Friday, October 16, 2009

Diduga Dinas Perikanan dan Kelautan Tingkat I Sumut dan Adpel Tanjung Balai serta Adpel Bagan Siapi-api Kabupaten Rokan hilir propinsi riau. Keluarka


BELAWAN ; Msi) Terkait praktek illegal fishing belasan kapal trawl /pukat harimau- Thailand berbendera Indonesia yang ditangkap atas kerjasama HNSI Tanjung Balai dengan Departemen Kelautan Perikanan kapal patroli 208 ternyata,membuakan hasil terkuatnya dan keterlibatan oknum di Dinas Perikanan dan Kelautan Tingkat I Sumut dan Adpel Tanjung Balai serta Adpel Bagan Siapi-api Kabupaten Rokan hilir propinsi riau.
Terbukti, ditemukannya dokumen Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) yang diduga diterbitkan Dinas Perikanan TK I Sumatera Utara yang saat ini dikepalai Josef Siswanto, serta diatas kapal trawl Thailand tersebut turut ditemukan dokumen surat ukur, pas tahunan kapal dan sertifikasi kelaikan dan pengawakan kapal penangkapan ikan diterbitkan Administrator Pelabuhan Tanjung Balai dan Adpel Bagan Siapi-api.

“Penemuan itu akan ditindak lanjuti Dewan Pimpinan Pusat
Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPP.HNSI) dan kita minta agar segera menyeret pelaku illegal fishing serta oknum pejabat yang terlibat ke pengadilan sesuai hukum yang berlaku sebab Negara telah dirugikan trilliunan rupiah setiap tahunnya,” cetus Ketua DPC HNSI Kota Tanjung Balai Sofyan Marpaung didampingi Sekretaris Nazaruddin PJT kepada wartawan, Jumat pagi (16/10) di Belawan.

Selama hampir seminggu turut mengawasi di Belawan, ketua dan penggurus DPC HNSI Tanjung Balai menilai bahwa system pelaksanaan pelelangan ikan hasil tangkapan dari kapal trawl Thailand tersebut telah berjalan secara terbuka dan transparan.

Sebelas kapal pencuri ikan masing-masing, KM.Tuna III No 1367/PPb, KM.Tuna IV No.1371 PPb, KM Tuna VI No 1371 PPb, KM Tuna VIII No 1375 PPb, KM.Makmur Indah No 2596 PPb, KM.Bintang Laut No1367, KM.Antartika No 861 PPf, KM.Bintang Maku No876 PPf, KM.Hasil Jaya No 886 PPf, KM.Makmur Indah No2596 PPf dan KM.32809, 30994/PPf. HNSI Temukan Praktek Manipulasi GT Libatkan Adpel Tanjung Balai dan Bagan Siapi-api
DPC HNSI Kota Tanjung Balai yang diketuai Sofyan Marpaung dan Sekretaris Nazaruddin PJT Kepada wartawan , Jumat pagi (16/10) melaporkan maraknya praktek manipulasi penerbitan data tonase kapal ikan oleh Administrator Pelabuhan (Adpel) Tanjung Balai dan Adpel Bagan Siapi-api.
Menurut Sofyan, terbongkarnya praktek manipulasi Gross Tonase tersebut saat pihak DPC HNSI Tanjung Balai pada 6 oktober 2009 lalu mendampingi Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan beserta Kepala Stasiun Pengawasan Perikanan DKP dan Kepala Satker Pengawasan Perikanan DKP Tanjung Balai Asahan langsung melakukan uji petik dan ternyata banyak ditemukan penerbitan data-data GT kapal penangkapan ikan.

Berkas temuan manipulasi penerbitan data tonase (GT) kapal yang diterbitkan oleh Adpel Tanjung Balai dan Bagan Siapi-api telah dibawa Dirjen Sumber Daya Kelautan sebagai barang bukti manipulasi data ke Jakarta, sebab akibat praktek ini diperkirakan Negara dirugikan miliaran rupiah setiap tahunnya,ungkap Sofyan dibenarkan Iwan K selaku penggurusnya.

Kedua temuan masalah manipulasi penerbitan data tonase (GT) dan adanya penangkapan kapal pukat trawl Thailand itu telah dilaporkan kepada ketua umum DPP HNSI di Jakarta melalui surat bernomor QS-38/DPC-HNSI/TB-X/2009 tertanggal 15 Oktober 2009

No comments:

Post a Comment