat mengetahui bahwa hidup kita tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat, dengan al qur’an kita dapat mengetahui bagaimana kisah-kisah orang terdahulu yang gagal, tetapi allah juga menjelaskan tentang umat terdahulu yang sukses yang mesti kita contoh. Dengan Al Qur’an kita dapat mengetahui bagaimana kisah-kisah di akhirat, tinggal kita saja lah apakah kita mampu meluangkan waktu kita untuk membaca Al Qur’an, Mudah-mudahan MTQ tingkat Kecamatan Bajubang kali ini dapat memberikan motifasi kepada kita semua sehingga kita mampu untuk meluangkan waktu setelah hari ini untuk membaca Al Qur’an kemudian mengamalkan isi kandungan Al Qur’an. Imbuh Beliau lagi.

MTQ ini memperlombakan beberapa Cabang, diantaranya Cabang Tilawah, Cabang Hifzil Qu’ran, Cabang Tafsir Qur’an Cabang Khottil Qur’an, Cabang Fahmil Qur’an, Cabang Syarhil Qur’an dan Cabang M2KQ (Musabaqah Menulis Kandungan Al Qur’an ), dalam hal ini desa bungku mendapat juara umum pawai taharup . juara I Desa Penerokan , (Roy:Jambi)

Camat Buka MTQ Ke 9 Di Desa Bungku










Muara Bulian - Camat Bajubang Saparun Jamal ,jumat (28/10) siang sekita pukul 13.00 WIB, bertempat didesa bungku kabupaten batang hari , membuka Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ), tingkat Desa sekecamatan bajubang . Pembukaan ditandai dengan pemukulan beduk oleh Camat didampingi Kepala KUA Kecamatan bajubang dan kepala desa bungku M Zen serta Tokoh agama setempat.

Saparun jamal dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak termasuk Kepala Desa dan masyarakat desa bungku yang telah bekerja keras untuk menyukseskan kegiatan MTQ tersebut..

“Saya melihat penyelenggaraan MTQ Desa Bungku ini kemeriahannya melebihi MTQ Kecamatan," puji Saparun yang disambut tepuk riuh yang hadir.

Menurut Saparun, MTQ tingkat Desa sangat penting dilaksanakan karena dapat menjaring dan menyeleksi Qori dan qoriah yang berpotensi dari tingkat Desa. Dengan demikian, pada saat pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan, desa bersangkutan betul-betul dapat mengirimkan utusan yang benar-benar kredibel dan tidak asal comot.

“Pada akhirnya tentu dapat menelorkan Qori dan Qoriah berbobot untuk melaju ke ajang MTQ tingkat Kabupaten, Provinsi bahkan tingkat Nasional,” jelasnya.

Kepada para peserta MTQ, Saparun berpesan, agar tidak hanya memperlombakan Alqur'an semata tetapi juga harus dipedomani dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, katanya, dengan mempedomaninya maka dapat meningkatkan Iman dan Takwa.
Lebih lanjut, Indra mengaku salut atas kekompakan warga Desa Bungku dalam bentuk swadaya baik berupa dana, pemikiran maupun tenaga sehingga terselenggaranya helat MTQ yang akan dilaksanakan selama 3 hari tersebut.
Sementara itu, Kades Bungku, Muhamad Zen mengatakan, MTQ tingkat Desa adalah hal yang rutin dilakukan setiap tahunnya. Dalam MTQ ini,
“Tapi kita cukup bangga karena berhasil melahirkan Qori dan Qoriah yang terpilih untuk berlaga di MTQ tingkat Kabupaten,” terangnya.

M zen menjelaskan bahwa MTQ tersebut diikuti seluruh kafilah dari Masjid-Masjid yang ada di Desa Bungku dengan jumlah peserta mencapai 88 orang.

Terkait dana swadaya yang berhasil dihimpun, menurut M Zen, pihaknya memulainya dengan pemberian contoh mulai dari perangkat Desanya dulu, termasuk dirinya selaku Kades, yang secara sukarela dipotong honornya untuk kegiatan MTQ tersebut. Setelah itu, baru dihimpun dana dari masyarakat yang juga secara sukarela memberikan dana bantuan.

“Akhirnya dana MTQ yang aslinya bersumber dari APBDes yang sangat terbatas, dapat ditutup dengan dana bantuan yang dikumpulkan. Dan MTQ pun dapat terselenggara seperti malam ini,” pungkasnya. (Roy:Jambi)

Tuesday, October 11, 2011

FUAT NURDIANSYAH :PENYAKIT AKAR PUTIH (Rigidoporus microporus) DAN MANAJEMEN PENGENDALIANNYA DI PERKEBUNAN KARET RAKYAT

Pengendalian penyakit tanaman pada umumnya di Indonesia terutama propinsi jambi berpedoman pada prinsip: "pencegahan lebih baik daripada pengobatan". Pencegahan pada awalnya tampak sulit dan mahal tetapi pada akhirnya akan menjadi lebih murah dan memberikan keuntungan. Sebaliknya pengobatan tampak lebih murah pada awalnya tetapi pada akhirnya menjadi lebih mahal dan sering mengakibatkan kerugian berupa kematian tanaman jika cara pengobatannya tidak tepat




Pencegahan penyakit Pencegahan penyakit dilakukan dengan cara pemusnahan sumber infeksi yaitu tunggul dan sisa akar, dan perlindungan akar utama dari infeksi patogen.
Pemusnahan/pengurangan sumber infeksi : tunggul dan sisa akar
Cara pengendalian penyakit akar putih yang paling efektif adalah mengurang atau memusnahkan sumber infeksi jamur berupa tunggul dan/atau sisa-sisa akar tanaman pada waktu pembukaan lahan dengan cara berikut. Pembongkaran tunggul dan sisa akar Pembongkaran tunggul dan akar dilakukan dengan cara mekanis (dozer dan traktor) yang diikuti pengumpulan dan pembakaran akar-akar kecil pada saat pengolahan lahan. Di perkebunan besar, karena adanya larangan pembakaran, tunggul dan sisa akar ditumpuk pada jalur dalam areal kebun dengan resiko akan menjadi sumber infeksi patogen sehingga perlu dianjurkan pengamatan intensif penyakit dekat tumpukan tunggul. Di perkebunan rakyat, pembongkaran tunggul dan sisa akar jarang dilakukan karena biayanya cukup mahal, biasanya terbatas hanya dilakukan pada proyek pembangunan perkebunan rakyat binaan pemerintah.



Peracunan tunggul. Penggunaan racun tunggul dimaksudkan untuk mempercepat pelapukan tunggul sehingga kurang dari 2 tahun tunggul tempat hidup jamur akar putih telah menjadi hancur. Racun tunggul yang digunakan adalah Garlon 480 EC atau Tordon 101 hal tersebut langsung dipaparkan oleh fuat nurdiansyah dosen universita jambi (unja) pakultas pertanian kepada kelompok tani panca karya yang dipimpin pak tasaut beserta anggotanya didesa sungai buluh kecamatan muara bulian kabupaten batang hari selasa (11/0ktober 2011) didampinggin beberapa dosen . fuat nurdiansyah juga menambahkan Racun tunggul dioleskan di sekeliling tunggul setelah kulit dikelupas selebar 20 cm dan segera setelah tebang pohon. Di perkebunan besar, peracunan tunggul biasanya dilakukan pada areal berbukit atau lereng yang tidak dapat dijangkau oleh traktor. Di perkebunan rakyat pada umumnya belum mengenal peracunan tunggul ini. Peracunan tunggul hanya terbatas digunakan pada proyek pembangunan perkebunan rakyat binaan pemerintah.
Pemberdayaan jamur pelapuk tunggul. Jamur pelapuk kayu Coriolus versicolor merupakan jamur yang paling dominan berkembang pada tunggul karet. Jamur pelapuk pelapuk kayu ini dapat diberdayakan untuk mempercepat pelapukan tunggul karet sehingga mengurangi ketersediaan media tempat hidup jamur akar putih. Cara pemberdayaannya adalah dengan menebang/memotong pendek pohon karet yiaitu sekitar 5-10 cm diatas permukaan tanah kemudian diikuti dengan pembakaran tunggul secara ringan dengan cabang/ranting kayu sehingga hanya mematikan bagian kulit. Cara ini akan mengundang masuknya jamur pelapuk tersebut pada tunggul. Untuk memacu percepatan pelapukan tunggul, jamur pelapuk dapat diinokulasikan dengan menempatkannya diatas tunggul kemudian ditutup dengan tanah atau serasah. Inokulasi dilakukan pada musim hujan dan jamur pelapuk dapat diambil dari tunggul lama.
Pemberdayaan tumbuhan antagonis. Beberapa tumbuhan antagonis seperti laos, kunyit, garut dan lidah mertua dapat diberdayakan untuk mengurangi sumber infeksi pada tunggul dan sisa akar. Tumbuhan ini dapat mengeluarkan bahan kimia antibiotik untuk jamur akar putih di sekitar perakaran sehingga akan menekan perkembangan jamur yang hidup pada tunggul. Tumbuhan antagonis tersebut ditanam 10-12 pokok di sekeliling pangkal tunggul pada saat musim hujan setelah lahan dibersihkan.




Penanaman tanaman kacangan. Tanaman kacangan ini selain berfungsi sebagai penutup tanah mencegah erosi dan menyuburkan tanamn tetapi juga berguna untuk meningkatkan aktifitas mikrobia saprofitik sehingga akan mempercepat pelapukan tunggul dan sebagian menjadi antagonis terhadap jamur akar putih (Newsam, 1963). Tanaman kacangan penutup tanah yang digunakan adalah Pueraria javanica, Centrosema pubescens, Calopogonium mucunoides dan Mucuna sp. Di perkebunan besar penanaman tanaman kacangan ini umum dilakukan tetapi jarang di perkebunan karet rakyat.
Penaburan belerang. Belerang dapat dianjurkan untuk menekan perkembangan jamur akar putih terutama pada tunggul disekitar hiaten-hiaten (pulau kosong) atau dekat tanaman sakit atau terserang sebelumnya. Belerang ditaburkan sekitar 150-200 g disekeliling tunggul tiap tahun dengan 2-3 kali ulangan aplikasi.
Teknik pemusnahan/pengurangan sumber infeksi terpadu. Cara pemusnahan/pengurangan sumber infeksi jamur akar putih seperti disebutkan diatas dapat dipadukan untuk lebih memperkecil sumber infeksi jamur tersebut. Peracunan tunggul dapat dikombinasikan dengan inokulasi buatan jamur pelapuk dan penanaman \tumbuhan antagonis disekeliling pangkal tunggul karet. Atau penaburan belerang dipadukan dengan penanaman tumbuhan antagonis di sekeliling tunggul karet.
Selanjutnya fuat nurdiansyah memaparkan kepada para petani karet didesa sungai buluh Upaya perlindungan tanaman terhadap infeksi jamur akar putih masih jarang dilakukan. Di perkebunan rakyat hanya terbatas dilakukan pada proyek pembangunan karet binaan pemerintah dan petani maju. Sedangkan, di perkebunan besar perlindungan tanaman hanya dilakukan pada areal pertanaman bertunggul atau areal berlereng karena pada umumnya penyiapan lahan dilakukan dengan baik.





Penggunaan belerang/fungisida lain. Dalam upaya perlidungan tanaman digunakan fungisida/biofungisida. Fungisida yang dianjurkan adalah belerang, Bayfidan 3 G dan Triko P+. Belerang (100-200 g/pohon) ditaburkan di sekeliling tanaman sampai 20-100 cm dari leher akar setiap tahun selama 5 tahun pertama setelah tanam (Basuki 1986; Soepena dan Nasution 1986). Bayfidan 3 G dan Triko P+ diaplikasikan pada pangkal batang mulai umur 3 bulan dengan selang aplikasi 6 bulan sekali pada tanaman belum menghasilkan ,Penggunaan tumbuhan antagonis. Tumbuhan antagonis tersebut mengeluarkan zat antibiotik dari perakarannya yang dapat menekan perkembangan penyakit akar putih. Tumbuhan ini akan memberikan perlindungan terhadap tanaman dari serangan akar putih dalam jangka panjang. Tumbuhan antagonis yang dapat digunakan adalah kunyit, lidah mertua dan laos. Kunyit, laos dan atau lidah mertua (3-4 pokok/tanaman karet) ditanam disekeliling pangkal batang tanaman karet pada umur 3 bulan. Kunyit sebaiknya dikombinasikan dengan lidah mertua sedangkan laos tidak perlu. Tumbuhan antagonis dapat digunakan untuk perlindungan tanaman sehat tetangga dekat tanaman sakit baik pada tanaman belum menghasilkan maupun telah menghasilkan. Tumbuhan antagonis yang terbaik untuk tujuan ini adalah lidah mertua pedangan (besar). Tumbuhan ini mampu tumbuh dalam kondisi bersaing dengan akar tanaman karet dan kondisi terlindung. Banyaknya tumbuhan yang ditanam per tanamanan karet adalah 4-6 pokok pada tanaman belum menghasilkan dan 8-10 pokok pada tanaman menghasilkan.




sementara ketua kelompok tani panca karya tasaud mengatakan dengan adanya kehadiran pak fuat nurdiasyah dari dosen universitas jambi ,ilmu yang di berikan pada kami sangat berharga yang mana ilmu tersebut menbah wawasan bagi petani karet seperti saya dan anggota saya,kami sebagai masyarakat ini merup[akan solusi bagi petani karet ,jika karet kita sehat tentunya hasil latex kami berlipah tentunya penghasilan kami makin bertambah ,kami juga merasa bangga dan terharu masih ada seorang dosen ilmu pertaniaan memberikan ilmu yang selama ini tidak kami ketahui,semoga terus berkelanjutan ucapnya