Saturday, February 13, 2010

Dokter Cantik Digrebek Mesum Sama Supir Truk





Dua hari dr. Frimaneti (38) menyimpan seorang supir truk di tempat prakteknya di Jl. Kartini No. 4 Pangkalan Brandan Barat, Langkat. Mereka bermesum ria. Tapi kemarin (11/1), ratusan warga menggrebek, bahkan nyaris mengarak ibu dokter ini ke kantor polisi.

Begini cerita sejumlah warga. Dr. Hj. Frimaneti bermesum ria dengan seorang lelaki bernama Alamsyah (45), warga Tembung, Medan. Alamsyah adalah sopir truk pengangkut air mineral. Nah, Rabu (10/1) sore lalu sekira pukul 16.00 WIB, Alamsyah mengantar air mineral ke tempat praktek dokter yang belum menikah itu. Setelah itu Alamsyah tak keluar-keluar lagi.

Warga yang selama ini sudah menaruh curiga, lalu menginvestigasi. Saat itu, mobil tangki pengangkut air mineral yang sering dibawa Alamsyah masih parkir di depan praktek dokter Frimaneti.

“Warga Link. IV Kel. Brandan Barat yang menaruh curiga lalu melakukan pengintaian hingga pukul 03.00 Wib dini hari,” kata Yanti (38), warga setempat kepada POSMETRO MEDAN di lokasi praktek dokter Frimaneti.

Disusunlah rencana. Besok paginya, atau Kamis (11/1) sekira pukul 7, seratusan warga Link IV Kelurahan Brandan Barat berkumpul dan sepakat mengrebek tempat praktek sekaligus rumah ibu dokter berhidung mancung, berkulit putih, dan berambut lurus semampai ini.

Tapi sebelum mengrebek, kepling setempat sudah menghubungi Lurah Brandan Barat, Musa Pasaribu. Akibatnya penggerebekan tak berlangsung lancar karena polisi dari Mapolsek Pangkalanbrandan sudah turun ke tempat praktek Dr Frimaneti yang berstatus PNS bertugas di salah satu Puskemas di Pangkalan Brandan.

Begitupun, ratusan warga yang sudah geram atas aksi mesum si ibu dokter terus berusaha menggerebek rumah bertingkat itu. Mereka ingin bertemu langsung dengan ibu dokter yang kata warga kurang bersahabat. Nama ibu dokter dipanggil warga agar keluar. Pintu rumah pun digedor-gedor. Tapi dokter Frimaneti tetap bertahan di dalam rumah bersama Alamsyah. “Jangan sembunyikan sopir truk itu dalam rumah! Ayo keluar!” jerit warga.

Melihat situasi makin tak kondusif, polisi lalu mengambil inisiatif dengan menemui dokter Frimaneti agar bersedia membuka pintu, sehingga warga dapat dibubarkan. Tapi ibu dokter tak bersedia. Warga pun makin kesal.

“Buka pintu ini dokter murahan. Kau buat sial di kampung ini saja!” pungkas sejumlah warga yang berkerumun di depan rumah dokter Frimaneti. Aksi warga sempat membuat jalan macet sepanjang 50 meter.

Emosi warga pun semakin memuncak. Sejumlah orang lalu berusaha mendobrak pintu. Tapi polisi langsung sigap mencegah tindakan itu. Nah ketika itulah Alamsyah si sopir truk melompat dari pintu belakang untuk menghindari tangkapan warga.

“Si Alamsyah itu kabur lewat pintu belakang. Dia diselamatkan tetangga si ibu dokter yang memang berteman karib,” kata Wati. “Kalau sempat tertangkap warga, si Alamsyah itu pasti babak belur,” sambungnya lagi sembari mengungkapkan, perbuatan mesum dokter Frimaneti sudah dicium warga sejak setahun lalu. “Tapi tak ada bukti,” timpalnya.

Bagaimana nasib dokter Frimaneti? Saat warga sudah berkerumun di depan rumahnya, beberapa polisi mengevakuasinya dari dalam rumah ke Mapolsek Pangkalan Brandan. Dan saat menuju mobil pribadi Kapolsek Pangkalan Brandan, yakni Suzuki Escudo B 1961 BS, wajah dokter Frimaneti tampak ditutupi sarung. Warga pun menjerit sambil menyumpah serapah.

“Dokter murahan! Dokter sialan! Kau mengotori kampung ini,” teriak warga kepada dokter Frimaneti yang terus mendapat pengawalan polisi. Berutung dokter Frimaneti tak mendapat perlakukan fisik karena langsung dilarikan ke Mapolsek Pangkalan Brandan.

Kapolsek Pangkalan Brandan AKP Muhammad Sofian S ketika dikonfirmasi mengatakan, warga berang atas sikap dr. Frimaneti yang telah menyembunyikan pria yang bukan mukhrimnya dan diduga telah berbuat zinah.

“Kita sudah memeriksa keduanya yang diduga berselingkuh, yaitu dokter Frimaneti dan Alamsyah. Apabila terbukti kita akan mengambl tindakan,” janji AKP Sofian. (jok)

No comments:

Post a Comment

Post a Comment