Thursday, December 17, 2009

Konversi Mitan ke Gas LPG Dimulai di Pekanbaru/HET Gas 3 Kg Belum Ditentukan Hari Ini, Launching Konversi Gas di Pekanbaru



HET Gas 3 Kg Belum Ditentukan
Hari Ini, Launching Konversi Gas di Pekanbaru
16 Desember 2009

GAS 3 KG: Seorang pekerja di antara ribuan tabung gas 3 Kg di SPBE Pasir Putih, Selasa (15/12/2009). Hari ini konversi minyak tanah ke gas elpiji di Kota Pekanbaru dimulai.(said mufti/riau pos)



PEKANBARU (RP) - Hari ini konversi minyak tanah ke gas elpiji di Kota Pekanbaru dimulai. Sebanyak 113.477 kepala keluarga (KK) akan menerima paket tabung gas tiga kilogram.

Tapi hingga kemarin, Pemko Pekanbaru belum menetapkan harga eceran tertinggi (HET) elpiji untuk tabung ukuran 3 kilogram. Pasalnya, baik pihak Pertamina maupun pemko belum juga melakukan pertemuan untuk membahas masalah tersebut.

‘’Kita belum tentukan berapa HET tabung 3 Kg ini. Yang jelas program ini dharapkan berjalan dengan baik dan lancar. Sementara untuk HET akan kita bicarakan dalam waktu dekat ini,’’ kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru Suraji kepada Riau Pos, Selasa (15/12).

Dijelaskannya, untuk pemakaian norma, gas tabung 3 Kg bisa bertahan hingga sepuluh hari. Jika masyarakat ingin mendapatkan isi ulang, Suraji katakan bisa mendatangi pangkalan elpiji atau ke stasiun pengisian bahan bakar elpiji (SPBE) di Kulim dan Rumbai.

Launching di Bukitraya
Acara launching konversi gas, hari ini akan dipusatkan di Kecamatan Bukitraya dan dihadiri oleh Wali Kota Pekanbaru Drs H Herman Abdullah MM. Pendistribusian paket konversi gas dilakukan oleh konsultan yang telah ditunjuk Pertamina.

‘’Besok (hari ini, red) program konversi akan kita laksanakan. Namun itu hanya launcing yang dilakukan oleh Wali Kota Pekanbaru, Drs H Herman Abdullah MM di Kantor Camat Bukitraya. Baru selanjutkan akan didistribusikan ke-58 kelurahan yang ada. Tapi kita belum bagaimana dan dimana titik pendistribusian itu,’’jelasnya.

Menurutnya, dalam launcing tersebut, yang akan menerima konversi ini adalah penerima yang terdata di empat kecamatan yaitu, Tampan, Bukitraya, Marpoyan Damai dan Tenayan Raya. Sementara yang lainnya baru akan menerima Kamis (17/12).

Wali Kota Pekanbaru Drs H Herman Abdullah mengatakan dirinya berharap program konversi gas bisa berjalan lancar. ‘’Kita mengharapkan realisasi program tersebut dapat berjalan lancar. Untuk itu kita mengimbau instansi terkait untuk terus melakukan pengawasan terhadap proses pendistribusiannya. Sehinga tidak ada yang merasa kecewa karena tidak mendapat kesempatan dalam program konversi tersebut,’’ papar Herman.

Tak Pengaruhi Kuota Minyak Tanah
Sementara itu, program konversi gas ini diakui tidak akan memberikan pengaruh apapun terhadap kuota minyak tanah. Paling tidak sampai sebulan ke depan. Pasalnya, hingga saat ini kuota minyak tanah untuk Pekanbaru masih tetap sama, dan harga juga masih tetap bertahan tanpa ada kenaikan yang signifikan karena program tersebut.

‘’Tidak ada pengaruh, kuota minyak tanah masih tetap 2.925.000 liter hingga sebulan ke depan. Harga juga masih tetap sama yaitu Rp2.925 per liter. Jadi belum ada perubahan yang signifikan,’’ jelas Ketua Tim Pemantau Minyak Tanah, Hasan Basri kepada Riau Pos di tempat berbeda.

Namun begitu, dia juga mengakui kuota minyak tanah di Pekanbaru tetap akan dikurangi, hanya saja pengurangan tersebut dilakukan secara bertahap seiring dengan berjalannya program ini. Sementara terkait akan dicabutnya susidi untuk mereka yang menerima paket yang pada awalnya adalah penerima minyak tanah, Hasan mengakui hal itu secara otomatis.

‘’Jadi mereka yang menerima program ini secara gratis akan dicoret namanya sebagai penerima subsidi minyak tanah. Begitu juga dengan pangkalan yang berubah menjadi pangkalan elpiji. Tapi untuk mereka yang tetap dan menolak, mereka masih berhak mendapatkannya,’’ jelasnya.

Awasi Pendistribusian
Kalangan DPRD Pekanbaru berharap Pemko bisa mengawasi pendistribusian paket konversi yang dilakukan konsultan. Ini untuk mencegah adanya warga yang berhak menerima namun tidak mendapatkan paket konversi.

‘’Pengawasan ini perlu untuk mencegah tidak meratanya pendistribusian konvers gas,’’ ujar anggota Komisi II DPRD Pekanbaru lainnya Afrizal Usman, kemarin.

Sementara itu, Ketua Komisi II Nofrizal meminta pihak konsultan tidak lepas tangan dan bisa memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana cara menggunakan tabung gas dengan benar dan aman.

Menurutnya, banyak kejadian kebakaran yang diakibatkan kompor gas. ‘’Pihak konsultan juga diharapkan jangan melepas begitu saja, tetapi tetap ada edukasi yang diberikan,’’ucapnya.

Ditambahkannya, Komisi II sifatnya hanya menunggu reaksi dari masyarakat. Jika terjadi keluhan mengenai pendistribusian, baru kemudian akan melakukan kunjungan lapangan.’’Keluhan masyarakat seperti tak mendapatkan jatah konversi akan ditindaklajuti. Sehingga nantinya, tidak ada masyarakat yang tak mendapatkannya,’’ ucapnya.(eko/rio/ind/rul)



Konversi Mitan ke Gas LPG Dimulai di Pekanbaru

Setelah sempat tertunda beberapa kali, akhirnya konversi minyak tanah (Mitan) ke gas LPG di Pekanbaru dimulai. Sebanyak 113.744 paket dibagikan sampai akhir Desember.

Riauterkini-PEKANBARU- Bertempat di halaman Kantor Camat Bukitraya, Kota Pekanbaru dilakukan penyerahan simbolis paket kompor gas beserta tabung gas LPG kemasan 3 kilogram, Rabu (16/12/09). Penyerahan simbolis yang dilakukan Walikota Herman Abdullah tersebut pertanda dimulainya konversi minyak tanah (Mitan) ke gas LPG di Kota Pekanbaru.

Sebelum dilakukan penyerahan simbolis kepada 10 warga kurang mampu dari empat kecamatan, terlebih dahulu dilakukan penjelasan sekaligus peragaan teknis penggunaan kompor gas bantuan pemerintah yang bertujuan untuk menekan beban pemerintah pada subsidi minyak tanah.

Walikota Herman Abdullah mengharapkan masyarakat yang menerima bantuan paket kompor gas beserta tabungnya dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai setelah menerima bantuan, justru dijual. “Tolong dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jangan sampai dijual,” pesannya kepada salah seorang penerima bantuan.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru Suraji menjelaskan, distribusi paket kompor dan tabung gas kepada 113.744 penerima dilakukan tiga tahap. Tahap pertama dilakukan di 4 kecamatan, yakni Bukitraya, Marpoyan Damai, Tenayanraya dan Tampan. “Sekarang ini penyerahan tahap pertama, akan terus dilanjutkan dan kita yakin sampai akhir Desember seluruh yang berhak menerima sudah mendapat hak mereka,” janjinya.

Lebih lanjut Suraji menjelaskan, nantinya bagi masyarakat yang mendapatkan pembagian paket kompor dan tabung gas, selanjutnya bisa membeli gas LPG di lokasi yang dulunya merupakan pangkalan minyak tanah. Di seluruh Pekanbaru terdapat 325 pangkalan, 9 agen dan 3 Stasiun Pengisian Bahanbakar Elpiji.***(mad)

No comments:

Post a Comment