Friday, December 17, 2010

Petani Kabupaten Muaro jambi

Petani Muarojambi


Tergantung Bibit Padi Lampung

MUAROJAMBI — Petani padi sawah dan padi ladang di Kabupaten Muarojambi terpaksa harus menggunakan benih padi yang didatangkan dari Lampung. Menyusul ketiadaan pusat pengembangan benih padi (PPBP) di Kabupaten ini. Padahal, jika ada PPBP, ketergantungan pada daerah lain dapat dikurangi bahkan menciptakan lapangan kerja baru bagi petani lain di Provinsi Jambi.

Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Pematang Pulai dan Desa Berembang, Fauzi mengatakan, kebutuhan benih padi setiap tahun di Kecamatan Sekernan mencapai 17 ribu ton. “Kesemuanya didatangkan dari Lampung. Tahun ini datang sedikit karena terjadi perubahan pola tanam,” ujarnya menjawab Media Jambi, Selasa (22/6) lalu. Sebagian besar petani di daerah ini menggunakan benih padi jenis Ciherang. Selain cocok dengan kultur tanah, beras jenis ini lebih disukai petani karena harga dan kualitasnya cukup baik.

Saat ini, PPL tengah mengembangkan padi jenis lain. Diantaranya Impari I, Impari III, Impari VIII dan jenis Air Temulang. Adaptasi benih dilakukan diatas lahan Laboratorium Lapangan dan Demplot yang disediakan Pemerintah Kabupaten Muarojambi di Desa Pematang Pulai.

Lisnawati (34), petani Desa Pematang Pulai kepada Media Jambi mengatakan, sawah seluas 20 tumbuk miliknya merupakan tempat bergantung keluarganya. Karena dari sana, dia dapat memenuhi kebutuhan beras selama satu tahun. Untuk keperluan lain, terkadang beras dijual ke toko atau penampung seharga Rp 6 ribu per kilogram.

“Kalau kita tekun dan rajin, sawah yang sedikit sudah mencukupi kebutuhan sehari-hari. Namun sayang, padi hanya dapat diolah setahun sekali,” ujar Lisnawati sambil menanam benih ke areal sawah miliknya

No comments:

Post a Comment