Wednesday, December 22, 2010

20 Provinsi Terindikasi Korupsi Bansos

JAKARTA - Dugaan korupsi kembali digulirkan oleh Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA). LSM itu menuding pemerintah daerah di 20 provinsi telah menyelewengkan dana Bantuan Sosial (Bansos) hingga Rp 765,36 miliar sepanjang 2009. Sekretariat Nasional FITRA menilai ketidakjelasan prosedur dan peruntukan dana bantuan memicu penyimpangan.

"Kecenderungannya, bantuan hanya dibagikan elit daerah kepada jaringan politik dan pengikutnya saja," ujar Kepala Divisi Pengembangan Jaringan Daerah FITRA, Hadi Prayitno dalam jumpa pers di Hotel Ambhara, Jakarta Minggu (19/12) kemarin.

Modus penyimpangan itu terjadi dengan pemberian bantuan tanpa pengajuan. Pemberian bantuan lebih dari alokasi terhadap suatu organisasi, praktik pemotongan bantuan, tak adanya pertanggungjawaban penggunaan, dan bantuan fiktif. "Modus baru ini dipraktikkan merata di daerah-daerah," kata dia.

FITRA mencatat Jawa Tengah sebagai peringkat pertama penyimpangan dana Bansos dengan jumlah penyelewengan Rp 173,3 miliar pada tahun lalu. Setelahnya ada Sumatera Utara (Rp 148,44 miliar) dan Jawa Timur (Rp 89,31 miliar). Penyimpangan lain dalam pengelolaan anggaran daerah terjadi pula pada pos belanja penunjang operasional pejabat lokal yakni sebesar Rp 58,43 miliar. Sedangkan dana plesiran elit daerah yang diselewengkan adalah Rp 50,88 miliar. Adapun bantuan bagi partai politik yang disalahgunakan Rp 24,63 miliar.

Untuk mengatasi penyelewengan ini, FITRA merekomendasikan pemerintah pusat dan daerah memperketat pengaturan penggunaan dana. FITRA mengolah data penyelewengan anggaran ini dari laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2009 yang dipublikasikan belum lama ini.

20 provinsi yang dinilai terindikasi melakukan korupsi adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, dan Kepulauan Bangka Belitung. Selanjutnya ada Kepulauan Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

No comments:

Post a Comment