Sunday, May 1, 2011

SEJARAH KORAN/SURAT KABAR DUNIA





RADAR JAMBI BY : Toni samriant

15 SURAT KABAR SEBAGAI SAKSI SEJARAH

New York Times: “Titanic Karam setelah 4 jam menabrak gunung es” 16 April 1912
New york times
Ini adalah salah satu dari sedikit berita utama yang akurat setelah tenggelamnya kapal Titanic. Wartawan di beberapa surat kabar lain masih dalam penyangkalan bahwa Titanic tidak tenggelam: The Daily Mirror melaporkan, “Semua orang aman”, dan Daily Mail, “Tidak ada orang yang hilang”.
Daily Mail: “Keanjlokan Terbesar dalam Sejarah di Wall Street” 25 Oktober 1929
daily mail
Wall Street 1929, dipicu oleh ketidakpastian pertimbangan dari pemerintah mengakibatkan harga saham anjlok ,ini adalah yang terburuk dalam sejarah AS. Pada tanggal 24 Oktober, lebih dari 12,9 juta saham diperdagangkan oleh investor yang sedang panik.
The News Chronicle: “Hitler Tewas” 2 Mei 1945
The News Chronicle
Pada tanggal 2 Mei 1945, The News Chronicle, yang kemudian menjadi Daily Mail, menerbitkan judul yang berani . Pada waktu itu, tak seorang pun yakin kalau berita ini benar. . Artikel yang menyertainya mengklaim bahwa Hitler telah tewas dalam suatu penyerangan, meskipun kemudian yg terjadi adalah dia telah bunuh diri di sebuah bunker bawah tanah di Chancery Berlin.
Daily Mail: “Perang Dunia Ke II Telah Berakhir” 8 Mei 1945
Daily Mail
Headline ini muncul pada hari Perang Dunia II yang menyatakan bahwa Nazi / Jerman menyerah. Ini menandai berakhirnya Perang Dunia ke II dan Adolf Hitler Yang tewas
Chicago Tribune: “Pembunuh Tewaskan Kennedy”22 November 1963
Chicago Tribune
John F. Kennedy, Presiden ke-35 dari Amerika Serikat, dibunuh di Dallas, Texas. Lima tahun kemudian, saudaranya Robert Kennedy ditembak mati di Los Angeles Hotel.
Daily News: “Martin King Shot to Death: ditembak mati di Memphis” 5 April 1968
Daily News
Berita mengejutkan ini dicetak setelah Martin Luther King, Jr ditembak dan dibunuh di lantai dua lobi Lorraine Motel, Memphis, Tennessee. Dia berumur 39-tahun
Evening Standard: “The First Footstep” jejak kaki pertama 21 Juli 1969
Evening Standardl
Neil Armstrong menjadi orang pertama yang melangkahkan kakinya di bulan. Ketika ia menyentuh tanah, dia menyatakan: “Itu salah satu langkah kecil untuk manusia, satu lompatan raksasa bagi umat manusia.”
The New York Times: “Nixon Resigns” 9 Agustus 1974
The New York Times
Presiden Richard Nixon, takut terhadap tekanan setelah skandal Watergate, menjadi satu-satunya Presiden yang pernah mengundurkan diri dari jabatannya. Gerald Ford kemudian memaafkannya, tetapi ia tidak pernah benar-benar diampuni.
The Sun: “Raja Elvis tewas” 17 Agustus 1977
The Sun
Pada tanggal 16 Agustus 1977, “The King of Rock ‘n’ Roll” ditemukan tewas di lantai kamar mandi.
Los Angeles Times: “The Beatles John Lennon Dibunuh” 9 Desember 1980
Los Angeles Times
pada hari sebelum Headline ini terbit, John Lennon ditembak dari belakang empat kali oleh Mark David Chapman, seorang penggemar yang telah menguntit dia selama 3 bulan.
City Press: “Mandela Bebas Hari Ini” 11 Februari 1990
City Pressl
Nelson Mandela dibebaskan dari penjara, tempat dia mendekam selama 20 tahun. Pada tanggal 27 April 1994, Mandela dan ANC memenangkan pemilihan multi-rasial.
Daily News: “Diana Tewas” 31 Agustus 1997
Daily News
Putri Diana meninggal setelah Mercedes Benz S280 menabrak pilar di terowongan Pont de l’Alma , Paris. bersama Temannya Dodi Al-Fayed yang juga tewas dalam tabrakan.
Daily Telegraph: “Perang di America” 12 September 2001
Daily Telegraph
Pada tanggal 12 September 2001, , hanya satu cerita mendominasi berita utama. Pada hari sebelumnya, teroris telah membajak empat pesawat jet berpenumpang komersial, dua di antaranya menabrak ke Twin Towers dan ketiga ke Pentagon. “Perang Amerika” terpilih sebagai judul yang paling mengesankan pada 100 tahun terakhir.
Times Of India: “Kami melihat air laut datang, kami semua berlari. Tetapi Allah hanya menyelamatkan sedikit “28 Desember 2004
Times Of India
pada tanggal 26 Desember 2004, gempa di lepas pantai barat Sumatra, Indonesia, memicu gelombang tsunami, yang menewaskan lebih dari 225.000 orang di 11 negara.
New York Times: “Obama: Racial Barrier Falls di Kemenangan Kemenangan” [5 November 2008
Barack Obama, menjanjikan perubahan untuk Amerika Serikat, mengalahkan John McCain dalam pemilihan presiden 2008, menjadikannya presiden berkulit hitam yang pertama di amerika serikat. Ia kemudian diresmikan pada tanggal 20 Januari 2009.

source: http://anehbinunik.blogspot.com/2009/11/15-headlines-surat-kabar-yang-menjadi.html

Sejarah Koran Dunia (Kertas yang Berisi Berita Dunia)
Sejak kapan manusia mengenal koran? Dari catatan peneliti, oran pertama masih berupa lembaran berita yang ditulis tangan, dipasang di tempat umum. Acta Diurna dari masa Romawi kuno (59 SM), berisi berita sosial dan politik, di akui sebagai koran pertama di dunia. Sedangkan koran cetak pertama adalah Di Bao (Ti-pao) tahun 700an di CIna. Metode Pencetakannya menggunakan balok kayu, yang dipahat aksara cina.

Bentuk koran berikutnya masih amat sederhana: Newsletter dan buku berita, di tahun 1400an. Beritanya kebih banyak berkaitan dengan dunia bisnis para bankir dan pedangang eropa. Selanjutnya, newsletter dan bukui berita berkembang menjadi lembar berita/newsheet tahun 1500an. Notizie Scritte (pemberitahuan tertulis) yang terbit di Venesia, Italia. termasuk jeis lembar berita itu. “Koran” lembaran ini biasanya dipasang di banyak tempat umum, tetapi yang ingin membacanya harus membayar 1 gazzeta. Dari sanalah mucum istilah gazzeta yang menunjuk koran.

Terbitnya koran-koran di Eropa di awali dengan temuan mesin cetak Johann Gutenberg pada pertengahan abad XV yang memudahkan proses produksi. Awalnya lembar berita yang terbit tidak teratur dan memuat cuma satu peristiwa, kemudian berwvolusi dengan terbit teratur seperti yang dilakukan mingguan Avisa Relation oder Zeitung, sejak 1609 di Strasbourg, jerman. Rupanya awab XVII menjadi abad penting lahirnya banyak koran di Eropa. Tapi, mingguan Frankfurter Journal (1615) yang dikelola Egenolph Emmel di Frankfrut, Jerman, umum dipandang sebagai koran pertama di dunia. Sampai kemudian lahir Leipziger Zeitung (1660) uga di Jerman, yang mula-mula mingguan, kemudai menjadi harian, Inilah koran harian pertama di dunia.

Tak lama kemuduan Inggris menyusul,diawali oleh The London Gazette (1665) yang masih koran berkala.Inggris mengenal koran hariannya yang pertama dengan terbitnya The London Daily Courant (1702). The Times koran Inggris-yang terbit sejak abad XVII hingga kini-pertama kali memakai sistem cetak rotasi.Penemuan telegram dan jaringan kabel internasional di pertengahan 1800-an membuat wartawan bisa lebih cepat meliputi dari berbagai kawasan dunia.

Di Indonesia, koran sudah ada sejak tahun 1744,saat pemerintahan Gubjen. Van Imhoff,yaitu Bataviasche Nouvelles.Sayang umurnya cuma dua tahun. pada 1776, di jakarta terbit Vendu Nieus,yang memuat segala macam barang lelangan,mulai perabotan rumah tangga hingga budak.Mingguan ini berhenti terbit karena Gubjen. Daendeles mengambil alih percetakan.

Bagaimana dengan pemrakarsa swasta? Tahun 1849 datang wartawan Belanda, W. Bruining, yang dua tahun kemudian berhasil menerbitkan Batavia Advertentieblad. Selain Jakarta, di kota lain – Surabaya, Semarang, Pasuruan, Padang, Medan, Palembang dan Makassar – juga terbit koran.

Tapi sejak kapan pribumi Indonesia punya koran sendiri? Tahun 1854 di Weltevreden (Gambir), Jakarta, muncul majalah Bianglala dari pihak Zanding, Mingguan bahasa Jawa Bromartani terbit pertama tahun 29 Maret 1855. entah kenapa, Van der Muelen dalam de Courant Stijhoff (Leiden 1885), menyebut prakarsa itu baru munvul tahun 1856, ketika terbit Soerat Kabar Bahasa Melajoe di Surabaya. Sejak itu banyak terbit koran Melayu, yang masih dikelola oleh orang belanda asli atau peranakan.

Tahun 1904 pers Indonesia bangkit, saat raden Mas Djokomono dengan akte notaris Simon Mendirikan NV Javaansche Boekhandel & Drukkerij en handel in Schrijfbehoeften Medan Prijaji di Bandung, diikuti dengan terbitnya mingguan Medan Prijaji (1907), yang pada 1910 menjadi harian. Saat itu untuk kedua kalinya bangsa Indonesia punya koran sendiri. Karena,sebenarnya koran pertama di Indonesia adalah Warta Berita. Warta Berita diterbitkan perdana pada tahun 1901, inilah pertama kalinya Indonesia mulai bangkit dari siksaan para penjajah walaupun saat itu pers sangatlah dikekang dan dibatasi.

Sejarah Surat Kabar dan Perwajahannya


Sebelum ditemukannya mesin pencetak, orang-orang di jaman dahulu kala menyebarkan berita dari mulut ke mulut, surat tertulis, atau papan pengumuman. Kemudian orang-orang mulai memikirkan kebutuhan sebuah laporan berita tertulis. Bangsa Romawi kuno menemukan sistem yang cukup mengesankan dalam menyebarkan berita tertulis tersebut. Sistem itu disebut dengan nama acta diurna (kejadian-kejadian harian), sebuah lembaran berita ditulis tangan yang diterbitkan oleh pemerintah untuk umum dari tahun 59 sebelum masehi sampai setidaknya tahun 555 masehi yang memberitakan tentang politik, skandal, persidangan, kampanye militer, dan eksekusi.
Di China, pada pemerintahan awal mereka telah membuat lembaran berita yang disebut dengan nama tipao, yang diedarkan pada masa kekuasaan dinasti Han (202 sebelum masehi sampai dengan 220 masehi). Pada suatu waktu di masa kepemimpinan dinasti Tang (tahun 618 s.d. 907 masehi) bangsa China memakai blok kayu yang diukir untuk mencetak tipao, dan kemudian dicatat sebagai lembar berita pertama yang dicetak.
Mesin pencetak pertama kali dikembangkan oleh orang-orang Eropa di tahun 1450, dan menggunakannya untuk mempublikasikan berita. Dan surat kabar terus berkembang sebagai media penyebar informasi hingga saat ini.

  • SEJARAH SINGKAT SURAT KABAR
  1. Di jerman, Prototipe pertama surat kabar diterbitkan di Bremen Jerman pada tahun 1609.
  2. Di Inggris, surat kabar pertama yang masih sederhana terbit pada tahun 1921.
  3. Di Amerika, surat kabar yang pertama di Amerika Serikat adalah Pennyslvania Evening Post dan Daily Advertiser yang terbit pada tahun 1783.
Di Amerika
  • The Penny Press :
Perkembangan teknologi percetakan telah mengakibatkan proses percetakan semakin cepat, sehingga surat kabar semakin memasyarakat karena harganya murah
  • Newspaper Barons
Pada akhir abad 19, surat kabar di Amerika mengalami kejayaan karena surat kabar melakukan promosi yang sangat agresif.
  • Yellow Journalism
Surat kabar di Amerika pada akhir abad 19 menjadi bisnis besar, karena sirkulasinya yang semakin besar dan banyak persaingan antarpenerbit surat kabar.
  • Jazz Journalism
Tahun 1919 terbit surat kabar New York Daily News yang ukurannya lebih kecil, banyak menggunakan foto terutama pada halaman pertama, dan menampilkan satu atau dua headline, serta menekankan unsur sex dan sensasi.
Surat kabar pertama kali dibuat di Amerika Serikat, dengan nama “Public Occurrenses Both Foreign and Domestick” di tahun 1690. Surat kabar tersebut diusahakan oleh Benjamin Harris, seorang berkebangsaan Inggris. Akan tetapi baru saja terbit sekali, sudah dibredel. Bukan karena beritanya menentang pemerintah, tetapi hanya karena dia tidak mempunyai izin terbit. Pihak kerajaan Inggris membuat peraturan bahwa usaha penerbitan harus mempunyai izin terbit, di mana hal ini didukung oleh pemerintah kolonial dan para pejabat agama. Mereka takut mesin-mesin cetak tersebut akan menyebarkan berita-berita yang dapat menggeser kekuasaan mereka kecuali bila usaha itu dikontrol ketat.
Kemudian surat kabar mulai bermunculan setelah negara Amerika Serikat berdiri. Saat itu, surat kabar itupun tidak sama seperti surat kabar yang kita miliki sekarang. Saat itu surat kabar dikelola dalam abad kegelapan dalam jurnalisme. Sebab surat kabar telah jatuh ke tangan partai politik yang saling bertentangan. Tidak ada usaha sedikitpun untuk membuat berita secara objektif., kecuali untuk menjatuhkan terhadap satu sama lainnya. Washington dan Jefferson dituduh sebagai penjahat terbesar oleh koran-koran dari lawan partainya.
Presiden John Adams membreidel koran ”The New Republik”. Selama koran tetap dikuasai oleh para anggota partai politik saja, maka tidak banyak yang bisa diharapkan.
Kemudian kecerahan tampaknya mulai menjelang dunia persurat kabaran. James Gordon Bennet, seorang berkebangsaan Skotlandia melakukan revolusinisasi terhadap bisnis surat kabar pada 1835. Setelah bekerja di beberapa surat kabar dari Boston sampai Savannah akhirnya dia pun mendirikan surat kabar sendiri. Namanya ”New York Herald” dengan modal pinjaman sebesar 500 dollar. Percetakannya dikerjakan di ruang bawah tanah di Wall Street dengan mesin cetak yang sudah tuam dan semua pekerjaan reportase dilakukannya sendiri.
Sejak itulah berita sudah mulai dipilah-pilahkan menurut tingkat kepentingannya, tapi tidak berdasarkan kepentingan politik. Bennet menempatkan politik di halaman editorial. Isi korannya yang meliputi soal bisnis, pengadilan, dan kehidupan sosial masyarakat New York memang tidak bisa dijamin keobyektifatnya, tetapi setidaknya sudah jauh berubah lebih baik dibandingkan koran-koran sebelumnya.
Enam tahun setelah ”Herald” beredar, saingannya mulai muncul. Horace Greely mengeluarkan koran “The New York Tribune”. Tribune pun dibaca di seluruh Amerika. Pembacanya yang dominan adalah petani, yang tidak peduli apakah mereka baru sempat membaca korannya setelah berminggu-minggu kemudian. Bagi orang awam, koran ini dianggap membawa perbaikan bagi negara yang saat itu kurang terkontrol dan penuh bisnis yang tidak teratur.
Koran besar yang ketiga pun muncul di New York di tahun 1851, ketika Henry J. Raymond mendirikan koran dengan nama “The New York Times”, atas bantuan mitra usahanya, George Jones. Raymond-lah yang mempunyai gagasan untuk menerbitkan koran yang non partisan kepada pemerintah maupun perusahaan bisnis.
Setelah serentetan perang saudara di Amerika usai, bisnis persuratkabaran pun berkembang luar biasa. Koran-koran pun mulai muncul di bagian negara-negara selain New York dan Chicago. Di selatan, Henry W. Grady dengan koran “Konstitusi Atlanta”. Lalu, muncul koran “Daily News” dan “Kansas City Star” yang mempunyai konsep pelayanan masyarakat sebagai fungsi dari sebuah sebuah surat koran.
Di New York, surat kabar dianggap sebuah bisnis yang bakal menjanjikan. Charles Dana membeli surat kabar ”Sun” dan menyempurnakannya. Editornya, John Bogart punya cerita sendiri tentang berita. Menurutnya ”kalau anjing menggigit manusai, itu bukan berita. Tapi kalau manusia menggigit anjing, itu baru namanya berita”.
Pulitzer adalah yang pertama kali menerbitkan koran mingguan, di mana isinya ditulis oleh para penulis terbaik yang pernah ada. Setelah Pulitzer meninggal, ”New York World” malah menjadi yang terbesar di dunia. Orang menyebut Pulitzer sebagai ”wartawannya surat kabar”.
Dalam perkembangannya, surat kabar berangkat sebagai alat propaganda politik, lalu menjadi perusahaan perseorangan yang disertai keterkenalan dan kebesaran nama penerbitnya, dan sekarang menjadi bisnis yang tidak segemerlap dulu lagi, bahkan dengan nama penerbit yang semakin tidak dikenal.
Perubahan ini memberikan dampak baru. Ketika iklan mulai menggantikan sirkulasi (penjualan langsung) sebagai sumber dana utama bagi sebuah surat kabar, maka minat para penerbit jadi lebih identik dengan minat para masyarakat bisnis. Ambisi persaingan untuk mendapatkan berita paling aeal tidaklah sebesar ketika peloporan. Walaupun begitu, perang sirkulasi masih terjadi pada tahun 1920-an, tetapi tujuan jangka panjang mereka adalah untuk mencapai perkembnagn penghasilan dari sektor iklan. Sebagai badan usaha, yang semakin banyak ditangani oleh para pengusaha, maka surat kabar semakin kehilangna pamornya seperti yang dimilikinya pada abad ke-19.
Namun, surat kabar kini mendapatkan sesuatu yang lain yang lebih penting. Surat kabar yang mapan kini tidak lagi diperalat sebagai senjata perang politik yang saling menjatuhkan ataupun bisnis yang individualis, melainkan menjadi media berita yang semakin obyektif, yang lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pihak-pihak tertentu saja.
Kenaikan koran-koran ukuran tabloid di tahun 1920-an yang dimulai oleh ”The New York Daily News”, memberikan suatu dimensi baru terhadap jurnalisme. Akhirnya memang menjadi kegembiraan besar bagi kehidupan surat kabar, terutama dalam meliput berita-berita keras. Perubahan lain yang layak mendapat perhatian adalah timbulnya sindikasi. Berkat adanya sindikat-sindikat, maka koran-koran kecil bisa memanjakan pembacanya dengan materi editorial, informasi, dan hiburan. Sebab kalau tidak, koran-koran kecil itu tentu tidak dapat mengusahakan materi-materi tersebut, lantaran biaya untuk itu tidaklah sedikit. Sindikat adalah perusahaan yang berhubungan dengan pers yang memperjualbelikan bahan berita, tulisan atau bahan-bahan lainuntuk digunakan dalam penerbitan pers.
Di Indonesia
Surat kabar mulai terbit di Indonesia pada pertengahan abad 18 dan umumnya diterbitkan oleh orang-orang Belanda dan berbahasa Belanda pula namun seiring dengan perkembangan mulai banyak surat kabar yang diterbitkan dalam bahasa Melayu namun kebanyakan masih beraksara Arab, Jawa atapun campuran dengan aksara Latin.
Yang dimaksud dengan surat kabar pertama di Indonesia ialah surat kabar dengan bahasa Melayu dan murni beraksara Latin dan memiliki redaksi orang Indonesia asli serta diterbitkan oleh orang Indonesia asli.
  • Zaman Belanda
Menurut catatan sejarah, penerbitan media cetak di Indonesia sudah dimulai
sejak penguasaan VOC (1619-1799), tepatnya tahun 1676. Awalnya hanya
kalangan penguasa dari Eropa - terutama Belanda dan Inggris -- yang
diizinkan menerbitkan media cetak. Namun, kaum Tionghoa dan kalangan
bumiputra (pribumi) akhirnya juga diizinkan mengelola media cetak sendiri.
Dr De Haan dalam buku "Oud Batavia" (G. Kolf Batavia 1923) mengungkap, tahun
1676 di Batavia sudah muncul sebuhh terbitan berkala bernama Kort Bericht
Eropa (berita singkat dari Eropa). Terbitan berkala yang memuat berbagai
berita dari Polandia, Prancis, Jerman, Belanda, Spanyol, Inggris, dan
Denmark ini, dicetak di Batavia oleh Abraham Van den Eede tahun 1676.
Setelah itu terbit Bataviase Nouvelles pada bulan Oktober 1744. Kala itu,
Bataviasche Nouvelles hanya memuat berita tentang acara resepsi pejabat,
pengumuman kedatangan kapal, stok barang dagangan, atau berita dukacita.
Media cetak yang berbentuk surat kabar baru muncul tahun 1800-an.
Bataviasche Koloniale Courant tercatat sebagai surat kabar pertama yang
terbit di Batavia tahun 1810. Ketika armada Inggris menaklukkan Jawa, Thomas
Stamford Raffles - yang diangkat sebagai Gubenur Jenderal - juga sempat
menerbitkan koran mingguan bernama Java Government Gazette pada tahun 1812. Pada tahun 1825 muncul De Locomotief di Semarang
Pada tahun 1828, di jakarta diterbitkan Javasche Courant yang isinya memuat berita-berita resmo pemerintahan. Di surabaya (1835) terbit Soerabajasch Niew en Advertentiebland. Sedangkan di semarang terbit Semarangsche Advertentiebland dan De Searangsche Courant.
Pers yang melayani masyarakat pribumi baru lahir tahun 1855 di Solo dengan
nama Bromomartani. Kemudian disusul Selompret Melajoe di Semarang tahun
1860. Pada era ini, di luar Jawa, juga lahir sejumlah surat kabar. Antara
lain Celebes Courant dan Makassar Handelsblad di Ujungpandang, Tjahja Siang
di Manado, Sumatra Courant dan Padangsch Handelsblad di Padang. Sementara di
Batavia juga lahir sejumlah koran. Yang paling popular adalah Bintang
Betawi. Hanya saja, koran-koran yang terbit pada masa awal sejarah pers
tersebut kebanyakan dikelola kaum kolonial.
Sampai akhir abad ke-19, koran atau terbitan berkala yang dicetak di Batavia
hanya memakai bahasa Belanda. Karena surat kabar di masa itu diatur oleh
pihak Binnenland Bestuur (penguasa dalam negeri), kabar beritanya boleh
dikata kurang seru. Yang diberitakan cuma hal-hal yang biasa dan ringan,
dari aktivitas pemerintah yang monoton, kehidupan para raja, dan sultan di
Jawa, sampai berita ekonomi dan kriminal.
Pers lokal baru bangkit awal 1900-an setelah kolonial Belanda mengizinkan
kaum Tionghoa mengelola media cetak. Ketika Tionghoa mulai menerbitkan surat
kabar, orang-orang bumiputra juga mulai belajar mengelola koran. Tahun 1900
Dr Wahidin Soedirohoesodo menangani surat kabar Retno Dhoemilah dalam dua
bahasa; Jawa dan Melayu. Melalui media ini Wahidin mulai mengkampanyekan
nasionalisme, pendidikan masyarakat, persamaam derajat dan budi pekerti.
Hanya saja, surat kabar Retno Dhoemilah ini juga didirikan oleh orang
Belanda, FL winter, dengan perusahaan penerbit milik kolonial H Bunning
Co.
Pada tahun 1901, Datuk Sutan Marajo bersama adiknya bernama Baharudin Sutan Rajo nan Gadang menerbitkan dan memimpin sendiri sebuah surat kabar yang diberinya nama Warta Berita yang merupakan surat kabar pertama di Indonesia yang berbahasa Indonesia (bahasa Melayu dengan huruf Latin) dimiliki dan redakturnya orang Indonesia.
  • Zaman Jepang
Ketika jepang datang, surat kabar yang ada di Indonesia diambil alih secara pelan-pelan. Tujuan sebenarnya adalah agar pemerintah jepang dapat memperketat pengawasan terhadap isi suratkabar.
  • Zaman Kemerdekaan
Pada masa awal kemerdekaan, Indonesia pun melakukan perlawanan alam hal sabotase komunikasi. Surat Kabar Berita Indonesia yang diprakarsai oleh Eddie Soeraedi ikut melakukan propaganda agar rakyat berbondong-bondong pada rapat raksasa di lapangan Ikada Jakarta tanggal 19 September 1945.
  • Zaman Orde Lama
Setelah Presiden Soekarno mengumumkan dekrit kembali ke UUD 1954 tanggal 5 Juli 1959, terdapat larangan kegiatan politik, termasuk pers. Situasi seperti ini dimanfaatkan oleh PKI yang pada saat itu menaruh perhatian pada pers.
  • Jaman Orde Baru
Sejalan dengan tampilnya orde baru, surat kabar yang tadinya dipaksakan untuk mempunyai gantolan, kembali mendapatkan kepribadiannya.
  • Zaman Reformasi
Berakhirnya Orde Baru mengalihkan kebebasan berekspresi melalu media atau kebebasan pers.

  • PERKEMBANGAN PERWAJAHAN (LAY OUT) SURAT KABAR
Sebelum surat kabar muncul, ada yang disebut newsletter. Newsletter dan gazette (lembaran negara) pada mulanya ditulis oleh sekelompok bankir atau trading company bagi kelompok klien yang membutuhkan informasi spesifik yang bisa menarik minat mereka. Dengan cara yang sama, satu dari salah satu penyedia servis paling awal, Reuteurs, dari Inggris, fokus kepada penyediaan berita keuangan dan ekonomi untuk semua klien privat.
Mesin fax telah muncul sebagai media “cetak” yang yang memungkinkan pesan bisa dikirim secara instan ke mesin fax dan computer lainnya yang dituju. Kehadiran mesin fax bisa membuka banyak topik, dari stok persediaan obat olahraga hingga pasar peralatan telekomunikasi di Asia. Gazette ini bisa dikirim harian, mingguan, bulanan, atau sewaktu-waktu.
Untuk sebagian tingkat, ini adalah sesuatu yang baru, lebih cepat, dan mungkin lebih murah dalam arti pengiriman newsletter, tetapi itu memungkinkan kesempatan terbuka untuk pendistribusian potongan-potongan yang lebih visual, format lebih kreatif, dan lebih sedikit teratur. Ini berarti newsletter bisa dikirimkan dari computer para pengirim ke daftar orang-orang yang ingin mereka kirimi.
Metode ini juga menawarkan kemungkinan baru pengiriman di tempat di seluruh situasi di mana telepon menawarkan akses yang lebih baik daripada moda transportasi kuno, dan di mana internet bahkan belum ditemukan.
Surat kabar pertama kali dikembangkan sebagai kertas-kertas berita yang luar biasa di Belanda, Britania Raya, dan Perancis untuk membawa berita mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar negeri, seperti Tiga Puluh Tahun Peperangan di Jerman (1618-1648).
Kertas-kertas berita ini, yang disebut corantos, secara besar-besaran tergantikan keberadaannya oleh laporan harian, atau diurnos, yang terfokus pada peristiwa-peristiwa lokal, seperti berita tentang raja dan parlemen antara tahun 1640 hingga 1650 di Britania Raya.
Karakteristik terpenting yang membedakan surat kabar dari buku dan majalah adalah pada pendeknya waktu yang dibutuhkan surat kabar untuk proses produksi dan distribusi. Kecepatan adalah esensi utama dalam pencarian berita, penerbitan, dan penyebaran berita.
Perwajahan media massa, sesuai dengan fungsi dan tujuan penerbitannya, bersifat aktual yang tetap menjawab aspirasi medianya (falsafah, konsepsi) dan karakter sasaran pembacanya.
Meskipun media massa mengemban fungsi : informasi, opini dan hiburan, bentuk sebuah media tertentu sangat beragam tergantung pada penitikberatan arahnya:
• Positioning, identitas yang menjadi ciri media tersebut.
• Sasaran pembaca yang dituju.
Hal tersebut kemudian akan menentukan gaya visual suatu media, tercermin melalui pilihan foto/gambar, headline, cara bertutur dan perwajahannya.
Dua hal yang menjadi pertimbangan dalam menentukan gaya visual/perwajahan media :
Ciri yang tetap dalam perwajahan, agar secara selintas dapat dikenali identitasnya (konstanta). Dalam ciri yang tetap ini dimungkinkan mencapai variasi untuk mengungkap aktualitas isinya, hingga selalu tampak baru (variabel).
Koran “masa hidupnya” lebih pendek dari majalah, hanya sehari. Karena itu koran lebih menekankan pada berita, sedang majalah pada wawasan dan feature. Dengan demikian wajah koran berusaha lebih berteriak baik melalui headline maupun foto, untuk merangsang pembelinya.
Padahal koran hanya terdiri dari 16 halaman (di Indonesia), dan satu halaman koran ditempati oleh berbagai berita, rubrik dan artikel. Yang dianggap penting diletakkan di bagian depan. Masalahnya, bagaimana mengatur teriakan di halaman depan agar tetap terasa prioritasnya tanpa mengurangi kepentingan berita yang lain, dan mengalirkan sisa berita dengan baik ke lembar berikutnya. Majalah lebih leluasa dalam mengatur, karena tiap muka dapat berdiri secara individual. Tiap artikel dapat dirancang secara menarik dan runtun.
Baik koran maupun majalah, menghadapi masalah : mengatur emosi pembaca selama membalik-balik halaman. mengatur irama adalah mengalirkan perasaan pembaca sampai halaman terakhir.
Pada koran, tekanan selalu diletakkan di halaman pertama, halaman tengah (spread) dan halaman terakhir, halaman lain perlu diatur agar kadar menariknya tetap sinambung.
Rubrikasi biasanya ditandai dengan penempatan yang tetap dan desain khusus kepala rubrik. Pada koran penempatan yang tetap sangat membantu pembaca, membina kebiasaan dalam menemukan rubrik favoritnya.
Headline dan subhead pun biasanya ditentukan dengan jenis huruf yang tetap, dan beberapa jenis lain untuk yang khusus. Pada koran, umumnya variant jenis hurufnya lebih sederhana, karena soal waktu dan tekanan kepentingan pada bunyi/verbal katanya. Pada kasus tataletak gaya “circus” memang hal ini relatif, karena keseragaman akan mengurangi keunikan. Yang penting adalah memilih jenis-jenis huruf dan aplikasi yang selaras.
Banner Headline adalah headline yang berukuran sangat besar. Pada koran, biasanya terletak di halaman muka, sedang pada majalah pada awal artikel yang diunggulkan.
Teaser biasanya digunakan dalam majalah pada muka yang hanya berisi bodytext, tanpa head dan foto. Teaser yang merupakan cuplikan dari artikel digunakan untuk menarik pembaca pada artikel tersebut.
Initial, huruf pertama sebuah alinea, saat ini digunakan tidak hanya pada awal artikel. Initial yang disebar pada sebuah artikel dapat mempunyai kesan bahwa artikel tak terlalu panjang/melelahkan untuk dibaca. Selain itu dari segi perwajahan dapat menghidupkan halaman.

1 comment: