24 Pejabat Bakal Diganti
Ditulis oleh SURYA ELVIZA-Kota Jambi/rib
Senin, 21 Desember 2009
Nama-nama akan Diserahkan ke Gubernur
Para kepala dinas di lingkup Pemkab Kerinci sepertinya harus bersiap-siap meninggalkan jabatan. Pasalnya, 24 pejabat eselon II Pemkab Kerinci akan diganti. Itu merujuk pada Perda Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kelembagaan Daerah. Menurut Sekda Kerinci Dasra, perombakan juga bertujuan membentuk dan mencari pejabat yang memiliki loyalitas besar dan kualitas baik untuk pembangunan Kerinci. “Kita sengaja mengganti semua kepala dinas,” ujarnya kemarin (20/12).
Pihaknya sudah mengadakan fit and proper test terhadap 26 pejabat eselon II tersebut. Nanti akan ada dua pejabat yang lengser, karena hanya 24 pejabat yang akan dipakai untuk mengisi seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
Berdasarkan PP Nomor 11 tersebut, ada beberapa dinas yang hilang atau digabung dengan dinas lain, di antaranya Dinas Damkar yang akan digabung dengan Dinas PU bersama Dinas Pariwisata dan Pemuda dan Olahraga. “Makanya akan ada beberapa eselon yang pasti juga akan lengser,” ujarnya.
Nama-nama pejabat eselon II tersebut rencananya akan masuk ke Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin pada Rabu (23/12), untuk kemudian akan disetujui dan ditandatangani orang nomor satu di Provinsi Jambi itu. “Tentu kita juga meminta perstujuan dari Gubernur. Setelah disetujui dan ditandatangani, pada awal 2010 nanti kita akan mulai bekerja dengan kabinet baru,” ujarnya.
Menurut informasi, dari 26 pejabat yang mengikuti fit and proper test, dua di antaranya direkrut dari luar daerah, yaitu dari Dinas PU Provinsi Jambi dan BPKP Pusat. Pejabat dari BPKP Pusat akan menduduki jabatan terkait keuangan daerah Kerinci.
“Ada yang diganti posisinya atau ada yang tetap menjabat pada jabatan yang sama. Saya belum bisa menyebutkan nama-namanya. Yang pasti semua melalui proses dan penilaian,” beber Dasra.(*/rib)
Mobil Dinas Banyak Beralih Fungsi
Ditulis oleh FRANSISCUS, Muarojambi
Sabtu, 19 Desember 2009 00:00
Sering Digunakan untuk Kepentingan Pribadi
Mobil dinas di Muarojambi banyak beralih fungsi. Mobil yang seyogianya untuk kepentingan dinas malah disalahgunakan untuk mengurus kepentingan pribadi. Selain itu, pelat mobil dinas juga banyak yang berubah menjadi hitam.
Ketua Komisi B DPRD Muarojambi Usman Chalik mengatakan, pemakaian mobil dinas untuk kepentingan pribadi tidak dapat dipersalahkan, sepanjang mobil dinas itu tidak disewakan atau digunakan untuk mencari keuntungan. “Kalau untuk mengantar anak sama istri, saya rasa wajar-wajar saja. Tapi kalau mobil itu digunakan untuk mengangkut sawit tentu menyalahi aturan,” katanya.
Begitu juga mobil dinas yang pelatnya diganti menjadi hitam. Menurut usman, persoalan tersebut sebenarnya menyalahi aturan, namun dia memaklumi, sepanjang mobil digunakan itu dibawa ke tempat yang baik. “Kalau dibawa ke tempat yang tidak bagus tentu menyalahi aturan. Tapi kalau yang baik-baik, saya rasa tidak ada masalah,” katanya.
Bupati Muarojambi Burhanuddin Mahir berpendapat sama dengan Usman Chalik. Dia mengatakan, pemilik mobil dinas boleh menggunakan mobil untuk kepentingan keluarga. Namun kebebasan yang diberikan jangan kelewat batas. “Bisa-bisa saja, tapi ada batasan,” katanya.
Burhanuddin sendiri mengakui bahwa mobil dinas yang dia miliki cukup sering dipakai untuk jalan-jalan dengan cucunya. “Apakah ini menyalahi aturan juga? Saya rasa ini masih lumrah,” katanya.
Menurut Burhanuddin, mobil dinas dapat digunakan pemilik untuk kepentingan keluarga di Provinsi Jambi. Namun kalau sudah keluar dari Provinsi Jambi, dia meminta supaya pemilik tidak menggunakannya. “Kalau Lebaran ke rumah orangtua, masak enggak boleh pakai mobil dinas. Tapi kalau di luar Jambi, tentu tidak boleh,” katanya.(*)
SELAMATKAN AIR DEMI ANAK CUCU KITA.ANAK CUCU KITA JANGAN KITA BERIKAN AIR MATA TAPI BERI MEREKA MATA AIR : Hutan Lindung Resapan Air yang merupakan Tulang Pungung Ketersedian Air : Merusak hutan ,Merusak Air Berarti Merusak Masa Depan Kita : Air Sumber Kehidupan Tanpa Air Kehidupan Akan Berakhir Lestarikan Air Tanggung Jawab Kita Bersama
Thursday, December 24, 2009
40 Kepsek Bakal Dimutasi / PAD RSUD Ditarget Rp 2 M /Bupati Siap Copot Kadis Pasar
40 Kepsek Bakal Dimutasi
Ditulis oleh LUKMAN HAKIM, Sarolangun/rib
Kamis, 24 Desember 2009 09:47
Nama Diserahkan ke BKD
Sebanyak 40 kepala sekolah (kepsek) tingkat SD, SMP, SMK, dan SMA di lingkungan Dinas Pendidikan Sarolangun akan diganti. Diperkirakan roling tersebut dilakukan pertengahan Januari 2010 mendatang. Beberapa kepsek juga akan diangkat menjadi pengawas sekolah.
Hal itu disampaikan Kadis Pendidikan Sarolangun Hefni Zen melalui Kabid PMTK Ahmad Nasri. Nama-nama kepsek yang bakal dimutasi, menurut Nasri, sudah diserahkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
”Jika SK sudah turun, langsung kita lantik. Diperkirakan pelantikan pada Januari 2010 nanti,” katanya. Namun Nasri merahasiakan nama-nama kepsek tersebut karena dikhawatirkan memengaruhi kinerja yang bersangkutan. “Nanti akan tahu sendiri pada hari pelantikan,” katanya.
Pihaknya terus mengevaluasi para kepsek. Jika evaluasi tersebut menemukan terdapat kelemahan dalam memimpin sekolah, tentu akan diganti. Hal itu dapat memengaruhi pelaksanaan proses belajar-mengajar di sekolah.
Nasri juga mengakui, ada beberapa sekolah yang baru diresmikan yang belum memiliki kepsek definitif, baik sekolah di Kecamatan Mandiangin, Air Hitam, Batangasai, dan beberapa sekolah lain. “Dibutuhkan seorang kepsek yang dapat memimpin sekolah tersebut,” katanya.
Kabar yang beredar di lapangan, ada beberapa kepsek di tingkat SMP yang bakal dimutasi, yakni kepala SMPN 1 Sarolangun yang akan menjadi kepala SMA, kepala SMPN Pauh, kepala SMPN 17, dan kepala SMAN 1 Sarolangun serta beberapa kepala SD.
Kepala SMAN yang bakal dimutasi antara lain Kepala SMAN 1 Sarolangun, kepala SMAN 7 Sarolangun, dan kepala SMAN 5 Sarolangun, yang kabarnya bakal menjadi pengawas sekolah.(*/rib)
PAD RSUD Ditarget Rp 2 M
Ditulis oleh amu/rib
Kamis, 24 Desember 2009
MUARATEBO – Untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Tebo 2010, Pemkab Tebo akan mengoptimalkan kinerja beberapa sektor yang berpotensi menghasilkan PAD. Termasuk RSUD Sultan Thaha Syaifudin Muaratebo yang ditargetkan menyerap PAD Rp 2 miliar pada 2010.
Bupati Tebo Madjid Mu’az mengatakan, banyak sektor yang diharapkan bisa menggenjot PAD 2010 nanti. “Salah satu contohnya Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Thaha Syaifudin Muaratebo,” kata Bupati.
Ia mengatakan, target tersebut cukup besar dibandingkan 2009. Tapi dia optimistis itu tercapai. “Dengan satu syarat: manajemen mau berbenah dan meningkatkan kualitas layanan,” sebutnya.
Pada 2009 Pemkab Tebo menargetkan PAD di rumah sakit kebanggaan Tebo itu sebesar Rp 750 juta. Menurut Madjid, instansi yang dipimpin dr Agus Fauriza itu mampu memberikan kontribusi lebih.
Selain itu, sektor lain yang bakal ditingkatkan dalam mendukung target PAD adalah sektor pajak bumi dan bangunan (PBB). Pada 2010, Bupati berharap agar sektor itu mampu memberikan kontribusi tinggi karena pada 2010 hasil pemungutan PBB akan diserahkan langsung ke daerah bersangkutan. Dengan demikian akan meningkatkan PAD, termasuk juga Tebo. “Kita berharap dengan kewenangan yang diberikan pemerintah pusat tersebut, PAD kita akan mengalami peningkatan pada tahun-tahun berikutnya,” tandas Bupati.(amu/rib)
Bupati Siap Copot Kadis Pasar
Ditulis oleh JOHAN ISWADI - MUARATEBO
Selasa, 22 Desember 2009
Janji Selidiki Pengelolaan Pasar Sarinah
MUARATEBO - Rendahnya pendapatan asli daerah (PAD) dari Pasar Sarinah Rimbobujang mengganggu Bupati Tebo Madjid Mu’az. Menurut Madjid, sangat tidak logis jika pasar terbesar di Tebo itu hanya menghasilkan PAD Rp 49 juta.
Bupati mengaku mencium ketidakberesan di salah satu satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dalam mengurus parkir di Pasar Sarinah. “Saya juga telah mengetahui kabar itu, tapi kita jangan buruk sangka dulu,” ujarnya kemarin (21/12).
Dikatakan, Kepala Dinas Pasar Tebo A Lutfi terlibat dan terbukti bersalah dirinya tak segan mencopotnya. Menurut Madjid, sangat tidak logis kalau Pasar Sarinah yang merupakan pusat perdagangan Tebo PAD-nya lebih rendah daripada Muaratebo. "Maka akan kita selidiki penyebabnya," katanya.
Sementara itu anggota DPRD Tebo Supeno mendukung langkah Bupati untuk mencopot Kadis Pasar jika terbukti bersalah. “Jika memang nanti terbukti bersalah, wajar jika Bupati mencopot kepala dinasnya, sebab itu kesalahan besar. Dan mencopot itu merupakan hak Bupati," paparnya.
Untuk diketahui, parkir ilegal sudah beroperasi dua tahun lebih. Akibatnya, PAD Tebo dirugikan ratusan juta rupiah. Diduga hal itu juga menjadi salah satu penyebab PAD Rimbobujang rendah. Yang mengejutkan, Dinas Pasar tidak hal tahu itu.
Saat ini kasus parkir ilegal telah sampai ke Polres Tebo. Beberapa waktu lalu, H Rusmin yang diduga sebagai pelaku dipanggil Polres Tebo untuk dimintai keterangan. Sedangkan Kadis Pasar A Lutfi menyusul beberapa hari kemudian untuk dimintai keterangan.(*
Ditulis oleh LUKMAN HAKIM, Sarolangun/rib
Kamis, 24 Desember 2009 09:47
Nama Diserahkan ke BKD
Sebanyak 40 kepala sekolah (kepsek) tingkat SD, SMP, SMK, dan SMA di lingkungan Dinas Pendidikan Sarolangun akan diganti. Diperkirakan roling tersebut dilakukan pertengahan Januari 2010 mendatang. Beberapa kepsek juga akan diangkat menjadi pengawas sekolah.
Hal itu disampaikan Kadis Pendidikan Sarolangun Hefni Zen melalui Kabid PMTK Ahmad Nasri. Nama-nama kepsek yang bakal dimutasi, menurut Nasri, sudah diserahkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
”Jika SK sudah turun, langsung kita lantik. Diperkirakan pelantikan pada Januari 2010 nanti,” katanya. Namun Nasri merahasiakan nama-nama kepsek tersebut karena dikhawatirkan memengaruhi kinerja yang bersangkutan. “Nanti akan tahu sendiri pada hari pelantikan,” katanya.
Pihaknya terus mengevaluasi para kepsek. Jika evaluasi tersebut menemukan terdapat kelemahan dalam memimpin sekolah, tentu akan diganti. Hal itu dapat memengaruhi pelaksanaan proses belajar-mengajar di sekolah.
Nasri juga mengakui, ada beberapa sekolah yang baru diresmikan yang belum memiliki kepsek definitif, baik sekolah di Kecamatan Mandiangin, Air Hitam, Batangasai, dan beberapa sekolah lain. “Dibutuhkan seorang kepsek yang dapat memimpin sekolah tersebut,” katanya.
Kabar yang beredar di lapangan, ada beberapa kepsek di tingkat SMP yang bakal dimutasi, yakni kepala SMPN 1 Sarolangun yang akan menjadi kepala SMA, kepala SMPN Pauh, kepala SMPN 17, dan kepala SMAN 1 Sarolangun serta beberapa kepala SD.
Kepala SMAN yang bakal dimutasi antara lain Kepala SMAN 1 Sarolangun, kepala SMAN 7 Sarolangun, dan kepala SMAN 5 Sarolangun, yang kabarnya bakal menjadi pengawas sekolah.(*/rib)
PAD RSUD Ditarget Rp 2 M
Ditulis oleh amu/rib
Kamis, 24 Desember 2009
MUARATEBO – Untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Tebo 2010, Pemkab Tebo akan mengoptimalkan kinerja beberapa sektor yang berpotensi menghasilkan PAD. Termasuk RSUD Sultan Thaha Syaifudin Muaratebo yang ditargetkan menyerap PAD Rp 2 miliar pada 2010.
Bupati Tebo Madjid Mu’az mengatakan, banyak sektor yang diharapkan bisa menggenjot PAD 2010 nanti. “Salah satu contohnya Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Thaha Syaifudin Muaratebo,” kata Bupati.
Ia mengatakan, target tersebut cukup besar dibandingkan 2009. Tapi dia optimistis itu tercapai. “Dengan satu syarat: manajemen mau berbenah dan meningkatkan kualitas layanan,” sebutnya.
Pada 2009 Pemkab Tebo menargetkan PAD di rumah sakit kebanggaan Tebo itu sebesar Rp 750 juta. Menurut Madjid, instansi yang dipimpin dr Agus Fauriza itu mampu memberikan kontribusi lebih.
Selain itu, sektor lain yang bakal ditingkatkan dalam mendukung target PAD adalah sektor pajak bumi dan bangunan (PBB). Pada 2010, Bupati berharap agar sektor itu mampu memberikan kontribusi tinggi karena pada 2010 hasil pemungutan PBB akan diserahkan langsung ke daerah bersangkutan. Dengan demikian akan meningkatkan PAD, termasuk juga Tebo. “Kita berharap dengan kewenangan yang diberikan pemerintah pusat tersebut, PAD kita akan mengalami peningkatan pada tahun-tahun berikutnya,” tandas Bupati.(amu/rib)
Bupati Siap Copot Kadis Pasar
Ditulis oleh JOHAN ISWADI - MUARATEBO
Selasa, 22 Desember 2009
Janji Selidiki Pengelolaan Pasar Sarinah
MUARATEBO - Rendahnya pendapatan asli daerah (PAD) dari Pasar Sarinah Rimbobujang mengganggu Bupati Tebo Madjid Mu’az. Menurut Madjid, sangat tidak logis jika pasar terbesar di Tebo itu hanya menghasilkan PAD Rp 49 juta.
Bupati mengaku mencium ketidakberesan di salah satu satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dalam mengurus parkir di Pasar Sarinah. “Saya juga telah mengetahui kabar itu, tapi kita jangan buruk sangka dulu,” ujarnya kemarin (21/12).
Dikatakan, Kepala Dinas Pasar Tebo A Lutfi terlibat dan terbukti bersalah dirinya tak segan mencopotnya. Menurut Madjid, sangat tidak logis kalau Pasar Sarinah yang merupakan pusat perdagangan Tebo PAD-nya lebih rendah daripada Muaratebo. "Maka akan kita selidiki penyebabnya," katanya.
Sementara itu anggota DPRD Tebo Supeno mendukung langkah Bupati untuk mencopot Kadis Pasar jika terbukti bersalah. “Jika memang nanti terbukti bersalah, wajar jika Bupati mencopot kepala dinasnya, sebab itu kesalahan besar. Dan mencopot itu merupakan hak Bupati," paparnya.
Untuk diketahui, parkir ilegal sudah beroperasi dua tahun lebih. Akibatnya, PAD Tebo dirugikan ratusan juta rupiah. Diduga hal itu juga menjadi salah satu penyebab PAD Rimbobujang rendah. Yang mengejutkan, Dinas Pasar tidak hal tahu itu.
Saat ini kasus parkir ilegal telah sampai ke Polres Tebo. Beberapa waktu lalu, H Rusmin yang diduga sebagai pelaku dipanggil Polres Tebo untuk dimintai keterangan. Sedangkan Kadis Pasar A Lutfi menyusul beberapa hari kemudian untuk dimintai keterangan.(*
40 Kepsek Bakal Dimutasi / PAD RSUD Ditarget Rp 2 M /Bupati Siap Copot Kadis Pasar
40 Kepsek Bakal Dimutasi
Ditulis oleh LUKMAN HAKIM, Sarolangun/rib
Kamis, 24 Desember 2009 09:47
Nama Diserahkan ke BKD
Sebanyak 40 kepala sekolah (kepsek) tingkat SD, SMP, SMK, dan SMA di lingkungan Dinas Pendidikan Sarolangun akan diganti. Diperkirakan roling tersebut dilakukan pertengahan Januari 2010 mendatang. Beberapa kepsek juga akan diangkat menjadi pengawas sekolah.
Hal itu disampaikan Kadis Pendidikan Sarolangun Hefni Zen melalui Kabid PMTK Ahmad Nasri. Nama-nama kepsek yang bakal dimutasi, menurut Nasri, sudah diserahkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
”Jika SK sudah turun, langsung kita lantik. Diperkirakan pelantikan pada Januari 2010 nanti,” katanya. Namun Nasri merahasiakan nama-nama kepsek tersebut karena dikhawatirkan memengaruhi kinerja yang bersangkutan. “Nanti akan tahu sendiri pada hari pelantikan,” katanya.
Pihaknya terus mengevaluasi para kepsek. Jika evaluasi tersebut menemukan terdapat kelemahan dalam memimpin sekolah, tentu akan diganti. Hal itu dapat memengaruhi pelaksanaan proses belajar-mengajar di sekolah.
Nasri juga mengakui, ada beberapa sekolah yang baru diresmikan yang belum memiliki kepsek definitif, baik sekolah di Kecamatan Mandiangin, Air Hitam, Batangasai, dan beberapa sekolah lain. “Dibutuhkan seorang kepsek yang dapat memimpin sekolah tersebut,” katanya.
Kabar yang beredar di lapangan, ada beberapa kepsek di tingkat SMP yang bakal dimutasi, yakni kepala SMPN 1 Sarolangun yang akan menjadi kepala SMA, kepala SMPN Pauh, kepala SMPN 17, dan kepala SMAN 1 Sarolangun serta beberapa kepala SD.
Kepala SMAN yang bakal dimutasi antara lain Kepala SMAN 1 Sarolangun, kepala SMAN 7 Sarolangun, dan kepala SMAN 5 Sarolangun, yang kabarnya bakal menjadi pengawas sekolah.(*/rib)
PAD RSUD Ditarget Rp 2 M
Ditulis oleh amu/rib
Kamis, 24 Desember 2009
MUARATEBO – Untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Tebo 2010, Pemkab Tebo akan mengoptimalkan kinerja beberapa sektor yang berpotensi menghasilkan PAD. Termasuk RSUD Sultan Thaha Syaifudin Muaratebo yang ditargetkan menyerap PAD Rp 2 miliar pada 2010.
Bupati Tebo Madjid Mu’az mengatakan, banyak sektor yang diharapkan bisa menggenjot PAD 2010 nanti. “Salah satu contohnya Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Thaha Syaifudin Muaratebo,” kata Bupati.
Ia mengatakan, target tersebut cukup besar dibandingkan 2009. Tapi dia optimistis itu tercapai. “Dengan satu syarat: manajemen mau berbenah dan meningkatkan kualitas layanan,” sebutnya.
Pada 2009 Pemkab Tebo menargetkan PAD di rumah sakit kebanggaan Tebo itu sebesar Rp 750 juta. Menurut Madjid, instansi yang dipimpin dr Agus Fauriza itu mampu memberikan kontribusi lebih.
Selain itu, sektor lain yang bakal ditingkatkan dalam mendukung target PAD adalah sektor pajak bumi dan bangunan (PBB). Pada 2010, Bupati berharap agar sektor itu mampu memberikan kontribusi tinggi karena pada 2010 hasil pemungutan PBB akan diserahkan langsung ke daerah bersangkutan. Dengan demikian akan meningkatkan PAD, termasuk juga Tebo. “Kita berharap dengan kewenangan yang diberikan pemerintah pusat tersebut, PAD kita akan mengalami peningkatan pada tahun-tahun berikutnya,” tandas Bupati.(amu/rib)
Bupati Siap Copot Kadis Pasar
Ditulis oleh JOHAN ISWADI - MUARATEBO
Selasa, 22 Desember 2009
Janji Selidiki Pengelolaan Pasar Sarinah
MUARATEBO - Rendahnya pendapatan asli daerah (PAD) dari Pasar Sarinah Rimbobujang mengganggu Bupati Tebo Madjid Mu’az. Menurut Madjid, sangat tidak logis jika pasar terbesar di Tebo itu hanya menghasilkan PAD Rp 49 juta.
Bupati mengaku mencium ketidakberesan di salah satu satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dalam mengurus parkir di Pasar Sarinah. “Saya juga telah mengetahui kabar itu, tapi kita jangan buruk sangka dulu,” ujarnya kemarin (21/12).
Dikatakan, Kepala Dinas Pasar Tebo A Lutfi terlibat dan terbukti bersalah dirinya tak segan mencopotnya. Menurut Madjid, sangat tidak logis kalau Pasar Sarinah yang merupakan pusat perdagangan Tebo PAD-nya lebih rendah daripada Muaratebo. "Maka akan kita selidiki penyebabnya," katanya.
Sementara itu anggota DPRD Tebo Supeno mendukung langkah Bupati untuk mencopot Kadis Pasar jika terbukti bersalah. “Jika memang nanti terbukti bersalah, wajar jika Bupati mencopot kepala dinasnya, sebab itu kesalahan besar. Dan mencopot itu merupakan hak Bupati," paparnya.
Untuk diketahui, parkir ilegal sudah beroperasi dua tahun lebih. Akibatnya, PAD Tebo dirugikan ratusan juta rupiah. Diduga hal itu juga menjadi salah satu penyebab PAD Rimbobujang rendah. Yang mengejutkan, Dinas Pasar tidak hal tahu itu.
Saat ini kasus parkir ilegal telah sampai ke Polres Tebo. Beberapa waktu lalu, H Rusmin yang diduga sebagai pelaku dipanggil Polres Tebo untuk dimintai keterangan. Sedangkan Kadis Pasar A Lutfi menyusul beberapa hari kemudian untuk dimintai keterangan.(*
Ditulis oleh LUKMAN HAKIM, Sarolangun/rib
Kamis, 24 Desember 2009 09:47
Nama Diserahkan ke BKD
Sebanyak 40 kepala sekolah (kepsek) tingkat SD, SMP, SMK, dan SMA di lingkungan Dinas Pendidikan Sarolangun akan diganti. Diperkirakan roling tersebut dilakukan pertengahan Januari 2010 mendatang. Beberapa kepsek juga akan diangkat menjadi pengawas sekolah.
Hal itu disampaikan Kadis Pendidikan Sarolangun Hefni Zen melalui Kabid PMTK Ahmad Nasri. Nama-nama kepsek yang bakal dimutasi, menurut Nasri, sudah diserahkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
”Jika SK sudah turun, langsung kita lantik. Diperkirakan pelantikan pada Januari 2010 nanti,” katanya. Namun Nasri merahasiakan nama-nama kepsek tersebut karena dikhawatirkan memengaruhi kinerja yang bersangkutan. “Nanti akan tahu sendiri pada hari pelantikan,” katanya.
Pihaknya terus mengevaluasi para kepsek. Jika evaluasi tersebut menemukan terdapat kelemahan dalam memimpin sekolah, tentu akan diganti. Hal itu dapat memengaruhi pelaksanaan proses belajar-mengajar di sekolah.
Nasri juga mengakui, ada beberapa sekolah yang baru diresmikan yang belum memiliki kepsek definitif, baik sekolah di Kecamatan Mandiangin, Air Hitam, Batangasai, dan beberapa sekolah lain. “Dibutuhkan seorang kepsek yang dapat memimpin sekolah tersebut,” katanya.
Kabar yang beredar di lapangan, ada beberapa kepsek di tingkat SMP yang bakal dimutasi, yakni kepala SMPN 1 Sarolangun yang akan menjadi kepala SMA, kepala SMPN Pauh, kepala SMPN 17, dan kepala SMAN 1 Sarolangun serta beberapa kepala SD.
Kepala SMAN yang bakal dimutasi antara lain Kepala SMAN 1 Sarolangun, kepala SMAN 7 Sarolangun, dan kepala SMAN 5 Sarolangun, yang kabarnya bakal menjadi pengawas sekolah.(*/rib)
PAD RSUD Ditarget Rp 2 M
Ditulis oleh amu/rib
Kamis, 24 Desember 2009
MUARATEBO – Untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Tebo 2010, Pemkab Tebo akan mengoptimalkan kinerja beberapa sektor yang berpotensi menghasilkan PAD. Termasuk RSUD Sultan Thaha Syaifudin Muaratebo yang ditargetkan menyerap PAD Rp 2 miliar pada 2010.
Bupati Tebo Madjid Mu’az mengatakan, banyak sektor yang diharapkan bisa menggenjot PAD 2010 nanti. “Salah satu contohnya Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Thaha Syaifudin Muaratebo,” kata Bupati.
Ia mengatakan, target tersebut cukup besar dibandingkan 2009. Tapi dia optimistis itu tercapai. “Dengan satu syarat: manajemen mau berbenah dan meningkatkan kualitas layanan,” sebutnya.
Pada 2009 Pemkab Tebo menargetkan PAD di rumah sakit kebanggaan Tebo itu sebesar Rp 750 juta. Menurut Madjid, instansi yang dipimpin dr Agus Fauriza itu mampu memberikan kontribusi lebih.
Selain itu, sektor lain yang bakal ditingkatkan dalam mendukung target PAD adalah sektor pajak bumi dan bangunan (PBB). Pada 2010, Bupati berharap agar sektor itu mampu memberikan kontribusi tinggi karena pada 2010 hasil pemungutan PBB akan diserahkan langsung ke daerah bersangkutan. Dengan demikian akan meningkatkan PAD, termasuk juga Tebo. “Kita berharap dengan kewenangan yang diberikan pemerintah pusat tersebut, PAD kita akan mengalami peningkatan pada tahun-tahun berikutnya,” tandas Bupati.(amu/rib)
Bupati Siap Copot Kadis Pasar
Ditulis oleh JOHAN ISWADI - MUARATEBO
Selasa, 22 Desember 2009
Janji Selidiki Pengelolaan Pasar Sarinah
MUARATEBO - Rendahnya pendapatan asli daerah (PAD) dari Pasar Sarinah Rimbobujang mengganggu Bupati Tebo Madjid Mu’az. Menurut Madjid, sangat tidak logis jika pasar terbesar di Tebo itu hanya menghasilkan PAD Rp 49 juta.
Bupati mengaku mencium ketidakberesan di salah satu satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dalam mengurus parkir di Pasar Sarinah. “Saya juga telah mengetahui kabar itu, tapi kita jangan buruk sangka dulu,” ujarnya kemarin (21/12).
Dikatakan, Kepala Dinas Pasar Tebo A Lutfi terlibat dan terbukti bersalah dirinya tak segan mencopotnya. Menurut Madjid, sangat tidak logis kalau Pasar Sarinah yang merupakan pusat perdagangan Tebo PAD-nya lebih rendah daripada Muaratebo. "Maka akan kita selidiki penyebabnya," katanya.
Sementara itu anggota DPRD Tebo Supeno mendukung langkah Bupati untuk mencopot Kadis Pasar jika terbukti bersalah. “Jika memang nanti terbukti bersalah, wajar jika Bupati mencopot kepala dinasnya, sebab itu kesalahan besar. Dan mencopot itu merupakan hak Bupati," paparnya.
Untuk diketahui, parkir ilegal sudah beroperasi dua tahun lebih. Akibatnya, PAD Tebo dirugikan ratusan juta rupiah. Diduga hal itu juga menjadi salah satu penyebab PAD Rimbobujang rendah. Yang mengejutkan, Dinas Pasar tidak hal tahu itu.
Saat ini kasus parkir ilegal telah sampai ke Polres Tebo. Beberapa waktu lalu, H Rusmin yang diduga sebagai pelaku dipanggil Polres Tebo untuk dimintai keterangan. Sedangkan Kadis Pasar A Lutfi menyusul beberapa hari kemudian untuk dimintai keterangan.(*
Proyek di SKPD Banyak Dicoret Dewan/Dinas Peternakan Tak Lakukan Pengawasan
Proyek di SKPD Banyak Dicoret Dewan
Ditulis oleh dip
Kamis, 24 Desember 2009
KOTABARU - Sejumlah proyek di beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang dianggarkan pada APBD 2010 dicoret dewan. Tindakan itu dilakukan karena proyek-proyek tersebut dianggap tidak menyentuh masyarakat. DPRD Kota hanya menyetujui proyek-proyek yang menyentuh masyarakat.
Anggota DPRD Kota Jambi dari Fraksi Indonesia Bersatu, Budi Yako, mengakui ada beberapa proyek di SKPD yang dicoret dewan. Selain tidak menyentuh masyarakat, proyek itu tidak disetujui sebab anggaran di Pemkot minim.
“Ada beberapa proyek, tapi tidak bisa disebutkan dulu karena masih harus dibahas di fraksi-fraksi. Yang pasti proyek yang belum begitu diprioritaskan akan dicoret,” katanya.
Dia menegaskan, dewan akan menyampaikan hasil akhir pembahasan APBD 2010 pada Kamis (24/12). “Besok (hari ini, red) dewan akan menyampaikan kesimpulan atau hasil akhir pembahasan,” bebernya.
Budi juga mengungkapkan, anggaran di SKPD yang paling besar ada di Dinas Pekerjaan Umum, kemudian Dinas Pendidikan Nasional dan Sekretariat Dewan. Untuk itu DPRD Kota juga akan mengagendakan hearing dengan sekretaris dewan. DPRD Kota Jambi tidak ingin dinilai masyarakat bahwa anggaran tersebut untuk anggota dewan dan anggota dewan yang meminta dianggarkan dana itu.
“Anggaran Sekwan Rp 14 miliar. Kita akan bahas lagi untuk apa anggaran sebesar itu,” sebutnya. Dia menegaskan, anggaran sebanyak itu bukan usulan anggota DPRD Kota Jambi, melainkan dianggarkan pihak eksekutif.
“Dewan tidak minta. Mungkin karena tahun sebelumnya anggarannya juga sebesar itu, dianggarkan sekian,” cetus Budi. Menurutnya, dana itu tidak semua untuk operasional anggota dewan, tapi akan digunakan untuk rumah tangga DPRD Kota Jambi.(dip)
Dinas Peternakan Tak Lakukan Pengawasan
Ditulis oleh viz
Selasa, 22 Desember 2009
Menjelang Natal dan Tahun Baru, Dinas Peternakan Provinsi Jambi ternyata tidak melakukan pengawasan terhadap hewan-hewan ternak baik sapi, kerbau, maupun babi. Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jambi Hanif Lubis mengakui pihaknya hanya melakukan pengawasan saat Idul Adha dan Idul Fitri. Sedangkan pada Natal dan Tahun baru, dari dulu tidak ada pengawasan, baik terhadap daging sapi maupun babi.
Bagaimana stok daging menjelang Natal dan Tahun Baru? Hanif mengatakan, stok daging hingga Tahun Baru masih memadai. Ketersediaan stok daging itu berdasar data beberapa peternak di Provinsi Jambi. Makanya, pihaknya tidak menyediakan stok khusus dalam menyambut Natal dan Tahun Baru.
Merujuk tahun sebelumnya, konsumsi daging pada saat Natal dan Tahun Baru tidak begitu meningkat. “Konsumsi daging tidak sebesar saat Idul Adha dan Idul Fitri,” jelasnya.
Sejauh ini, meskipun beberapa waktu lalu kasus flu babi merebak di sejumlah daerah, khusus Provinsi Jambi tidak merasakan dampak yang besar. Apalagi Dinas Peternakan telah melakukan berbagai pencegahan dengan melakukan penyemprotan dan pemberian obat kepada Babi beberapa waktu lalu.
“Jadi kita rasa untuk masyarakat yang akan mengonsumsi daging babi tidak perlu khawatir karena hewan-hewan tersebut dinyatakan bersih dan aman untuk dikonsumsi,” tandasnya berpromosi.(viz)
Ditulis oleh dip
Kamis, 24 Desember 2009
KOTABARU - Sejumlah proyek di beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang dianggarkan pada APBD 2010 dicoret dewan. Tindakan itu dilakukan karena proyek-proyek tersebut dianggap tidak menyentuh masyarakat. DPRD Kota hanya menyetujui proyek-proyek yang menyentuh masyarakat.
Anggota DPRD Kota Jambi dari Fraksi Indonesia Bersatu, Budi Yako, mengakui ada beberapa proyek di SKPD yang dicoret dewan. Selain tidak menyentuh masyarakat, proyek itu tidak disetujui sebab anggaran di Pemkot minim.
“Ada beberapa proyek, tapi tidak bisa disebutkan dulu karena masih harus dibahas di fraksi-fraksi. Yang pasti proyek yang belum begitu diprioritaskan akan dicoret,” katanya.
Dia menegaskan, dewan akan menyampaikan hasil akhir pembahasan APBD 2010 pada Kamis (24/12). “Besok (hari ini, red) dewan akan menyampaikan kesimpulan atau hasil akhir pembahasan,” bebernya.
Budi juga mengungkapkan, anggaran di SKPD yang paling besar ada di Dinas Pekerjaan Umum, kemudian Dinas Pendidikan Nasional dan Sekretariat Dewan. Untuk itu DPRD Kota juga akan mengagendakan hearing dengan sekretaris dewan. DPRD Kota Jambi tidak ingin dinilai masyarakat bahwa anggaran tersebut untuk anggota dewan dan anggota dewan yang meminta dianggarkan dana itu.
“Anggaran Sekwan Rp 14 miliar. Kita akan bahas lagi untuk apa anggaran sebesar itu,” sebutnya. Dia menegaskan, anggaran sebanyak itu bukan usulan anggota DPRD Kota Jambi, melainkan dianggarkan pihak eksekutif.
“Dewan tidak minta. Mungkin karena tahun sebelumnya anggarannya juga sebesar itu, dianggarkan sekian,” cetus Budi. Menurutnya, dana itu tidak semua untuk operasional anggota dewan, tapi akan digunakan untuk rumah tangga DPRD Kota Jambi.(dip)
Dinas Peternakan Tak Lakukan Pengawasan
Ditulis oleh viz
Selasa, 22 Desember 2009
Menjelang Natal dan Tahun Baru, Dinas Peternakan Provinsi Jambi ternyata tidak melakukan pengawasan terhadap hewan-hewan ternak baik sapi, kerbau, maupun babi. Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jambi Hanif Lubis mengakui pihaknya hanya melakukan pengawasan saat Idul Adha dan Idul Fitri. Sedangkan pada Natal dan Tahun baru, dari dulu tidak ada pengawasan, baik terhadap daging sapi maupun babi.
Bagaimana stok daging menjelang Natal dan Tahun Baru? Hanif mengatakan, stok daging hingga Tahun Baru masih memadai. Ketersediaan stok daging itu berdasar data beberapa peternak di Provinsi Jambi. Makanya, pihaknya tidak menyediakan stok khusus dalam menyambut Natal dan Tahun Baru.
Merujuk tahun sebelumnya, konsumsi daging pada saat Natal dan Tahun Baru tidak begitu meningkat. “Konsumsi daging tidak sebesar saat Idul Adha dan Idul Fitri,” jelasnya.
Sejauh ini, meskipun beberapa waktu lalu kasus flu babi merebak di sejumlah daerah, khusus Provinsi Jambi tidak merasakan dampak yang besar. Apalagi Dinas Peternakan telah melakukan berbagai pencegahan dengan melakukan penyemprotan dan pemberian obat kepada Babi beberapa waktu lalu.
“Jadi kita rasa untuk masyarakat yang akan mengonsumsi daging babi tidak perlu khawatir karena hewan-hewan tersebut dinyatakan bersih dan aman untuk dikonsumsi,” tandasnya berpromosi.(viz)

Selasa, 22 Desember 2009
WAPRES TIBA: Gubri M Rusli Zainal menyambut kedatangan Wapres Boediono di Bandara SSK II Pekanbaru, Selasa (22/12/09) petang. Dijadwalkan Wapres menginap satu malam dan baru kembali ke Jakarta besok.

Rabu, 23 Desember 2009
SELAMATKAN HUTAN: Sejumlah aktivis KSLH Riau membentangkan dua spanduk raksasa di DPRD Riau, Rabu (23/12/09). Mereka mendesak penyelematan hutan di Riau.
Rabu, 23 Desember 2009 11:56
Desak Penyelamatan Hutan,
KSLH Bentang Spanduk Raksasa di Gedung DPRD Riau
Protes kerusakan hutan dilakukan dengan cara unik oleh KSLH Riau. Mereka membentangkan spanduk raksasa di gedung DRPD Riau.
Riauterkini-PEKANBARU- Belasan aktivis Kelompok Studi Lingkungan Hidup (KSLH) Riau menggelar aksi unik di gedung DPRD Riau, Rabu (23/12/09). Mereka memasang spanduk raksasa yang dibentangkan di enam tiang bendera yang terdapat di halaman depan gedung wakil rakyat.
Ada dua spanduk ukuran jumbo yang dibentangkan para aktivis. Spanduk terbesar sepanjang sekitar 10 meter dengan lebar 2 meter. Warna kuning dengan tulisan juga besar berbunyi, “SELAMATKAN HUTAN RIAU”.
Sementara spanduk kedua yang berukuran lebih kecil bertulisakan “RIAU CLIMATE CHANGE CENTER, JANGAN HANYA OMONG KOSONG. Selain itu mereka juga membentangkan kain putih sepanjang 30 meter berisikan tanda tangan dukungan untuk pelestarian hutan di Riau.
Menurut koordinasi aksi Nuskan, aksi ini tak bertujuan agar bisa dilihat Wapres Boediono yang kebetulan akan melewati Jalan Jendral Sudirman dalam perjalananya dari Hotel Labersa menunju Kantor Gubernur Riau. “Kami tak ada kaitannya dengan kedatangan Wapres. Sebenarnya kami datang untuk hearing dengan DPRD, namun karena sedang reses, maka kami menggelar aksi,” paparnya kepada riauterkini.
Keinginan aktivis KSLH Riau menggelar aksi di tepi jalan tidak diizinkan polisi. Puluhan polisi yang melakukan penjagaan langsung mengusir pendemo yang beru saja membentangkan kain putih berisi ribuan tandatangan di tepi jalan.
Mereka diizinkan terus melanjutkan aksi, selagi tak keluar dari pagar gedung DPRD Riau. Saat iring-iringan mobil Wapres dan rombongan melintas, dua spanduk raksasa itu masih berkibar di udara.***(mad)
Operasi Lilin 2009 Libatkan 10 Ribu Personil Gabungan

Kamis, 24 Desember 2009
Rabu, 23 Desember 2009
OPERASI LILIN 2009: Kapolda Riau Brigjen Pol Adjie Rustam Ramdja memeriksa kesiapan pasukan yang akan diterjunkan dalam Operasi Lilin 2009, Rabu (23/12/09). 10.000 personil gabungan disiapkan amankan Natal dan tahun baru.
Dalam rangka pengamanan Natal dan tahun baru ditelar Operasi Lilin 2009. Sekitar 10.000 personil gabungan dilibatkan untuk memberi rasa aman.
Riauterkini-PEKANBARU- Upacara pengamanan Natal 2009 dan Tahun baru 2010 di Kapolda Riau Brigjen Pol Adjie Rustam Ramdja dihalaman kantor Gubernur Riau, 10.000 personil gabungan Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), Jasa Raharja dan Kimpraswil Riau siap amankan Riau dari gangguan Ketertipan Masyarakat (Kamtibmas) dan kenungkinan adanya aksi teror.
Seluruh personil diturunkan dan dibagi ke titik-titik rawan, tempat ibadah dan tempat-tempat keramaian. Sementara untuk anggota Polisi Lalu Lintas (Polantas) diturunkan ke titik-titik rawan macet dan disiapkan untuk memberikan pelayanan terbaik semaksimal mungkin kepada masyarakat yang membutuhkan.
Rabu (23/12), Keterangan Kapolda Riau Brigjen Pol Adjie Rustam Ramdja uasi memimpin upacara kepada wartawan bahwa dalam pengamanan natal dan tahun baru ini tim gabungan sekitar 10.000 personil siap amankan Riau. Selain itu juga siap memberikan pelayanan terbaiknya semaksimal mungkin.
"Untuk pengamanan natal dan tahun baru ini kita siap mengamankan Riau dengan pasukan sekitar 10.000 personil gabungan terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, Dishub, Jasa Raharja dan Kimpraswil Riau. Seluruh personil diturunkan ke titik-titik rawan dan tempat ibadah," terangkan Brigjen Pol Adjie Rustam Ramdja.***(vila)
Polda Riau Bekuk Tiga Komplotan Maling Sepeda Motor
Kamis, 24 Desember 2009 MALING MOTOR: Tiga anggota sindikan maling sepeda motor bersama barang bukti hasil kejahatan saat diperiksa di Polda Riau, Kamis (24/12/09). Dua tersangka lagi masih diburu.
Tiga tersanga sindikat pencurian sepeda motor dibekuk tim Buru Sergap Reskrim Polda Riau. Turut diamankan empat sepeda motor curian. Sementara dua tersangka lagi masuk dalam daftar pencarian orang.
Riauterkini-PEKANBARU- Maraknya aksi pencurian sepeda motor (Curanmor) akhir-akhir ini, akhirnya terungkap. Tim Buru Sergap (Buser) Reserse Kriminal (Reskrim) Polda Riau berhasil membekuk tiga tersangka diempat Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Tiga tersangka sindikat Curanmor tersebut yakni Fitri Indra (27) warga Jalan Hangtuah Gang Murni, Rifka (21) warga Jalan Utama Gang Kakap,dan Indra Bustami (31)warga Jalan Perwira Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir.
Masing-masing tersangka dibekuk ditempat yang berbeda yang yang pertama kali dibekuk Rifka, ia dibekuk dirumahnya Selasa (8/12) sekitar pukul 15.30 WIB saat tidur. Kemudian setelah dilakukan penyidikan, maka tersangka Fitra dapat dibekuk. Untuk dua tersangka ini barang bukti (BB) yang diamankan sepeda motor merk Suzuki jenis Satria F 120, akan tetapi belum diketahui pemiliknya.
Sementara untuk tersangka Indra Bustami dengan BB sepeda motor merk Yamaha jenis Jupiter Z milik Ani Agustin warga Jalan Cendrawasih yang melapor ke Polsekta Bukit Raya, Vera R milik Roni Hendriko warga Jalan Nangka yang melapor ke Polsekta Sukajadi, dan Mio milik Untung Hariyanto warga Jalan Jawa yang melapor ke Polsekta Tenayan Raya.
Kamis (24/12), Keterangan Direktur Reskrim Polda Riau Kombes Pol Alex Mandalika melalui Kasat I AKBP Auliansyah didampingi Kanit I AKP Wawan kepada wartawan bahwa setelah dilakukan proses penyelidikan dalam beberapa bulan ini, maka tiga tersangka yang merupakan sindikan Curanmor berhasil dibekuk beserta BB nya.
"Setelah kita lakukan penyelidikan dan pengintaian beberapa bulan ini akhirnya kita berhasil memberkuk tersangka berikut dengan BB nya," terangkan AKP Wawan. Selain tiga tersangka tersebut masih ada dua tersangka lagi yang masih dalam pengejaran yakni berinisial O dan B.
"Selain tiga tersangka itu masih ada dua tersangka lagi yang DPO," tambahkan AKP Wawan.***(vila)
Subscribe to:
Posts (Atom)