"Dan Sekolah -Sekolah yang terkena banjir , para siswanya harus dipulangkan oleh pihak sekolah lebih awal dan diliburkan dalam beberapa hari kedepaan, sampai sekolah benar-benar bisa dipakai kembali untuk kegiatan belajar mengajar," ujarnya.
Untuk sekolah SD ungkapnya, sekolah yang terendam banjir sebanyak 28 unit, SMP 4 unit, SMA 9 unit dan SMK 6 unit. Dan Sekolah yang terendam ini tersebar di lima kecamatan, yakni, Kecamatan Medan Tuntungan, Medan Maimun, Medan Polonia, Medan Helvetia, serta Medan Labuhan. "Yang paling parah saat ini ialah SMPN 10, di Kawasan Jalan Jamin
Ginting," ujarnya.
Kondisi Sekolah tersebut ungkap Hasan, pagar Sekolah ambruk, dan besok, (Sabtu-2/4), para siswa akan melakukan gotong royong untuk membersihkan lokasi. Dan jika tidak memungkinkan, aktifitas belajar akan dimulai pada hari Senin (4/4).
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan dr Edwin Effendi MSC, ketika dikonfirmasi wartawan menegaskan, pihaknya sudah memerintahkan kepada Rumahsakit swasta di kawasan banjir untuk menerima dan melayani pasien korban banjir. Untuk Puskesmas dan pos kesehatan termasuk di kelurahan-kelurahan sudah diingatkan untuk siaga.
"Kita sudah memerintahkan rumah sakit swasta harus menerima dan merawat pasien korban banjir. Pada pos kesehatan dan puskesmas harus SIAGA. Sudah kita sampaikan pada seluruhnya termasuk pos kesehatan," ungkapnya.
No comments:
Post a Comment