Saturday, November 28, 2009

Ular Berkepala Manusia di Tulungagung










































































TULUNGAGUNG - Warga Desa Joho, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, digegerkan penemuan ular berkepala mirip manusia.
Sayangnya, mahluk aneh ini dalam keadaan mati, mengering tersimpan dalam kaca kedap udara. Sehingga tidak bisa dipastikan apakah kepala yang menyerupai manusia itu asli atau hanya rekayasa belaka.
Saat ditemui di rumahnya, Suyono (53) selaku pewaris mengaku tak pernah tahu secara pasti asal usul ular piton berkepala mirip kepala manusia, lengkap dengan rambut terurai warna putih serta dua tangan itu.
Yang bisa disampaikannya kepada orang lain, makhluk unik yang menyerupai “jenglot” itu didapat dari Mbah Tohir, salah seorang paranormal Desa Joho yang kini sudah tiada.
Suyono adalah warga Desa Joho. Meski tinggal di Joho, ular aneh berkepala manusia itu awalnya dititipkanya di rumah Wiji (55), kakaknya yang bertempat tinggal di Jalan Ki Mangunsarkoro, Desa Beji, Kecamatan Boyolangu. Namun, belakangan ular itu dibawanya ke rumah.
Mengamati sisiknya yang berwarna kuning tua kehitam-hitaman, binatang melata ini berjenis puspo kajang atau bahasa zoologinya sebangsa piton. Panjang ular yang dalam dunia fauna dikenal ganas ini, bila diurai sekira setengah meter. Sedangkan diameternya sekitar 15 cm.
Secara dominasi fisik, hewan yang memiliki lidah bercabang ini memang ular. Namun, pada bagian kepalanya terlihat sangat aneh. Sebuah kepala dengan raut muka kakek-kakek tua yang keriput, lengkap dengan dua mata hidung dan mulut.
Di atas kepala itu tumbuh rambut beruban dan memanjang sebahu. Sosok manusia itu diperkuat dengan sepasang tangan lengkap dengan sepuluh jari serta kuku yang panjang mirip sebuah cakar.
Sayangnya ular ini sudah mati, kaku tak bergerak. Sehingga pertanyaan yang muncul, apakah kepala mirip manusia itu memang bagian organ tubuh yang asli asli atau hanya akal-akalan untuk menarik perhatian orang lain? (Solichan Arif/Sindo/jri)

No comments:

Post a Comment