Wednesday, August 8, 2012

 Ratusan Hektare Lahan Sawah Mulai Kekeringan
MUARABULIAN-Sekitar ratusan hektare sawah di Desa Terusan Kecamatan Muaratembesi yang ditanam beberapa pekan silam terancam punah karena kekeringan akibat tidak diguyur hujan sejak dua pekan silam. Bahkan, kekeringan lahan  sawah ini berdampak kepada para petani padi yang ada di wilayah kecamatan setempat.

Atiq, Kepala Desa Pasar Terusan kepada wartawan mengatakan, saat ini sawah di desa itu mulai mengalami kekeringan. Namun, kekeringan itu belum membuat padi yang ditanam warga menjadi punah. “Kalau yang layu sudah ada, tapi padi itu belum sampai mati. Sisa air sawah tinggal sedikit,” ungkapnya. Dikatakan Atiq, jika kemarau berlanjut sebulan lagi, petani di Desa Pasar Terusan akan mengalami kerugian yang cukup besar. “ Kalau sampai sebulan lagi tidak ada hujan maka padi yang ditanam bulan lalu akan mati. Mungkin hanya sedikit yang akan bias terselamatkan dengan cara dipompa,” terangnya.

Dikatakannya, mereka mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk menanami sawah seluas 800 hektare yang ada di desa tersebut. “ Masyarakat kami sangat antusias untuk bersawah. Tapi kalau sawah sampai gagal, dikhawatirkan banyak petani yang nantinya menjadi malas bersawah,” jelasnya. Lebih jauh Kades mengatakan, tingginya animo masyarakat untuk bersawah karena adanya budaya malu bagi warga disana bila tidak menanam padi. Warga setempat merasa malu bila harus membeli beras. Mayoritas warga Desa Pasar Terusan menghasilkan beras sendiri, yang didapat dari hasil panennya setiap tahun.

“ Kalau warga kami untuk mengarap sawah animonya cukup tinggi, makanya di desa kami tidak ada warga yang membeli beras mereka mengkonsumsi beras sendiri,” ucapnya. Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap para petani cukup tinggi, hal tersebut bisa dilihat bantuan yang diberikan dari pemerintah daerah berupa bibit padi. Selain itu, ada juga bantuan berupa pompa air. Namun jumlah pompa air itu belum cukup untuk mengairi semua sawah dan bila kemarau panjang, hanya yang berada dekat sungai yang bias tertolong. Saat ini, petani di sana hanya bisa berharap cuaca segera berubah. Dan hujan segera turun sehingga padi yang selama ini kekeringan bisa kembali basah

No comments:

Post a Comment