Monday, February 14, 2011

Menteri Lingkungan Hidup Harus Tindak Pencemar Sungai Deli

Menteri Lingkungan Hidup Harus Tindak Pencemar Sungai Deli

LABUHAN DELI - Maraknya pembuangan limbah pabrik ke aliran sungai Deli hingga warna airnya tak lagi jernih seperti dulu kala kini malah mengjamahhitam serta mengeluarkan aroma bau busuk tak lagi bisa digunakan warga untuk mandi dan mencuci kecuali karena terpaksa.

Begitu disampaikan aktivis ASWD Medan Utara Kasdi Sijabat Senin (14/02/2011) saat meninjau langsung kondisi aliran sungai Deli yang tercemar limbah pabrik dan tumpukan sampah.

Menurutnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Bapedaldasu harus bertangungjawab untuk berani mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pencemaran air sungai Deli yang hingga kini belum dilakukan, jangan hanya sekedar memberikan himbauan diatas plank saja tanpa eksen bagi pelaku pencemaran sungai Deli.

Padahal setiap harinya limbah pabrik disepanjang sungai Deli berton-ton jumlahnya dibuang pada waktu tenggah malam tanpa ada pengawasan serius dari instansi terkait dan terbukti hingga kini sungai deli masih dijadikan sejumlah pabrik di Medan ini seperti tong sampah.

"Ironis memang, aksi pencemaran lingkungan hidup ini bila dibiarkan sungai Deli bernasib sama dengan nasib sungai parit busuk dimana airnya tak lagi bisa digunakan untuk kebutuhan masyarakat, mari selamatkan sungai Deli yang bersejarah itu demi masa depan", ajaknya.

Disisi lain Ketua Koordinator DPP ASWD SUMATERA Roy Andre Mengatakan Menindak Lanjuti Peran Asosiasi Swara Wartawan Demokrasi (ASWD) Dalam Lokakarya Regional 1 Perencanaan Kebijakan Nasional Penangulangan banjir di Hotel danau toba Medan , untuk Hari Air Dunia ke 19 ,tanggal 22 maret 2011, kami akan melaksanakan aksi nyata didaerah yang tersebar diseluruh Indonesia dalam memperingati Hari Air Dunia (HAD) dengan mengerahkan unsure pendidikan mulai dari SD,SMP,SMA,PT,dan Masyarakat dengan berbagai bentuk kegiatan seperti :gerak jalan,bakti social,hiburan,seminar,dengan judul (Water for Cities - Air untuk Kota)

Tujuan dari Hari Air Dunia 2011 adalah untuk memusatkan perhatian internasional pada dampak pertumbuhan penduduk yang cepat industrialisasi perkotaan, dan ketidak pastian yang disebabkan oleh perubahan iklim, konflik dan bencana alam pada sistem air perkotaan., Tema tahun ini , Air untuk kota-kota: menanggapi tantangan perkotaan, bertujuan untuk menyoroti dan mendorong pemerintah, organisasi, masyarakat, dan individu untuk secara aktif terlibat dalam menangani menentang pengelolaan air perkotaan.

Peran penting yang dimainkan oleh pemerintah daerah dan penyedia layanan lainnya dalam mengatasi tantangan ini Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penanggulangan banjir dan bencana dengan membentuk satgas/posko banjir kabupaten diseluruh propinsi ,untuk hari Air Dunia ke 19 ,tanggal 22 maret 2011,Asosiasi Swara Wartawan Demokrasi (ASWD) merupakan solusi untuk mengatasi masalah-masalah yang langsung dihadapi masyarakat tentang Air,udara,tanah dan Hutan Lindung Resapan Air yang merupakan Tulang Pungung Ketersedian Air ,agar masyarakat kalau Merusak hutan ,Merusak Air Berarti Merusak Masa Depan Kita ,Air Sumber Kehidupan Tanpa Air Kehidupan Akan Berakhir Lestarikan Air Tanggung Jawab Kita Bersama yang merupakan agenda tahunan kami sebagai salah satu program ASWD tahun 2011 untuk ditindak lanjuti ,jika masih tercemar sungai deli yang merupakan tangung jawab kita semua



No comments:

Post a Comment