Friday, December 31, 2010

Gila! Air Sungai Kok Seperti Kopi Susu

BANJAR MASIN - Dampak kerusakan lingkungan akibat penambangan batu bara yang tak terkendali di Kabupaten Tapin, semakin dirasakan masyarakat menyusul memburuknya kualitas air sungai di beberapa tempat.

Air sungai berubah menjadi cokelat keruh pekat seperti kopi susu bercampur dengan butiran hitam batu bara. Terlebih bila turun hujan di daerah atasnya, warna air sungai semakin pekat hingga warga urung menggunakannya untuk keperluan mandi, cuci pakaian apalagi minum.

Dalam tiga bulan terakhir, ada warga di tiga desa di Kecamatan Tapin Selatan yang melayangkan keluhannya ke Badan Lingkuhan Hidup Daerah (BLHD) setempat, terkait semakin buruknya kualitas air sungai yang mengalir di kawasan itu.

Ketiga desa itu yakni Desa Rumintin, Desa Tambarangan dan Desa Sawang. Warga ketiga desa menyampaikan keluhannya Oktober dan November lalu, dan berharap ada upaya perbaikan lingkungan. Warga juga berharap penanganan masalah kebutuhan air bersih warga yang kini tak dapat lagi menggunakan air sungai.

Seperti di Desa Rumintin, warga di lingkungan RT2 hingga RT6 yang selama ini aktivitasnya banyak mengandalkan sumber air sungai sebagai keperluan air sehari-hari, terpaksa harus mencari alternatif sumber air bersih sumur sebagai penggantinya.

"Kondisi air sungai sudah sangat kotor tercemar. Cokelat pekat, warga banyak tak bisa menggunakannya. Kami warga memang sudah ada melayangkan keluhan kondisi sungai tercemar itu dan meminta supaya ada bantuan pengadaan sumber air bersih," ucap Kepala Desa Rumintin, Bakhrani.

Untuk mengatasi kesulitan air bersih, warga setempat pun ada membuat 10 titik sumur sebagai pengganti air sungai.

Camat Tapin Selatan, H Nazamuddin SH, membenarkan ada sejumlah desa yang mengeluhkan permasalahan kualitas air sungai.

"Kita meneruskan keluhan sejumlah desa itu ke BLH selaku dinas terkait untuk bisa ditindaklanjuti bagaimana penanganannya," ucap Nazamuddin.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Tapin, Drs HM Yunus MM, dikonfirmasi membenarkan pihaknya ada menerima laporan keluhan dan telah mengambil serta menguji sampel air sungai setempat.

"Saat kita periksa sampel air sungai, ada ditemukan serbuk hitam batu bara. Uji kualitas air untuk BOD dan Fe semua menunjukkan di atas ambang baku. Ini mengindikasikan adanya pencemaran," ucap Yunus.

"Upaya revegetasi ini sudah kita tekankan berkali-kali bahkan sempat kita undang para pelaku tambang dengan menggunakan sistem hydroseeding, namun sejauh ini responnya kurang," aku Yunus.

(sar)

No comments:

Post a Comment